Candi Brahu: Saksi Bisu Kebesaran Dua Kerajaan Besar Jawa Kuno



Candi Brahu: Saksi Bisu Kebesaran Dua Kerajaan Besar Jawa Kuno

Berbicara tentang Kota mojokerto maka tak akan lepas dari situs peninggalan majapahit di daerah kecamatan Trowulan. Ya memang Kota Mojokerto ini menawarkan beragam budaya serta sejarahnya yang masih amat kental terasa.

 Bentuk dari sebuah sejarah yang telah terbentuk sejak ratusan tahun silam. Maka dari itu Kota Mojokerto disebut-sebut sebagai gudang sejarah dari sebuah kekuatan imperium kuno yang bernama Kerajaan Majapahit.

 Bila membicarakan tentang masalah Majapahit, maka tentu juga akan membicarakan banyak peninggalan sejarah kebesaran Majapahit yang kini menjadi pembelajaran bagi pembangunan bangsa ini. Namun, dalam kesempatan kali ini saya hanya akan mengulas tentang objek wisata Candi Brahu.

 Candi Brahu merupakan saksi dari kekuasaan kerajaan di jawa kuno yakni kerajaan Kahuripan Dan Kerajaan Majapahit.


LOKASI CANDI BRAHU


 Candi Brahu merupakan sebuah situs sejarah Kerajaan Majapahit yang terletak di dusun Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Candi Brahu ini selesai dipugar pada tahun 1995.

 Candi Brahu ini juga merupakan candi yang kondisinya paling utuh saat ditemukan di kawasan Situs Trowulan sampai saat ini, Candi Brahu ini di bangun dengan tehnik menumpuk batu bata sehingga terbentuklah sebuah bangunan candi, dengan ukuran lebar ± 18 meter dan ukuran panjang ± 22.5 meter dengan posisi bangunan candi yang menghadap ke arah barat.


 Lokasi dari objek wisata ini cukup strategis karena bila di lihat dari letak Candi Brahu ini berada di sebelah utara dari jalan raya Mojokerto-Jombang sehingga anda tak akan kesulitan untuk menemukan lokasi dari Candi Brahu ini. Adapun jarak Candi Brahu dari jalan raya kurang lebih 1 km.

 Selain letaknya yang strategis, lokasi Candi Brahu juga masih terasa sangat asri. Pasalnya di kawasan candi peninggalan dari umat Budha ini dikelilingi oleh hamparan rumput taman hijau yang menyegarkan mata.

 Tak hanya itu keberadaan beraneka jenis bunga yang tumbuh disini semakin membuat pandangan mata menjadi segar.

 Bahkan di salah satu sisi taman, terdapat tanaman beringin yang dibonsai dan dimodifikasi bentuknya sehingga menyerupai bentuk sebuah stupa candi. Bentuknya yang unik cukup mampu menarik perhatian pengunjung yang datang.


 Candi Brahu | Credit Image : Kompasiana 



SEJARAH CANDI BRAHU.

Pada saat masa kerajaan Majapahit, Candi Brahu ini berfungsi sebagai tempat peribadatan. Dengan tinggi bangunan candi sekitar 39 m, dan dibangun memakai bahan bata merah.

 Menurut penjelasan sebuah riwayat kuno kesejarahan, Candi Brahu ini dibangun pada saat masa kejayaan Kerajaan Mataram kuno, atau tepatnya pada zaman pemerintahan Mpu Sendok.

 Hal ini didasarkan pada bukti yang tertulis di prasasti Alasantan yang ditemukan berada tak jauh dari lokasi Candi Brahu ini.

 Dalam prasasti Alasantan tersebut, tertulis sebuah tempat yang bernama Wanaru yakni sebuah nama yang merupakan cikal bakal bagi penamaan candi yang akhirnya difungsikan sebagai tempat suci umat Budha.

 Dan menurut para sejarahwan prasasti ini telah berdiri sejak tahun 939 M. Yang dibangun atas perintah Mpu Sendok, yang merupakan penguasa Kerajaan Kahuripan pada saat itu.


Candi Brahu | Credit Image : Kompasiana

KEINDAHAN CANDI BRAHU.


 Untuk mendapatkan sudut pandang yang bagus maka anda bisa memandang candi ini dari luar pelataran candi atau bahkan dari jalanan yang menuju bangunan candi disebelah barat. Yakni lebih tepatnya dari garis lurus pintu masuk ke dalam Candi Brahu menghadap ke arah barat.


 Selain terdapat beberapa tangga yang berupa susunan batu bata merah, di bagian tengah candi juga terdapat bilik atau pintu dengan besar pintu 4 x 4 meter. Namun sayangnya, para wisatawan dilarang masuk ke dalam bilik candi agar keasrian candi ini tetap terjaga.


 Saat kita berada di lokasi candi, anda bisa asyik berkeliling memutari candi sambil mengabadikan setiap detail yang menarik dari bangunan yang telah ada bahkan sejak kerajaan Majapahit belum berdiri dengan kamera anda.

 Sementara itu bila anda lelah berkeliling di kawasan Candi Brahu dan ingin berteduh maka anda bisa berisirahat di bawah pohon beringin yang rindang yang letaknya tak jauh di sebelah selatan candi.

 Mayoritas pengunjung dari Candi Brahu ini adalah anak muda. Mungkin ini sebagai salah satu indikator bahwa generasi muda masih mencintai sejarahnya. Maka dari itu banyak diantara mereka yang ingin berkumpul bersama teman-temannya memilih Candi Brahu sebagai pilihan destinasi wisata.

Candi Brahu | Credit Image : Kompasiana


RUTE MENUJU CANDI BRAHU.

 Untuk dapat tiba di Candi Brahu ini aksesnya cukup mudah, pasalnya lokasi bangunan candi yang berada tak jauh dari jalan raya utama Surabaya-Ponorogo, bila anda datang dari arah surabaya dan ketika anda sudah tiba di perempatan lampu merah Trowulan, maka anda harus belok kanan lalu lurus ± 1 km, kemudian ada sebuah pertigaan di sisi kiri jalan, lalu anda harus belok kiri kemudian lurus lagi hingga bertemu dengan andi Brahu.


PERJALANAN MENUJU CANDI BRAHU.


 Peralanan saat menuju ke situs sejarah Candi Brahu ini terasa sangat menyenangkan. Karena di sisi kanan dan kiri jalan, terhampar banyak pematang sawah.

 Dan belum lagi, hiasan jalan berupa deretan pohon rindang menghiasi tepian jalan, di sepanjang perjalanan ini anda akan benar-benar merasakan suasana hening dan damai di daerah pedesaan yang berbanding terbalik dengan suasana di kota besar.

 Pemandangan alam khas pedesaan yang banyak dihiasi sawah dan pemandangan hijau lainnya membuat anda merasakan serunya berwisata bahkan sebelum tiba di Candi Brahu.

 Setelah memasuki Desa Bejijong maka tak sampai 10 menit kemudian anda akan tiba di pelataran candi. Bila dilihat secara sekilas, bentuk Candi Brahu mirip dengan bentuk candi Pari yang terdapat di Porong, Sidoarjo.

 Kemiripan ini didasarkan pada bentuk kedua candi yang memiliki “pinggul” candi yang berbentuk sedikit melengkung ke bagian dalam. Dan dari bagian depan candi, bentuk pintu masuk dari Candi Brahu ini pun juga memiliki bentuk yang hampir sama dengan candi Pari.

 Itulah tadi ulasan dari saya mengenai Candi Brahu yang merupakan sebuah peninggalan dari dua kekuasaan kerajaan kuno yang masih lestari hingga kini dan masih terlihat berdiri kokoh.

Selamat Berwisata..
Semoga Menyenangkan..

Air Terjun Madakaripura, Surga Tersembunyi Di Alam Probolinggo


air terjun madakaripura probolinggo
Air Terjun Madaripura
Satu lagi Air Terjun yang begitu indah hingga layak disebut surga tersembunyi ditanah Jawa Timur yaitu sebuah air terjun yang bernama Air Terjun Madakaripura. Air terjun madakaripura merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger atau  lebih tepatnya berada didesa Sapeh, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Air terjun madakaripura ini memiliki ketinggian mencapai sekitar 200 meter. Dengan kolam seluas kurang lebih  25 m² dibawahnya yang berfungsi sebagai penampung aliran air yang terjun dari kelima tirai air yang menghiasi air terjun yang sangat eksotis ini.

keunikan lainnya yang ada di tempat wisata ini adalah terdapat sebuat goa dibalik air terjun utama. Namun, air terjun ini cukup sulit untuk dijangkau karena untuk bisa mencapai goa ini maka anda  harus menyebrangi derasnya arus air di kolam dibawah air terjun madakaripura.

Menurut sejarah nama air terjun madakaripura ini memiliki arti " tempat terakhir "  hal ini menurut kisah sejarah yang berkembang dimasyarakat sekitar yaitu mereka percaya bahwa goa yang berada dibalik air terjun utama madakaripura ini dahulunya dijadikan sebagai tempat bersemedi bagi mahapatih majapahit yaitu patih Gajah mada dan juga menjadi tempat bagi Patih Gajah Mada saat akhir hayatnya.

Goa madakaripura ini terletak kurang lebih sekitar 30 km dari alun alun kabupaten probolinggo, dengan kondisi jalan yang cukup bagus namun dengan lebar yang seberapa. Dan jika anda ingin mengunjungi air terjun madakaripura ini maka anda dapat memilih beberapa jalur berikut ini :

Adapun mitos yang terdapat di Air Terjun Madakaripura ini yaitu Anda dianjurkan agar segera meninggalkan lokasi wisata ini sebelum jam 14.00 wib. Hal ini dikarenakan banyak orang yang percaya bahwa saat jam tersebut akan sering terjadi hujan, dan hujan ini akan bisa membuat ketinggian air di lokasi air terjun menjadi cukup berbahaya bagi pengunjung dan dimungkinkan akan membuat Anda kesulitan untuk dapat meninggalkan lokasi wisata ini saat telah terjebak disana.

1. Dari objek wisata bromo
Jika anda dari objek wisata bromo dan ingin menggunjungi air terjun madakaripura ini maka anda dapat mengendarai kendaraan kearah utara dari objek wisata bromo ( kearah probolinggo ) dengan waktu tempuh selama 45 menit.

2.Jika anda ingin datang dari arah kabupaten Probolinggo maka jika anda telah tiba di Desa Sukapura, maka akan menemui sebuah pertigaan jalan yang ditandai adanya sebuah plang berukuran besar. Setelah itu anda bisa memilih salah satu jalur yaitu :
a. jalur ke kiri, merupakan jalur yang menujuh ke arah objek wisata Gunung Bromo.
b. jalur ke kanan, merupakan jalur yang menuju ke arah lokasi objek wisata Air Terjun Madakaripura. setelah itu anda harus menempuh Jarak dari pertigaan ini untuk menuju pintu masuk lokasi air terjun Madakaripura yang masih sejauh sekitar 4 km. Setelah melewati pertigaan tadi anda masih akan menemui satu pertigaan lagi sebelum tiba di pintu masuk dan kali ini arah ke kanan lagi. Setibanya anda di pintu masuk lokasi air terjun Madakaripura kemudian anda boleh memarkirkan kendaraan ke area parkir, kemudian anda harus meneruskan perjalanan melewati jalan jalan yang masih berupa jalan setapak dan juga harus menyeberangi sungai dengan cara berjalan kaki sejauh kurang lebih 1 km .

Untuk anda yang tidak membawa kendaraan maka anda bisa menyewa mobil panther dengan harga sewa sebesar Rp. 150.000,00,- untuk sekali pergi dan pulang beserta sopir (harga bisa sewaktu waktu berubah)

  Untuk menuju ke air terjun Madakaripura anda dianjurkan menggunakan jasa pemandu yang biasanya merupakan penduduk lokal yang bisa anda sewa dengan Ongkos sewa pemandu  sebesar Rp 50.000 untuk sekali perjalanan. Para pemandu ini banyak ditemui disekitar area parkir dan biasanya mereka akan langsung menawarkan diri saat anda berada disekitar area parkir. Anda perlu menggunakan jasa pemandu dikarenakan medan jalan yang dilalui menuju ke lokasi air terjun Madakaripura ini cukup berat dan juga  sering terjadi bencana alam seperti longsor dan banjir.

Tiket dan Parkir
Harga Tiket masuk Lokasi air terjun Madaripura hanya sebesar Rp 3000 per orangnya.

Fasilitas Penunjang
● Didekat area wisata ini banyak terdapat warung warung yang menjual makanan dan minuman bagi anda yang tidak membawa bekal saat datang ke tempat wisata ini, serta Bagi anda yang tidak ingin basah akibat terkena cipratan air terjun biasa mengguyur para penggunjung, maka anda dapat menyewa payung di warung warung tersebut.
● kamar mandi yang dengan kondisi dan air yang cukup bersih,
● masjid untuk anda yang ingin sholat
● dan area tempat parkir.

Bagi anda yang baru pertama kali mengunjungi tempat wisata ini harus sangat waspada dalam memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Hal ini dikarenakan lokasi wisata yang satu ini biasa dimanfaatkan oleh para oknum-oknum tidak bertanggungjawab. misalnya:
● ada beberapa orang yang tiba-tiba mengantar anda ke lokasi wisata, padahal jarak perjalanan untuk menuju lokasi air terjun hanya tinggal berjalan kurang lebih 30 menit lagi mengikuti jalan setapak dan setelah anda sampai di air terjun Madakaripura maka anda akan dimintai uang sebagai upah jasa mengantar oleh para orang tersebut.
● modus lainnya adalah apabila anda menitipkan barang barang anda pada warung-warung yang berada sekitar tempat parkir maka anda harus hati hati karena , tidak jarang bila barang-barang anda dibongkar oleh para penjaga warung tersebut, dan kemungkinan anda akan kehilangan barang berharga anda.
● Dan pada saat anda kembali dari lokasi wisata ini tiba-tiba ada orang yang mengaku bahwa motor kita telah dicuci dan mereka meminta uang sebagai upah jasa cuci motor, meskipun pada kenyataannya sepeda motor kita hanya disiram air saja dan masih kotor yang menurut mereka hal ini mengatakan bahwa hal ini sudah termasuk dalam kebijakan wisata.

Setelah puas menikmati keindahan Air Terjun Madakaripura, maka anda bisa kembali ke Tongas dan kemudian anda bisa menuju ke Probolinggo maupun Anda juga bisa melanjutkan perjalanan wisata anda ke lokasi wisata lainnya yaitu objek wisata Gunung Bromo.

Baca juga

situs Trowulan, ibu kota majapahit yang terkubur

Trowulan situs majapahit kebanggaan jawa




Satu lagi peninggalan dari sisa sisa kejayaan kerajaan majapahit yang pernah berjaya di masa lampau, Situs Trowulan juga terkenal dengan sebutan " Trowulan Archeological Site" karena situs ini merupakan sebuah kawasan yang berada di kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Karena situs Trowulan merupakan kawasan arkeologi menyimpan sisa sisa kejayaan kerajaan majapahit karena tempat ini dulunya diperkirakan sebagai ibu kota kerajaan majapahit. Situs Trowulan ini terletak di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur . Nilai history yang ada pada objek wisata trowulan menjadi magnet untuk menarik pengunjung datang mengunjunginya
Pada abad ke-19 merupakan titik awal penemuan kota kuno majapahit di Trowulan. pada saat itu kawasan ini masih berupa hutan jati yang lebat sehingga survei dan penelitian yang lebih lanjut masih belum bisa dilaksanakan. bahkan Raffles, yang sangat berminat dan sangat terpesona pada sejarah dan kebudayaan Jawa, dan menjuluki Trowulan sebagai 'Kebanggaan Pulau Jawa'. Dikawasan situs Trowulan dan sekitarnya terdapat banyak sisa peninggalan Majapahit yang menjadi bukti sejarah yang tak ternilai harganya. Dalam situs ini terdapat banyak penemuan antara lain berupa pondasi-pondasi bangunan, berupa kolam, candi, pintu gerbang, serta benda-benda purbakala lainnya ada yang berupa arca, yoni, batu bertulis (Prasasti), umpak-umpak (tangga) batu, dan sebagainya. dan di masa mendatang diperkirakan akan kembali banyak ditemukan peninggalan peninggalan lainnya karena dibawah permukaan tanah trowulan di perkirakan tersimpan ibukota yang telah terpendam.
Peninggalan-peninggalan disekitar yang dapat disaksikan dikawasan tersebut antara lain, Candi Wringin lawang, Komplek Makam Tralaya, candi Minak Djinggo, Sumur Upas, Situs Klinterejo, Candi Brahu, Kolam Segaran, Makam Putri Campa, Candi Kedaton, Candi Tikus, dan benda-benda lainnya. selain bangunan peninggalan Majapahit, sentra kerajinan cor kuningan di desa ini juga menjadi tujuan wisata.
Untuk mencapai kawasan ini, para pengunjung duanjurkan untuk mengendarai kendaraan pribadi karena belum adanya bus atau angkutan umun untuk dipakai menunuju ke situs ini. Yang sangat disayangkan adalah akses jalan yang buruk sehingga memaksa penggunjung yang akan mengunjungi sejumlah situs Trowulan dituntut untuk harus lebih pandai dalam memilih jalur. Pasalnya, ada jalur yang rusak parah dan cukup tidak nyaman untuk dilewati kendaraan. jalur yang melintasi Desa Tawangsari, Wonorejo, dan Kejagan di Kecamatan Trowulan merupakan Salah satu jalur menuju situs Trowulan yang rusak parah. Pada jalur ini, kondisi jalan mengalami kerusakan yang cukup berat. Bahkan, di salah satu titik, tepatnya di Desa Tawangsari, terdapat kubangan di tengah jalan dengan diameter cukup lebar dan dalam. Hal ini sangat disayangkan karena meskipun jalur ini dalam kondisi rusak parah, namun belum tersentuh upaya pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan. Padahal, selama Pemkab Mojokerto saat ini sedang giat giatnya membangun infrastruktur jalan. Setelah sampai disana, pengunjung harus membeli tiket untuk bisa masuk ke kawasan situs Trowulan. Jangan khawatir, harga tiketnya cukup terjangkau.

satu hal yang dapat diambil hikmahnya adalah kerajaan majapahit yang notabene kerajaan yang pernah berjaya namun harus runtuh dan kini meninggalkan peninggalan peninggalan sejarah yang harus dijadikan pelajaran bagi bangsa ini agar dapat memajukan bangsa ini.

Mengenai Saya