Download PPT PPT Vertebrata

Vertebrata

  • Terdiri dari kepala dan tubuh
  • Kulit tersusun atas epidermis dan dermis
  • Endoskeleton tersusun dari tulang keras atau tulang rawan
  • Otot melekat pada endoskeleton
  • Memiliki kelenjar pencernaan(hati dan pankreas)
  • Jantung beruang dua sampai empat
  • Memiliki sel darah putih dan sel darah merah
  • Memiliki organ-organ visera pada rongga tubuh
  • Memiliki sepasang ginjal
  • Memiliki sepasang kelenjar gonad pada jantan dan betina
  • Sistem endokrin yang berfungsi menghasilkan hormon
    Download PPT PPT Vertebrata
    Download PPT PPT Vertebrata
  • sistem saraf yang terdiri dari sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) serta susunan saraf tepi (serabut saraf)

Pisces/ikan

  • Hidup di air
  • Bernafas dengan insang
  • Memiliki sirip
  • Dibagi dua kelompok: Chondrichtyes dan Osteichthes
  • Memiliki ruang jantung sebanyak dua(atrium dan ventrikel)

Adaptasi ikan air tawar: mengambil air dan ion dalam jumlah besar→ mengeluarkan air dalam jumlah besar dari kloaka
Adaptasi ikan air laut: mengambil air dan ion lewat mulut, mengeluarkan ion dari insang→mengeluarkan air dan ion sedikit dari kloaka

Chondrichtyes

  • Tersusun atas tulang rawan yang elastis
  • Mulut berahang kuat di bawah tubuh
  • Celah insang berjumlah 5, 3, 6, atau 7
  • Memiliki sisik tipe plakoid
  • Berkulit tebal dan kasar
  • Vertilisasi secara internal(ovipar, atau ovovivipar)

Osteichthes

  • Memiliki tulang tengkorak, tulang rangka, serta ruas-ruas tulang belakang
  • Memiliki tulang rusuk dan sirip yang kuat
  • Terdapat sirip perut, sirip belakang, dan sirip ekor
  • Mulut di bagian depan tubuh
  • Memiliki satu celah insang di masing-masing sisi kepala
  • Sirip ekor memiliki panjang yang sama pada bagian atas dan bawah
  • Kulit licin
  • Memiliki gurat sisi
  • Memiliki gelembung renang
  • Fertilisasi secara ovipar

Amphibia/Amfibi

  • Berudu: hidup di air, dewasa: hidup di darat
  • Memiliki selaput tambahan pada mata(membrane niktitans)
  • Termasuk ke dalam hewan poikiloterm
  • Fertilisasi secara eksternal
  • Dibagi menjadi 3 ordo yaitu anura, urodela, apoda

Aves/Burung

  • Memiliki bulu dan bersayap
  • Memiliki paruh dari bahan keratin
  • Tidak memiliki gigi dan memiliki empedal
  • Bernafas dengan paru-paru
  • Memiliki kantong udara untuk membantu bernafas ketika terbang
  • Fertilisasi secara
  • internal dan ovipar
  • Hewan homoeoterm




download disini


Download PPT Materi Virus

Sejarah Penelitian Virus

  • Adolf Mayer: bercak daun pada tembakau→ menular ke tanaman lain→ diduga bakteri
  • Dmitri Ivanowsky: agen penyebab penyakit lolos filter bakteri→ukuran lebih kecil dari bakteri
  • Martinus Beijerink: agen penyebab penyakit mampu memperbanyak diri→diberi nama virus

Struktur Virus

  1. Bersifat obligat intraseluler: hidup di dalam sel, hidup di dalam sel inang
  2. Virus dapat dikristalkan
  3. Aseluler: virus bukan sel, bukan MH
  4. Hanya memiliki asam nukleat pembentuk DNA/RNA
  5. Virion: asam nukleat, kapsid
    Download PPT Materi Virus
    Download PPT Materi Virus

Kapsid

  • Pembungkus asam nukleat
  • Nuleokapsid: asam nukleat menempel pada kapsid
  • Fungsi kapsid
    • Melindungi asam nukleat
    • Melekatkan virion ke sel inang
    • Menyediakan protein bagi virion saat masuk ke sel inang

Asam Nukleat

  • Menyimpan informasi genetik untuk sintesis protein
  • Asam nukleat tipe virus RNA(paling banyak), sisanya virus jenis DNA
  • DNA atau RNA saja di setiap virus

Envelop/Sampul

  • Envelope: selubung yang mengelilingi kapsid
  • Hanya beberapa yang memiliki envelope
  • Komponen: lipid, protein karbohidrat

Morfologi

  • Heliks: struktur virus yang memiliki kapsomer melingkar yang membentuk rongga sehingga berbentuk batang/filamen
  • Polihedral: Kapsomer membentuk polihedral/banyak segi
  • Virus Bersampul
  • Virus Kompleks: memiliki kapsid, DNA, leher, selubung ekor, lempeng ekor, dan serabut ekor

Replikasi Virus

Siklus Litik: replikasi virus yang menyebabkan sel inang hancur/lisis
  • Adsorbsi: virus melekat pada bakteri, enzim lisozim: melubangi membrane sel bakteri
  • Penetrasi: DNA virus masuk ke sel bakteri
  • Sintesis: replikasi bagian-bagian virus
  • Perakitan dan pematangan
  • Pelepasan/lisis: virus baru keluar bakteri, bakteri mati

Siklus Lisogenik: siklus lisogenik bersifat laten, siklus paling lama
  • Adsorbsi
  • Penetrasi
  • Penggabungan: DNA virus bergabung dengan DNA bakteri
  • Pembelahan: bakteri membelah, DNA virus ikut membelah



download disini

like dan share jika bermanfaat

Pengelompokkan Bakteri Berdasarkan Kebutuhan Oksigen dan Cara Geraknya

Pembahasan materi kali ini adalah pengelompokkan bakteri berdasrkan kebutuhan oksigen dan cara geraknya, jadi bakteri juga bisa dikelompokkan berdasarkan kebutuhan oksigen dan juga dikelompokkan berdasarkan cara geraknya.

Berdasarkan Kebutuhan Oksigen

Bakteri menurut pengelompokkan ini dibagi menjadi dua macam yaitu yang membutuhkan oksigen(aerob) dan bakteri yang tidak membutuhkan oksigen(anaerob).

Bakteri aerob merupakan bakteri yang membutuhkan oksigen bebas untuk hidupnya. Contoh bakteri aerob obligat adalah Nitrobacter sp. dan Hydrogenomonas sp. Sedangkan bakteri anaerob merupakan bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas dalam hidupnya. Bakteri yang hanya dapat hidup di lingkungan tanpa oksigen, dan akan teracuni jika ada oksigen disebut bakteri anaerob obligat. contoh bakteri anaerob obligatadalah Clostridium tetani.

Nitrobacter sp
Nitrobacter sp

Walaupun begitu, ada beberapa bakteri yang dapat hidup pada lingkungan yang mengandung oksigen maupun lingkungan yang tidak mengandung oksigen. Bakteri ini disebut bakteri anaerob fakultatif. Misalnya Escherichiacoli, Salmonella thypose dan Shigella sp.


Beberapa jenis bakteri ini yang hidup di dalam tanah dapat merugikan, karena menimbukan proses-proses reduksi. Akibatnya, senyawasenyawa yang mestinya dapat digunakan tanaman justru diubah menjadi senyawa yang tidak digunakan.

Contoh bakteri jenis ini adalah Paracoccus denitrifican yang mengubah senyawa nitrat menjadi amonia sampai menjadi nitrogen bebas, yang disebut proses denitrifikasi. Bakteri anaerob lain yang merugikan adalah Spirillum desulfuricans yang mengubah senyawa sulfat menjadi asam sulfida atau sampai menjadi belerang. Proses ini disebut desulfurikasi.
Paracoccus denitrifican
Paracoccus denitrifican

Bakteri Berdasarkan Cara Geraknya

Pengelompokkan bakteri berdasarkan cara gerkanya didasarkan pada lat gerak yang dimilikinya, berikut penjelasannya:
  1. Monotrik: bakteri berflagel satu pada salah satu ujung.
  2. Lofotrik: bakteri berflagel banyak di satu ujung
  3. Amfitrik: Bakteri yang memiliki lebih dari satu flagela dan flagela-flagela tersebut terletak pada kedua ujung tubuhnya.
  4. peritrik: bakteri yang memiliki flagela diseluruh permukaan tubuhnya 

Bakteri berdasarkan alat geraknya monotrik, amfitrik, atrik, lofotrik, dan peritrik
Bakteri berdasarkan alat geraknya monotrik,
amfitrik, atrik, lofotrik, dan peritrik


Cocus, Bacillus, dan Spiral, Bakteri Berdasarkan Bentuknya

Bakteri memiliki berbagai bantuk yang berbeda beda, ada yang menyendiri, ada yang berkelompok membentuk koloni koloni. ada memiliki bentuk bulat/kokus, adal yang memiliki bentuk batang/basilus, dan ada yang memiliki bentuk spiral. Untuk lebih jelasnya pelajari materi berikut ini terkait pengelompokan bakteri berdasarkan bentuknya

1. Cocus /  Bulat

Bentuk bakteri yang memiliki bentuk cocus atau bulat memiliki struktur seperti lingkaran. di dalam pengelompokkannya ternyata bakteri bentuk cocus dapat dibedakan lagi menjadi beberapa koloni yang berbeda beda bentuknya yaitu
Bentuk bentuk bakteri coccus / bulat
Bentuk bentuk bakteri coccus / bulat

a. Monococcus

Bakteri yang berbentuk bulat tunggal. Contoh dari monococcus adalah Neiserria gonorrhoea (penyebab penyakit gonorhoe).

Neiserria gonorrhoea
Neiserria gonorrhoea

b. Diplococcus 

diplococus merupakan bakteri berbentuk bulat yang berpasangan. Contohnya Diplococus pneumaticus (penyebab penyakit pneumonia atau radang paru-paru).

c. Streptococcus

Streptococcus merupakan bakteri berbentuk bulat yang bersusun seperti rantai. Contohnya Streptococus pyogenes (penyebab penyakit kuning).
Streptococus pyogenes
Streptococus pyogenes

d. Staphylococcus 

Staphylococcus merupakan bakteri berbentuk bulat yang berupa gerombolan seperti buah anggur. Contohnya adalah Staphylococcus aureus yang merupakan penyebab penyakit
pneunomia (radang paru-paru) dan keracunan dalam makanan.
Staphylococcus aureus

e. Sarcina 

Sarcina merupakan bentuk bakteri bulat yang berkelompok empat-empat sehingga berbentuk seperti kubus dengan 8 sel

2. Bacillus / Batang

Seperti halnya cocus, ternyata balteri yang memiliki bentuk bacillus juga di bagi menjadi beberapa berdasarkan bentuk koloninya. berikut dijabarkan lebih rinci mengenai bentuk bentuk bakteri bacillus.
Bacillus
Bacillus

a. Monobasil

Monobasil yaitu bakteri berbentuk basil tunggal. Contohnya adalah Escherichia coli (membantu pembusukan di dalam colon atau usus besar) dan Salmonella thyposa (penyebab penyakit tipus).
Salmonella thyposa
Salmonella thyposa

b.Diplobasil

Diplobasil merupakan bakteri bentuk batang yang berpasangan. Contohnya, Acetobacter xylinum yang digunakan dalam pembuatan nata de coco.
Acetobacter xylinum
Acetobacter xylinum

c. Sterptobasil

Streptobasil adalah bakteri dengan bentuk batang yang bergandengan memanjang
seperti bentuk rantai. Contohnya adalah Bacillus antracis penyebab penyakit antraks.
Bacillus antrachis
Bacillus antrachis

3. Spiral

Bakteri bentuk spiral ibagi menjadi beberapa berdasarkan bentuknya.
Bakteri spiral

a. Spirilum

Spirilum yaitu bakteri yang berbentuk spiral sempurna. Contohnya adalah Triponema pallidum (penyebab penyakit sifilis).
Treponema palidum
Treponema palidum

b. Vibrio

Vibrio merupakan modifi kasi dari bentuk spiral yaitu berbentuk koma. Contohnya adalah Vibrio cholerae (penyebabkan penyakit kholera).
Vibrio cholerae
Vibrio cholerae

c. Spirochaeta

Spirochaeta merupakan kelompok bakteri berbentuk spiral yang lentur, sehingga ketika bergerak tubuhnya dapat memanjang atau memendek.

Semoga membantu ya sobat www.biologiedukasi.com




Contoh Virus DNA dan Virus RNA ( Dibedakan Berdasarkan Jenis Asam Nukleatnya)

Klasifikasi virus memiliki sistem tatanama sendiri yang berbeda dengan sistem klasifikasi pada tumbuhan, bakteri, hewan, fungi, ataupun protista. Virus paling banyak dibedakan berdasarkan dari tipe asa nukleat yang dimilikinya. Asam nukleat sendiri memiliki dua tipe yaitu DNA dan RNA ( untuk lebih jelasanya mengenai tipe asam nukleat bisa di pelajari di link berikut ini: substansi hereditas DNA dan RNA).
virus hiv
virus hiv
Perbedaan mendasar dari tipe asam nukleat pada DNA dan RNA adalah terletak pada basa nitrogen penyusunnya serta strukturnya. Pada virus tipe DNA memiliki basa nitrogen timin, adenin sitosin, guanin. selain itu tipe DNA memiliki struktur doble helix.

Pada virus tipe RNA memiliki basa nitrogen adenin, urasil, guanin, dan sitosin, selain itu strukturnya adalah single helix.

Berikut ini pengelompokan virus berdasarkan asam nukleat

 Virus DNA

  1. Adenovirus: Menginfeksi alat digesti (usus), alat respirasi, konjungtiva, tumor pada manusia
  2. Herpes simplex virus: Menginfeksi mulut, alat kelamin manusia, dan tumor rahim pada manusia
  3. Papavovirus: Kutil pada manusia dan kanker pada hewan
  4. Poliovirus: Penyakit polio
  5. Virus Rubella: Campak jerman (rubella)
  6. Paramyxovirus: Pneumonia atibical, penyakit gondong & campak
  7. Virus coryza, rhinovirus: Pilek (Flu)
  8. Poxivirus Campak: cacar

Virus RNA

  1. Orthomycovirus: Influenza
  2. Hepatitis: Hepatitis
  3. Paramyxovirus: NCD (tetelo pada ayam)
  4. Picornavirus: Infeksi perut, poliomyelitis, dan Hepatitis A
  5. Rhabdovirus: Rabies
  6. Reovirus: Muntah dan diare
  7. Retrovirus: Tumor kelenjar susu, leukemia, AIDS, dan sarkoma pada ayam
  8. Togo virus (Flavivirus): Demam berdarah, demam kuning
  9. Tobacco Mosaic Virus (TMV): Penyakit mosaik pada daun tembakau
  10. Myxovirus: Influenza

Pada pembahasan ini yang dibahas hanyalah mengenai jenis virus dan penyakit yang ditimbulkannya secara umum, jika ingin mempelajari lebih rinci mengenai beberapa jenis virus yang sudah kami terbitkan bisa melalui link di bawah ini:

Baca juga


    Sejarah Penemuan Virus

    Virus merupakan suatu substansi yang hanya bisa memperbanyak diri ketika berada di dalam sel inangnya. Ketika tidak berada di sel inangnya maka virus memasuki masa kematian karena tidak melakukan aktifitas apapun.

    Menurut para ahli biologi, virus merupakan substansi atau bentuk peralihan antara benda hidup (makhluk hidup) dan benda mati. Virus disebut benda mati karena virus lebih dominan mempunyai ciri-ciri sebagai benda mati daripada ciri-ciri makhluk hidup. Virus berbentuk seperti molekul atau partikel yang disebut virion. Tetapi virus juga menunjukkan ciri-ciri makhluk hidup karena virus mempunyai materi genetik berupa asam nukleat yang terdiri dari dari ADN (Asam Deoksiribo
    Nukleat) atau ARN (Asam Ribo Nukleat), serta dapat melakukan perkembangbiakan yang dinamakan replikasi.
    Tobacco mozaik virus
    Tobacco mozaik virus

    Sejarah Penemuan Virus

    Sejarah penemuan virus dimulai tahun 1883 oleh ilmuwan Jerman yang bernama Adolf Meyer. Ia melakukan penelitian pada tanaman tembakau. Pada suatu ketika ia menemukan adanya daun tembakau yang tidak normal. Daun tersebut berwarna hijau kekuning-kuningan, yang ternyata setelah diamati, terdapat cairan atau lendir. Daun yang mengalami hal demikian menderita penyakit mosaik. Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme yang kita sebut virus. Penyakit mosaik ini menyebabkan pertumbuhan tembakau menjadi terhambat (kerdil) dan daunnya berwarna belang-belan.


    Menurut Meyer, penyakit mosaik pada daun tembakau tersebut dapat menular. Hal ini dibuktikan dengan menyemprotkan ekstrak daun tembakau yang telah tertulari penyakit mosaik ke tanaman tembakau yang masih normal (segar).

    Setelah diamati ternyata daun yang semula normal tersebut menjadi berwarna hijau kekuningkuningan (berbintik-bintik kuning). Setelah dilakukan penelitian, penyebab penyakit tersebut adalah mikroba yang kecil sekali dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.

    Penelitian serupa dengan yang dilakukan oleh Meyer tersebut dilakukan kembali oleh Dmitri Ivanovsky. Ia berhasil menemukan fi lter (alat penyaring) bakteri. Di dalam penelitiannya, Ivanovsky mengoleskan hasil saringan (dari daun tembakau yang telah terkena penyakit mosaik) pada daun tanaman yang sehat.

    Hasilnya tanaman yang sehat tersebut akhirnya tertular. Ivanovsky menyimpulkan bahwa mikroba penyebab penyakit tersebut adalah mikroba yang bersifat patogen (penyebab penyakit) yang mempunyai ukuran lebih kecil daripada bakteri, karena mikroba tersebut dapat lolos dari saringan atau filter untuk menyaring bakteri.

    Selanjutnya, pada tahun tahun 1897, M. Beijerinck, seorang ahli mikrobiologi berkebangsaan Belanda, menemukan fakta bahwa mikro organisme yang menyerang tembakau tersebut dapat melakukan reproduksi dan tidak dapat dibiakkan pada medium untuk bakteri. Fakta lainnya adalah apabila mikroorganisme tersebut dimasukkan ke dalam alkohol, ia tidak mati. Tetapi pada waktu itu M. Beijerinck belum berhasil mene mukan struktur dan spesies mokroorganisme tersebut.

    Menyusul penemuan Beijerinck, ilmuwan Amerika, Wendell M. Stanlye, pada tahun 1935 berhasil mengkristalkan makhluk hidup yang menyerang tanaman tambakau. Hasil penelitian tersebut menjawab pertanyaan tentang makhluk apa yang menyebabkan penyakit tersebut.

    Tobacco mozaik virus
    Tobacco mozaik virus
    Makhluk hidup tersebut kemudian dinamakan TMV (Tobacco Mosaic Virus) atau Virus Mosaik Tembakau. Sampai saat ini penelitian- penelitian tentang virus dan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus terus dilakukan dan semakin berkembang.

    Baca juga



    Sejarah, Klasifikasi dan Struktur Virus Zika, Kenali Gejala dan Bahaya Virus Zika

     

    perbandingan kepala yang mengalami mikrosefalus dengan kepala normal
    perbandingan kepala yang mengalami mikrosefalus dengan kepala normal

    A. Sejarah Virus Zika

    Virus zika merupakan virus yang disebarkan melalui perantara nyamuk yaitu nyamuk yang sama yang menyebarkan virus dengue penyebab penyakit demam berdarah yaitu nyamuk Aedes aegypti. Virus Zika pertama kali ditemukan pada tahun 1947 dan telah menjadi wabah di berbagai negara di Afrika, Asia Tenggara, dan Kepulauan Pasifik. Selama tahun lalu, penyakit ini juga telah menyebar di beberapa bagian Amerika Tengah dan Selatan.

    Selain nyamuk Aedes aegypti nyamuk Aedes albopictus adalah nyamuk lain yang juga berpotensi yang memiliki tingkat keganasan yang sama sebagai agen virulensi. Nyamuk jenis ini paling banyak dijumpai di daerah Afrika dan Asia. Aedes albopictus, yang juga dikenal sebagai nyamuk macan Asia dengan ciri garis-garis putih, dianggap spesies nyamuk yang paling agresif. Kedua spesies biasanya menggigit pada siang hari dan pada sore hari, sehingga kelambu untuk tidur malam dianggap tidak begitu berguna untuk mecegah penyebaran virus Zika. Setiap spesies nyamuk ini juga dapat menginfeksi orang dengan demam berdarah, chikungunya, dan demam kuning.

    Salah satu negara yang terbanyak yang terkena virus zika adalah Brazil semenjak pertengahan 2015 ada sekita 500.000 penduduk yang tertular virus Zika ini. Bahkan sampai berkembang banyak sekali sehingga mencapai sampai 1,5 juta penduduk yang tertular.

    Virus zika yang terjadi sekarang ini sangat membahayakan bagi perkembangan janin pada ibu yang hamil, hal ini dikarenakan pada kasus yang terjadi di Brazil, ibu yang hamil banyak yang melahirkan bayi yang abnormal dengan kelainan pada tulang kepala lebih kecil dari umumnya, kelainan ini dinamakan dengan mikrosefalus, maka dari itu virus zika ini disinyalir memiliki efek yang merusak pada perkembangan janin meskipun sampai sekarang para ilmuwan masih terus meneliti kemungkinan hal tersebut.
    perbandingan kepala yang mengalami mikrosefalus dengan kepala normal
    perbandingan kepala yang mengalami mikrosefalus dengan kepala normal

    Pada tahun 2010 sampai 2014, brazil mempunyai rata rata 156 bayi yang lahir dengan microcephaly setiap tahunnya. Yang lebih mengejutkan lagi pada tahun 2015, lebih dari 3000 bayi lahir dengan kondisi tersebut, bahkan hingga berujung kematian hal tersebut di duga ada kaitannya dengan jejak virus zika.

    Virus Zika menyebar ke orang melalui gigitan nyamuk. Gejala yang paling umum dari penyakit virus Zika adalah demam, ruam, nyeri sendi, dan konjungtivitis (mata merah). Penyakit ringan biasanya memiliki gejala yang berlangsung dari beberapa hari sampai satu minggu

    Pada bulan Mei 2015, Organisasi Kesehatan Amerika (PAHO) mengeluarkan peringatan mengenai kontak pertama yang dikonfirmasi infeksi virus Zika di Brasil. Wabah di Brasil yang terjadi diduga menyebabkan sindrom Guillain-Barré dan kecenderungan wanita yang hamil melahirkan bayi dengan cacat lahir dan dapat melahirkan anak yang memiliki kecenderungan mengalami kelainan.

    B. Klasifikasi dan Struktur virus zika

    Group: Group IV ((+)ssRNA)
    Famili: Flaviviridae
    Genus: Flavivirus
    Spesies: Virus Zika

    Virus zika memiliki virion dengan diameter 40nm degan permukaan proyeksi sekitar 5-10nm. virus zika memiliki nukleokapsid dengan diameter 25-30nm yang mengelilingi membran lipid bilayer. virus ini memiliki envelop dengan bentuk isohedral yang memiliki struktur yang terbuat dari protein E dan M. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat struktur virus zika di gambar dibawah ini

    struktur virus yang tergolong genus flavivirus
    struktur virus yang tergolong genus flavivirus
    struktur 3 dimensi genus flavivirus
    struktur 3 dimensi genus flavivirus

    Susunan gen virus zika termasuk ke dalam Non-segmented, single-stranded, dan genom positive-sense RNA dengan panjang basa 10794 dengan dua bagian non-coding yaitu 5′ NCR dan 3′ NCR.
    susunan gen virus zika
    susunan gen virus zika

    C. Penyebaran virus zika

    • Sebelum tahun 2015, Zika wabah virus telah terjadi di daerah Afrika, Asia Tenggara, dan Kepulauan Pasifik.
    • Pada bulan Mei 2015, Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) mengeluarkan peringatan mengenai dikonfirmasi infeksi virus Zika pertama di Brasil.
    • Saat ini, wabah yang terjadi di banyak negara.
    • Virus Zika akan terus menyebar dan akan sulit untuk menentukan bagaimana virus akan menyebar dari waktu ke waktu.

    Persebaran virus zika di dunia
    Persebaran virus zika di dunia
    BenuaAmerika
    1. Barbados
    2. Bolivia
    3. Brazil
    4. Colombia
    5. Commonwealth of Puerto Rico, US territory
    6. Costa Rica
    7. Curacao
    8. Dominican Republic
    9. Ecuador
    10. El Salvador
    11. French Guiana
    12. Guadeloupe
    13. Guatemala
    14. Guyana
    15. Haiti
    16. Honduras
    17. Martinique
    18. Mexico
    19. Nicaragua
    20. Panama
    21. Paraguay
    22. Saint Martin
    23. Suriname
    24. U.S. Virgin Islands
    25. Venezuela
    OCEANIA/PACIFIC ISLANDS
    1. American Samoa
    2. Samoa
    AFRICA
    1. Cape Verde

      D. Pencegahan

      • Tidak ada vaksin untuk mencegah penyakit virus Zika (Zika). 
      • Mencegah Zika dengan menghindari gigitan nyamuk
      • Nyamuk yang menyebarkan virus Zika gigitan sebagian besar pada siang hari. 
      • Nyamuk yang menyebarkan virus Zika juga menyebar berdarah dan chikungunya virus.
      Ketika bepergian ke negara-negara di mana virus Zika atau virus lainnya disebarkan oleh nyamuk yang ditemukan, dapat mengambil langkah-langkah berikut ini:
      • Kenakan kemeja lengan panjang dan celana panjang. 
      • Tinggal di tempat-tempat dengan AC atau bahwa penggunaan jendela dan layar pintu untuk menjaga nyamuk di luar. 
      • Tidur di bawah tempat tidur kelambu jika Anda berada di luar negeri atau di luar dan tidak mampu melindungi diri dari gigitan nyamuk. 
      • Gunakan Perlindungan losion penolak serangga. 
      • Jika menggunakan tabir surya, oleskan tabir surya sebelum menerapkan obat nyamuk. 
      • Jika Anda memiliki bayi atau anak: 
        • Jangan gunakan obat nyamuk pada bayi lebih muda dari usia 2 bulan. 
        • Usahakan pakaian anak menutupi lengan dan kaki
        • atau Penutup boks, kereta dorong, dan gendongan bayi dengan kasa nyamuk.
      • Virus Zika dapat ditemukan dalam darah dan diteruskan dari orang yang terinfeksi ke nyamuk lain melalui gigitan nyamuk. 
      • Nyamuk yang terinfeksi kemudian dapat menyebarkan virus ke orang lain. 

        Baca juga:
        1. Peranan virus yang merugikan bagi kehidupan
        2. Ciri-ciri dan struktur tubuh virus
        3. Siklus hidup virus 


        Reference:
        http://www.microbiologyinfo.com/zika-virus-structure-genome-symptoms-transmission-pathogenesis-diagnosis/
        http://www.wpro.who.int/mediacentre/factsheets/fs_05182015_zika/en/


        4 Cara Reproduksi Bakteri

        Ilustrasi: bakteri 3D animations
        Organisme prokariotik salahsatunya adalah bakteri yang nantinya dibagi menjadi dua yaitu archaebacteria dan eubacteria melakukan reproduksi dengan berbagai macam cara.  Reproduksi bakteri berbeda dengan organisme eukariotik terutama hewan tingkat tinggi yang melakukan reproduksi dengan cara kopulasi sehingga sel ovum dapat dibuahi oleh sel sperma.

        Berikut ini 4 cara reproduksi bakteri

        1. Pembelahan Biner

        Pembelahan biner merupakan cara reproduksi yang paling umum dijumpai pada bakteri yaitu dengan cara membelah diri daris atu sel bakteri menjadi dua sel bakteeri, dst. Waktu generasi yang pendek memungkinkan populasi prokariotik dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan secara cepat. Dalam suatu lingkungan dengan sumberdaya yang memadai, satu sel akan membelah menjadi 2 sel. Kedua sel akan membelah menghasilkan 4 sel, kemudian 8 sel, 16 sel, dan seterusnya.

        Beberapa spesies dapat membelah dalam waktu 20 menit, ada juga yang mampu membelah pada kisaran waktu 1 sampai 3 jam. Dalam pembelahan biner ini, materi genetik hasil pembelahan sama dengan materi genetik induknya.
        Pembelahan biner
        Pembelahan biner

        Untuk menghitung kecepatan reproduksi sel bakteri dapat dilakukan dengan menggunakan rumus 2 pangkat n 2^n. n merupakan berapa kali sel bakteri membelah

        Berikut contohnya:
        Bakteri E.coli melakukan pembelahan biner sebanyak 6x, berapa jumlah bakteri pada hasil akhirnya?
        Jawaban:
        2^6 = 64 sel bakteri.

        Jadi jumlah bakteri yang terbentuk setelah membelah 6x adalah sebanyak 64 sel bakteri

        Soal tersebut merupakan soal yang sederhana, jika dikembangkan lagi bisa seperti ini:

        Bakteri E.coli melakukan pembelahan biner 3x dalam waktu 30 menit , berapa jumlah bakteri yang terbentuk dengan waktu 2 jam?
        Jawaban:
        Pembelahan biner 3x selama 30 menit, berarti tiap 10 menit bakteri membelah 1x

        2jam=120 menit

        120 menit/10 = 12 x

        jadi sel bakteri selama 2 jam melakukan pembelahan sel sebanyak 12 x

        2^12 = 4096 sel bakteri

        Jasi selama dua jam, jumlah bakteri yang terbentuk adalah sebanyak 4096 sel bakteri

        Mudah bukan....

        2. Konjugasi

        Konjugasi merupakan reproduksi bakteri dengan cara melakukan transfer genetik ke bakteri lainnya secara langsung. jadi pada reproduksi menggunakan cara konjugasi tidak terbentuk bakteri baru seperti halnya pembelahan biner, hanya saja materi genetik DNA plasmid yang mengalami perpindahan, sehingga bakteri yang medapat transfer genetik dapat memiliki sifat yang sama dengan bakteri yang mndonorkan gen nya.

        konjugasi dengan cara membentuk jembatan pili
        konjugasi dengan cara membentuk jembatan pili
        Mula-mula, kedua sel bakteri berdekatan, kemudian membentuk tonjolan atau struktur jembatan menggunakan pili/pilus/fili yang menghubungkan kedua sel tersebut. Transfer kromosom maupun transfer plasmid akan terjadi melalui jembatan konjugasi. Sel yang mengandung materi gen rekombinan kemudian memisah dan terbentuklah dua sel bakteri dengan sifat baru (sifat rekombinan) dengan cara pembelahan biner.

        Contoh bakteri yang mampu berkonjugasi antara lain Salmonella typhi dan Pseudomonas sp. Transfer kromosom dapat pula terjadi melalui pilus seks, seperti yang terjadi pada Escherichia coli.

        3. Transformasi

        Transformasi merupakan cara reproduksi bakteri dengan menggunakan transfer gen dengan cara sel bakteri mengambil materi genetik dari bakteri lainnya yang berada di lingkungan bakteri. Bakteri yang berdekatan dengan bakteri lain dapat memindahkan plasmidnya tanpa harus membentuk saluran terlebih dahulu. Hal ini memungkinkan adanya perubahan sifat dari bakteri itu sendiri misal bakteri Pneumococcus sp. yang jinak bisa menjadi patogen apabila mengalami transformasi oleh bakteri Pneumococcus sp. yang sifatnya patogen.
        transformasi pada bakteri dengan cara mengambil materi genetik di lingkungan
        transformasi pada bakteri dengan cara mengambil materi genetik di lingkungan
        Maeteri tambahan
        Urutan gen pada kromosom bakteri dapat juga ditetapkan atas dasar data transformasi. Sebagai contoh, jika gen p dan q sering mengalami kotransformasi, demikian pula gen p dan o juga sering mengalami kotransformasi, tetapi gen o dan p jarang mengalami kotransformasi, maka tentu saja urutan gen pada kromosom bakteri itu adalah p – q - o.

        Berkenaan dengan pemetaan gen pada kromosom bakteri, pada saat ini orang dapat memperoleh atau mendapatkan peta suatu fisik gen-gen, dalam arti suatu peta lokasi fisik relatif gen-gen sepanjang molekul DNA. Seperti diketahui para ahli genetika memang dapat mengontrol ukuran fragmen-fragmen DNA yang digunakan pada sesuatu percobaan transformasi. Oleh karena itu peluang kotransformasi dari dua gen dapat dihubungkan dengan ukuran molekuler DNA pentransformasi. Secara operasional dengan menghubungkan frekuensi kotransformasi dengan ukuran rata-rata DNA pentransformasi, memang akhirnya seseorang dapat mengungkap suatu peta fisik gen.(materi tambahan ini diambil dari: www.linda-haffandi.blogspot.co.id)

        4. Tranduksi

        Tranduksi merupakan proses reproduksi bakteri dengan cara trasfer gen melalui perantara virus.  virus membawa gen bakteri dari satu sel inang ke sel inang lainnya. Ada dua bentuk transduksi yaitu transduksi umum dan transduksi khusus. Keduanya dihasilkan dari penyimpangan pada siklus reproduktif virus.

        a. Tranduksi Umum

        Diakhir siklus litik virus, molekul asam nukleat virus dibungkus di dalam kapsid, dan virus lengkapnya dilepaskan ketika sel inang lisis. Kadangkala sebagian kecil dari DNA sel inang yang terdegradasi menggantikan genom dari virus. Virus seperti ini cacat karena tidak memiliki materi genetik sendiri. Walaupun demikian, setelah pelepasannya dari inang yang lisis, virus dapat menempel pada bakteri lain dan menginjeksikan bagian DNA bakteri yang didapatkan dari sel pertama. Beberapa DNA ini kemudian dapat menggantikan daerah homolog dari kromosom sel kedua. Kromosom sel ini sekarang memiliki kombinasi DNA yang berasal dari dua sel sehingga rekombinasi genetik telah terjadi. Jenis transduksi ini disebut dengan transduksi umum karena gen-gen bakteri ditransfer secara acak.

        b. Tranduksi khusus

        Untuk transduksi khusus memerlukan infeksi oleh virus temperat, dalam siklus lisogenik genom faga temperat terintegrasi sebagai profaga ke dalam kromosom bakteri inang, di suatu tempat yang spesifik. Kemudian ketika genom virus dipisahkan dari kromosom, genom virus ini membawa serta bagian kecil dari DNA bakteri yang berdampingan dengan profaga. Ketika suatu virus yang membawa DNA bakteri seperti ini menginfeksi sel inang lain, gen-gen bakteri ikut terinjeksi bersama-sama dengan genom faga. Transduksi khusus hanya mentransfer gen-gen tertentu saja, yaitu gen-gen yang berada di dekat tempat profaga pada kromosom tersebut.

        Tranduksi pada bakteri yang melibatkan virus
        Tranduksi pada bakteri yang melibatkan virus

        Ciri-Ciri dan Struktur Tubuh Monera/Bakteri

        struktur tubuh bakteri
        Struktur tubuh bakteri
        Monera atau istilah umumnya adalah bakteri merupakan satu-satunya makhluk hidup yang tidak memiliki membran nukleus/membran inti sel sehingga dinamakan dengan sel prokariotik, sedangkan fungi, protista, dan hewan sudah memiliki membran nukleus. Ingat: bedakan antara membran sel dengan membran nukleus. Secara umum monera kemudian dibedakan menjadi dua yaitu Archaebacteria dan Eubacteria(Perbedaannya akan dibahas pada bab selanjutnya)

        Bakteri  memiliki ciri umum antara lain:

        1. Memiliki bentuk sel yang bervariasi
          • bulat (coccus)
          • batang (bacillus)
          • lengkung (vibrio, coma atau spiral). 
        2. Sel bakteri yang berbentuk bulat berdiameter sekitar 0,7 - 1,3 mikron.
        3. Sel bakteri yang berbentuk batang lebarnya sekitas 0,2 - 2,0 mikron dan panjangnya 0,7 - 3,7 mikron. 
        4. Uumumnya bagian tubuh bakteri/moner dapat dibagi atas 3 bagian yaitu dinding sel, protoplasma (di dalamnya terdapat membran sel, mesosom, lisosom, DNA, endospora), dan bagian yang terdapat di luar dinding sel seperti kapsul, flagel, pilus. 

        Struktur Tubuh Bakteri

        A. Membran sel

        Membran sel merupakan selaput yang membungkus sitoplasma beserta isinya, terletak di sebelah dalam dinding sel, tetapi tidak terikat erat dengan dinding sel. Bagi membran sel sangat vital, bagian ini merupakan batas antara bagian dalam sel dengan lingkungannya.

        Jika membran sel pecah atau rusak, maka sel bakteri akan mati. Membran sel terdiri atas dua lapis molekul fosfolipid. Lapisan fosfolipid terdapat senyawa protein dan karbohidrat dengan kadar berbeda-beda pada berbagai sel bakteri.

        B. Ribosom

        Ribosom merupakan bagian sel yang berfungsi sebagai tempat sintesa protein. Bentuknya berupa butir-butir kecil dan tidak diselubungi membran. Ribosom tersusun atas protein dan RNA.

        C. DNA (Deoxyribonucleic Acid)

        DNA merupakan materi genetik, terdapat dalam sitoplasma. DNA bakteri berupa benang sirkuler (melingkar). DNA bakteri berfungi sebagai pengendali sintesis protein bakteri dan pembawa sifat. DNA bakteri terdapat pada bagian menyerupai inti yang disebut nukleoid.

        Bagian-Bagian yang tidak dimiliki sel eukariotik

        D. Dinding sel

        Dinding sel bakteri tersusun atas makro molekul peptidoglikan yang terdiri dari monomer-monomer
        tetrapeptidaglikan (polisakarida dan asam amino). Berdasarkan susunan kimia dinding selnya, bakteri
        dibedakan atas bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Susunan kimia dinding sel bakteri gram-negatif lebih rumit daripada bakteri gram-positif.

        Dinding sel bakteri gram positif hanya tersusun atas satu lapis peptidoglikan yang relatif tebal, sedangkan dinding sel bakteri gram negatif terdiri atas dua lapisan. Lapisan luar tersusun atas protein dan polisakarida, lapisan dalamnya tersusun atas peptidoglikan yang lebih tipis dibanding lapisan peptidoglikan pada bakteri gram-positif. Dinding sel bakteri berfungsi untuk memberi bentuk sel, memberi kekuatan, melindungi sel dan menyelenggarakan pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya.

        E. Flagel

        Flagela adalah struktur tambahan pada tubuh berupa bulu cambuk yang berfungsi sebagai alat gerak. Namun, bukan berarti bahwa organisme prokariotik yang tidak mempunyai fl agela tidak bisa bergerak. Beberapa jenis oeganisme prokariotik bergerak aktif dengan meluncur dan ada yang berge rak pasif mengikuti aliran air.

        Dalam suatu lingkungan yang heterogen, banyak bakteri yang mampu melakukan taksis, yaitu pergerakan menuju atau menjauhi suatu rangsangan. Misalnya, dengan gerak kemotaksis, bakteri akan memberikan respon terhadap rangsangan kimia.

        Pada kelompok tertentu, yaitu organisme prokariotik yang dapat berfotosintesis terdapat struktur khusus yang disebut lembar fotosintetis (tilakoid) yang di dalamnya mengandung klorofil. Untuk lebih memperjelas pemahaman tentang struktur tubuh prokarioti.

        F. Pilus

        Pilus merupakan bagian tambahan pada bakteri seperti benang pendek yang disebut pilus atau fimbria (jamak dari pilus). Pilus merupakan alat lekat sel bakteri dengan sel bakteri lain atau dengan bahan-bahan padat lain, misalnya makanan sel bakteri. Pilus biasanya digunakan oleh bakteri untuk membantu proses transfer gen dari sel bakteri ke sel bakteri yang lainnya

        G. Kapsul

        Kapsul merupakan lapisan lendir yang menyelubungi dinding sel bakteri. Pada umumnya kapsul tersusun atas senyawa polisakarida, polipeptida atau protein-polisakarida (glikoprotein). Kapsul berfungsi untuk perlindungan diri terhadap antibodi yang dihasilkan sel inang. Oleh karenanya kapsul hanya didapatkan pada bakteri pathogen.

        H. Endospora

        Di antara bakteri ada yang membentuk endospora. Pembentukan endospora merupakan cara bakteri mengatasi keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan. Keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan antara lain: panas, dingin, kering, tekanan osmosis dan zatkimia tertentu. Jika kondisi lingkungan membaik maka endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri. Endospora bakteri
        tidak berfungsi sebagai alat perkembangbiakan, tetapi sebagai alat perlindungan diri.

        I. Mesosom

        Mesosom berfungsi membantu pembentukan dinding penyekat ketika bakteri siap membelah. Peran lainnya adalah membantu pemisahan kromosom bakteri yang diduplikasi. Mesosom juga merupakan tempat dikeluarkannya hasil ekskresi. Bakteri memiliki materi genetik berupa ADN (asam deoksiribo nukleat)

        Peranan Virus yang Merugikan Bagi Kehidupan

        Virus memiliki banyak kerugian bagi kehidupan baik bagi manusia, hewan, maupun tumbuhanm namun bukan berarti virus tidak bisa digunakan untuk kepentingan manusia dalam hal positif seperti digunakan untuk proses terapi gen, pada materi berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis virus yang merugikan baik pada manusia, hewan ataupun tumbuhan.

        Berikut akan diberikan contoh jenis-jenis virus tersebut.

        A. Virus yang merugikan tubuh manusia

        1. HIV (Human Immunodefi ciency Virus)

        Virus ini menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immune Defi ciency Syndrome), menyerang sel-sel darah putih limfosit T. Gejala penyakitnya adalah seperti gabungan gejala beberapa jenis penyakit karena menurunnya sistem kekebalan tubuh.
        Untuk lebih jelasnya mengenai virus HIV baik struktur maupun cara kerja virus dalam menyusup ke manusia, bisa dibaca di artikel berikut ini(baca: mekanisme kerja virus hiv di dalam tubuh manusia  dan juga artikel berikut ini dibalik ganasnya virus HIV)
        struktur virus HIV
        struktur virus HIV

        2. Virus ebola (ebola virus)

        Virus ini menyebabkan penyakit ebola yang mematikan. Virus ini menyerang sel-sel pertahanan tubuh. Gejalanya adalah demam yang disertai pendarahan. virus ebola ini pertama kali ditemukan di benua Afrika yang merenggut ribuan orang dalam waktu kurang dari satu bulan. untuk lebih jelasnya mengenai virus ebola, pelajari materi berikut ini(versi inggris: siklus hidup virus ebola)
        struktur virus ebola
        struktur virus ebola

        3). Virus hepatitis (Hepatitis virus)

        Virus ini menyebabkan penyakit hepatisis B. Virus ini menyerang sel-sel hati, sehingga perut penderita membesar dan tubuhnya berwarna kuning. berita terbaru bahwa beberapa mahasiswa IPB terserang virus hepatitis B, hal ini kemungkinan dikarenakan karena virus ini menyebar melalui makanan dan minuman.
        struktur virus hepatitis B
        struktur virus hepatitis B

        4). Measles virus

        Measles virus menyebabkan penyakit cacar. Virus ini menyerang sel kulit dan menimbulkan gejala awal seperti demam, pilek, kemudian muncul luka cacar, yang dimulai dari wajah dan akhirnya keseluruhan tubuh.

        5). Herpes Simplex virus

        Virus ini menyebabkan penyakit herpes. Virus ini menyerang membran mukus (lendir) pada mulut, alat kelamin, dan kulit. Gejala penyakitnya adalah kulit memerah dan muncul bintilbintil seperti luka melepuh.

        6). Human Papilomavirus

        Virus ini menyebabkan penyakit kutil pada manusia. Virus ini menyerang sel-sel kulit dan dapat menyebabkan kanker. Gejalanya adalah munculnya benjolan kulit.

        7). Adeno virus

        Virus ini menyebabkan gangguan pada sistem respirasi dan menyebabkan tumor rahim pada wanita. Gejala serangan virus ini adalah perut sakit seperti menstruasi dan timbul benjolan di
        dalam rahim (perut).

        8). Mumps virus

        Virus ini menyebabkan penyakit gondong atau parotitis. Virus ini menyerang kelenjar parotis, sehingga menimbulkan bengkak atau radang pada rahang.

        9). Orthomycovirus

        Orthomycovirus menyebabkan penyakit infl uenza. Gejalanya panas tubuh tinggi, sesak nafas, keluar lendir pada rongga hidung, nafsu makan berkurang, pusing kepala, batuk, dan demam.

        10). Rabiez virus (Virus rabies)

        Virus rabies menyerang sistem syaraf pada hewan atau manusia. Penyakit ini disebut penyakit anjing gila. Penyakit ini ditularkan pada manusia lewat gigitan hewan anjing, kucing, atau kera yang
        menderita rabies.Vaksin rabies pertama kali ditemukan oleh Louis Pasteur.

        11). Poliomyelitis (Virus polio)

        Virus ini menyerang sistem syaraf, yaitu pada sistem alat gerak anak balita, sehingga menyebabkan kelumpuhan pada anggota gerak bagian bawah (kaki). Penyakit polio ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin polio. Vaksin polio ditemukan pertama kali oleh Jonas Salk.

        B. Virus yang merugikan tubuh hewan

        Berbagai jenis virus juga dapat menimbulkan penyakit pada hewan. Jenis-jenis virus tersebut antara lain:

        1) Paramyxovirus

        Virus ini menyebabkan penyakit NCD (New Castle Desease), menyerang sistem syaraf pada unggas (misal: ayam). Penyakit ini sering disebut penyakit tetelo atau parrot fever. Gejala penyakitnya mencret dan batuk-batuk.
        paramixovirus

        2) Foot and Mouth Desease

        Virus ini menyebabkan penyakit pada kuku dan mulut, menyerang hewan ternak, seperti sapi, kuda, kerbau, domba, biri-biri, dan keledai.

        3) Rhabdo virus

        Virus ini menyerang sistem syaraf pada hewan (anjing, kucing, kera), menyebabkan penyakit rabies. Penyakit ini dapat menular ke manusia melalui gigitan hewan yang telah menderita penyakit rabies.

        4). Rous Sarcoma Virus (RSV)

        Virus ini menyebabkan penyakit tumor pada ayam.

        5). Bovine Papilo virus

        Virus ini menyebabkan penyakit tumor pada sapi.

        C. Virus yang merugikan tanaman

        Contoh virus yang merugikan tanaman adalah virus Mosaik Tembakau, virus Tungro, dan virus CVPD

        1) Virus Mosaik Tembakau (Tobacco Mosaic Virus, TMV)

        Virus ini menyebabkan penyakit mosaik pada daun tembakau. Gejalanya adalah timbulnya bercak-bercak berwarna kuning pada daun tembakau, sehingga menghambat pertumbuhan daun
        tembakau.

        2). Virus Tungro

        Virus ini menyerang batang dan akar padi, sehingga tumbuhan padi menjadi kerdil (pertumbuhan yang tidak normal). Virus ini ditularkan melalui serangga yaitu wereng coklat dan wereng
        hijau.
        virus tungro

        3). Virus CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration)

        Virus ini menyebabkan penyakit degenerasi (penyakit tumor) pada batang dan daun jeruk. Virus ini menyerang sistem pembuluh pengangkut floem pada tanaman jeruk.

        Baca juga



        Siklus Hidup Virus( Siklus Litik dan Siklus Lisogenik)

        virus T dan bagian-bagiannya
        Virus hanya dapat berkembang biak pada sel-sel hidup dan untuk reproduksinya virus hanya memerlukan asam nukleat. Karena dapat melakukan reproduksi, maka virus dianggap sebagai makhluk hidup (organisme). Di dalam proses reproduksi, virus memerlukan lingkungan sel hidup (di dalam jaringan tubuh) sehingga virus memerlukan organisme lain sebagai inang atau hospesnya.

        Contoh organisme yang menjadi hospes virus adalah bakteri, jaringan embrio, hewan, tumbuhan, dan manusia. Proses reproduksi virus disebut replikasi (penggandaan diri tubuh virus). Proses replikasi virus semenjak menempel pada sel inan.

        Siklus hidup virus memiliki dua jenis siklus yaitu siklus litik dan siklus lisogenik, berikut penjelasannya

        A. Silus Litik

         Siklus litik adalah replikasi virus yang disertai dengan matinya sel inang setelah terbentuk anakan virus yang baru. Siklus litik virus yang telah berhasil diteliti oleh para ilmuwan adalah siklus litik virus T (Bacteriophage), yaitu virus yang menyerang bakteri Escherichia coli (bakteri yang terdapat di dalam colon atau usus besar manusia).

        Siklus litik Bakteriofag terdiri atas 5 fase, yaitu fase adsorbsi, fase penetrasi sel inang, fase eklifase, fase replikasi, dan fase pemecahan sel inang.

        1. Fase Adsorbsi

        Fase adsorbsi merupakan fase awal dimana ujung ekor Bakteriofag menempel atau melekat pada bagian tertentu dari dinding sel bakteri yang masih dalam keadaan normal. Daerah itu disebut daerah reseptor (receptor site atau receptor spot). Virus yang menempel kemudian mengeluarkan enzim lisosim/lisozim yang berfungsi merusak atau melubangi dinding sel bakteri.

        2. Fase penetrasi 

        Fase penetrasi, ujung ekor virus T dan dinding sel bakteri E. coli yang telah menyatu tersebut larut hingga terbentuk saluran dari tubuh virus T dengan sitoplasma sel bakteri. Melalui saluran ini DNA virus masuk ke dalam sitoplasma bakteri. (Jika ingin lebih tahu mengenai DNA pelajari materi subtansi hereditas DNA dan RNA berikut ini)

        3. Fase eklifase dan Replikasi

        Fase eklifase DNA virus mengambil alih kendali DNA bakteri. Pengendalian ini terjadi di dalam proses penyusunan atau sintesis protein di dalam sitoplasma bakteri. Seterusnya DNA virus mengendalikan sintesis protein kapsid virus., pada proses ini juga terjadi replikasi DNA virus sehingga jumlah DNA dari virus T bertambah sangat banyak seiiring terjadinya sintesis protein. (Jika belum paham mengenai apa itu sintesis protein, pelajari materi mengenai proses sintesis protein dan juga jika belum paham mengenai proses terjadinya replikasi DNA, bisa di pelajari di materi substansi hereditas bab replikasi DNA)

        4. Fase Perakitan

         Fase perakitan pada siklus litik merupakan fase dimana bagian-bagian protein dan DNA yang terbentuk dari proses sintesis protein dan replikasi DNA terjadi sehingga dihasilkan virus-virus baru yang seutuhnya.

        5. Fase Lisis

        Fase lisis merupakan fase rusaknya sel bakteri karena aktifitas enzimatis dari virus T serta jumlah virus T yang sudah tidak muat ditampung oleh sel bakteri tersebut sehingga dinding sel bakteri menjadi pecah. Selanjutnya sejumlah virus T yang baru tersebut akan keluar dan siap untuk menyerang sel bakteri lainnya
        siklus litik dan lisogenik

        A. Silus Lisogenik

         Siklus lisogenik memiliki perbedaan sedikit dengan siklus litik, tetapi secara umum hampir sama dengan siklus litik. Pembedanya adalah ketika sudah mencapai fase penetrasi, DNA virus tidak mengalami replikasi dan sintesis protein melainkan bergabung dengan DNA bakteri sehingga antara DNA virus dan DNA bakteri menjadi satu.

        Sebagai contoh ini terjadi pada virus HIV yang menginfeksi sel T limfosit pada manusia, sehingga pada tahun-tahun awal seseorang yang terinfeksi HIV tidak menimbulkan gejala-gejala klinis, karena DNA dari virus HIV bersembunyi dengan bergabung dengan DNA sel T limfosit(lebih jelasnya pelajari mengenai materi penyusupan virus HIV ke sel T limfosit disini)

         Ketika DNA virus sudah bergabung dengan DNA bakteri, maka yang terjadi adalah ketika bakteri melakukan pembelahan diri, secara otomatis DNA virus juga akan ikut mengganda.

        Saat kondisi menguntungkan bagi DNA virus maka siklus lisogenik dapat masuk ke dalam siklus litik lagi yang ditandai dengan fase replikasi dan sintesis protein dari virus tersebut. untuk lebih jelasnya lihat gambar
        siklus litik dan lisogenik
        Semoga membantu sobat biologiedukasi.com dalam mempelajari dan memahami materi mengenai siklus hidup virus, jangan lupa di share ke teman-teman sobat ya materi ini, semoga bermanfaat ilmunya....

        Baca juga:
        1. Peranan virus yang merugikan bagi kehidupan
        2. Ciri-ciri dan struktur tubuh virus
        3. Siklus hidup virus


        Ciri-Ciri dan Struktur Tubuh Virus


        bentuk 3D virus T
        bentuk 3D virus T
        Virus merupakan sesuatu yang unik, karena belum bisa dikatakan sebagai makhluk hidup, hal ini dikarenakan virus belum memiliki ciri-ciri suatu zat dikatakan sebagai makhluk hidup. jenis virus yang sangat banyak dan sebagian besar merupakan agen penyebab penyakit seperti DB, hepatitis, influenza, flue babi, HIV, dan masih banyak lagi.

        Virus memiliki ciri dan struktur yang sangat berbeda sama sekali dengan organisme lain, ini karena virus merupakan satu sistem yang paling sederhana dari seluruh sistem genetika.

        Ciri virus yang secara umum adalah sebagai berikut:

        1. Virus hanya bisa hidup di sel hidup

        Virus hanya dapat hidup pada sel hidup atau bersifat parasit intraselluler obligat. Virus ketika tidak berada di dalam sel inangnya akan membentuk kristal yang sama sekali tidak memiliki ciri dri sebuah kehidupan.  ketika virus memasuki sel inangnya disinilah virus tersebut akan memperbanyak material genetik yang dibantu oleh sel inangnya tersebut. baca lebih rinci mengenai replikasi virus HIV disini dan disini juga. Selain itu, virus juga mampu hidup di dalam telur ayam.
        Virus T yang akan menginfeksi bakteri
        Virus T yang akan menginfeksi bakteri

        2. Ukuran virus sangat kecil sekali

        Virus memiliki ukuran yang paling kecil dibandingkan kelompok taksonomi lainnya. Ukuran virus yang paling kecil memiliki ukuran diameter 20 nm dengan jumlah gen 4, lebih kecil dari ribosom dan yang paling besar memiliki beberapa ratus gen, virus yang paling besar dengan diameter 80 nm (Virus Ebola) juga tidak dapat dilihat dengan mikroskop cahaya sehingga untuk pengamatan virus di gunakan mikroskop elektron.
        ukuran beberapa jenis virus
        ukuran beberapa jenis virus

        3. Nama virus disesuikan dengan tipe asam nukleatnya

        Nama virus tergantung dari asam nukleat yang menyusun genomnya (materi atau partikel genetik) sehingga terdapat virus DNA dan juga virus RNA.
        virus RNA dan DNA

        4. Virus tidak memiliki organela seperti pada makhluk hidup 

        Virus tidak memiliki enzim metabolisme dan tidak memiliki ribosom ataupun perangkat/organel sel lainnya, namun beberapa virus memiliki enzim untuk proses replikasi dan transkripsi dengan melakukan kombinasi dengan enzim sel inang, misalnya Virus Herpes. Setiap kali virus akan melakukan replikasi/perbanyakan jumlah virusnya, maka digunakanlah bahan-bahan yang terdapat di sel inangnya sehingga virus dibuat dari bahan-bahan di sel inang dengan menggunakan cetakbiru DNA/RNA dari virus tersebut.

        5. Virus menginfeksi sel yang spesifik

        Setiap tipe virus hanya dapat menginfeksi beberapa jenis inang tertentu. Jenis inang yang dapat diinfeksi oleh virus ini disebut kisaran inang, yang penentuannya tergantung pada evolusi pengenalan yang yang dilakukan virus tersebut dengan menggunakan kesesuaian " lock and key atau lubang dan kunci " antara protein di bagian luar virus dengan molekul reseptor (penerima) spesifik pada permukaan sel inang.

        Beberapa virus memiliki kisaran inang yang cukup luas sehingga dapat menginfeksi dan menjadi parasit pada beberapa spesies. Misalnya, virus flu burung dapat juga menginfeksi babi, unggas ayam dan juga manusia, virus rabies dapat menginfeksi mammalia termasuk rakun, sigung, anjing dan monyet.
        virus HIV hanya menginveksi sel T limfosit karena kesesuaian reseptornya
        virus HIV hanya menginveksi sel T limfosit karena kesesuaian reseptornya

        6. Virus bukan sel

        Virus tidak dikategorikan sel karena hanya berisi partikel penginfeksi yang terdiri dari asam nukleat yang terbungkus di dalam lapisan pelindung, pada beberapa kasus asam nukleatnya terdapat di dalam selubung membran. Penemuan yang dilakukan oleh Stanley Miller, bahwa beberapa virus dapat dikristalkan sehingga virus bukanlah sel hidup, sebab sel yang paling sederhana pun tidak dapat beragregasi menjadi kristal. Akan tetapi, virus memiliki DNA atau RNA sehingga virus dapat juga dikategorikan organisme hidup.

        7. Genom virus sangat beragam

        Genom virus lebih beragam dari genom konvensional (DNA untai tunggal atau single heliks) yang dimiliki oleh organisme lainnya, genom virus mungkin terdiri dari DNA untai ganda, RNA untai ganda, DNA untai tunggal ataupun dapat juga RNA untai tunggal, tergantung dari tipe virusnya.

        Struktur Tubuh Virus

        Walaupun virus memiliki berbagai ukuran dan bentuk, mereka memiliki motif struktur yang sama, yaitu sebagai berikut.

        1. Kapsid

        Kapsid Kapsid merupakan lapisan pembungkus DNA atau RNA, kapsid dapat berbentuk heliks (batang), misalnya pada virus mozaik, ada yang berbentuk polihedral pada virus adenovirus, ataupun bentuk yang lebih kompleks lainnya. Kapsid yang paling kompleks ditemukan pada virus Bbakteriofaga (faga). Faga yang pertama kali dipelajari mencakup tujuh faga yang menginfeksi bakteri Escherichia coli , ketujuh faga ini diberi nama tipe 1 (T1), tipe 2 (T2), tipe 3 (T3) dan seterusnya sesuai dengan urutan ditemukannya. salah satu virus yang memiliki kapsid adalah virus zika yang dapat menyebabkan mikrosefalus pada janin, untuk lebih jelasnya mengenai virus zika bisa belajar mengenai sejarah, struktur, dan klasifikasi virus zika disini

        berbagai bentuk kapsid virus
        berbagai bentuk kapsid virus

        2. Kapsomer 

        Kapsomer adalah subunit-subunit protein dengan jumlah jenis protein yang biasanya sedikit, kapsomer akan bergabung membentuk kapsid, misalnya virus mozaik tembakau yang memiliki kapsid heliks (batang) yang kaku dan tersusun dari seribu kapsomer, namun dari satu jenis protein saja. 3. Struktur tambahan lainnya Struktur tambahan lainnya, yaitu selubung virus yang menyelubungi kapsid dan berfungsi untuk menginfeksi inangnya. Selubung ini terbentuk dari fosfolipid dan protein sel inang serta protein dan glikoprotein yang berasal dari virus itu sendiri.

        Tidak semua virus memliki struktur tambahan ini, ada beberapa yang memilikinya, misalnya virus influenza. Secara kebetulan faga tipe genap yang diketemukan (T2, T4 dan T6) memiliki kemiripan dalam struktur, yaitu kapsidnya memiliki kepala iksohedral memanjang yang menyelubungi DNA dan struktur tambahan lainnya, yaitu pada kepala iksohedral tersebut melekat ekor protein dengan serabut-serabut ekor yang digunakan untuk menempel pada suatu bakteri.

        Baca juga


        Mengenai Saya