Organ-Organ Saluran Sistem Pencernaan dan Fungsinya

1. Mulut/ oral cavity

Di rongga mulut terdapat gigi (gerigi) yang berfungsi untuk menyobek, mengunyah zat-zat makanan secara mekanis sehingga menjadi zat-zat yang lebih kecil dan memudahkan bekerjanya enzim pencernaan.
beberapa kelenjar yang ada di mulut
beberapa kelenjar yang ada di mulut
Di rongga mulut terdapat bibir, lidah dan palatum (langit-langit) untuk membantu penguyahan zat makanan, dan penelanan zat makanan. Di rongga mulut terdapat muara kelenjar air liur (saliva) yang mengandung enzim ptyalin (amilase)

2. Faring (Pharynx)

Merupakan persilangan antara saluran makanan dan saluran udara. Epiglotis berperan sebagai pengatur (klep) kedua saluran tersebut. Pada saat menelan makanan saluran udara ditutup oleh epiglotis dan sebaliknya jika sedang menghirup nafas.
Faring dan bagian-bagian lainnya
Faring dan bagian-bagian lainnya

3. Esofagus (kerongkongan)

Sebagai saluran panjang berotot (muskuler) yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung. Pada batas antara esophagus dengan lambung terdapat sphincter esophagii yang berfungsi mengatur agar makanan yang sudah masuk ke dalam lambung tidak kembali ke esophagus.

4. Gastrium (lambung)

Di lambung, makanan ditampung, disimpan, dan dicampur dengan asam lambung, lendir dan pepsin. Mukosa lambung banyak mengandung kelenjar 3 pencernaan. Kelenjar pada bagian pilorika dan kardiaka menghasilkan lendir. Kelenjar pada fundus terdapat sel parietal (oxyntic cell) menghasilkan HCl, dan chief cell menghasilkan pepsinogen. 
Bagian-bagian lambung
Bagian-bagian lambung

Proses digesti di lambung meliputi:


  1. Pencernaan pada lambung sebatas pada protein, sangat sedikit lemak, dan karbohidrat. Absorpsi zat-zat tertentu seperti; alkohol, obat-obatan.
  2. Makanan setelah melewati lambung menjadi dalam bentuk bubur makanan (chyme). Dengan mekanisme dorongan dari otot lambung chyme menuju ke usus dua belas jari (duodenum).

5. Intestinum tenue (usus halus)

Usus halus dibedakan menjadi 3 bagian: duodenum, jejunum, dan ileum.

A. Duodenum

Pada duodenum terdapat muara dari duktus koledokus dan duktus pankreatikus. Cairan empedu dari kantung empedu dikeluarkan lewat duktus koledokus. Cairan pankreas lewat duktus pankreatikus.

Cairan pancreas mengandung enzim lipase, amylase, trypsinogen dan chemotrypsinogen. Lipase untuk memecah lemak (setelah diemulsifikasikan oleh empedu) menjadi asam lemak dan gliserol. Amylase untuk memecah amilum menjadi sakarida sederhana.
Duodenum dan pankreas
Duodenum dan pankreas

B. Jejunum

Jejunum merupakan tempat absorpsi zat-zat makanan. Proses penyerapan (absorpsi) zat-zat makanan meliputi; difusi, osmosis, dan transpor aktif.

  1. Monosakrida dan asam amino melalui mekanisme difusi fasilitasi.
  2. Asam lemak melalui mekanisme difusi biasa.
  3. Vitamin melalui mekanisme difusi biasa.
  4. Air melalui mekanisme difusi dan osmose.
  5. Elektrolit dan mineral melalui mekanisme difusi, dan transport aktif.

C. Ileum

Absorpsi melalui villi usus.

6. Intestinum crassum (usus besar)

Usus besar terdiri atas caecum dan colon. Caecum berupa kantung. 4 kantung dengan pita (taenia) dan haustra. Colon dapat dibedakan menjadi colon ascenden (naik), transversal (mendatar), descenden (turun).

Usus besar merupakan tempat untuk absorpsi air dan mineral yang tidak terserap di usus halus. Pencernaan secara mikrobiotis oleh bakteri komensal (E. coli), menghasilkan gas, dan sintesis vit. K.

7. Rektum

Rektum merupakan kantung yang berfungsi menampung feses. Setelah penuh terjadi perangsangan karena ekstensi (peregangan) dinding rectum sehingga timbul keinginan untuk berak (defikasi).

8. Anus

Anus merupakan katup muskuler (spinchter ani) berfungsi mengatur pengeluaran tinja. Kelainan saluran pencernaan:

  1. Diare, karena adanya rangsangan yang berlebihan sehingga motilitas usus meningkat.
  2. Konstipasi, karrena defekasi yang tidak teratur dan sulit.

Fungsi Umum Sistem Pencernaan Makanan

Sistem pencernaan secara umum dapat digambarkan sebagai suatu struktur memanjang, berkelok-kelok yang diawali oleh suatu lubang, disebut mulut dimana makanan mulai dimasukkan dan lubang akhir disebut anus, tempat sisa yang tidak tercerna itu dibuang.

Fungsi umum sistem pencernaan yaitu:


  1. Memasukkan makanan kedalam saluran pencernaan
  2. Menyimpan makanan untuk sementara
  3. Mencerna secara fisik
  4. Mencerna secara kimiawi
  5. Mengabsorbsi hasil pencernaan
  6. Menyimpan sementara makanan yang telah tercerna, untuk kemudian mengeluarkannya.

Tahap-tahap pencernaan makanan secara fisiologis yaitu:


  1. Pengambilan makanan (ingesti)
  2. Pencernaan (digesti)
  3. Penyerapan (absorbsi)
  4. Pembuangan sisa makanan (defekasi)

Makanan yang dimasukkan ke dalam mulut dengan bantuan gigi dan rahang, lidah, kaki depan, bibir, paruh, serta pharink pengisap. Organ pokok yang berfungsi menyimpan makanan untuk sementara adalah ventriculus, ingluvies, dan kantong pipi.


Pemecahan makanan melalui fisik dilakukan dengan cara:


  1. Mengunyah, memarut, atau menggiling makanan oleh gigi, ventriculus.
  2. Mencampur makanan oleh gerakan peristaltik, antiperistaltik, segmentasi ada intervenium dan ventriculus.
  3. Melembabkan, melunakkan, dan melarutkan makanan dengan bantuan cairan mulut, lambung, intestinum.
  4. Emulsifikasi lemak untuk sekresi hepar.

Pemecahan makanan secara kimia dilakukan terutama didalam ventriculus dan intestinum oleh enzim-enzim yang dihasilkan di dalam kedua organ tersebut dan di dalam pancreas.

Untuk absorbsi hasil akhir pencernaan diperlukan permukaan yang luas untuk kontak antara sari makanan dan ephitelium intestinum, tugas ini dilakukan oleh intestinum yang paling panjang, lipatan lipatan di dalam intestinum dan villi intestinumyang panjang, lipatan-lipatan di dalam dinding intestinum di dalam dinding intestinum dan villi intestinum.
sistem pencernaan pada manusia
sistem pencernaan pada manusia

Ontogeni

Proses ontogeni sistem pencernaan dimulai saat fase gastrulasi, yaitu fase tentuknya 3 lapis benih. Lapisan endoderm, yang terletak paling dalam dan dua san lain, adalah cikal bakal terbentuknya organ-organ pencennaan. Pada tahap ibrional, endoderm berkembang membentuk suatu tabung panjang yang pada satu ungnya membentuk mulut dan ujung yang lain membentuk anus.

Pada Vertebrata, saluran pencernaan ini hanyalah berbentuk tabung lurus, namun segera melakukan lipatan lipatan, putaran kumparan dan pertunasan (diverticulum) untuk membentuk kompleks organ. Divertikulum yang tumbuh dan saluran antara lain adalah hepar, kantung empedu, dan pankreas, yang terletak pada bagian tengah saluran pencernaan.

Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Otot

Berdasarkan strukturnya dibagi menjadi 3 yaitu :

1. Otot Polos

Otot polos terdiri dari sel-sel otot polos. Sel otot ini bentuknya seperti gelendongan, dibagian tengan terbesar dan kedua ujungnya meruncing. Otot polos memilki serat yang arahnya searah panjang sel tersebut miofibril. Serat miofilamen dan masing-masing mifilamen teridri dari protein otot yaitu aktin dan miosin. Otot polos bergerak secara teratur, dan tidak cepat lelah.

otot polos
otot polos
Walaupun tidur. otot masih mampu bekerja. Otot polos terdapat pada alat-alat dinding tubuh dalam, misalnya pada dinding usus, dinding pembuluh darah, pembuluh limfe, dinding saluran pencernaan, takea, cabang tenggorok, pada muskulus siliaris mata, otot polos dalam kulit, saluran kelamin dan saluran ekskresi (Ville,1984).


Cara kerja otot polos

Untuk lebih jelasnya penjelasan lebih rinci mengenai kontraksi dan releksasi otot polos  dapat di pelajari di artikel ini mekanisme kontraksi otot polos

Bila otot polos berkontraksi, maka bagian tengahnya membesar dan otot menjadi pendek. Kerutan itu terjadi lambat, bila otot itu mendapat suatu rangsang, maka reaksi terhadap berasal dari susunan saraf tak sadar (otot involunter), oleh karena itu otot polos tidak berada di bawah kehendak. Jadi bekerja di luar kesadaran kita.



2. Otot lurik

Sel-sel otot lurik berbentuk silindris atau seperti tabung dan berinti banyak, letaknya di pinggir, panjangnya 2,5 cm dan diameternya 50 mikron. Sel otot lurik ujungnya sel nya tidak menunjukkan batas yang jelas dan miofibril tidak homogen akibatnya tampak serat-serat lintang. Otot lurik di bedakan menjadi 3 macam, yaitu : otot rangka, otot lurik, dan otot lingkar.

Otot-otot rangka mempunyai hubungan dengan tulang dan berfungsi menggerakkan tulang. Otot ini bila di lihat di bawah mikroskop, maka tampak susunannya serabut-serabut panjang yang mengandung banyak inti sel, dan tampak adanya garis-garis terang di selingi gelap yang melintang (Ville,1984).

Otot-otot kulit seperti yang terdapat pada roman muka termasuk otot-otot lurik berada di bawah kehendak kita. Perlekatannya pda tulang dan kulit, tetapi ada juga terdapat dalam kulit seluruhnya. Otot-otot yang merupakan lingkaran di sebuah otot lingkaran, misalnya otot
yang mengelilingi mulut dan mata.
otot lurik
otot lurik
Otot yang berperan dalam melakukan suatu gerakan adalah otot rangka, salah satu ujung otot rangka melekat pada bagian tidak bergerak (origo) dan ujung lain yang melekat pada bagian yang bergerak (insersio). Untuk melekat pada rangka otot menggunakan tendo atau aponeurosis. Otot berhubungan dengan tulang melalui jaringan ikat padat yang disebut tendon, missal otot biceps dan triceps. Bagian tengah otot (badan otot) disebut Belly. Tendon pada pangkal tidak menggerakkan tulang (bersifat origo) dan pada ujung menggerakkan tulang (bersifat insersio).

Cara kerja otot lurik

Bila otot lurik berkontraksi, maka menjadi pendek dan setiap serabut turut dengan berkontraksi. Otot-otot jeis ini hanya berkontraksi jika di rangsangan oleh rangsangan daraf sadar (otot valunter). Kerja otot lurik adalah bersifat sadar, karena itu disebut otot sadar, artinya bekerja menurut kemauan, karena itu di sebut otot sadar, artinya bekerja menurut kemauan atau perintah otak. Reaksi kerja otot lurik terhadap perangsang cepat tapi tidak tahan kelelahan.

3. Otot jantung

Otot jantung merupakan otot “istimewa”. Otot ini bentuknya seperti otot lurik perbedaanya ialah bahwa serabutnya bercabang dan bersambung satu sama lain. Berciri merah khas dan tidak dapat dikendalikan kemauan. Kontraksi tidak di pengaruhi saraf, fungsi saraf hanya untuk percepat atau memperlambat kontraksi karena itu disebut otot tak sadar.

Otot jantung di temukan hanya pada jangtung (kor), mempunyai kemampuan khusus untuk mengadakan kontraksi otomatis dan gerakan tanpa tergantung pada ada tidaknya rangsangan saraf. Cara kerja otot jantung ini disebut miogenik yang membedakannya dengan neurogonik (Ville,1984).

mekanisme kontraksi otot jantung bisa dpelajari diartikel ini mekanisme kontraksi otot jantung


Baca Artikel Terkait Lainnya

  1. Pengertian Otot, Karakteristik, dan Fungsi Otot 
  2. Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Otot 
  3. Sistem Muskularis Pada Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung) 
  4. Sistem Muskularis Pada Amfibi 
  5. Jenis-Jenis Otot Pada Reptil / Sistem Muskularis Pada Reptil 
  6. Jenis-Jenis Otot Pada Aves / Sistem Muskularis Pada Aves


Pengertian Otot, Karakteristik, dan Fungsi Otot

Pengertian Otot

Otot adalah efektor yang berfungsi untuk pergerakan. Otot merupakan salah satu dari 4 jenis jaringan, dan jaringan otot dikombinasikan dengan saraf, pembuluh darah, dan jaringan penghubung lainnya. Jaringan Otot sangatlah kompleks.

Pengertian Otoot, Karakteristik, dan Fungsi Otot
Pengertian Otoot, Karakteristik, dan Fungsi Otot
Otot merupakan suatu organ/alat penting bagi organisme. Gerak sel terjadi karena sitoplasma merubah bentuk. Pada sel-sel sitoplasma ini merupakan benang-benang halus yang panjang disebut miofibril. Kalau sel otot yang mendapatkan rangsangan maka miofibril akan memendek, dengan kata lain sel otot akan memendekkan dirinya kearah tertentu.


Otot merupakan jaringan pada tubuh manusia dan hewan yang bercirikan mampu berkontraksi, aktivitas biasanya dipengaruhi oleh stimulus dari sistem saraf. Unit dasar dari seluruh jenis otot adalah miofibril yaitu struktur filamen yang berukuran sangat kecil yang tersusun dari protein kompleks, yaitu filamen aktin dan miosin. Pada saat berkontraksi, filamen-filamen tersebut saling bertautan yang mendapatkan energi dari mitokondria di sekitar miofibil.

Karakteristik Jaringan Otot

1. Excitability

Yaitu kemampuan untuk menerima dan menanggapi rangsangan.
  • Pada otot rangka, stimulus adalah neurotransmitter (sinyal kimia) yg dikirim oleh neuron (sel saraf). Pada otot polos, stimulus bisa menjadi neurotransmitter, hormon dan pereganga.
  • Pada otot jantung, rangsangan bisa menjadi neurotransmitter, hormon, atau peregangan.
Respon adalah generasi dari sebuah impuls listrik yang bergerak sepanjang membran plasma sel otot.

2. Contractility

Yaitu kemampuan otot untuk memendek dan lebih pendek dari ukuran semula, hal ini terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan.

3. Extensibility

Yaitu kemampuan otot untuk memanjang dan lebih panjang dari ukuran semula

4. Elasticity

Yaitu kemampuan otot untuk kembali ke bentuk semula

Fungsi Otot

1. Sebagai Alat Gerak

  • Gerakan bagian tubuh dan lingkungan
  • Gerakan darah melalui jantung dan pembuluh peredaran darah
  • Gerakan getah bening melalui pembuluh limfatik
  • Gerakan makanan (dan, kemudian, limbah makanan) melalui saluran pencernaan
  • Gerakan keluar empedu dari kandung empedu dan masuk ke saluran pencernaan
  • Gerakan air seni melalui saluran kemih
  • Gerakan semen melalui saluran reproduksi laki-laki dan saluran reproduksi wanita
  • Gerakan bayi yang baru lahir melalui jalan lahir

2. Pemeliharaan postur

Kontraksi otot terus-menerus memungkinkan kita untuk tetap tegak. Otot-otot leher adalah penjaga kepala agar tetap dalam posisi tegak. Ketika berdiri, otot kaki membuat badan menapak pada dua kaki.

3. Thermogenesis

Generasi panas. Terjadi melalui menggigil - suatu kontraksi spontan dari otot rangka.

4. Stabilisasi sendi

Otot menjaga tendon yang melintasi sendi bagus dan tegang. Ini melakukan pekerjaan yang indah menjaga integritas bersama.

Baca Artikel Terkait Lainnya

  1. Pengertian Otot, Karakteristik, dan Fungsi Otot 
  2. Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Otot 
  3. Sistem Muskularis Pada Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung) 
  4. Sistem Muskularis Pada Amfibi 
  5. Jenis-Jenis Otot Pada Reptil / Sistem Muskularis Pada Reptil 
  6. Jenis-Jenis Otot Pada Aves / Sistem Muskularis Pada Aves

Jenis-Jenis Rangka Apendikular Bagian Ekstremitas Bawah

Ekstremitas bawah

Ekstremitas bawah terdiri dari tulang koksa,pelvis, femur, tibia, fibula, tarsal, metatarsal, dan tulang-tulang phalangs.

1. Pelvis

Pelvis terdiri atas sepasang tulang panggul (hip bone) yang merupakan tulang pipih,penghubung antara badan dan anggota bawah,yaitu tulang sakrum dan koksigis yang bersendi satu dengan lainnya pada semfisis pubis. Bagian pelvis antara lain pelvis mayor dan pelvis minor,di batasi olehlinea terminalis.

2. Tulang koksa

Merupakan tulang pangkal paha yang berperan membentuk gelang panggul. Letaknya di setiap sisi depan bersatu dengan simfisis pubis dan membentuk sebagian besar tulang pelvis.

Terdiri dari :
A. Tulang usus(ilium),berjumlah 2 buah kiri dan kanan,berbentuk lebar dan gepeng serta melengkukng menghadap ke perut. Bagian melekuk disebut tibia iliaka,bagian tepi disebut krista iliaka dan bagian menonjol di sebut spina iliaka. Pada tulang ilium ini terdapat sebuah lobang mangkok sendi paha (asetabulum).

B. Tulang duduk (iski),berbentuk setengah lingkaran menghadap ke atas mempunyai tonjolan yang mampu bertumpu (tuber iskiadium).

C. Rongga panggul,merupakan rongga yang terbentuk oleh sambungan antar tulang panggul. Pada rongga ini terdapat alat kandungan dan organ vesikal urinia.

D. Foramen obturatum, merupakan foramen besar berbentuk lonjong di bawah asetabulumn dan dibatasi oleh tulang pubis dan tulang iski. Lubangnya berisi membran dan pada bagian atas adanya pembuluh darah dan saraf obturatum.

3. Femur

Merupakan tulang pipa terbesar dan terpanjang berhubungan dengan asetabulum membentuk kepala sendi yang disebut kaput femoris yang disebelah atas dan bawah terdapat taju (trokanter mayor dan trokanter minor).

Di bagian ujung membentuk persendian lutut terdapat dua buah tonjolan (kondilus medialis dan kondilus lateralis). Di antara 2 lekukan ini terdapat tempat letaknya tulang tempurung lutut (fosa kondilus).

Tulang tibialis dan fibularis merupakan tulang yang membentuk persendian lutut dengan femur. Tulang tibia bentuknya lebih kecil dan pada bagian pangkal melekat tulang fibula. Pada bagian ujung membentuk persendian dengan pangkal kaki dan terdapat taju (maleolus medialis).

4. Tarsal

Tarsal merupakan 7 tulang yang membentuk artikulasi dengan fibula dan tibia di proksimal dan dengan metatarsal di distal. Terdapat 5 tulang tarsal, yaitu calcaneus, talus, cuboid, navicular, dan cuneiform. Calcaneus berperan sebagai tulang penyanggah berdiri.

5. Metatarsal

Metatarsal merupakan 5 tulang yang pendek,berhubungan dengan tarsus dan falangus dengan perantara persendian.

6. Phalangs

Phalangs merupakan tulang jari-jari kaki. Terdapat 2 tulang phalangs di ibu jari dan 3 phalangs di masing-masing jari sisanya. Karena tidak ada sendi pelana di ibu jari kaki, menyebabkan jari tersebut tidak sefleksibel ibu jari tangan.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut ini
rangka apendikular bawah
rangka apendikular bawah

Baca Juga materi terkait lainnya


Jenis Jenis Rangka Apendikular Bagian Ekstremitas Atas

Ekstremitas atas

Ekstremitas atas terdiri atas tulang skapula, klavikula, humerus, radius, ulna, karpal, metakarpal, dan tulang-tulang phalangs.

1. Skapula

Skapula merupakan tulang yang terletak di sebelah posterior tulang kostal dan berbentuk pipih seperti segitiga. Skapula memiliki beberapa proyeksi (spina, korakoid) yang melekatkan beberapa otot yang berfungsi menggerakkan lengan atas dan lengan bawah. Sebelah atas memiliki bagian spina skapula.

Sebelah atas spina skapula membentuk lekukan yang terdiri dari fos supraskapula dan fosa ifraskapula. Ujung dari spina skapula membentuk taju (akromion) yang berhubungan dengan persendian klavikula. Sebelah dalam akromion terdapat taju (prosesus korakoid) yang di sebelah bawahnya terdapat lekukan kepala sendi yang disebut kavum glenoid.

2. Klavikula

Berbentuk panjang,sedikit bengkok menyerupai huruf S. Terdiri dari Ekstremitas sternalis,bagian yang berhubungan dengan sternum dan ekstremitas akrominalis,bagian yang berhubungan dengan akromion.

3. Humerus

Humerus merupakan tulang panjang pada lengan atas,bagian berhubungan dengan bahu membentuk bulatan bundar yang disebut kaput humeri. Di sebelah kaput humeri terdapat lekukan (kolumna humeri),bagian bawah terdapat taju dan memiliki lekukan fosa koronoid (bagian depan) dan fosa olekrani (bagian belakang).

4. Ulna

Merupakan tulang bawah yang sejajar dengan jari kelingking arah ke siku yang memilki taju (prosesus olekrani),yang berguna untuk melekat otot dan menjaga agar siku tidak membengkok ke belakang.

5. Radius

Radius merupakan tulang lengan bawah,lateral,sejajar dengan ibu jari. Memiliki dataran sendi berbentuk buntal,memungkinkan lengan bawah dapat berputar atau telungkup.

6. Karpal

Merupakan tulang pergelangan tangan terdiri dari 8 tulang tersusun dua baris :
  • Bagian proksimal : tulang navikular (berbentuk kepala),tulang lunatum (berbentuk bulan sabit),tulang triquetrum (berbentuk segitiga),tulang fisiformis (berbentuk kacang).
  • Bagian distal : tulang multangulum mavus (tulang besar bersegi banyak),tulang multangulum minus (tulang kecil bersegi banyak),tulang kapitatum (tulang berkepala),tulang harnatum (tulang berkait).

7. Metakarpal

Metakarpal terdiri dari 5 tulang yang terdapat di pergelangan tangan dan bagian proksimalnya berartikulasi dengan bagian distal tulang-tulang karpal. Persendian yang dihasilkan oleh tulang karpal dan metakarpal membuat tangan menjadi sangat fleksibel.

Pada ibu jari, sendi pelana yang terdapat antara tulang karpal dan metakarpal memungkinkan ibu jari tersebut melakukan gerakan seperti menyilang telapak tangan dan memungkinkan menjepit/menggenggam sesuatu. Khusus di tulang metakarpal jari 1 (ibu jari) dan 2 (jari telunjuk) terdapat tulang sesamoid.

8. Tulang-tulang phalangs

Terdiri dari tulang pipa pendek sebanyak 14 buah dibentuk dalam bagian 5 tulang yang berhubungan dengan metacarpalia perantara persendian.

Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut ini
rangka apendikular ekstremitas superior
rangka apendikular ekstremitas superior

Baca Juga materi terkait lainnya

Jenis-Jenis Rangka Aksial Bagian Columna Vertebra/Ruas tulang Belakang dan Sternum

A. Columna vertebra

Bagian-bagian ruas tulang belakang :
  1. Badan ruas,terletak di depan berbentuk tebal dan kuat
  2. Lengkung ruas,terdiri dari :
    1. Prosesus spinosus,terdapat di tengah lengkung ruas,menonjol ke belakang
    2. Prosesus transversum,terdapat di smping kiri dan kanan lengkung ruas
    3. Prosesus artikulasi,membentuk persendian antar tulang belakang.

Pembagian tulang belakang :

1. Pada vertebra segmen servikal

Terdiri dari 7 ruas tulang, korpus berukuran relatif lebih kecil dibandingkan segmen torakal dan lumbar. Pada prosesus transversus terdapat foramen (lubang) transversus, yang fungsinya untuk melewatkan arteri vertebralis.

Artikulasi antara satu vertebra servikal dengan vertebra servikal lainnya (melalui sendi apophyseal) membentuk sudut sekitar 45 derajat. Khusus untuk segmen C1 (atlas), terdapat facies artikulasi untuk dens axis (C2) serta facies artikulasi yang agak besar untuk perlekatan dengan oksipital. Sedangkan pada segmen C2 (axis), terdapat dens axis yang akan berartikulasi dengan atlas (C1).

2. Pada vertebra segmen torakal

Terdiri dari 12 ruas tulang, korpus berukuran relatif lebih besar dibandingkan segmen servikal namun lebih kecil dibandingkan dengan segmen lumbar. Khas pada vertebra segmen torakal adalah adanya facies untuk artikulasi dengan tulang iga (kostal). Facies ini ada yang terletak di prosesus transversus dan ada yang terletak di prosesus spinosa.

bagian bagian columa vertebra/ruas-ruas tulang belakang
bagian bagian columa vertebra/ruas-ruas tulang belakang

3. Pada vertebra segmen lumbar

Terdiri dari 5 ruas tulang, korpus berukuran relatif lebih besar dibandingkan dengan korpus pada segmen servikal dan torakal. Tju duru agak pick dan bagian ruas ke lima menonjol yang di sebut promontorium.

4. Pada vertebra segmen sakral

Terdiri dari 5 ruas, terdapat lubang kecil 5 buah yang di sebut foramen sakrlis. Pada vertebra segmen koksigeal, terdiri atas 4segmen koksigeal individual yang terhubung dengan vertebra segmen sakralis.

B. Sternum

Toraks merupakan rangka yang menutupi dada dan melindungi organ-organ penting di dalamnya. Terdiri dari :

1. Tulang dada

  • Manubrium sterni,bagian yang membentuk persendian dengan klavikula dan tulang iga
  • Corpus sterni,bagian yang membentuk persendian dengan tulang iga
  • Prosesus xifoid,ujung tulang dada.

2. Tulang iga

  • Costa vera : 7 pasang,berhubungan langsung dengan tulang dada
  • Costa spuria : 3 pasang,nersambungan dengan costa vera ruas ke 7
  • Costa fluitantes : 2 pasang,tidak berhubungan dengan tulang dada

tulang dada dan tulang rusuk
tulang dada dan tulang rusuk

Baca Juga materi terkait lainnya

Jenis-jenis Rangka Aksial Bagian Cranium/Tulang Tengkorak

Cranium

Tengkorak otak terdiri dari tulang-tulang yang dihubungkan oleh tulang bergerigi (sutura). Bagian-bagiannya terdiri dari :

A. Kubah Tengkorak

  • Tulang frontal,terletak di dahi (bagian depan kepala)
  • Tulang padetal,terletk di ubun (di tengah kepala)
  • Tulang oksipital,terlatak dibagian belakang dan memiliki sebuah lubang sebagai muara pangkal tulang belakang (foramen magnum).

B. Dasar tengkorak

1. Tulang sphenoid 
Tulang sphenoid merupakan tulang yang terdapat juga sella turcica (yang melindungi kelenjar hipofisis) dan sinus sphenoid (suatu sinus yang membuka ke rongga hidung). Berbentuk seperti kupu-kupu yang melindungi 3 pasang sayap.

2. Tulang ethmoid
Tulang ethmoid merupakan tulang yang berada di belakang tulang nasal dan lakrimal yang terdiri dari tulang tipis yang tegak dan mendatar,yang mana memiliki lubang-lubang kecil sehingga tulang ini disebut juga tulang lempeng tapis yang berfungsi sebagai alat lalunya saraf penciuman ke hidung,sementara bagian yang tegak membentuk rongga hidung.

3. Samping tengkorak
Terdiri dari tulang pelipis,sebagian tulang dahi,tulang ubun-ubun dan tulang baji.
Tulang pelipis memiliki bagian :
  • Tulang sqamosa,membentuk rongga telinga tengah dan dalam
  • Tulang petrosum yang menjorok ke bagian tulang pipi dan memiliki taju (prosesus stiloid)
4. Bagian mastiod
Bagian mastiod terdiri dari tulng yang memiliki lubang halus berisi udara serta taju berbentuk puting susu (prosesus mastoid).

5. Tulang lakrimal
Tulang lakrimal tulang mata yang terletak sebelah kiri-kanan pangkal hidung di sudut mata

6. Tulang nasal 
Tulang nasal merupakan tulang yang membentuk jembatan pada hidung dan berbatasan dengan tulang maksila.

7. Tulang konka nasal
Tulang konka nasal tulang karang hidung yang terletk di bagian dalam yang bentuknya berlipat-lipat.

8. Septum nasi
Septum nasi sekat rongga hidung yang merupakan saluran tulang tapis yang tegak

Struktur dan bagian bagian tulang cranium
Struktur dan bagian bagian tulang cranium

C. Bagian Rahang

1. Tulang maksilar
Tulang maksilar terdiri dari tulang bagian kiri dan kanan yang bersatu membentuk sebuah lubang udara besar yang berhubungan dengan rongga hidung. Dibaeah tulang ini terdapat prosesus alveolaris tempat melekatnya urat gigi.

2. Tulang zigomatikum
Tulang zigomatikum  merupakan tulang pipi, yang berartikulasi dengan tulang frontal, temporal dan maksila.

3. Tulang palatum merupakan tulang langit-langit

4. Tulang mandibularis
Tulang mandibularis tulang kiri dan kanan bersatu dipertengahn dagu. Bagian depn membentuk prosesus korakoid,tempat melekatnya otot kunyah dan kondilus membentuk persendin tulang pipi.

5. Tulang hioid 
Tulang hioid yaitu tulang penggerak lidah yang terletak di pangkal leher,di antara otot-otot leher.

Struktur dan bagian bagian tulang cranium
Struktur dan bagian bagian tulang cranium


Baca Juga materi terkait lainnya

Proses Pembentukan Sendi, Jenis-Jenis Persendian dan Hubungan Antar Tulang Diartrosis

Masing-masing tulang rangka saling berhubungan satu dengan lainnya baik secara kontinue maupun diskontinue membentuk persendian. Jadi persendian (articulatio) adalah hubungan antara dua atau lebih tulang tanpa mengingat sifat hubungan tersebut dapat atau tidak dapat bergerak secara langsung atau tidak langsung.
struktur persendian
struktur persendian

A. Proses Pembentukan Persendian

Mula-mula kartilago didaerah sendi membengkak, kedua ujungnya akan diliputi oleh jaringan pengikat, jaringan serabut, tetap menjaga agar kedua ujung kartilago tersebut tidak tercerai. Sesudah kedua kartilago terisi sel-sel tulang maka keduannya diselaputi membran sinovial (selaput sendi) yang giat menghasilkan minyak sinovial sebagai pelumas.


Hubungan antar tulang disebut artikulasi. Untuk dapat bergerak dibutuhkan struktur khusus yang terdapat pada artikulasi, Struktur khusus tersebut dinamakan sendi.terbentuknya sendi dimulai dari kartilago didaerah sendi.

Terbentuknya sendi dimulai dari kartilago didaerah sendi. Mula – mula kartilago akan membesar lalu kedua ujungnya akan diliputi jaringan ikat. Kemudian kedua ujung kartilago akan membentuk sel–sel tulang , keduanya diselaputi oleh selaput sendi (membrane sinoval) yang liat dan menghasilkan minyak pelumas tulang yang disebut sinoval.

Jenis-Jenis Persendian

1. Sinartrosis

Sinartrosis adalah hubungan antar tulang yang tidak memiliki celah sendi, hubungan antar tukang ini dihubungkan dengan erat oleh jaringan serabut sehingga sam sekali tidak bisa digerakkan.

a. Sinartrosis Sinkondrosis
Pada persendian ini penghubungnya adalah tulang rawan. Misalnya adalah hubungan antara tulang rusuk dan ruas tulang dada, hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.
sinkondrosis
sinkondrosis

b.Sinartrosis Sinfibrosis
Pada persendian ini penghubungnya adalah serabut jaringan ikat. Misalnya adalah hubungan antar tulang tengkorak (sutura).
sinfibrosis
sinfibrosis

2. Amfiartrosis

Amfiartrosis adalah sendi yang dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan untuk sedikit gerakan. Dibagi menjadi dua, yaitu simfisis dan sindesmosis. Pada simfisis sendi dihubungkan oleh kartilago serabut yang pipih, contohnya pada sendi antar tulang belakang , dan pada tulang kemaluan. Pada sindesmosis , sendi dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligament . contohnya sendi anatar tulang betis dan tulang kering.
amfiartosis pada sendi tulang belakang
amfiartosis pada sendi tulang belakang

syndesmosis
syndesmosis

3. Diartosis

Adalah hubungan antar tulang yang kedua ujungnya tidak dihubungka oleh jaringan sehingga tulang dapat digerakkan , disebut juga sendi.
Diartosis disebut juga hubungan synovial yang dicirikan dengan keleluasaan bergerak dan fleksibel.

Diatrosis dicirikan sebagai berikut:

  1. Permukaan sendi dibalut oleh selaput atau kapsul jaringan ikat fibrous,
  2. Bagian dalam kapsul dibatasi oleh membrane jaringan ikat yang disebut membrane synovial yang menghasilkan cairan pelumas untuk mengurangi gesekan,
  3. Kapsul fibrousnya ada yang diperkuat oleh ligament dan ada yang tidak,
  4.  Di dalam kapsul biasanya terdapat bantalan kartilago serabut.

B. Hubungan tulang yang bersifat diartrosis

1) Sendi Peluru

Pada sendi ini kedua ujung berbentuk lekuk dan bongkol. Bentuk ini memungkinkan gerakan yang bebas dan dapat berporos tiga. Misalnya sendi pada gelang bahu dan gelang panggul.
sendi peluru
sendi peluru

2) Sendi Engsel

Pada sendi engsel kedua ujung tulang berbentuk engsel dan berporos satu , misalnya pada siku, lutut, nata kaki, dan ruas.
sendi engsel
Sendi engsel

3) Sendi Putar

Pada sendi ini ujung yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Bentuk seperti ini memungkinkan untuk gerakan rotasi untuk satu poros , misalnya antar tulang hasta dan pengumpil, dan antar tulang atlas dengan tulang tengkorak.
Sendi putar
Sendi putar

4) Sendi Ovoid/Sendi Kondiloid

Sendi ini memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan kekiri dan kekanan , maju mundur dan muka belakang. Misalnya antar tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan.
Sendi ovoid/kondiloid
Sendi ovoid/kondiloid

5) Sendi Pelana

Pada sendi ini kedua ujung tulang membentuk sendi berbentuk pelana dan berporos dua, tetapi dapat bergerak lebih bebas, seperti gerakan orang naik kuda. Misalnya sendi antar tulang telapak tangan dan tulang pergelangan tangan dan ibu jari.
sendi pelana
Sendi pelana

6) Sendi luncur

Kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos, contohnya sendi antar tulang pergelangan tangan, antar tulang pergelangan kaki, antar tulang selangka dan tulang belikat.
sendi luncur
sendi luncur



Jenis-jenis persendian


Baca Juga materi terkait lainnya



Ini Dia, Proses Pembentukan Tulang Pada Manusia (Proses Osifikasi)

Pembentukan tulang ( osifikasi) :

Osifikasi adalah proses pembentukkan tulang keras dari tulang rawan (kartilago). Ada dua jenis osifikasi yaitu osifikasi membran dan osifikasi endokondral. Tulang keras dapat terbentuk baik melalui proses osifikasi intamembran, osifikasi endokondral atau kombinasi keduanya. Osifikasi endokondral adalah pergantian tulang rawan menjadi tulang keras selama proses pertumbuhan. proses osifikasi ini bertanggung jawab pada pembentukkan sebagian besar tulang manusia.

Pada proses ini sel-sel tulang (osteoblas) aktif membelah dan muncul dibagian tengah dari tulang rawan yang disebut center osifikasi. Osteoblas selanjutnya berubah menjadi osteosit, sel-sel tulang dewasa ini tertanam dengan kuat pada matriks tulang. Sebagian besar tulang juga dapat terbentuk dari gabungan osifikasi intramembran dan osifikasi endokondral.

Pada proses ini sel mesenkim berkembang menjadi kondroblast yang aktif membelah. sel-sel kondroblas yang besar mensekresikan matriks yang berupa kondrin. kondroblas berubah menjadi osteoblas yang menghasilkan osteosit dan menghasilkan mineral untuk membentuk matriks tulang.
Tulang keras dewasa merupakan jaringan hidup yang tersusun atas komponen organik dan komponen mineral. Komponen organik terdiri atas protein berupa serabut kolagen, matriks ekstraseluler dan fibroblast, dengan sel-sel hidup yang menghasilkan kolagen dan matriks.

komponen mineral tersusun atas kalsium karbonat yang memberikan kekuatan dan kekakuan pada tulang. Selama kehidupan individu, osteoblas terus mensekresikan mineral, sedangkan osteoklast terus mengabsorb mineral. pasien rawat inap dan astronot, tulangnya serikali rapuh disebabkan proses reabsorbsi oleh osteoklast lebih cepat dibandingkan proses sekresi oleh osteoblast.

Tulang-tulang orang yang telah berumur rapuh disebabkan komponen mineral dalam tulang tersebut mulai menurun produksinya. Jaringan yang berkembang akan disisipi dengan pembuluh darah. Pembuluh darah ini akan membawa mineral seperti kalsium dan menyimpannya pada jaringan tersebut.Proses pembentukkan tulang (osifikasi) Rangka manusia terbentuk pada saat masih embrio berusia genap dua bulan, walaupun masih berupa tulang rawan (cartilago).

Osifikasi intra membran berasal dari mesenkim yang merupakan cikal bakal dari tulang. pada proses perkembangan hewan vertebrata terdapat tiga lapisan lembaga yaitu ektoderm, medoderm, dan endoderm. mesenkim merupakan bagian dari lapisan mesoderm, yang kemudian berkembang menjadi jaringan ikat dan darah. Tulang tengkorak berasal langsung dari sel-sel mesenkim melalui proses osifikasi intramembran.

Proses pembentukan tulang/osifikasi
Proses pembentukan tulang/osifikasi

Proses pembentukan tulang:

A. Jaringan embrional (mesenkim) membentuk tulang rawan sebagai rangka awal. Tulang rawan tersebut berongga dan menghasilkan sel induk tulang (osteoblast).

B. Osteoblast kemudian membentuk sel-sel tulang. Masing-masing tulang menghasilkan matriks tulang yang di dalamnya diendapkan garam-garam kalsium (Ca) dan phospor (P) sehinggan tulang menjadi keras

Berdasarkan pembentukanya tulang dibagi menjadi:

A. Tulang chondral yaitu tulang yang mengaami osifikasi dengan didahului oleh pembentukan tulang rawan lebih dahulu. Dikenal dua jenis penggantian pembentukan tulang tersebut yaitu encondral dan pericondral.

B. Tulang membran yaitu tulang yang terbentuk tanpa melalui bentuk tulang rawan, ini juga disebut tulang desmal. Arah pertumbuhan tulang ke luar dan ke dlam. Misalnya pada tulang pipih (tulang tengkorak, tulang belikat, tulang rusuk, dsb).


Baca Juga materi terkait lainnya



Pembagian dan Ciri-Ciri Tulang Rawan dan Tulang Sejati

1. Tulang Rawan (Kartilago)

Tulang rawan dapat ditemukan pada embrio, anak-anak, dan orang dewasa. Tulang rawan pada embrio dan anak-anak berasal dari sel-sel mesenkim. Pada embrio, bagian dalam tulang rawan berongga dan berisi sel-sel pembentuk tulang yang disebut osteoblas. Tulang rawan pada anak-anak lebih banyak mengandung sel-sel tulang rawan daripada matriksnya.
tulang rawan
Kondisi ini berkebalikan dengan tulang rawan pada orang dewasa yang justru lebih banyak mengandung matriks. Tulang rawan pada orang dewasa terbentuk dari selaput rawan yang disebut perikondrium, yang banyak mengandung matriks. Tulang rawan pada orang dewasa terbentuk dari selaput rawan yang disebut perikondrium, yang banyak mengandung sel-sel pembentuk tulang rawan yang disebut kondrioblas.
Tulang rawan ini dapat dijumpai pada bagian tubuh, di antaranya pada ujung tulang persendian, taju pedang, cincing batang tenggorok, daun telinga, antara tulang rusuk, antara ruas tulang belakang, dan lain-lain.

Ciri-ciri tulang rawan secara umum antara lain:

  • Berbentuk khusus jaringan ikat dengan fungsi utama menyokong jaringan lunak.
  • Terdiri atas sel-sel (kondrosit dan kondroblas) dan matriks (serat dan substansi dasar).
  • Matriksnya mengandung serat kolagen atau serat elastin yang memberi kekuatan dan kelenturan.
  • Tulang rawan memiliki kekuatan renggang, penyokong struktural, dan memungkinkan fleksibilitas tanpa distorsi.

Tulang rawan terbagi menjadi 3, yaitu :

1) Tulang rawan hialin

Hialin berasal dari bahasa yunani hyalos yang berarti kaca. Tulang rawan hialin memang memiliki ciri-ciri yang mirip dengan kaca dengan matriks kebiru-biruan, mengilat, jernih, dan homogen. Matriks tulang rawan hialin lebih banyak mengandung serabut elastin daripada serabut kolagen.
tulang rawan hialin
tulang rawan hialin

Tulang rawan hialin berperan membentuk sebagian besar rangka embrional, memperkuat saluran pernapasan, untuk pergerakan persendian, serta berperan dalam pertumbuhan tulang panjang. Tulang rawan hialin dapat ditemukan pada persendian tulang, pembuluh bronkus, cincin tulang rawan dan trakea, ujung ujung tulang rusuk, dan ujung-ujung tulang panjang.

2) Tulang rawan elastic

Substansi interselnya kaya akan serabut elastic dan sedikit kolagen, ditemukan pada daun telinga, epiglottis dsb.
tulang rawan elastic
tulang rawan elastic

3) Tulang rawan fibrosa

Dikenal sebagai jaringan penyambung tukang rawan, mengadung lebih sedikit sel dibandingkan jenis yang lain. Fungsi dari tulag fibrosa yaitu memperdalam rongga-rongga cawan sendi.
tulang rawan fibrosa
tulang rawan fibrosa

Jaringan tulang rawan anak-anak lebih banyak mengandung matriks dibanding kondroblasnya. Matriks merupakan subtansi antarsel pada jaringan. Adapun jaringan tulang rawan orang dewasa lebih banyak mengandung osteoblas atau pembentuk sel-sel tulang daripada matriksnya. Tulang rawan pada anak-anak terbentuk dari jaringan embrional yang disebut mesenkim. Pada orang dewasa, jaringan tulang rawan berasal dari jaringan tulang rawan (perikondrium). Perikondrium sendiri mengandung kondroblas.

2. Tulang Sejati (Osteon)

Tulang sejati bersifat keras dan matriksnya banyak mengandung kalsium dan fosfat. Matriks tulang juga banyak mengandung zat perekat. Di dalamnya terdapat jaringan-jaringan seperti sarang lebah yang sangat keras dan kuat, pada bagian tengah tulang terdapat sumsum tulang yang bertugas membuat sel darah merah dan sel darah putih.
struktur tulang osteon
struktur tulang osteon


Fungsi Tulang Sejati

1. Tempat melekatnya otot

Tulang merupakan tempat melekatnya otot lurik atau otot rangka. Otot ini berfungsi sebagai alat gerak aktif, yakni bekerja sama dengan tulang (rangka) dalam menunjang lokomosi hewan. Otot lurik menggerakkan tulang yang membuat sistem gerak berfungsi.

2. Kerangka tubuh

Fungsi tulang pada hewan tingkat tinggi (vertebrata) adalah sebagai kerangka tubuh hewan. Kelompok hewan vertebrata termasuk manusia memiliki bentuk tubuh yang mengikuti bentuk / susunan rangka pada hewan tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bentuk suatu hewan (pada vertebrata) adalah sebagaimana bentuk dari susunan tulang kerasnya.

3. Alat gerak pasif

Tulang bersama dengan otot menyusun sistem gerak pada hewan vertebrata. Pergerakan (lokomosi) pada hewan sangat penting untuk menunjang kelangsungan hidup hewan tersebut. Pergerakan yang dilakukan oleh hewan dilakukan dalam rangka mencari mangsa (makanan), pasangan kawin, daerah kekuasaan (teritorial), atau menanggapi rangsang.

Hewan dapat menggerakkan tubuhnya karena adanya kerjasama antara otot dengan tulang. Otot menggerakkan tulang kemana hewan tersebut bergerak. Oleh karena tulang digerakkan oleh otot maka tulang berfungsi sebagai alat gerak pasif (yang digerakkan). Meskipun tulang adalah alat gerak pasif, jika keberadaan tulang tidak ada maka hewan tersebut pun mengalami gangguan dalam pergerakkan.

4. Melindungi organ vital

Tulang merupakan jaringan yang paling keras pada tubuh hewan. Hal ini karena tulang tersusun atas serat kolagen serta subtansi dasar yang mengalami kalsifikasi. Substansi dasar jaringan tulang tersusun atas sebagian besar mineral kalsium, magnesium, fosfat dan lain – lain yang menyebabkan jaringan ini mengeras.

Dengan struktur yang demikian, tulang berfungsi sebagai pelindung organ – organ vital di dalam tubuh, seperti tengkorak yang melindungi otak, tulang dada yang melindugi organ vital di dada (paru–paru dan jantung), dan lainnya.

5. Tempat pembuatan sel – sel darah

Sumsum tulang yakni daerah yang terletak pada bagian ujung tulang tersusun seperti sarang lebah (spons). Pada bagian ini berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah.

6. Tempat cadangan kalsium

Tulang merupakan tempat cadangan kalsium. Hal ini karena matriks sel – sel penyusun tulang (osteosit) tersusun atas senyawa kalsium. Dengan adanya kalsium di matriks tulang ini menyebabkan tulang mengeras.

Kalsium sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang (kalsium yang cukup untuk tulang yang sehat) dan juga proses pembekuan darah. Jika tubuh kekurangan asupan kalsium, maka akan mengambil kalsium cadangan dari dalam tulang. Oleh karena itu, jika hal ini tidak segera ditanggulangi dapat mengebabkan osteoporosis.


Baca Juga materi terkait lainnya


Pembagian Jenis-Jenis Tulang Berdasarkan Bentuknya

1. Tulang Pipa

Tulang pipa berbentuk bulat panjang. Tulang pipa dijumpai pada anggota gerak. Setiap tulang pipa terdiri atas bagian batang dan dua bagian ujung. Tulang pipa bekerja sebagai alat ungkit dari tubuh dan memungkinkan adanya pergerakan.

Di bagian tengah terdapat rongga besar yang berisi sumsum kuning dan banyak mengandung zat lemak. Contoh tulang pipa adalah tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang telapak tangan, dan tulang betis.

Bagian-bagian dari tulang pipa, antara lain sebagai berikut:
  1. Epifisis, yaitu kedua ujung tulang.
  2. Diafisis, yaitu bagian tengah tulang
  3. Cakra epifisis, yaitu sambungan epifisis dan diafisis.
  4. Tulang rawan daerah sendi.
  5. Kanalis medularis, yaitu rongga memanjang di dalam diafisis yang diisi oleh sumsum tulang kuning.
  6. Periosteum, yaitu selaput yang menyelimuti bagian luar tulang.
Periosteum mengandung osteoblas (sel pembentuk jaringan tulang), jaringan ikat, dan pembuluh darah. Periosteum merupakan tempat melekatnya otot-otot skeleton ke tulang dan berperan dalam nutrisi, pertumbuhan dan reparasi tulang rusuk.
struktur tulang pipa
struktur tulang pipa

2. Tulang Pipih

struktur tulang pipih
struktur tulang pipih
Tulang pipih berbentuk pipih dan lebar. Tulang pipih terdiri atas dua lapisan jaringan tulang keras dan di tengahnya berupa lapisan tulang seperti bunga karang (spons) yang di dalamnya berisi sum-sum merah sebagai tempat pemben-tukan selsel darah. Tulang-tulang pipih berperan dalam melindungi organ tubuh. Tulang pipih terdapat pada tulang tengkorak, belikat, rusuk, dan tulang wajah.

3. Tulang Panjang

Tulang panjang adalah tulang yang panjangnya melebihi lebarnya. Biasanya terdiri dari sebuah batang berbentuk tabung yang disebut diafisis dan sebuah epifsisi pada ujung-ujungnya. Pada masa pertumbuhan diafisis dari tulang panjang dipisahkandari epifisis oleh sebuah epifisis tulang rawan.

Bagian diafisi yang terletak berdekatan dengan epifisis cartilage disebut dengan metafisis. Bagian batang atau diafisis dari tulang panjang memiliki sebuah rongga sempit di bagian tengahnya yang berisi sumsum tulang.

struktur tulang panjang
struktur tulang panjang
Bagian ujung dari tulang panjang, yaitu epifisis dan metafisis, terdiri daricancellous bone yang dikelilingi oleh lapisan cortical bone yang tipis. Permukaan artikular dari ujung tulang panjang dilapisi olehcartilage hialin. Tulang panjang ditemukan pada tungkai. Yang termasuk tulang panjang adalah femur, tibia, dan fibula pada paha dan betis, humerus, radius, dan ulna dari lengan, serta metatarsal, metacarpal, dan phalanges dari kaki dan tangan.

Tulang panjang pada kaki mencakup setengah dari tinggi manusia. Tulangpanjang terutama tumbuh akibat perpanjang diafisis.Pertumbuhan longitudinal dari tulang panjang merupakan hasildari osifikasi endokondrial dari lempeng epifise. Pertumbuhan memanjang tulang distimulasi oleh growth hormone (GH) yangdisekresikan lobus anterior dari glandula pituitary.

4. Tulang Pendek

Tulang pendek berbentuk bulat dan berukuran pendek, tidak beraturan, misalnya terdapat pada tulang pergelangan tangan, pergelangan kaki, telapak tangan, dan telapak kaki. Tulang pendek diselubungi jaringan padat tipis. Tulang pendek sebagian besar terbuat dari jaringan tulang jarang karena diperlukan sifat yang ringan dan kuat. Karena kuatnya, maka tulang pendek mampu mendukung bagian tubuh seperti terdapat pada tulang pergelangan tangan. Agar Anda lebih jelas memahami bentuk tulang pendek.
tulang pendek
tulang pendek

5. Tulang Pneumatika

Tulang-tulang ini membentuk rongga-rongga yang berisi udara dan dibatasi oleh membran mukosa. Misalnya tulang-tulang pembentuk tengkorak ( os ethmoidale,os sphenoidale, maxilla,dsb).
tulang pneumatika
tulang pneumatika

6. Tulang Sesamoid

Tulang sesamoid adalah tulang-tulang kecil yang biasanya terdapat diantaranya persendian tulang. Misalnya tulang tempurung lutut (os patella) yang merupakan tulang sesamoid yang terbesar.
tulang sesamoid
tulang sesamoid


Baca Juga materi terkait lainnya

 

 

 

 

 

 

 


Struktur dan Fungsi Ribosom, Retikulum Endoplasma, Lisosom, dan Mitokondria

Kali ini biologiedukasi.com akan membahas mengenai organela yang terdapat di dalam sel makhluk hidup secara umum, diantaranya adalah struktur dan fungsi ribosom, Retikulum Endoplasma, Lisosom, dan Mitokondria. Pada pembahasan kali ini, yang di bahas merupakan materi kelas XI IPA, sehingga pembahasannya tidak secara spesifik, hanya bagian-bagiannya, dan funsgi secara umum, jika ingin mengetahui lebih dalam dan spesifik mengenai fungsi dan strukturnya, bisa mengklik tautan yang diikutkan di dalam setiap pembahasan di materi kali ini.

Ribosom

Ribosom merupakan suatu partikel nukleoprotein, yaitu senyawa protein dengan molekul asam ribonukleat (RNA). Pada sel-sel eukariotik, setiap ribosom memiliki diameter berukuran sekitar 20 nm, sedangkan pada sel-sel prokariotik ukurannya lebih kecil.

Sebagian organel ini melekat pada membran retikulum endoplasma membentuk kelompok-kelompok yang disebut polisom, sedangkan yang selebihnya tersebar bebas di dalam sitosol bahkan kerap kali terdapat pula dalam organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.
ribosom subunit besar dan kecil
ribosom subunit besar dan kecil
Ribosom memiliki dua bagian penting yang dinamakan dengan ribosom subunit keci dan ribosom subunit besar, yang memiliki fungsi untuk sintesis proteii/pembentukan protein di dalam tubuh.Untuk lebih jelasnya mengenai proses sintesis protein bisa di pelajari di materi ini(substansi hereditas sub bab sintesis protein)

Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma (RE) tersusun dari pasangan membran atau selaput yang sejajar dan membentuk suatu sistem yang tersebar di seluruh bagian sitoplasma. Adanya ruang-ruang yang terbentuk di antara pasangan membran yang sejajar menyebabkan sistem RE tampak seperti saluran-saluran yang rumit, dan di beberapa tempat sistem ini berhubungan dengan membran plasma dan membran nukleus.

Retikulum endoplasma dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Retikulum endoplasma kasar
RE kasar merupakan retikulum endoplasma yang bagian luarnya ditempeli oleh ribosom
sehingga terlihat permukaan dari retikulum endoplasma terlihat kasar. RE kasar memiliki fungsi utama untuk membantu proses sintesis protein yang dilakukan oleh ribosom yang melekat pada retikulum endoplasma kasar.

2. Retikulum endoplasma halus

Retikulum endoplasma halus merupakan RE yang tidak memiliki ribosom. RE halus memiliki fungsi untuk  sintesis lemak dan steroid. Hasil sintesis tersebut selanjutnya akan disekresikan ke dalam saluran RE untuk diangkat ke bagian-bagian sel lain, yaitu ke badan golgi, vakuola, atau dikeluarkan dari sel secara eksositosis.
struktur retikulum endoplasma
struktur retikulum endoplasma

Jadi, secara umum fungsi retikulum endoplasma antara lain:

  1. penghubung selaput luar inti dengan sitoplasma, sehingga menjadi penghubung materi genetik antara inti sel dengan sitoplasma
  2. transpor protein yang disintesis dalam ribosom
  3. biosintesis fosfolipid, glikolipid, dan sterol.
Untuk lebih jelasnya mengenai fungsi dan metabolisme dari retikulum endoplasma, bisa dipelajari lebih lanjut disini(metabolisme retikulum endoplasma)

Lisosom

Lisosom termasuk organel yang sangat kecil dibandingkan dengan organel lain, umumnya berdiameter antara 0,2 sampai 0,5 miu meter.  Organel ini dihasilkan oleh badan golgi dan banyak tersebar di dalam sitoplasma sel-sel hewan, terutama pada sel-sel kelenjar, dan sel-sel darah putih yang bersifat fagosit, juga terdapat pada jamur dan protista.
struktur lisosom
Di dalam lisosom terdapat bermacam-macam enzim hidrolitik yang berperan dalam pencernaan intraseluler sebagai pengurai berbagai substansi di dalam sel. Substansi tersebut sebagian berasal dari luar, misalnya polisakarida, lemak, dan protein termasuk juga bakteri yang ditangkap secara fagosit.

Sebagian lagi substansi tersebut berupa organel-organel yang sudah tidak terpakai, bahkan sel-sel yang rusak atau mati. Dengan demikian, bahan-bahannya dapat dimanfaatkan kembali untuk pertumbuhan sel-sel yang baru.

Mitokondria

Mitokondria berbentuk bulat, lonjong, atau batang dengan diameter berkisar antara 0,5 – 1,0 miu meter dan panjang antara 1 – 2 miu meter. Organel ini terdapat pada semua sel eukariotik dengan jumlah beragam. Pada sel yang aktivitasnya tinggi seperti sel saraf dan sel otot, didapatkan mitokondria dalam jumlah ratusan sampai ribuan.

Mitokondria memiliki dua lapis membran, yaitu membran dalam dan membran luar. Membran dalam memiliki lipatan-lipatan ke arah dalam yang disebut krista dan berfungsi pada proses respirasi sel. Pada proses respirasi sel ini, permukaan membran dalam akan bertambah luas.

Membran dalam diselaputi oleh membran luar yang strukturnya sama dengan membran plasma dan berperan sebagai pengatur keluar masuknya zat-zat kimia dari dan ke dalam sel.

Matriks dibungkus oleh membran dan mengandung DNA dan ribosom sehingga di dalam mitokondria dapat berlangsung proses sintesis protein. Namun, fungsi utama organel ini adalah sebagai tempat berlangsungnya proses respirasi sel. Di dalam matriksnya terdapat bermacam-macam enzim yang mengendalikan tahap-tahap reaksi respirasi sel.
struktur mitokondria
struktur mitokondria
Jadi fungsi utama dari mitokondria adalah digunakan untuk respirasi sel, yang memiliki struktur yang terdiri dari membran luar, ruang antar membran, membran dalam, krita atau kistae, dan matriks mitokondria yang terdapat DNA dan ribosom didalamnya.


Mengenai Saya