Download PPT Materi Pengolahan Limbah

Pengolahan Limbah

UU no 5 tahun 1984 pasal 21 ayat 1: setiap perusahaan wajib melaksanakan upaya keseimbangan dan pelestarian Sumber daya dan mencegah timbulnya kerusakan dan pencemaran terhadap lingkungan
Download PPT Materi Pengolahan Limbah
Download PPT Materi Pengolahan Limbah

Berdasarkan tingkat pengelolaan

Pengolahan awal(pratreatment)

  • Penyaringan(screaning): menyaring air limbah dengan jeruji saring
  • Grit chamber: memisahkan pasir dengan partikel tersuspensi dengan memperlambat alirannya.

Pengolahan Primer

  • Metode pengendapan: mengendapkan limbah cair agar partikel padat mengendap di dasar tangki
  • Metode pengapungan: menggunakan alat yang menghasilkan gelembung udara yang dapat membawa partikel minyak dan lemak ke permukaan air

Pengolahan sekunder

Pengolahan secara biologis→ melibatkan mikroorganisme untuk mendegradasi limbah.
  • Metode penyaringan dengan tetesan(trickling filter)
  • Metode lumpur aktif
  • Metode kolam perlakuan

Pengolahan Tersier

Dilakukan jika pengolahan primer dan sekunder masih terdapat zat berbahaya

Metode yang digunakan

  • Metode saring pasir
  • Vacum filter
  • Penyerapan dengan karbon aktif
  • Pengurangan besi-mangan

Desinfektan

  • Membunuh mikroorganisme patogen penyebab penyakit
  • Secara kimiawi: menambahkan zat tertentu seperti klorin
  • Secara fisik: pemanasan, penyinaran UV

Hal-hal yang perlu diperhatikan

  • Daya racun zat
  • Waktu kontak yang diperlukan
  • Efektifitas zat
  • Kadar dosis
  • Sifat toksik atau tidak bagi manusia
  • biaya



download disini

like dan share jika bermanfaat

Download PPT Materi Pencemaran Lingkungan

PENCEMARAN AIR

  • Masuknya zat/bahan pencemar di lingkungan yang berair yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan.
  • Pembuangan limbah industri: Pb, Hg, Zn, CO
  • Sampah organik
  • Penumpukan fosfat yang dapat menyebabkan eutrofikasi
  • Tumpahan minyak bumi di air
    Download PPT Materi Pencemaran Lingkungan
    Download PPT Materi Pencemaran Lingkungan
  • Akumulasi zat pencemar pada organisme pemangsa yang lebih besar

PENCEMARAN TANAH

  • Masuknya zat/bahan pencemar di lingkungan yang berupa tanah yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan.
  • Sampah anorganik, organik
  • Detergen
  • Zat kimia dari buangan pertanian, Pupuk dan pestisida

TINGKAT PENCEMARAN

  • Pencemaran yang mengakibatkan iritasi.
  • Gas buang yang menyebabkan iritasi mat
  • Pencemaran yang mengakibatkan reaksi fatal dan menyebabkan penyakit kronis
  • Pencemaran Hg, dan logam-logam berat yang menyebabkan cacat, kanker
  • Pencemaran dengan kadar zat pencemar yang sangat besar
  • Dampaknya kematian dan kerusakan lingkungan yang sangat fatal

PARAMETER PENCEMARAN

  • Parameter kimia
    • Pengukuran kadar CO2, pH, dan ada tidaknya zat pencemar seperti logam-logam berat
  • Parameter biokimia
    • Parameter BOD(biochemical oxygen demand)→ jumlah O2 di dalam air
    • O2 yang sudah diukur, di simpan selama 5 hari kemudain diukur lagi untuk diketahui BOD nya
    • Kandungan O2 di air minum tidak boleh kurang dari 3ppm
  • Parameter fisik
    • Pengukurn dilakukan dilihat dari temperatur, warna, rasa, dan bau dari air yang akan diukur
  • Parameter biologi
  • Ada tidaknya mikroorganisme berbahaya di dalam air seperti bakteri Escericia coli.





like dan share jika bermanfaat

download disini


Download PPT Dampak Polusi Bagi Manusia dan Lingkungan

Pencemaran (polusi) : proses masuknya polutan ke dalam suatu lingkungan sehingga menurunkan mutu lingkungan.

Jenis pencemaran berdasarkan objeknya:

  • 1. Pencemaran Air
  • 2. Pencemaran Udara
  • 3. Pencemaran Tanah
Download PPT Dampak Polusi Bagi Manusia dan Lingkungan
Download PPT Dampak Polusi Bagi Manusia dan Lingkungan


Pencemaran Udara

Karbonmonoksida (CO)
Gas CO mampu bereaksi dengan hemoglobin yang menghambat pengangkutan oksigen
Gejala yang ditimbulkan antara lain pusing, sakit kepala, mual, pingsan, kerusakan otak, bahkan kematian. Selain itu gas CO di dalam tubuh manusia dapat merusak kulit dan gangguan penglihatan dalam jangka panjang.


Sulfur-oksida (SOx), nitrogen-oksida (NOx), dan ozon (O3)
iritasi mata, radang saluran pernapasan.
penyakit pernapasan kronis, bronkitis, emfisema, dan asma

Volatile organic compound (VOCs)
gas metan (CH4), benzena, toluena, formaldehid dan peroksiasetilnitrat memicu kanker jika berada dalam tubuh manusia.


Materi partikulat

  • Penyebab peradangan bahkan pembentukan tumor paru-paru.
  • Timbal: Penyebab gangguan sistem pemcernaan, sistem saraf, merusak fungsi jantung dan gangguan mental pada anak-anak.

Zat-zat karsinogenik

  • klorofoam, para-diklorobenzena, tetrakloroetilen, trikloroetan, dan radioaktif(radon, plutonium dan uranium) dapat menyebabkan kanker

Penipisan Lapisan Ozon

  • Lapisan ozon berguna untuk melindungi bumi dari radiasi panas matahari yang berlebihan
  • Polutan yang merusak ozon adalah CO2, CFC,
  • Timbulnya kanker kulit dan mutasi pada makhluk hidup

Pemanasan Global

  • Perubahan iklim
  • Perubahan pola pertanian,
  • Es di kutub mencair
  • Permukaan air laut naik
  • Perpindahan satwa ke daerah yang lebih dingin
  • Kepunahan flora dan fauna yang tidak dapat beradaptasi
  • cuaca ekstrim akan meningkat




download disini


like dan share jika bermanfaat

Download PPT Materi Macam-Macam Pelangi

Classic rainbow

Terdiri dari tujuh warna: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Intensitas warna masing-masing mungkin karena berbagai kondisi atmosfer dan waktu (kemudian).

Circular Rainbow

Pelangi itu benar-benar terlihat seperti busur lingkaran sempurna (dengan radius tepat 42 derajat, menurut Descartes), meskipun melihat pelangi ini sulit karena tanahnya memiliki kebiasaan menghalangi.

Red Rainbow

Red Rainbows biasanya terlihat saat fajar atau senja ketika ketebalan filter atmosfir bumi menjadi biru. Hasilnya adalah pelangi dengan spektrum ujung merah sangat meningkat.
Download PPT Materi Macam-Macam Pelangi
Download PPT Materi Macam-Macam Pelangi

Sundogs

Sering terlihat rendah di langit di hari musim dingin yang cerah, sundogs terjadi ketika matahari bersinar melalui kristal es yang tinggi di atmosfer. Semakin tebal konsentrasi kristal es di udara, semakin tebal pula struktur nya.

Fogbow

Fogbows lebih jarang terlihat daripada pelangi karena parameter tertentu yang harus disesuaikan untuk menciptakannya. Misalnya, sumber cahaya harus berada di belakang pengamat. Juga, kabut di belakang pengamat harus sangat tipis sehingga sinar matahari yang dapat bersinar melalui kabut tebal di depan.




untuk mendownload PPT Materi Macam-Macam Pelangi klik setting roda gerigi

share dan like jika bermanfaat
download disini



Download PPT Materi Metode Ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah

  • Metode ilmiah: cara mencari pemecahan masalah dengan menggunakan langkah-langkah sistematis dan objektif.
  • Metode ilmiah: proses berfikir untuk mendapatkan cara penyelesaian yang mungkin terhadap suatu masalah.
  • Dijadikan pengetahuan dasar untuk penyelidikan ilmiah.
    Download PPT Materi Metode Ilmiah
    Download PPT Materi Metode Ilmiah

Sifat-Sifat Ilmu Pengetahuan

Logis atau masuk akal

  • Sesuai dengan logika atau aturan berfikir
  • sesuai dengan fakta yang ada
  • Bukan di dasarkan pada hal-hal mistis, dll

Objektif

  • kebenaran didapatkan dari pengamatan dan penalaran fenomena secara terbuka
  • Tidak didasarkan pada nilai subjektif peneliti

Sistematis

  • dicerminkan dari adanya keteraturan yang di dapatkan dari teori, hukum, prinsip, dan metodenya.
  • penemuan-penemuan yang baru yang dapat meruntuhkan penemuan-penemuan sebelumnya.

Andal

  • dapat diuji kembali secara terbuka
  • Ilmu pengetahuan bersifat umum, terbuka, dan universal

Dirancang

  • dikembangkan menurut suatu rancangan yang menerapkan metode ilmiah.

Akumulatif

  • kumpulan fakta, teori, hukum, yang terkumpul sedikit demi sedikit. Jika ada kesalahan maka dapat diganti dengan yang benar.

Karakteristik Metode Ilmiah

Berdasarkan fakta

  • harus berdasarkan fakta-fakta yang nyata
  • bukan merupakan penemuan atau pembuktian didasarkan pada daya khayal dan kira-kira

Bebas dari prasangka

  • Harus jauh dari pertimbangan subjektif dari penelitinya

Menggunakan prinsip analisis

  • Semua masalah harus dicari sebab musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis.

Menggunakan hipotesis

  • Harus ada dugaan sementara kira-kira hasil dari penelitian tersebut seperti apa

Menggunakan ukuran objektif

  • analisa harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif .
  • Ukuran yang digunakan tidak boleh dengan cara merasa-rasa atau menurut hati nurani.

Menggunakan teknik kuantifikasi

  • Data memiliki ukuran kuantitatif kecuali data yang tidak dapat dikuantitatifkan.
  • Ukuran kuantitatif: mm, per detik, ohm, kilogram, liter, dll. 





klik share dan like jika bermanfaat

download disini


Download PPT Materi Metode Ilmiah Subbab Hipotesis

Hipotesis: dugaan atau jawaban sementara mengenai suatu hal atau permasalahan yang akan dibuktikan kebenarannya melalui data-data atau fakta-fakta hasil penelitian.
Menunjukkan hubungan antara dua variabel atau lebih. Hubungan sebab akibat antara variabel bebas dan terikat
Download PPT Materi Metode Ilmiah Subbab Hipotesis
Download PPT Materi Metode Ilmiah Subbab Hipotesis

Landasan Teori

  • Sebelum membuat hipotesis harus di buat Kerangka berfikir
  • Kerangka berfikir di ambil dari landasan teori.
  • Hipotesis dibuat berdasarkan fakta-fakta, teori, dan penelitian-penelitian terdahulu yang mendukung pembuatan hipotesis.
  • Mengumpulkan data yang diperoleh dari buku, laporan hasil penelitian, wawancara, ataupun melalui pengamatan langsung.

Fungsi Landasan Teori

  • Memperoleh informasi tentang penelitian sejenis yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti
  • Memperoleh metode atau pendekatan pemecahan masalah yang digunakan
  • Sebagai sumber data sekunder
  • Mengetahui historis dan perspektif permasalahan penelitiannya
  • Memperoleh informasi cara menganalisis data yang digunakan
  • Memperkaya ide
  • Mengetahui siapa saja peneliti lain dan pengguna dibidang yang sama

Perumusan Hipotesis

  • Scates(1954): sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta.
  • Trealese(1960): suatu keterangan sementara dari suatu keterangan sementara dari suatu fakta yang dapat diamati.
  • Kerlinger(1973): pernyataan yang bersifat terkaan dari hubungan antara dua atau lebih variabel.
Hipotesis mengkonkritkan dan memperjelas masalah yang diteliti.
Hipotesis memberikan arah dan tujuan pelaksanaan penelitian sehingga terhindar dari penelitian yang tak bertujuan.

Tahap Pembentukan Hipotesis

  1. Penentuan masalah: Penentuan masalah sangat diperlukan untuk melakukan penelitian selanjutnya sehingga penelitian dapat dilakukan dengan baik
  2. Hipotesis pendahuluan: hipotesis yang tidak diterapkan secara eksplisit, untuk ujicoba
  3. Pengumpulan fakta: Jumlah fakta-fakta yang bisa ditemukan sangat banyak, fakta-fakta yang relevan yang di ambil.
  4. Formulasi hipotesis: Hipotesis dibentuk dari pengolahan fakta-fakta yang ada.
  5. Pengujian hipotesis:
    1. Verivikasi: Mencocokkan hipotesis dengan keadaan yang diamati
    2. Konfirmasi: Jika hipotesis cocok dengan fakta-fakta yang ada
    3. Falsifikasi: Jika hipotesis terbukti salah

Kegunaan hipotesis

  • Hipotesis sebenarnya sudah memiliki jawaban dari pertanyaan yang dibuat di perumusan masalah, Namun harus diverivikasi dilapangan ketika melakukan penelitian.
  • Berpatokan pada fakta-fakta, teori, dan penelitian-penelitian sebelumnya di landasan teori.





klik like, dan share jika bermanfaat

download disini




Soal online IPA Semester II Kelas XI PM Dampak Polusi Bagi Kesehatan(Prakerin)

Petunjuk Pengerjaan

Soal online materi dampak polusi bagi kesehatan dapat dikerjakan secara online dengan mengisi nama, kelas, asal sekolah, email(bila memiliki) kemudian pilihlah jawaban yang paling benar diantara pilihan yang ada.

Jika masih ragu dengan hasil yang didapatkan, dan ingin mengulang kembali, maka diperbolehkan mengerjakan kembali satu kali lagi.

Jumlah soal sebanyak 21 soal. 

Jika mengerjakan soal online ini lewat Handphonn/smartphone  perhatikan scroll yang ada, kemungkinan soal yang terlihat hanya beberapa soal, gunakan scroll yang muncul di bagian soal.

ujian online

Untuk kelas XI Pemasaran 1, selain mengerjakan soal online ini, siswa juga wajib untuk membuat soal isian pendek dan jawabannya sebanyak 15 soal untuk bab 1 yaitu dampak polusi bagi kesehatan dan 15 soal bab 2 Penanganan limbah(Pengumpulan tugas sesuai deadline yang sudah di dapatkan di kertas tugas yang sudah diberikan sebelum prakerin), materi bisa di download di link di bawah ini

Untuk dapat memahami pertanyaan-pertanyaan di soal ini, maka download terlebih dahulu materi IPA kelas XI di link berikut ini, kemudian pelajari terlebih dahulu. 

Hasil akan ditampilkan setiap hari senin , di bawah postingan



Nilai Yang sudah masuk

Cara Membuat Hipotesis Yang baik dan Benar

Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara mengenai suatu hal atau permasalahan yang akan dibuktikan kebenarannya melalui data-data atau fakta-fakta hasil penelitian. Hipotesis menunjukkan hubungan antara dua variabel atau lebih. Pernyataan di dalam hipotesis menguraikan hubungan sebab akibat antara variabel bebeas dan variabel terikat.
Hipotesis

A. Landasan teori

Hipotesis yang akan dibuat harus didasarkan pada kerangka berfikir terlebih dahulu. Kerangka berfikir di ambild ari landasan teori. Jadi sebelum membuat hipotesis harus membuat landasan teori terlebih dahulu. Hipotesis yang dibuatmeskipun hanya sebagai dugaan sementara dari permasalahan yang akan diteliti namun harus dibuat berdasarkan fakta-fakta, teori, dan penelitian-penelitian terdahulu yang mendukung pembuatan hipotesis.

Setelah masalah dirumuskan , maka yang harus dilakukan adalah mengumpulkan keterangan-keterangan baik secara teori maupun dari fakta empiris yang berhubungan dengan permsalahan yang diperoleh dari buku, laporan hasil penelitian, wawancara, ataupun melalui pengamatan langsung di lapangan.

Kerangka berfikir merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan antara berbagai faktor yang berkaitan dengan objek dan dapat menjawab permsalahan. Kerangka berfikir disusun berdasarkan penemuan-penemuan ilmiah yang telah teruji kebenarannya.

Studi kepustakaan digunakan untuk menyusun landasan teori sebagai dasar pemecahan masalah penelitian untuk guna memperluas dan memperdalam pengetahuan untuk mengungkap masalah penelitian.

Fungsi landasan teori

  1. Memperoleh informasi tentang penelitian sejenis yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti
  2. Memperoleh metode atau pendekatan pemecahan masalah yang digunakan
  3. Sebagai sumber data sekunder
  4. Mengetahui historis dan perspektif permasalahan penelitiannya
  5. Memperoleh informasi cara menganalisis data yang digunakan
  6. Memperkaya ide
  7. Mengetahui siapa saja peneliti lain dan pengguna dibidang yang sama.

B. Perumusan hipotesis

1. Pengertian hipotesis

  • Scates(1954): sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta.
  • Trealese(1960): suatu keterangan sementara dari suatu keterangan sementara dari suatu fakta yang dapat diamati.
  • Kerlinger(1973): pernyataan yang bersifat terkaan dari hubungan antara dua atau lebih variabel.
Hipotesis mengkonkritkan dan memperjelas masalah yang diteliti. Hipotesis memberikan arah dan tujuan pelaksanaan penelitian sehingga terhindar dari penelitian yang tak bertujuan.

Tahap-tahap pembentukan hipotesis

Proses pembentukan hipotesis merupakan sebuah proses penalaran yang melalui tahap-tahap tertentu, antara lain

1. Penentuan masalah

Penentuan masalah sangat diperlukan untuk melakukan penelitian selanjutnya sehingga penelitian dapat dilakukan dengan baik. (Baca: Cara membuat rumusan masalah yang baik dan benar)

2. Hipotesis pendahuluan

Hipotesis pendahuluan merupakan hipotesis yang tidak diterapkan secara ekspisit karena hanya merupakan hipotesis yang digunakan untuk ujicoba

3. Pengumpulan fakta

Jumlah fakta-fakta yang bisa ditemukan sangat banyak, namun yang digunakan untuk merupakan fakta-fakta yang relevan yang mendukung penelitian yang akan diteliti.

4. Formulasi hipotesis

Hipotesis yang dibentuk merupakan hasil dari pengolahan/formulasi dari fakta-fakta yang dikaitkan satu sama lainnya

5. Pengujian hipotesis

Pengujian hipotesis mencocokkan hipotesis dengan keadaan yang diamati yaitu dengan verivikasi. Jika hipotesis cocok dengan fakta-fakta yang ada dinamakan dengan konfirmasi. Jika hipotesis terbukti salah maka dinamakan dengan falsifikasi.

B. Kegunaan hipotesis

Perumusan yang kita lakukan sebenarnya sudah memiliki jawaban dari pertanyaan yang dibuat di perumusan masalah. Namun jawaban tersebut belum disertai data dilapangan sehingga harus diverivikasi dilapangan ketika melakukan penelitian. Dari perumusan masalah tersebut maka akan muncul hipotesis yang memberikan jawaban sementara yang cepat dengan berpatokan pada fakta-fakta, teori, dan penelitian-penelitian sebelumnya di landasan teori.

C. Manfaat hipotesis

  1. Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan penelitian
  2. Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang langsung dapat diuji dalam penelitian
  3. Hipotesis memberikan arah yang bertujuan pada penelitian
  4. Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penyelidikan
  5. Hipotesis disusun dan diuji untuk menunjukkan benar salahnya dari hipotesis yang dibuat.

D. Ciri-ciri hipotesis

  • Hipotesis diturunkan dari suatu teori yang disusun untuk menjelaskan masalah yang searah dengan tujuan penelitian
  • Hipotesis harus dinyatakan secara jelas dengan munujukkan hubungan antar variabel
  • Hipotesis menyatakan variasi nilai sehingga dapat diukur secara empiris
  • Hipotesis harus bebas nilai yaitu tidak boleh didasarkan dari subjektifitas peneliti
  • Hipotesis harus dapat diuji untuk menggambarkan ukuran yang valid dari variabel yang diteliti
  • Hipotesis harus spesifik yang menunjukkan kenyataan sebenarnya

E. Jenis-jenis hipotesis

Dua macam hipotesis:

1. Hipotesis nol(Ho)

Hipotesis nol adalah hipotesis yang menyatakan tidak ada pengaruh antara satu variabel dan variabel lainnya.
Contoh:
Judul: Pengaruh pemberian vitamin B12 terhadap pertambahan berat anak ayam.
Hipotesis nol: Tidak ada pengaruh pemberian vitamin B12 terhadap pertambahan berat anak ayam

Tugas: Coba buat judul penelitian dan hipotesis nol-nya

2. Hipotesis alternatif(H1)

Hipotesis alternatif adalah hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Hipotesis ini di tulis dengan H1.
Contoh:
Judul: Pengaruh pemberian vitamin B12 terhadap pertambahan berat anak ayam.
Hipotesis nol: Ada pengaruh pemberian vitamin B12 terhadap pertambahan berat anak ayam

F. Bentuk hipotesis lainnya

1. Hipotesis korelatif

Hipotesis tentang ada tidaknya hubungan antara dua variabel atau lebih
Contoh:
Rumusan masalah: Adakah hubungan antara konsentrasi jumlah vitamin B3 yang diberikan dengan pertumbuhan anak ayam? Jika belum paham mengenai rumusan masalah bisa di perdalam disini(Baca: Cara membuat masalah yang baik dan benar)
Hipotesis:
Ho : Tidak terdapat hubungan antara antara konsentrasi jumlah vitamin B3 yang diberikan dengan pertumbuhan anak ayam
Ha : Terdapat hubungan antara antara konsentrasi jumlah vitamin B3 yang diberikan dengan pertumbuhan anak ayam.

2. Hipotesis komparatif

Hipotesis tentang ada atau tidaknya perbedaan anatar dua kelompok atau lebih. Membandingkan dua populasi/sampel yang berbeda namun dalam variabel yang sama atau membandingkan dua kejadian yang berbeda waktu namun variabel sama.
Contoh:
Rumusan masalah: Bagaimanakah perbedaan kecepatan pertumbuhan ayam bangkok dengan ayam kampung?
Ho: tidak ada perbedaan kecepatan pertumbuhan ayam bangkok dengan ayam kampung?
H1: ada perbedaan kecepatan pertumbuhan ayam bangkok dengan ayam kampung?

G. Bentuk hipotesis

1. Hipotesis penelitian/deskriptif

Dirumuskan secara naratif berdasarkan kerangka berfikir penelitian dan landasan teori.
Contoh: Ada pengaruh pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan tanaman kedelai(H1)

2. Hipotesis statistik

Dirumuskan secara matematis dalam bentuk dua kalimat matematika.
Contoh:
Ho:p=0 (tidak diterima)
H1:P≠0 (diterima)

H. Sikap peneliti terhadap hipotesis

  1. Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya hipotesis tidak terbukti.
  2. Jangan mengubah hipotesis
  3. Jangan abaikan hasil eksperimen
  4. Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
  5. Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian
  6. Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi untuk memastikan hiptesis

I. Variabel

Variabel merupakan faktor-faktor yang berpengaruh dan memiliki nilai serta dapat diubah atau berubab. Variabel adalah kondisi yang sengaja dikontrol atau diamati perubahannya pada sekelompok objek penelitian.

Dua jenis variabel

1. Variabel bebas: suatu kondisi yang dikenakan atau dikontrol sehingga menimbulkan efek pada sekelompok onjek penelitian. Variabel ini bisa dirubah-rubah atau dibuat variasi
2. Variabel terikat: suatu kondisi yang muncul sebagai repons dari dari adanya variabel bebas.

Contoh:
Judul: pengaruh lama perendaman terhadap pertumbuhan biji kacang hijau
Variabel bebas: lama perendaman
Variabel terikat: pertumbuhan biji kacang hijau

Berdasarkan cara dan hasil pengukuran, variabel dibagi menjadi dua

1. Variabel kualitatif: kemakmuran, kepandaian, tingkat kemasaman
2. Variabel kuantitatif: umur tanaman, tinggi pohon, diameter batang

Jenis variabel kuantitatif

1. Variabel diskrit: variabel yang hanya dikategorikan menjadi dua kutub yang berlawanan.
Contoh: pria dan wanita, jantan dan betina, fertil dan steril

2. Variabel kontinum
a. Variabel ordinal: menunjukkan tingkat-tingkatan atau peringkat. Contoh: peringkat 1, 2, 3, dst.
Contoh lainnya: Sangat Tidak Setuju = 1, Tidak Setuju = 2, Tidak Tahu = 3 , Setuju = 4, Sangat Setuju = 5
b. Varibel interval: variabel yang memiliki jarak bila dibandingkan dengan variabel lainnya
Contoh: Umur 20-30 tahun = 1, Umur 31-40 tahun = 2, Umur 41-50 tahun = 3
c. Variabel rasio: variabel hasil pengukuran yang tidak memiliki nilai 0 mutlak.
Contoh: 3cm, 3.3cm, 4.5cm

Baca Juga Untuk memperdalam materi:

Cara Membuat Rumusan Masalah Yang Baik

A. Perumusan Masalah

1. Menetukan dan merumuskan masalah

Rumusan masalah merupakan suatu peryataan rinci, lengkap, dan jelas mengenai ruang lingkup permasalah yang akan diteliti. Masalah penelitian harus dirumuskan secara jelas dan lengkap agar dapat dicari jalan penyelesainnya dengan tepat. Perumusan masalah merupakan langkah untuk menyederhanakan masalah sehingga masalah tersebut menjadi jelas batasannya, kedudukannya, dan alternatif untuk memecahkan masalah.
rumusan masalah
perumusan maslaah
Pembuatan rumusan masalah dilakukan dengan membuat pertanyaan-pertanyaan dari masalah yang diteliti. Sebuah pertanyaan dari rumusan masalah bisa berupa apakah, bagaimana, mengapa, dan dimana.

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Batasan masalah: Pembatasan masalah sangat diperlukan agar sebuah penelitian yang dilakukan tidak melebar kemana-mana sehingga bsia berakibat penelitian tersebut menjadi tidak fokus.
  2. Pilihan permasalahan yang penting dan menarik untuk diteliti
  3. Pilih masalah yang dapat dipecahkan
Rumusan masalah yang baik hendaknya memenuhi beberapa persyaratan diantaranya adalah sebagai berikut
  1. Dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Kalimat Tanya yang sering digunakan untuk perumusan masalah adalah kata apakah. “ apakah ada hubungan antara pemberian pupuk urea yang berbeda-beda konsntrasinya terhadap pertumbuhan tanaman padi? “
  2. Mengisyaratkan variabel yang akan diteliti: variabel adalah faktor yang ikut menentukan perubahan. Contoh pada rumusan masalah tersebut memiliki variabel bebas: pemberian pupuk urea yang berbeda-beda konsentrasinya, sedangkan variabel terikatnya adalah pertumbuhan tanaman padi
  3. Dinyatakan secara ekplisit, singkat, dan jelas
  4. Keterangan dimensi subjek lebih spesifik lebih baik, contohnya jenis kelamin, kelompok umur, jenis spesies.
  5. Menunjukkan dimensi tempat, waktu, dan kecenderungan /trend
  6. Spesifikasi/keunikan masalah penelitian yang akan diteliti seperti difokuskan pada penelitian yang belum pernah dilakukan orang lain
Perumusan masalah bertujuan untuk memperjelas suatu permasalahan yang akan dipecahkan. Syarat masalah penelititian antara lain:
  1. Fisibel dari segi dana, waktu, alat, keahlian penelitian, dan subjek penelitian yang dibutuhkan
  2. Intersesting bagi peneliti
  3. Novel: menguatkan , membantah, melengkapi penelitian sebelumnya
  4. Etika penelitian tidak dilanggar
  5. Relevan bagi perkembangan ilmu pengetahuan

Sebuah peristiwa dapat dijadikan suatu permasalahan dalam suatu penelitian jika:

a. Untuk mencari tahu status atau untuk mendeskripsikan suatu kejadian alam
b. Untuk membandingka dua kejadian alam atau lebih
c. Untuk mencari tahu hubungan antara dua gejala alam yang terjadi

2. Cara mudah untuk memilih sebuah topik

Sumber suatu permasalah bisa berasal dari bahan bacaan, fenomena alam, kegiatan manusia, berasal dari penelitian lama, dan diskusi ilmiah. Topik permsalahan dapat diperoleh dengan dari pengamatan terhadap alam sekitar kita. Pengamatan dilakukan untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan dari objek atau peristiwa. Pengamatan dapat dilakukan dengan menggunakan alat indra dinamakan dengan pengamatan kualitatif. Hasil pengamatan yang dilakukan dapat memberikan deskripsi yang lengkap tentang objek yang diamati.

Contoh pengamatan observasi disekitar lingkungan biotik adalah
a. Tanaman yang disiram secara teratur tumbuh dengan baik
b. Tanaman yang tidak disiram akan kering dan mati
c. Tanaman yang terlalu sering disiram pertumbuhannya tidak begitu baik

Penelitian yang baik adalah penelitian yang mampu memberikan suatu topik yang manarik baik bagi peneliti maupun pembaca dan kebermanfaatannya bai lingkungan.

Topik penelitian menurut Narbuko dan Achmadi(2002) yang perlu dikembangkan adalah:
a. Apakah topik tersebut dapat di kuasai
b. Apakah bahan-bahan atau data-data tersedia dengan cukup
c. Apakah topik tersebut penting untuk diteliti
d. Apakah topik tersebut menarik untuk di kajin

B. Merumuskan masalah yang ditemukan dengan jelas

Suatu masalah dapat dirumuskan dalam penelitian apabila masalah-masalah tersebut memiliki kriteria sebagai masalah penelitian yang baik.

Kriteria masalah dalam penelitian yang baik antara lain

  1. Mempunyai kontribusi teoritis dan praktis artinya hasil penelitian memberikan kontribusi dalam bidang profesi atau keilmuan
  2. Mempunyai derajat keunikan dan keaslian, menemukan keaslian permasalahan yang muncul merupakan hal yang sangat penting. Namun kadang diperlukan beberapapengulangan penelitian agar hasilnya lebih maksimal.
  3. Layak dilakukan, melaksanakan penelitian memerlukan waktu, biaya, sarana, dan prasarana. Penelitian ekpreimen ataupun deskriptif membutuhkan subjek penelitian untuk memperoleh data. Jika data pendukung awal kurang dan sangat sedikit maka penelitian tersebut lebih baik jangan dilakukan.

Pertimbangan atau pedoman yang perlu diperhatikan dalam pemilihan masalah antar lain:

1. Pilihan masalah yang paling menarik untuk diteliti.
2. Peneliti cukup memilih keahlian teknik untuk mengerjakan percobaan/penelitian tersebut
3. Pilih percobaan yang dapat dilakukan dengan keberadaan waktu yang tersedia bagi peneliti
4. Kegunaan dari apa yang diteliti parktis atau pengembangan teori
5. Layak diteliti, baik ditinjau dari segi finansial, waktu, dan pengetahuan
6. Percobaan hendaknya sesuai dengan tingkat kematangan dan pengetahuan peneliti
7. Usahakan sarana pendukung mudah diperole
8. Masalah yang diteliti tidak mengandung bahaya bagi peneliti

Secara umum masalah penelitian menurut NotoAtmodjo(2002) adalah suatu suatu kesenjangan antara yang seharusnya dengan apa yang terjaditentang sesuatu hal, atau antara kenyataan yang ada atau terjadi dengan yang seharusnya ada atau terjadi serta harapan dan kenyataan.

Perumusan masalah hendaknya memperhatikan beberapa petunjuk di bawah ini

  1. Rumusan masalah hendaknya mempertanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih
  2. Rumusan masalah hendaknya dinyatakan dengan jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda
  3. Rumusan masalah hendaknya dapat dijawab secara empiris atau dengan pengamatan
  4. Rumusan masalah hendaknya memuat pertanyaan karakteristik variabel, gejala, atau objek yang diamati
  5. Rumusan masalah hendaknya memberikan gambaran bagaimana kemungkinan mengumpulkan data untuk menjawab pertanyaan tersebut.
----------------------------------------
Lembar Diskusi Siswa
----------------------------------------
Perhatikan gambar tanaman padi berikut ini. Silahkan berandai andai terhadap tanaman padi yang ada di gambar tersebut. Buatlah lima permasalahan yang bisa dimunculkan dari gambar tanaman padi di bawah ini, kemudian buatlah lima rumusan masalah yang bisa dimunculkan dari permasalahan tersebut.
Tanaman Padi
Siswa yang mampu memunculkan suatu permasalah dan rumusan masalah yang original dan memiliki kebermanfaatan bagi kehidupan manusia berhak mendapatkan nilai tambah yang lebih banyak.


Sikap Ilmiah dan Kerja ilmiah

C. Sikap Ilmiah

Seorang peneliti dalam melakukan penelitian selain harus menggunakan metode ilmiah, juga harus menggunakan sikap ilmiah dalam bekerja. Sikap ilmiah yang harus dimiliki seorang peneliti diantaranya adalah:

1. Rasa ingin tahu

Seorang peneliti harus memiliki sifat rasa ingin tahu yang sangat besar sebagai dasar jika ingin melakukan suatu penelitian. Apa, bagaimana, mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi, yang pada akhirnya seorang peneliti dapat mengungkapkan fenomena yang terjadi melalui suatu penelitian sehingga mendapatkan suatu jawaban atau hasil yang memuaskan.
Ilustrasi sikap ilmiah

2. Jujur

Peneliti harus jujur dalam melakukan penelitian, data-data yang didapatkan harus sesuai dengan apa yang diteliti, tidak boleh melakukan manipulasi data. Sehingga hasil yang didapatkan dapat dipertanggungjawabkan

3. Tekun

Tidak mudah putus asa dalam melakukan penelitian. Kadang suatu penelitian harus diulang beberapa kali hingga mendapatkan hasil yang diharapkan, hal ini menyebabkan seorang peneliti harus memiliki sifat tekun dan pantang menyerah

4. Teliti

Bertindak berhati-hati dan tidak ceroboh, sehingga kesalahan kesalahan dalam penelitian dapat dihindari.

5. Objektif

Hasil dari penelitian tidak boleh dipengaruhi perasaan pribadi sehingga dapat menyebabkan data yang bersifar subjektif. Semua data yang diperoleh harus didasarkan pada fakta yang ditemukan dilapangan.

6. Terbuka

Peneliti harus memiliki sifat tebuka dengan mau menerima pendapat dari orang lain, sehingga diaharapakan penelitian yang dilakukan dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya

7. Toleran

Seorang ilmuwan harus bersedia menerima gagasan dari orang lain dan mau belajar serta membandingkan pendapatnya dari orang lain, dan tidak boleh memaksakan pendapat kepada orang lain.

8. Optimis

Seorang ilmuwan harus memiliki sifat optimis terhadapat penelitian yang sedang dilakukannya, tidak boleh memiliki sifat pesimis karena dapat menyebabkan peneiltian yang sedang dijalankan tidak akan berhasil karena dari awal sudah pesimis dengan penelitiannya.

9. Pemberani

Ilmuwan harus berani melawan semua ketidakbenaran, penipuan, dan kepura-puraan yang akan menghambat kemajuan.

10. Peduli lingkungan

Sikap peduli lingkungan juga harus dimiliki oleh ilmuawan agar lingkungan yang dijadikan tempat penelitian dan sekitarnya tidak mengalami kerusakan.

D. Kerja ilmiah

Ketrampilan kerja ilmiah harus dimiliki seorang peneliti antara lain adalah:

1. Kemampuan melakukan pengamatan(observasi)

Observasi dapat dilakukan dengan melalui pengamatan, pendenaran, perabaan, dan penciuman.


2. Kemampuan mengelompokkan objek-objek yang diteliti

Mengelompokkan atau mengklasifikasi meupakan kegiatan untuk memudahkan dalam mempelajari sesuatu. Setiap pengelompokkan memiliki dasar dan tujuan tertentu. Sebagai contoh:

  1. Pengelompokkan hewan berdasarkan cara perkembangbiakan, berdasarkan jenis makanan, atau bentuk kakinya
  2. Pengelompokkan daun berdasarkan ujung daun, ukuran daun, bentuk tulang daun

3. Kemampuan menafsirkan dan memprediksi

Menafsirkan adalah upaya untuk menjelaskan arti sesuatu yang kurang jelas dari hasil suatu pengamatan/observasi. Memperdiksi berarti meramalkan mengenai sesuatu yang akan terjadi berdasarkan hasil pengamatan.

4. Kemampuan mengidentifikasi variabel

Variabel adalah faktor-faktor yang berpengaruh yang memiliki nilai atau ukuran dan dapat berubah atau diubah. 3 jenis variabel:
a. Variabel bebas: variabel yang sengaja diubah atau dibuat bervariasi
b. Variabel terikat: variabel yang berubah sebagai akibat dari variabel bebas
c. Variabel kontrol: variabel yang tidak diberikan perlakuan ata dibuat sama

5. Kemampuan dalam mengajukan pertanyaan

Pertanyaan merupakan kalimat interogatif yang membutuhkan jawaban. Sedangkan bertanya merupakan kegiatan meminta jawaban atau penjelasan suatu pertanyaan. Mengajukan pertanyaan dapat membantu dalam kerja ilmiah yaitu pada saat melakukan perumusan masalah. Pertanyaan dalam kegiatan ilmiah dibagi menjadi empat macam pertanyaan yang perlu dikembangkan oleh peneliti, diantaranya:
1. Pertanyaan untuk mengungkap fakta
2. Pertanyaan tentang prosedur
3. Pertanyaan tentang penggunaaan alat dan bahan
4. Pertanyaan untuk merancang kegiatan
6. Kemampuan dalam merencanakan percobaan

Kemampuan merencanakan percobaan sangat diperlukan untuk mempermudah dalam pelaksanaan penelitian. Perencaan penelitian meliputi tujuan penelitian, variabel yang akan dilibatkan, langkah kerja, dan cara menganalisis data.

7. Kemampuan mengkomunikasikan hasil penelitian

Seorang peneliti harus bisa mengkomunikasikan hasil penelitian yang telah dilakukannya. Komunikasi hasil penelitian bisa dalam bentuk grafik, lisan, tulisan, gambar, dan diagram. Komunikasi yang paling penting adalah ketika melakukan publikasi ilmiah terhadap penelitiannya dalam bentuk laporan ilmiah, jurnal ilmiah, dan seminar ilmiah.

E. Kegunaan metode ilmiah

Metode ilmiah sangat penting untuk memajukan ilmu pengetahuan, karena setiap ilmu pengetahuan yang didapatkan terjadi melalui proses proes ilmiah menggunakan metode ilmiah. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mencari jawaban dari suatu permasalahan atau memecahkan suatu masalah yang sedang dihadapi.

Beberapa kegunaan metode ilmiah diantaranya:
1. Membantu pemecahan masalah dengan penalaran dan pembuktian yang memuaskan
2. Menguji ulang hasil penelitian orang lain sehingga diperoleh kebenaran yang objektif
3. Memecahkan atau menentukan jawaban dari rahasia alam yang sebelumnya masih menjadi teka teki.

Belum lengkap jika belum belajar ini:


Langkah-Langkah Metode Ilmiah

B. Langkah langkah metode ilmiah

1. Observasi

Observasi merupakan kemampuan mendeskripsikan(menguraikan ciri-ciri) suatu objek beserta perubahannya atas fakta-fakta yang diperoleh. Observasi merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki seseorang dalam penyelidikan ilmiah. Dengan observasi maka semua informasi yang ada pada suatu gejala alam dapat diperoleh untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dimilikinya.
metode ilmiah
Scientific method

Secara umum observasi dapat dibagi menjadi dua:

a. Observasi kualitatif

Observasi kualitatif adalah jenis observasi yang dilakukan secara langsung menggunakan alat-alat indra seperti warna, gerak, bentuk, suara, bungi rasa, perabaan permukaan objek, dan indra penciuman.

b. Observasi kuantitatif

Observasi kuantitatif merupakan observasi tidak langsung yang menggunakan alat bantu seperti penggaris, neraca, thermometer, kertas lakmus, dan timbangan. Hasil dari observasi kuantitaif berupa angka dan tidak subjektif.

Menurut pelaksanaan, obsorvasi dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu
a. Observasi partisipasi: observasi dimana peneliti ikut berpartisipasi pada aktifitas yang sedang diamati.
Observasi partisipasi dibagi menjadi dua yaitu
    1. Partisipasi sebagian: dimana observer tidak melibatkan diri sepenuhnya. Hanya pada saat tertentu saja pada saat pengambilan data dianggap perlu
    2. Partisipasi penuh: observer melibatkan diri sepnuhnya ke dalam objek pengamatan atau penelitiannya

b. Observasi non partisipasi: observer tidak meibatkan diri ke dalam objek. Observer mendapatkan gambaran tentang objek yang sedang ditelitinya melalui pengamatan tidak langsung

Beberapa syarat yang perlu dipahami dalam menggunakan metode observasi
  1. Observasi merupakan cara untuk mengumpulkan data oleh karena itu perlu dilakukan dengan cermat, jujur dan objektif, serta terfokus pada data yang relevan
  2. Dalam menentukan variabel harus mengingat bahwa semakin banyak objek yang diamati semakin sulit proses pengamatan dan hasilnya juga akan semakin rumit namun akan menghasilkan data yang sangat kompleks
  3. Sistem dan prosedur yang dilakukan dalam pengamatan harus bedasarkan panduan yang tersedia.
  4. Agar pelaksanaan observasi lancar maka harus dibuat catatan catatan terhadap data yang dikumpulkan.

Pencatatan hasil observasi dilakukan dengan mengisi formulir dengan maksud:
  1. Mencatat segala kejadian, proses social, atau gejala yang muncul yang didapatkan di lapangan
  2. Memudahkan penelitian dalam merekam kejadian proses yang terjadi
  3. Dapat diformulasikan kembali sehingga dapat menggambarkan suatu keadaan
Pencatatan observasi akan lebih mudah jika dibantu dengan video, perekam suara, atau kamera sehingga dapat terdokumentasikan dengan baik sehingga memudahkan dalam membuat gambar, grafik, tabel, ataupun diagram

2. Menentukan dan merumuskan masalah

Perumusan masalah dilakukan setelah melakukan observasi. Perumusan masalah digunakan untuk membatasi objek penelitian yang akan dilaksanakan. Rumusan masalah berisi kalimat yang mempertanyakan hubungan dua variabel atau lebih. Sehingga rumusan masalah berupa kalimat tanya.

3. Merumuskan hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara atas masalah-masalah yang sudah dirumuskan. Hipotesis merupakan dugaan tentang pengaruh apa yang akan diberikan oleh variabel manipulasi terhadap respon. Hipotesis dirumuskan dengan kalimat pernyataan.

4. Merancang eksperimen

Eksperimen adalah percobaan yang harus dilakukan untuk menguji hipoteis yang sudah dibuat. Dalam perancang penelitian harus dijabarkan mengenai metode yang digunakan, alat dan bahan, teknik analisis data yang digunakan.

5. Pelaksanaan eksperimen

Pelaksanaan eksperimen dapat berjalan dengan baik jika perancangan eksperimen sudah dilakukan dengan baik pula. Pelaksanaan penelitian adalah proses peneilitian yang menghasilkan data-data eksperimen yang dianalisis untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang sudah dirumuskan.

6. Pelaporan penelitian

Setelah dilakukan penelitian maka akan dirumuskan suatu kesimpulan yang akan menjadi konsep teori. Secara keseluruhan pelaporan penelitian berisi tentang rumusan masalah hingga hasil akhir dari seluruh proses penelitian. Mengkomunikasikan hasil penelitian dapat dilakukan secara tertulis dan lisan dalam bentuk penyampaian data-data, analisis hasil penelitian, dan kesimpulan yang didapatkan.

Contoh metode ilmiah

No
Metode ilmiah
Penerapan
1
Observasi
Anda melihat bahwa tumbuhan mangrove dapat bertahan hidup pada kondisi air asin, dan tanah yang berlumpur
2
Perumusan masalah
Apakah yang menyebabkan tumbuhan mangrove dapat bertahan hidup pada kondisi air asin?
3
Penyusun kerangka berfikir
Membaca teori mengenai tumbuhan mangrove, berbagai jenis tanah, dan struktur tumbuhan mangrove, serta fisiologis tumbuhan mangrove
4
Penarikan hipotesis
Tumbuhan mangrove dapat bertahan hidup pada kondisi air asin dikarenakan adanya struktur daun yang yang mampu mengeluarkan garam dari tubuhnya
5
Eksperimen/pengujian hipotesis
Melakukan eksperimen dengan cara mengambil daun mangrove untuk kemudian di lakukan pengamatan dibawah mikroskop untuk mengetahui benar tidaknya bahwa tumbuhan mangrove memiliki struktur daun yang mampu mengeluarkan garam dari tubuhnya dengan melakukan sayatan melintang dan juga sejajar pada daun. Hasil menunjukkan bahwa tumbuhan mangrove ternyata memiliki struktur yang berbeda dengan tumbuhan pada umumny dimana tumbuhan mangrove memiliki suatu kelejar di daunnya yang mampu mengeluarkan garam berlebih dari tubuh tumbuhan mangrove
6
Penarikan kesimpulan
Tumbuhan mangrove dapat bertahan hidup dikarenakan memiliki struktur daun yang berupa kelenjar yang dapat mengeluarkan kadar garam berlebih dari dalam tubuhnya.

Tugas Kelompok: Buatlah contoh sederhana mengenai metode ilmiah seperti diatas dari mulai observasi sampai penarikan kesimpulan

Cara Membuat Kriteria Metode Ilmiah

A. Kriteria Metode ilmiah

Metode ilmiah merupakan cara mencari pemecahan masalah dengan menggunakan langkah-langkah sistematis dan objektif. Metode ilmiah merupakan prosedur yang encakup berbagai pikiran, eksperimen, tata langkah, dan cara praktis untuk memperoleh pengetahuan baru atau pengembangan pengetahuan yang ada.

 Metode ilmiah adalah suatu proses berfikir untuk mendapatkan cara penyelesaian yang mungkin terhadap suatu masalah. Jadi metode ilmiah digunakan sebagai pengetahuan dasar untuk penyelidikan ilmiah. Secara umum metode ilmiah terdiri dari empat tahap pengerjaan yaitu observasi, hipotesis, eksperimen, dan kesimpulan
metode ilmiah
Metode ilmiah digunakan untuk untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Dimana ilmu pengetahuan memiliki sifat sifat, antara lain:

1. Logis atau masuk akal

Sesuai dengan logika atau aturan berfikir yang sudah ditetapkan dalam cabang ilmu pengetahuan yang bersangkutan. Setiap ilmu pengetahuan harus sesuai dengan fakta yang di dapatkan dari pengamatan, penalaran dan penelitian yang dilakukan

2. Objektif

Ilmu pengetahuan harus berkenaan dengan sikap yang baik, tidak tergantung pada suasana hati, prasangka atau pertimbangan nilai pribadi. Objektif berarti mengandung arti bahwa kebenaran didapatkan dari pengamatan dan penalaran fenomena secara terbuka tanpa didasarkan pada nilai subjektif peneliti

3. Sistematis

Sistematis berarti harus ada konsistensi dan keteraturan internal. Kebenaran ilmu pengetahuan dicerminkan dari adanya keteraturan yang di dapatkan dari teori, hukum, prinsip, dan metodenya. Keteraturan yang ada suatu saat bisa berubah jika ditemukan penemuan-penemuan yang baru yang dapat meruntuhkan penemuan-penemuan sebelumnya.

4. Andal

Andal berarti dapat diuji kembali secara terbuka menurut persayaratan yang ditentukan dengan hasil yang yang dapat diandalkan. Ilmu pengetahuan bersifat umum, terbuka, dan universal

5. Dirancang

Ilmu pengetahuan yang ada saat ini tidak berkembang dengan sendirinya namun dikembangkan menurut suatu rancangan yang menerapkan metode ilmiah.

6. Akumulatif

Ilmu pengetahuan merupakan kumpulan fakta, teori, hukum, yang terkumpul sedikit demi sedikit. Jika ada kesalahan maka dapat diganti dengan yang benar. Dimana kebenaran ilmu bersifat relative dan temporal, tidak pernah mutlak dan final sehingga ilmu pengetahuan bersifat dinamis dan terbuka.
Suatu metode disebut ilmiah jika memiliki sistem, bermetode, berobjektifitas, dan berlaku umum(universal).

Beberapa karakterisktik atau kriteria metode ilmiah diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan fakta

Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian baik yang akan dikumpukan dan yang dianalisis harus berdasarkan fakta-fakta yang nyata dan bukan merupakan penemuan atau pembuktian didasarkan pada daya khayal, kira-kira, legenda, atau kegiatan sejenisnya

2. Bebas dari prasangka

Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas dari prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif dari peneilitinya

3. Menggunakan prinsip analisis

Dalam memahami serta memberi arti terhadap fenomena yang kompleks, harus digunakan prinsip analisa. Semua masalah harus dicari sebab musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis. Semua data dan fakta yang ditemukan harus dilakukan analisis yang tajam dengan di cari sebab akibatnya

4. Menggunakan hipotesis

Peneliti harus dituntun dalam proses berfikir dengan menggunakan analisa. Hipotesis harus ada untuk menguatkan persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah yang tujuan yang ingin dicapai sehingga dapat mengenai sasaran yang dengan tepat

5. Menggunakan ukuran objektif

Dalam penelitian dan analisa harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif . Ukuran yang digunakan tidak boleh dengan cara merasa-rasa atau menurut hati nurani. Semua yang dilakukan untuk menentukan suatu nilai ukuran haruslah dilakukan dengan cara benar-benar mengukur secara objektif.

6. Menggunakan teknik kuantifikasi

Setiap data yang didapatkan memiliki ukuran kuantitatif yang lazim digunakan, kecuali untuk beberapa data yang tidak dapat dikuantitatifkan. Ukuran kuantitatif misalnya dalah mm, per detik, ohm, kilogram, liter, dll. Kuantifikasi dalam penelitian yang paling mudah adalah dengan menggunakan ukuran nomina, ranking, dan rating.


Belum lengkap jika belum belajar ini:


Mengenai Saya