Ini Dia Ciri-Ciri dan Klasifikasi Arthropoda

laba-laba, salah satu hewan yang masuk ke dalam arthropoda
laba-laba, salah satu hewan yang masuk ke dalam arthropoda
Arthropoda merupakan salah satu filum yang yang termasuk ke dalam invertebrata.  Arthropoda merupakan hewan invertebrata yang memiliki kaki dan tubuh yang beruas-ruas. secara umum anggota dari Arthropoda memiliki 3 bagian utama yaitu bagian kepala, dada dan perut.

Secara umum ciri-ciri arthropoda adalah sebagai berikut:
  1. Mempunyai rangka luar yang berasal dari zat kitin.
  2. Tubuhnya kaku dan juga sangat kuat.
  3. Hidup di beberapa tempat, mulai dari air tawar, laut dan juga darat.
  4. Memiliki alat pernafasan berupa paru-paru atau juga trakea.
  5. Beberapa diantaranya mengalami parthenogenesis.
  6. Memiliki sistem saraf tangga tali.
  7. Mempunyai alat ekskresi nefridium yang bekerja secara berpasangan.
Arthropoda memiliki rentang panjang dari sekitar 1 milimeter sampai 4 meter (sekitar 13 kaki). Memiliki tubuh tersegmentasi dengan ekoskeleton keras. Arthropoda juga memiliki pelengkap bersendi. Segmen tubuh adalah kepala, dada, dan perut. Dalam beberapa arthropoda, kepala dan dada bergabung bersama sebagai sebuah sepalothoraks.

Eksoskeleton arthropoda terdiri dari beberapa lapisan kutikula. Eksoskeleton mencegah kehilangan air dan memberikan dukungan dan perlindungan. Hal ini juga bertindak sebagai kekuatan penyeimbang untuk kontraksi otot. Eksoskeleton tidak tumbuh bersama hewan tumbuh. Oleh karena itu, harus dilepaskan dan diganti dengan yang baru secara berkala sepanjang kehidupan. Ini disebut molting.
Bagian-bagian arthropoda, kepala, dada, abdomen
Bagian-bagian arthropoda, kepala, dada, abdomen
Beberapa arthropoda memiliki struktur ekskretoris khusus. Mereka disebut kelenjar koksa dan tubulus Malphigi. Kelenjar koksa mengumpulkan dan mengkonsentrasikan limbah cair dari darah. Mereka mengeluarkan limbah dari tubuh melalui pori-pori. Tubulus Malphigian membawa limbah dari saluran pencernaan ke anus. Limbah tersebut dibuang melalui anus.

Reproduksi Arthropoda

Arthropoda memiliki siklus hidup dengan reproduksi seksual. Sebagian besar spesies melalui tahap larva setelah menetas. Larva sangat berbeda dengan yang dewasa. Mereka berubah menjadi bentuk dewasa dalam proses yang disebut metamorfosis.

Metamorfosis dapat terjadi dalam kepompong. Contoh akrab metamorfosis adalah transformasi ulat (larva) menjadi kupu-kupu (dewasa). Spesies arthropoda lainnya, sebaliknya, menetas muda yang terlihat seperti dewasa kecil. Spesies ini kurang baik tahap metamorfosis dan larva.
Evolusi Arthropoda

Klasifikasi Arthropoda

1. Crustacea

Crustacea  memiliki anggota kelompok seperti krill, udang, teritip, kepiting, lobster, dan udang karang. Tubuh krustasea terdiri atas dua bagian, yaitu kepala dada yang menyatu (sefalotoraks) dan perut atau badan belakang (abdomen).

Bagian sefalotoraks dilindungi oleh kulit keras yang disebut karapas dan 5 pasang kaki yang terdiri dari 1 pasang kaki capit (keliped) dan 4 pasang kaki jalan. Selain itu, di sefalotoraks juga terdapat sepasang antena, rahang atas, dan rahang bawah.

Bagian abdomen terdapat 5 pasang kaki renang dan di bagian ujungnya terdapat ekor. Pada udang betina, kaki di bagian abdomen juga berfungsi untuk menyimpan telurnya.
struktur crustacea
struktur crustacea
Sistem pencernaan krustasea dimulai dari mulut, kerongkong, lambung, usus, dan anus. Sisa metabolisme akan diekskresikan melalui sel api.

Sistem saraf krustasea disebut sebagai sistem saraf tangga tali, dimana ganglion kepala (otak) terhubung dengan antena (indra peraba), mata (indra penglihatan), dan statosista (indra keseimbangan).

Hewan-hewan Crustacea bernapas dengan insang yang melekat pada anggota tubuhnya dan sistem peredaran darah yang dimilikinya adalah sistem peredaran darah terbuka. O2 masuk dari air ke pembuluh insang, sedangkan CO2 berdifusi dengan arah berlawanan. O2 ini akan diedarkan ke seluruh tumbuh tanpa melalui pembuluh darah.

Golongan hewan ini bersifat diesis (ada jantan dan betina) dan pembuahan berlangsung di dalam tubuh betina (fertilisasi internal). Untuk dapat menjadi dewasa, larva hewan akan mengalami pergantian kulit (ekdisis) berkali-kali.

 Secara umum dapat disimpulkan ciri-ciri dari Crustacea adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki dua pasang antena.
  2. Kepala menyatu dengan dada (sefalotoraks)
  3. Tubuh terdiri dari Cephalothorax dan abdomen.
  4. Memiliki eksoskeleton dari zat tanduk/kitin.
  5. Dapat mengalamai pelepasan kulit dari tubuhnya
  6. Tidak memiliki pembuluh darah kapiler.
  7. Sebagian respirasinya menggunakan insang.
  8. Pertukaran udara terjadi secara difusi.
Contoh: Penaeus sp. (udang windu), Cambarus virilis (udang air tawar), Portunus sexdentalus (kepiting), dan Neptunus pelagicus (rajungan).
Penaeus sp
Penaeus sp
Cambarus (Cambarus) bartonii cavatus
Cambarus (Cambarus) bartonii cavatus
Portunus pelagicus
Portunus pelagicus

2. Myriapoda

Myriapoda merupakan hewan yang memiliki kaki banyak yang memiliki ciri umum sebagai berikut:
  1. Tubuh terdiri atas kepala, toraks, dan abdomen.
  2. Pada kepala terdapat sepasang mata, sepasang alat peraba besar, dan peraba kecil yang beruas-ruas.
  3. Tiap ruas pada tubuhnya terdapat sepasang atau dua pasang kaki.
  4. Sistem respirasinya menggunakan trakea.
  5. Tubuh berbentuk silindris, memanjang, terdiri dari cephalon (ruas-ruas kepala).
Myriapoda di bagi lagi menjadi dua yaitu Chilopoda (Scolopendra subspinipes (lipan)) dan Diplopoda (Julus teristris (luwing))

a. Subkelas Diplopoda

Subkelas Diplopoda adalah hewan dari Kelas Myriapoda yang sering disebut sebagai si kaki seribu (millipedes), karena memiliki jumlah kaki yang sangat banyak.

Ciri-ciri Subkelas Diplopoda antara lain :
  • Gerakannya sangat lambat dan jika ada getaran, tubuhnya akan melingkar membentuk spiral atau bola.
  • Pada kepalanya terdapat sepasang antena, dua pasang mata tunggal, dan alat mulut tanpa taring bisa.
  • Umumnya memiliki 30 pasang kaki atau lebih.
  • Tubuhnya bulat memanjang (silindir), beberapa segmen menyatu, pada setiap segmen terdapat 2 pasang kaki.
  • Hidupnya sebagai herbivora, banyak dijumpai di bawah serasah, bebatuan, atau di dalam tanah, dan selalu menghindar dari cahaya.
Contoh hewan Subkelas Diplopoda adalah Polyxenus sp., Sigmoria sp., dan luwing (Spirobolus sp.)
Polyxenus lagurus
Polyxenus lagurus
Sigmoria trimaculata
Sigmoria trimaculata

b. Subkelas Chilopoda

Subkelas Chilopoda adalah hewan dari Kelas Myriapoda yang sering disebut sebagai si kaki seratus (centipedes).

Ciri-ciri Subkelas Chilopoda antara lain :
  • Tubuhnya terdiri atas kepala (caput) dan badan (abdomen), berbentuk pipih dengan 15 pasang kaki atau lebih, dan beruas-ruas.
  • Tiap ruas badan terdapat satu pasang kaki.
  • Pada kepala terdapat 5 pasang antena yang panjang dan 2 pasang mata tunggal.
  • Mulut dilengkapi sepasang taring bisa, yaitu modifikasi alat gerak dari segmen tubuh yang pertama (kaki depan).

Contoh hewan dari Subkelas Chilopoda adalah kelabang atau lipan (Scolopendra sp.) dan Lithobius forficatus.
Scolopendra sp
Scolopendra sp
Lithobius forficatus
Lithobius forficatus

3. Arachnoidea

Arachnoidea (dalam bahasa yunani, arachno = laba-laba) disebut juga kelompok laba-laba, meskipun anggotanya bukan laba-laba saja. Kalajengking adalah salah satu contoh kelas Arachnoidea yang jumlahnya sekitar 32 spesies.

Ukuran tubuh Arachnoidea bervariasi, ada yang panjangnya lebih kecil dari 0,5 mm sampai 9 cm.Arachnoidea merupakan hewan terestrial (darat) yang hidup secara bebas maupun parasit.Arachnoidea yang hidup bebas bersifat karnivora.

Pada Arachnida, abdomen tidak bersegmen dan memiliki kelenjar beracun pada kaliseranya (alat sengat), contoh hewan ini adalah Laba-laba serigala (Pardosa amenata), laba-laba kemlandingan (Nephila maculata).Acarina memiliki tubuh yang sangat kecil, contohnya adalah caplak atau tungau (Acarina sp.).
Pada laba-laba tubuhnya terdiri dari dua bagian, yaitu sefalotoraks (kepala-dada) pada bagian anterior dan abdomen pada bagian posterior. Sefalotoraks adalah penyatuan tubuh bagian sefal atau kaput (kepala) dan bagian toraks (dada). Pada sefalotoraks terdapat sepasang kalisera (alat sengat), sepasang pedipalpus (capit), dan enam pasang kaki untuk berjalan. Kalisera dan pedipalpus merupakan alat tambahan pada mulut.

Pada bagian abdomen (opistosoma) laba-laba terdiri dari mesosoma dan metasoma. Pada bagian posterior abdomen terdapat spineret yang merupakan organ berbentuk kerucut dan dapat berputar bebas.

Didalam spineret terdapat banyak spigot yang merupakan lubang pengeluaran kelenjar benang halus atau kelenjar benang abdomen.Kelenjar benang halus mensekresikan cairan yang mengandung protein elastik.Protein elastik tersebut akan mengeras di udara membentuk benang halus yang digunakan untuk menjebak mangsa.
Struktur tubuh Arachnida
Struktur tubuh Arachnida
Laba-laba bernapas dengan paru-paru buku atau trakea.Paru-paru buku adalah organ respirasi berlapis banyak seperti buku dan terletak pada bagian abdomen. Ekskresi laba-laba dilakukan dengan tubula ( tunggal = tubulus ) Malpighi.

Tubula Malpighi merupakan tabung kecil panjang dan buntu dan organ ini terletak di dalam hemosol yang bermuara ke dalam usus. Selain Tubula Malpighi, ekskresi lainnya dilakukan dengan kelenjar koksal.Kelenjar koksal merupakan kelenjar ekskretori buntu yang bermuara pada daerah koksa (segmen pada kaki insecta).

Ciri-ciri umum dari Aracnida adalah:
a. Tubuh terdiri dari Andomen dan sefalotoraks.
b. Memiliki enam pasan anggota gerak.
c. Hidup di darat maupun di dalam air.
d. Jumlah matanya bervariasi
e. Bernafas dengan paru-paru buku atau trakea atau dengan keduanya

a. Ordo Scorpionida

Ciri morfologi: Tubuh terdiri dari cepalotoraks dan abdomen (bersegmen-segmen),preabdomen, dan post abdomen. Cepalotoraks tertutup karapas. Memiliki umbai-umbai berbentuk cakar yang berfungsi untuk menangkap mangsa(celicera) dan cakar berbentuk penjepit (Pedipalpus).

Mempunyai 4 pasang kaki tanpa antenaterletak pada cepalotoraks, 2-12 mata oceli. Abdomen bersegmen 12, yang 7 segmen disebut mesosoma besar, dan 5 segmen terminal disebut metasoma. Pemanjangan pada ujung abdomen berbentuk ekor sebagai alat sengat (Telson) mengandung kelenjar toksin. Alat napas berupa 4 pasang paru-paru buku, terletak sebelah ventral segmen III dan XV. Bersifat vivipar dan merupakan binatang karnifora.

Contoh spesies: Scorpion sp
Opistophthalmus sp
Opistophthalmus sp

b. Ordo Aranea/arachnida

Tubuh terdiri dari cephalotoraks dan abdomen tidak bersegmen yang dihubungkan bagian sempit yang disebut pedicel. Mata sederhana terletak dekat ujung caput,umumnya terdiri atas 8 ocelli.
Diatas bagian mulut terdapat Celicera (Umbai-umbai berbentuk cakar yang digunakan untuk menangkap mangsa)

Contoh spesies:
1. Lactrodectus mactans (Black Widow Spider)
2. Lycosa tarantula 
 
Lactrodectus mactans
Lactrodectus mactans

Lycosa tarantula
Lycosa tarantula

c. Ordo Acarina (Sengkenit dan Tungau)

Kebanyakan anggota ordo acarina bertubuh bula atau oval, pipih, dorsoventral, caput,torax, dan abdomen bersatu, tanpa segmen.

Ordo acarina terbagi menjadi 2 kelompok yaitu:
1. Sengkenit (Caplak)
Ciri-ciri: Ukuran makroskopis, Bentuk tubuh Bulat/oval, dorsoventral, hipostoma ada, Gambaran badan caput, torax, dan abdomen bersatu tanpa segmen, pedipalpi ada, chelicerae mudah dilihat.

2. Tungau (Mites)
Ciri: Ukuran : mikroskopis, tubuh :oval bagian dorsal cembung,tidak ada hiptostoma,-,pedipalpi 3 segmen,celiceralia tersembunyi.
Contoh: Pyemote ventricosus
Pyemote ventricosus
Pyemote ventricosus

4. Insecta

Ciri-ciri:
1. Tubuh tersusun atas kepala, dada, dan perut.
2. Mulut bertipe penggigit, penghisap dan penelan.
3. Memiliki 3 pasang kaki.
4. Sebagian besar hidup di darat.


Baca juga materi terkait lainnya mengenai invertebrata

Ini Dia Ciri-Ciri dan Klasifikasi Platyhelminthes

Platyhelminthes merupakan salah satu anggota dari invertebrata yang memiliki bentuk tubuh pipih. Platyhelminthes merupakan hewan invertebrata yang diambil dari bahasa yunani yaitu dari kata platy yang berarti pipih dan helminthes yang berarti cacing. sehingga diartikan sebagai cacing yang berbentuk pipih.
Salah satu spesies platyhelminthes

Struktur dan Fungsi Tubuh Platyhelmintes

Platyhelmintes adalah cacing yang tergolong triplobalstik aselomata yang memiliki 3 lapisan embrional yang terdiri dari ektoderma, endoderma, dan mesoderma

Ukuran tubuh Platyhelminthes bervariasi, mulai dari yang berukuran hampir mikroskopis (kurang dari 1 mm) hingga yang berukuran panjang lebih dari 20 m. Cacing pipih yang berukuran kecil, misalnya Symsagittifera roscoffensis, Dugesia sp, dan Bipalium sp.


Cacing pipih yang berukuran besar, contohnya Taenia saginata dan Taenia solium. Bentuk tubuh Platyhelminthes pipih dorsoventral, simetri bilateral, beruas-ruas atau tidak beruas-ruas. Platyhelminthes merupakan hewan yang paling primitif diantara hewan simetri bilateral lainnya

Ukuran platyhelmintes ada yang bisa mencapai 20 meter panjangnya. Platyhelminthes tidak memiliki rongga tubuh atau aselomata.

Sistem pencernaan Platyhelmintes adalah gastrovaskuler, dimana peredaran makanan tidak melalui darah tetapi melalui usus. Sistem pencernaan Platyhelmintes dimulai dari mulut, faring, dan ke kerongkongan. Pada bagian belakang kerongkongan terdapat usus yang bercabang ke seluruh tubuh. Sehingga usus tidak hanya mencerna makanan tapi usus juga mengedarkan makanan ke seluruh tubuh.

Platyhelminthes tidak memiliki sistem respirasi. Pernapasan dilakukan secara difusi oleh seluruh sel tubuh Platyhelminthes. Platyhelminthes tertentu memiliki sistem saraf tangga tali.

Sistem saraf tangga tali terdiri dari sepasang simpu saraf (ganglia) dengan sepasang tali saraf yang memanjang dan bercabang melintang seperti tangga. Sistem saraf berupa tangga tali yang terdiri dari sepasang ganglion otak di bagian anterior tubuh. Kedua ganglia ini dihubungkan oleh serabut-serabut saraf melintang dan dari masing-masing ganglion membentuk tangga tali saraf yang memanjang ke arah posterior. Kedua tali saraf ini bercabang-cabang ke seluruh tubuh

Sistem ekskresi Pada cacing pipih terdiri atas dua saluran eksresi yang memanjang bermuara ke pori-pori yang letaknya berderet-deret pada bagian dorsal (punggung). Kedua saluran eksresi tersebut bercabang-cabang dan berakhir pada sel-sel api (flame cell).

Sistem reproduksi Reproduksi pada cacing pipih seperti Planaria dapat secara aseksual dan secara seksual. Reproduksi aseksual (vegetatif) dengan regenerasi yakni memutuskan bagian tubuh. Sedangkan reproduksi seksual (generatif) dengan peleburan dua sel kelamin pada hewan yang bersifat hemafrodit. Organ reproduksi jantan dan betina berada di dalam satu individu Platyhelminthes sehingga disebut hermafrodit.

Sistem reproduksi seksual pada Planaria terdiri atas sistem reproduksi betina meliputi ovum, saluran ovum, kelenjar kuning telur. Sedangkan reproduksi jantan terdiri atas testis, pori genital dan penis.

Sistem indra pada beberapa jenis Platyhelmintes  mempunyai sistem penginderaan berupa oseli, yaitu bintik mata yang mengandung pigmen peka terhadap cahaya. Bintik mata tersebut biasanya berjumlah sepasang dan terdapat di bagian anterior (kepala).

Seluruh cacing pipih memiliki indra meraba dan sel kemoresptor di seluruh tubuhnya. Beberapa spesies juga memiliki indra tambahan berupa aurikula (telinga), statosista (pengatur keseimbangan), dan reoreseptor (organ untuk mengetahui arah aliran sungai).

Pada umumnya Platyhelmintes (cacing pipih) memiliki sistem osmoregulasi yang disebut dengan protonefridia. Sistem ini terdiri dari saluran pengeluaran cairan yang dimilikinya disebut protonefridiofor yang berjumlah sepasang atau lebih. Sedangkan, sisa metabolisme tubuhnya dikeluarkan secara difusi melalui dinding sel.

Jika di rangkum maka ciri-ciri umum dari Platyhelmintes adalah sebagai berikut
  1. Mempunyai daya regenerasi yang tinggi, dan bersifat hermafodit (dua kelamin)
  2. Hidup parasit dan ada juga yang hidup bebas
  3. Tidak memiliki sistem pernapasan. Cacing pipih menggunakan pori-pori sebagai tempat masuknya oksigen. Masuknya oksigen ke pori-pori dengan cara difusi.
  4. Tidak mempunyai rongga sejati, namun memiliki simetri bilateral 
  5. Habitat di air tawar, air laut, tempat lembab, atau dalam tubuh organisme lain.
  6. Melakukan perkembangbiakan (bereproduksi) secara generatif dengan perkawinan silang dan bereproduksi secara vegetatif yaitu membelah diri
  7. Memiliki bentuk tubuh pipih, simetris dan tidak bersegmen
  8. Ukuran tubuh mikroskopis dan ada juga yang memiliki panjang tubuh 20 cm yaitu cacing pita.
  9. Memiliki satu lubang yaitu di mulut tanpa dubur
  10. Sensitif terhadap cahaya
  11. Tidak memiliki sistem pencernaan lengkap. Pencernaan platyhelmintes melalui rongga gastrovaskular
  12. Mempunyai sistem saraf tanggal tali dan memiliki mata
  13. Tidak mempunyai pembuluh darah. Sehingga rongga gastrovaskular beperan mendistribusikan nutrisi ke seluruh tubuh.
  14. bersifat triploblastik (memiliki tiga lapisan embrional), yaitu epidermis (lapisan luar), mesodermis (lapisan tengah), dan endodermis (lapisan dalam).

 Klassifikasi Platyhelminthes

Platyhelminthes dibagi menjadi beberapa kelas diantaranya adalah Turbellaria, Cestoda, dan Trematoda. berikut penjelasan lebih rinci

A. Turbellaria

Turbellaria disebut juga cacing berbulu getar. Memiliki bentuk tubuh pipih, habitat di air tawar yang jernih dan tenang, bagian tepi tubuh ditutupi silia/rambut getar.
Struktur Planaria sp
Struktur Planaria sp
Contoh spesies dari tutbellaria adalah Planaria sp.
Ciri umum dari Planaria sp adalah
  • Memiliki tubuh kecil, dan simetri bilateral
  • hidup bebas di air tawar. 
  • Permukaan tubuhnya ditutupi silia dan kepala berbentuk segitiga. 
  • Di bagian kepala terdapat sepasang bintik mata/stigma, otak, dan auricula (semacam cuping telinga). 
  • Memiliki sistem saraf tangga tali, di mana terdapat sepasang ganglion otak dengan dua lanjutan serabut saraf memanjang ke arah posterior yang dihubungkan oleh serabut saraf melintang.
  • Sistem pencernaan terdiri atas mulut, faring, yang berlanjut pada usus yang bercabang-cabang yang disebut gastrovaskuler, tanpa anus. Faring menonjol di sisi ventral dan berakhir dengan lubang mulut. 
  • Sistem ekskresi terdiri dari sepasang saluran memanjang yang bermuara pada lubang/pori di permukaan tubuh yang dinamakan sel api/flame cell. 
  • Memiliki daya regenerasi yang tinggi. Jika tubuhnya terpotong atau hilang, bagian tersebut dapat dipulihkan. Ini merupakan cara reproduksi aseksual Planaria. 
  • Planaria bersifat hermaprodit, jadi satu individu mampu menghasilkan sperma dan ovum sekaligus.
Planaria sp
Planaria sp

B. Trematoda (Cacing Isap)

Trematoda disebut sebagai cacing isap karena cacing ini memiliki alat pengisap. Alat pengisap terdapat pada mulut di bagian anterior tubuhnya. Fungsi alat isap adalah untuk menempel pada tubuh inangnya. Pada saat menempel cacing ini mengisap makanan berupa jaringan atau cairan tubuh inangnya.Dengan demikian, Trematoda merupakan hewan parasit.

Trematoda dewasa pada umumnya hidup di dalam hati, usus, paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah vertebrata.Trematoda berlindung di dalam tubuh inangnya dengan melapisi permukaan tubuhnya dengan kutikula dan permukaan tubuhnya tidak memiliki silia.Salah satu contoh Trematoda adalah cacing hati (Fasciola hepatica).

Cacing hati memiliki daur hidup yang kompleks karena melibatkan sedikitnya dua jenis inang, yaitu inang utama dan inang sebagai perantara. Daur hidup cacing hati terdiri dari fase seksual dan aseksual.Fase seksual terjadi saat cacing hati dewasa berada di dalam tubuh inang utama. Fase aseksual dengan membelah diri terjadi saat larva berada di dalam tubuh inang perantara.

1. Fasciola hepatica (cacing hati)

Dalam daur hidupnya cacing ini menempati tubuh siput air sebagai inang perantara (hospes intermedier). Cacing ini bersifat hermaprodit.
fasciola hepatica
fasciola hepatica

Daur hidup:
Cacing dewasa bertelur dalam saluran empedu domba/sapi, kemudian telur keluar bersama feses. Jika jatuh di tempat yang sesuai telur akan menetas menjadi larva mirasidium. Selanjutnya mirasidium masuk ke tubuh siput air (Lymnaea sp), berubah menjadi sporokista. Secara paedogenesis dalam sporokista terbentuk redia. Selanjutnya redia tumbuh menjadi serkaria (larva berekor), kemudian serkaria keluar dari tubuh siput, berenang lalu menempel pada tanaman air dan berubah menjadi metaserkaria. Metaserkaria terbungkus dinding tebal membentuk kista. Jika rumput termakan ternak, kista pecah kemudian larva menuju saluran empedu (hati) menjadi cacing dewasa.

Daur hidup dari fasciola hepatica ini sering keluar di ujian nasional, jadi pelajari siklusnya dari gambar berikut ini

Siklus hidup fasciola hepatica
Siklus hidup fasciola hepatica

2. Clonorchis sinensis

Cacing ini parasit pada hati manusia. Memiliki dua inang perantara, yaitu siput dan ikan. Daur hidupnya hampir sama dengan Fasciola hepatica, hanya metaserkaria masuk ke tubuh ikan. Banyak menjangkiti orang yang memiliki kebiasaan makan ikan mentah, seperti di Jepang, Cina, Taiwan, dan Korea.
Clonorchis sinensis
Clonorchis sinensis
telur Clonorchis sinensis
telus Clonorchis sinensis

3. Schistosoma haematobium (cacing darah)

Hidup dalam saluran darah dan dapat menyebabkan anemia.
Schistosoma haematobium
Schistosoma haematobium

4. Paragonimus westermani (cacing paru-paru)

Paragonimus westermani
Paragonimus westermani
Parasit pada paru-paru.

5. Schistosoma japonicum

Cacing ini hidup di dalam pembuluh darah pad saluran pencernaan manusia.Manusia merupakan inang utamanya, namun hewan juga dapat terinfeksi seperti tikus, anjing, babi, dan sapi.Inang perantaranya adalah siput amphibi Oncomelania hupensis.
Schistosoma japonicum
Schistosoma japonicum
Cacing ini menyebabkan penyakit skistosomiasis dengan ciri demam, anemia, disentri, berat badan turun, dan pembengkakan hati.

C. Cestoda

Cestoda merupakan kelompok platyhelminthes yang berbentuk seperti pita dan bersifat parasit. Pada bagian kepala hewan ini terdapat kait yang berfungsi untuk mengaitkan tubuhnya pada usus inang.

Kepala cacing pita disebut skoleks dan bagian di bawah kepala disebut strobilus. Bagian Strobilus berfungsi untuk membentuk progtolid pada hewan ini. Progtolid merupakan bagian tubuh yang akan menjadi individu baru nantinya.

Cestoda terus membentuk progtolid dan semakin ke ujung progtolid tersebut semakin besar dan semakin matang. Selama siklus hidupnya mereka dapat melibatkan lebih dari satu inang. Cacing pita dapat ditularkan ke manusia melalui daging babi atau sapi terinfeksi yang tidak dimasak dengan matang.

Ciri umumnya adalah sebagai berikut

  1. Cestoda disebut sebagai Cacing pita karena anggotanya berupa cacing yang bentuknya pipih panjang seperti pita.
  2. Tubuhnya terdiri dari rangkaian segmen-segmen yang masing-masing disebut Proglottid. Kepala disebut Skoleks dan memiliki alat isap (Sucker) yang memiliki kait (Rostelum) terbuat dari kitin.
  3. Cestoda adalah cacing yang berbentuk pipih seperti pita yang merupakan endoparasit dan dikenal sebagai cacing pita (lihat gambar).
  4. Cacing dewasa hidup dalam usus Vertebrata dan larvanya hidup di jaringan vertebrata dan invetebrata
  5. Semua anggota Cacing kelompok Cestoda memiliki struktur pipih dan tertutup oleh kutikula ( zat lilin)
  6. Kepala (skoleks) dilengkapi dengan lebih dari dua alat pengisap. Sedangkan setiap segmen yang menyusun strobila mengandung alat perkembangbiakan. Makin ke posterior segmen makin melebar dan setiap segmen (proglotid) merupakan satu individu dan bersifat hermafrodit.
  7. Cacing ini biasanya hidup sebagai parasit dalam usus vertebrata dan tanpa alat pencernaan.
  8. Pembentukan segmen (segmentasi) pada cacing pita disebut Strobilasi.
  9. Tubuhnya Cacing pita (Cestoda) memiliki tubuh bentuk pipih, panjang antara 2 – 3m dan terdiri dari bagian kepala (skoleks) dan tubuh (strobila).
Contoh adalah Taenia solium Cacing pita manusia Menyebabkan Taeniasis solium. Pada skoleknya terdapat kait-kait sebagai alat pengisap yang matang menjadi alat reproduksinya. Memiliki hospes perantara Babi

Skoleks pada jenis Cestoda tertentu (Taenia solium ) selain memiliki alat pengisap, juga memiliki kait (rostelum) Rostellum berfungsi untuk melekat pada organ tubuh inangnya. Dibelakang skoleks pada bagian leher terbentuk proglotid.

Setiap proglotid mengandung organ kelamin jantan (testis) dan organ kelamin betina (ovarium). Tiap proglotid dapat terjadi fertilisasi sendiri.dan mempunyai rumah tangga sendiri ( metameri) Makin ke posterior segmen makin melebar dan setiap segmen (proglotid) merupakan satu individu dan bersifat hermafrodit. Proglotid yang dibuahi ( yang matang ) terdapat di bagian posterior / paling bawah tubuh cacing. Proglotid dapat melepaskan diri (strobilasi) dan keluar dari tubuh inang utama bersama dengan tinja.

Contoh spesienya adalah sebagai berikut
  • Taenia saginata (dalam usus manusia) di bawa oleh sapi
  • Taenia solium (dalam usus manusia) dibawa oleh babi
  • Choanotaenia infudibulum (dalam usus ayam)
  • Echinococcus granulosus (dalam usus anjing)
  • Diphyllobothrium latum (menyerang manusia melalui inang katak , ikan, Cyclops Udang udangan)
  • Hymnelopsis nana ( di usus manusia , tikus tanpa inang perantara)
perbedaan Tainata saginata dan Taenia solium
Taenata saginata
Taenata saginata
Choanotaenia infundibulum
Choanotaenia infundibulum
Diphyllobothrium latum
Diphyllobothrium latum

Nah, untuk siklus hidup cacing pita sering keluar di ujian nasional, maka dari itu pelajari gambar berikut ini
siklus hidup cacing pita
siklus hidup cacing pita


Semoga sukses teman pembelajar.. :)

Baca juga materi terkait lainnya mengenai invertebrata


Ini Dia Ciri-Ciri dan Klasifikasi Echinodermata

Echinodermata merupakan salah satu filum yang dari invertebrata yang banyak di jumpai di laut yang merupakan hewan yang memiliki kulit berduri.

Echinodermata berasal dari bahasa Yunani yang artinya Kulit Berduri. Filum Echinodermata, kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut. Echinodermata adalah filum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota yang hidup di air tawar atau darat.
Salah satu echinodrmata
Echinodermata mempunyai kulit berduri, simteri radial dan bergerak lamban dengan bantuan kaki tabung. Dalam ekosistem, Echinodermata berperan sebagai hewan pemakan bangkai.


Sistem Peredaran darah pada echinodermata masih belum jelas, masih ddeskripsikan secara sederhana, yaitu pembuluh darah berawal dari yang mengelilingi mulut, kemudian berjabang pada setiap kaki tabung.

Sistem Pernapasan Echinodermata dilakukan dengan menggunakan insang atau pupula (tonjolan dari rongga tubuh)

Sistem persarafan terdiri dari saraf berbentuk lingkaran (cincin) yang mempersarafi mulut, dan saraf radial seperti tali yang mempersarafi bagian lengan atau kaki tabung.
struktur umum echinodermata
struktur umum echinodermata

Sistem Reproduksi Echinodermata berlangsung secara seksual, yaitu hewan jantan dan betina melepaskan sel gametnya ke air laut, dan proses fertilisasi berlangsung secara eksternal (di dalam air laut).

Echinodermata merupakan hewan yang hidup secara bebas artinya habitat hewan ini dapat dimana saja, bisa di laut pantai sampai laut dalam. Makanan tergantung kepada jenisnya, contoh makannya adalah plankton, atau organime yang mati / membusuk.

Secara umum ciri-ciri Echinodermata adalah sebagai berikut:

  1. Mempunyai sistem ambulakral
  2. Memiliki sistem penceranaan yang sempurna kecuali bintang laut yang tidak memiliki anus.
  3. Tidak memiliki sistem ekskresi.
  4. Tubuh Echinoderamta terdiri dari 3 lapisan dan memiliki rongga tubuh atau disebut triploblastik selomata.
  5. Bentuk tubuh simetri bilateral pada saat masih menjadi larva, dan pada saat dewasa bentuk tubuhnya simetri radial.
  6. Kulit tubuh terdiri dari zat kitin.
  7. Perkembangbiakan terjadi secara seksual

Klasifikasi Echinodermata

Echinodermata dibagi menjadi  lima kelas yaitu Asteiodea, Ophiuroidea, Echinoidea, Holothuroidea, dan Crinoidea

1. Asteroidea

Asteroidea merupakan kelas dari Echinodermata yang tubuh terdiri dari cakram sentral dengan lima lengan dan membentuk segilima, sehingga disebut juga bintang laut. Tubuhnya dapat dibedakan sisi oral (sisi bawah) di mana terdapat mulut dan sisi aboral (sisi atas) di mana terdapat anus. Sisi aboral tertutup oleh duri-duri dan terdapat lubang madreporit.
Struktur Asteroidea
Struktur Asteroidea
Pada permukaan tubuhnya terdapat duri-duri pendek dan tumpul. Duri-duri ini berasal dari endoskeleton. Tubuh Asteroidea yang berbentuk bintang ini berpusat pada cakram pusat.
Contoh: Asterias forbesi, Linckia laevigata. Achantester sp., Linckia sp., dan Pentaceras sp.
Asterias forbesi
Asterias forbesi

Linckia laevigata
Linckia laevigata

Acanthaster ellisii
Acanthaster ellisii

2. Ophiuroidea

Ophiuroidea adalah kelas yang bentuknya menyerupai bintang laut, namun memiliki lengan yang lebih panjang dan lebih kurus dan cakram pusat tubuh yang lebih jelas. Apabila kakinya digerakkan maka pergerakannya menyerupai ular, oleh karena itu Kelas Ophiuroidea juga disebut Bintang Mengular.

Kaki tabungnya tidak memiliki penyedot dan juga bergerak dengan mencambukkan kakinya sehingga kaki ini lebih mudah patah. Ophiuroidea memiliki lengan yang lebih pipih dan fleksibel dibandingkan dengan classis Asteroidea.

Lengan Ophiuroidea apabila putus dapat tumbuh kembali karena memiliki daya regenerasi yang tinggi Kaki / lengan ini juga berfungsi untuk menangkap mangsanya kemudian memasukkannya ke dalam mulut. Beberapa jenis pemakan cacing, moluska, suspensi atau bangkai. Hewan ini tidak memiliki anus dan biasanya hidup di sela bebatuan.

Contoh kelas ophiuroidea : Ophiopholis aculeata dan Ophiothrix flagilis
Ophiopholis aculeata
Ophiopholis aculeata
Ophiothrix flagilis
Ophiothrix flagilis

3. Echinoidea

Echinoidea adalah Echinodermata yang tubuhnya dipenuhi bagian berbentuk seperti duri. Duri dari Echinoidea terbentuk oleh zat kapur. Tubuh Echinoidea memiliki otot yang berfungsi untuk memutar duri tersebut sehingga dapat membuatnya bergerak. Mulut dari hewan ini mempunyai struktur mirip rahang yang membantu dalam memakan mangsa.

Pada umumnya, anggota Echinoidea memiliki bentuk tubuh seperti bola dan ada beberapa yang berbentuk pipih. Classis yang berbentuk bulat, pada bagian permukaan tubuhnya dipenuhi dengan duri-duri yang panjang.

Contoh: yaitu landak laut (Arbacia punctulata) dan bulu babi (Diadema setosum).
Arbacia punctulata
Arbacia punctulata
Diadema setosum
Diadema setosum
Echinarachnius parma
Echinarachnius parma

4. Holothuroidea

Holothuroidea memiliki tubuh lunak berbentuk seperti kantung memanjang. Dalam tubuhnya terdapat papan-papan berkapur. Mulut terdapat di ujung anterior yang dikelilingi oleh tentakel bercabang-cabang, adapun anus terdapat di ujung posterior. Jenis kelamin terpisah yang jantan dan betina, namun ada yang hermaprodit. Larva mentimun laut dapat berenang bebas.

Banyak di antara anggotanya yang berperan besar dalam ekosistem laut, terutama ekosistem litoral pantai berbatu, terumbu karang, perairan dangkal, dan palung laut. Spesies bintang laut Pisaster ochraceus misalnya, menjadi predator utama di ekosistem pantai berbatu di pesisir barat Amerika Utara, spesifiknya mengendalikan populasi tiram biru (Mytilus edulis)sehingga spesies yang lain dapat menghuni pantai tersebut dan bivalvia tersebut tidak mendominansi secara berlebihan.

Contoh lain adalah Acanthaster planci yang memakan polip karang di perairan Indo-Pasifik. Kendati sering dianggap desktruktif, ada beberapa teori yang mengatakan bahwa A. planci sebenarnya adalah predator yang penting untuk ekosistem terumbu karang, sehingga terjadi rekruitmen karang baru yang menggantikan koloni-koloni tua, juga mengurangi tekanan kompetisi antara satu spesies karang dengan yang lain.

Contoh: Holothuria scabra, Cucumaria sp., dan Bohadschia argus.
Holothuria scabra,
Holothuria scabra
Cucumaria piperata
Cucumaria piperata
Bohadschia argus
Bohadschia argus

5. Crinoidea

Crinoidea memiliki bentuk tubuh seperti tumbuhan, hidup melekat di suatu tempat, tapi ada juga yang dapat berpindah tempat. Tubuhnya memiliki semacam akar untuk melekatkan diri pada suatu tempat yang disebut cirri.

Mulutnya terdapat di ujung tubuh, dikelilingi lengan/tentakel. Pemakan plankton yang ditangkap dengan bantuan tentakelnya. Gonade terdapat di ujung lengannya. Hewan ini mengalami fertilisasi internal di mana zigot berkembang dalam tubuh.

Crinoidea disebut juga lili laut yang merupakan classis dari phylum Echinodermata ini memiliki morfologi seperti tumbuhan. Tubuh Crinoidea adalah simetri radial. Hewan Holothuroidea juga memiliki lengan berjumlah lima atau kelipatannya dan terdiri atas cabang-cabang kecil yang disebut pinula. Lili laut hidup pada kedalaman kurang lebih 100 m.

Contoh: Antedon sp (hidup bebas), Metacrinus rotundus (lili laut), Oxycomonthus benefn (bintang laut berbulu)

Antedon sp
Antedon sp
Metacrinus rotundus
Metacrinus rotundus

Baca juga materi terkait lainnya mengenai invertebrata

Ini Dia Ciri-Ciri dan Klasifikasi Mollusca

Invertebrata merupakan hewan yang tak bertulang belakang yang memiliki banyak anggota. salah satu anggotanya adalah hewan yang memiliki tubuh lunak atau yang dikenal dengan nama Mollusca.

Mollusca berasal dari bahasa latin yaitu molluscus yang artinya lunak. Filum Mollusca adalah kelompok hewan invretebrata yang memiliki tubuh lunak. Tubuh lunaknya dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak bercangkang
Mollusca
Tubuh Mollusca secara umum dibagi  menjadi tiga bagian utama yaitu: Kaki, massa viseral, dan mantel.


Kaki merupakan perpanjangan/penjuluran dari bagian Ventral tubuh yang berotot. Kaki berfungsi untuk bergerak. Pada sebagian mollusca kaki telah termodifikasi menjadi tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa.

Massa viseral adalah bagian tubuh yang lunak dari mollusca. Di dalam massa viseral terdapat organ-organ seperti organ pencernaan, ekskresi, dan reproduksi. Massa viseral dilindungi oleh mantel. Mantel Mantel adalah jaringan tebal yang melindungi massa viseral.

Mantel membentuk suatu rongga yang disebut rongga mantel. Di dalam rongga mantel berisi cairan. Cairan tersebut adalah tempat lubang insang, lubang ekskresi dan anus.

Ciri umum dari mollusca adalah:
  1. Memiliki mantel yaitu lipatan kulit yang mengelilingi organ-organ tubuh.
  2. Memiliki radula yaitu mulut dari mollusca mengandung organ seperti lidah, digunakan untuk mengikis makanan.
  3. Tubuh simetri bilateral, triploblastik selomata
  4. Tubuh ditutupi oleh cangkang berkapur. hanya sedikit yang tidak memiliki cangkang
  5. Tubuh tidak beruas, mereka memiliki kepala yang berbeda, kaki otot dan punuk visceral.
  6. Habitat mollusca adalah hewan tanah atau air; mereka mungkin air laut atau segar.
Mollusca bereproduksi secara seksual. Pada umumnya organ reproduksi jantan dan betina pada umumnya terpisah pada individu lain (gonokoris). Namun, ada beberapa yang bersifat Hermaprodit. Fertilisasi dilakukan secara internal ataupun eksternal sehingga menghasilkan telur. Telur tersebut berkembang menjadi larva dan pada akhirnya akan menjadi mollusca dewasa.

Klasifikasi Mollusca

Mollusca berdasarkan struktur tubuhnya dibedakan atas lima kelas yaitu Amphineura,  Gastropoda Scaphopoda Pelecypoda Cephalopoda

A. Polyplacophora

Amphineura merupakan kelas dari Mollusca yang paling banyak ditemukan di pantai.
  • Kaki perut Amphineura melekat pada batu-batu
  • Pada rongga mantelnya terdapat insang. 
  • Di bagian dorsal, tubuhnya ditutupi mantel yang dilengkapi dengan 8 kepingan kapur. 
Polyplacophora diwakili ol eh genus Chiton.  Chiton dapat ditemukan menempel pada bebatuan di tepi pantai pada saat air laut surut. Chiton merupakan hewan pemakan ganggang. Hewan ini menggunakan radula untuk memotong serta mencerna makanannya.
Chiton sp
Chiton sp
struktur tubuh Chiton sp
Struktur tubuh Chiton sp

B. Gastropoda

Gastropoda berasal dari bahasa Yunani yaitu gaster yang berarti perut dan podos yang berarti kaki. Jadi Gastropoda berarti hewan bertubuh lunak yang berjalan dengan menggunakan perutnya

Hewan ini terdapat dalam berbagai habitat, baik di laut, di air tawar, maupun di darat. Gastropoda memiliki sistem pencernaan makanan yang lengkap dan mulut yang dilengkapi struktur gigi yang disebut radula.

Sebagian besar Gastropoda mempunyai sebuah cangkok (rumah) berbentuk kerucut terpilin (spiral). Cangkang ini berfungsi sebagai pelindung dari gangguan pemangsanya. Akan tetapi, ada juga Gastropoda yang tidak bercangkang, contohnya Kimax.

Jenis kelamin Gastropoda adalah hermafrodit. Tetapi tidak pernah terjadi pembuahan sendiri Anggota Gastropoda yang hidup di air bernapas dengan insang dan telurnya dilepas satu-satu atau berkelompok dalam zat semacam gelatin.

Struktur Tubuh Gastropoda

Tubuh larvanya bilateral simetri tetap ada perkembangan selanjutnya tubuh bagian belakang dan alat-alat dalamnya mengalami pembengkokan hampir membentuk lingkaran. Kecuali siput telanjng atau Vaginula, seluruh anggota tubuh Gastropoda terlindung oleh sebuah cangkang berkatup satu, sehingga disebut univalve.

Tubuh siput terdiri atas kepala dan badan. Struktur kepala sudah tampak jelas. Pada bagian ini terdapat dua pasang tentakel dan mulut. Tentekel yang terdapat di kepala tersebut meliputi sepasang tentakel dengan mata (khusus yang hidup di darat) dan sepasang tentakel untuk indra pembau.

Alat peredaran darah siput terdiri atas jantung dan pembuluh darah yang masih sederhana. Jantung terdiri atas serambi dan ventrikel yang terletak dalam rongga parikardial. Peredaran darah merupakan system peredaran darah terbuka.

Alat ekskresinya berupa ginjal yang terdapat di dekat jantung. Ginjal ini memiliki saluran ekskresi yang bermuara pada mantel. System saraf Gastropoda terdiri atas tiga pasang, yaitu ganglion visceral, ganglion pedal, dan ganglion serebral. Di bawah ganglion pedal terdapat sepasang alat keseimbangan atau statosit.

Kebanyakan Gastropoda memiliki cangkang berbentuk kerucut biasanya berulir ke kanan. Di dalam cangkang terdapat organ-organ dalam yang berulir mengikuti cangkang. Cangkang Gastropoda memiliki lapidan penyusun yang sama dengan cangkang Bivalvia.

Contoh anggota dari Gastropoda adalah

  1. Vivipara javanica (kreco) 
  2. Limnaea fuscus
  3. Melania testudinaria (sumpil)
  4. Achantina fulica (bekicot)
  5. Ampularia ampulacea (keong gondang)
  6. Murex siphelinus (cangkok berduri dan hidup di laut)
  7. Vaginula sp. (siput telanjang) 
Lymnaea (Stagnicola) fuscus
Lymnaea (Stagnicola) fuscus
Achantina fulica
Achantina fulica
Vaginula sp
Vaginula sp

C. Scaphopoda

Merupakan kelas dari filum Mollusca, dikenal dengan nama siput gading atau siput gigi. Anggota kelas ini dijumpai di laut. Dentalium vulgare adalah salah satu contoh kelas Scaphopoda. Disebut Dentalium karena bentuk cangkangnya menyerupai gigi-gigi (dentis).

Habitat Scaphopoda

Hidup dan membenamkan diri pada substrat pasir atau lumpur yang bersih di laut dangkal, beberapa spesies terdapat pada kedalaman 1.850 m.  Apabila berjalan di pantai perlu hati-hati karena hewan ini tumbuh di batu atau benda laut lainnya yang berbaris menyerupai taring. cangkangnya yang tajam dapat menusuk telapak kaki dan menyebabkan luka.

Struktur Tubuh Dentalium Sp

Terdiri dari cangkang(shell), kaki(foot), mulut(mouth), rongga mantel, tentakel(kaptakula), lidah(radula).

Terdiri dari kelenjar kelamin(gonad), kelenjar pencernaan(digestive gland), ginjal(kidney), lambung(stomach), anus, ganglion pleural, ganglion serebral, ganglion pedal, gut(usus)

Reproduksi Scaphopoda bereproduksi secara seksual. Fertilisasi dilakukan dengan cara eksternal. Telur dilepaskan secara terpisah dan sesudah stadium larva yang singkat hewan-hewan muda tenggelam di dasar laut.

Respirasi Dentalium vulgare tidak memiliki kepala dan insang oleh karena itu Sistem pernapasannya di bantu oleh mantel. Mantel membentuk rongga mantel yang berisi cairan. Cairan tersebut merupakan lubang insang, lubang ekskresi, dan anus.

System sarafnya berupa tiga pasang simpul saraf (ganglion), yaitu ganglion sarebral, ganglion pleural, dan ganglion pedal. Ketiganya dihubungkan dengan serabut-serabut saraf.

Sistem Pencernaan terdiri atas mulut, kerongkongan yang pendek, lambung, usus, dan anus. Salurannya memanjang dari mulut hingga anus. Pada mulut ditemukan lidah bergerigi atau radula.

Alat ekskresi berupa ginjal yang dinamakan nefridium
Struktur tubuh Schapopoda
Struktur tubuh Schapopoda
Dentalium vulgare
Dentalium vulgare

D. Pelecypoda

Pelecypoda berasal dari kata Yunani, pelekys berarti kapak dan pous atau podos berarti kaki. Pelecypoda adalah binatang yang memilik kaki seperti kapak. Pelecypoda biasa disebut pula Lamelliabranhia yang berasal dari kata lamella yang artinya piring kecil atau daun dan branchian yang berarti insang. Lamellabranchia adalah binatang yang memiliki insang seperti daun.

Struktur Pelecypoda
Struktur Pelecypoda
Bagian-bagian dari pelecypoda adalah sebagai berikut:
  • Paling luar adalah cangkang yang berjumlah sepasang, memiliki fungsi untuk melindungi seluruh tubuh kerang.
  •  Mantel, jaringan khusus, tipis dan kuat sebagai pembungkus seluruh tubuh yang lunak. Pada bagian belakang mantel terdapat dua lubang yang disebut sifon. 
  • Sifon atas berfungsi untuk keluarnya air, sedangkan sifon bawah sebagai tempat masuknya air. Insang, berlapis-lapis dan berjumlah dua pasang. Dalam insang ini banyak mengandung pembuluh darah. 
  • Kaki pipih. Bila akan berjalan kaki dijulurkan ke anterior. 
  • di dalam rongga tubuhnya terdapat berbagai alat dalam seperti saluran pencernaan yang menembus jantung, alat peredarn, dan alat ekskresi (ginjal). 
Contoh:
  1. Asaphis detlorata/remis
  2. Teredo navalis/kerang pengebor kayu
  3. Mytilus edulis/kerang hijau
  4. Meleagrina margaretivera/kerang mutiara
  5. Mytilus viridis/kerang hijau
  6. Anadara granosa /kerang darah
  7. Tridagna gigas /kima
Mytilus edulis
Mytilus edulis
Meleagrina margaretivera
Meleagrina margaretivera
Tridagna gigas
Tridagna gigas

E. Cephalopoda

Cephalopoda berasal dari kata cephalo yang artinya kepala dan podos yang artinya kaki.Cephalopda merupakan kelompok Mollusca yang memiliki kaki dibagian kepala.

Cephalopoda memakan hewan-hewan kecil dan invertebrata lainnya. Di samping itu, semua anggotanya tidak memiliki cangkang, kecuali spesies Nautilus. Pada Cephalopoda, kaki telah berevolusi menjadi lengan yang panjang dekat kepala.

Cephalopoda menggunakan lengannya ini untuk menangkap mangsanya dan memasukkannya ke dalam mulut. Semua Cephalopoda adalah karnivor. Dalam mulutnya, terdapat beberapa pasang struktur seperti gigi yang digunakan untuk menggigit dan merobek mangsanya.

Pada kulit Cephalopoda mengandung kromatofor, yaitu pigmen yang memungkinkan tubuhnya  berubah warna.
struktur Loligo indica
struktur Loligo indica
Pergerakan dari cephalopoda  terjadi kearena hewan Cephalopoda dapat mengisap air masuk kedalam rongga mantel melalui sifon ke luar, dan digunakan sebagai alat pertahanan diri terhadap bahaya yang mengancam. Sebagian besar Cephalopoda organ berupa kantung tinta yang berisi cairan yang berwarna hitam dan dikeluarkan melalui anus.

Ciri umum dari Chepalopoda adalah sebagai berikut:
  1. Tubuh memanjang menurut sumbu dorsalventral. Akibat berenang maju-mundur menjadi anteroposterior. 
  2. Lingkaran tentakel sekitar kepala yang semula ventral menjadi anterior. 
  3. Cangkang di luar atau di dalam atau lenyap. 
  4. Bergerak lambat dengan sirip. Bergerak cepat dengan menyemprotkan air melalui corong (dari rongga mantel), atau dengan tangan-tangan yang melebar (famili vitreledoaellidae).
  5. Pernafasan dengan sepasang insang yang lebar seperti kipas. 
  6. Tidak ada cilia pada filamen karena tidak ada masalah pembuangan sedimen.

  7. Semua cephalopoda bersifat karnivor, mempunyai rahang besar seperti paruh burung untuk mengoyak dan menggigit mangsa.
System saraf pada hewan ini telah berkembang dengan baik dan berpusat pada kepala yang menyerupai otak. Kelenjar kelamin terdapat pada bagian posterior tubuh, dan dapat dibedakan antara jantan dan betina, tetapi adapula yang hermafrodit.

Alat pencernaan pada hewan ini meliputi mulut yang dilengkapi dengan radula, taring berotot, esophagus, lambung, sekum, usus, rectum dan anus. Hewan ini juga memiliki kelenjar ludah yang bermuara pada faring, hati dan pancreas yang berhubungan dengan lambung.

System respirasi dilakukan oleh sepasang insang yang berbentuk bulu unggas di bagian kanan dan kiri ruang mantel pada bagian ventral.

System ekskresi pada hewan ini juga sudah berkembang dengan baik. Hewan ini memiliki sepasang ginjal yang ada di dekat pancreas dan hati. Sisa hasil metabolism akan diolah di dalam ginjal dan dikeluarkan dari tubuh melalui anus

Contoh:
Loligo indica (cumi), Octopus vulgaris (gurita), Sephia sp. (ikan sotong), Nautilus sp.
Nautilus sp.
Nautilus sp.
Octopus vulgaris
Octopus vulgaris
Sephia sp
Sephia sp
Loligo indica
Loligo indica

Baca juga materi terkait lainnya mengenai invertebrata

Mengenai Saya