Cara Mengatasi Anak Didik Yang Susah diatur dan Melakukan Pelanggaran di Sekolah

Baru-baru ini banyak sekali kasus yang muncul dipermukaan mengenai Guru yang di masukkan ke penjara gara-gara hal sepele yang dilakukan kepada anak didiknya. Seperti kasus yang terbaru yaitu Ibu Nurmayani yang dipidanakan dan di jebloskan ke penjara oleh orangtua murid hanya karena Bu Nurmayani mencubit anak didiknya karena kesalahan anak didiknya
Guru biologi tersebut mencubit muridnya lantaran saat hendak melaksanakan shalat Dhuha di Mushallah sekolah, dua orang murid main siram-siram air sisapel dan mengenai ibu guru Maya.
Apa yang dilakukan oleh Bu Nurmayanti menurut saya adalah tindakan yang benar namun kurang tepat karena memang kedua anak tersebut melakukan kesalahan, seberapa parah si ketika anak di cubit, paling-paling kebiruan yang akan hilang dalam beberapa hari saja. Namun dari segi hukum apa yang dilakukan bu Nurmayani bisa dipidanakan karena dengan tuduhan melakukan tindak kekerasan terhadap anak.

Cara Mengatasi Anak Didik Yang Susah di Atur
Cara Mengatasi Anak Didik Yang Susah di Atur
Banyak sekali yang komentar yang beredar di internet mengenai sekolah jaman dulu dan jaman sekarang seperti yang terdapat pada link facebook berikut ini https://www.facebook.com/hallosamarinda/photos/a.1021695327875176.1073741830.909837765727600/1177093342335373/?type=3

sala satunya berkomentar " SD: Saya di pukul rotan di betis, di pukul tangan pakai penggaris kayu raksasa karena kuku panjang. Aku ngaduh sama mamak, ehh malah di bilang "bandal kau rupa'nya di sekolah kurang ajar" di pukul lagi pantat ku dan di tarik jambang'ku sama mamak."


Banyak kasus lainnya yang terjadi yang sampai guru diadukan oleh orangtua murid karena dianggap melakukan kekerasan terhadap anak. 

Lalu bagaimanakan cara terbaik agar kasus seperti ini tidak terulang kembali?

Permasalah di semua sekolah memang cukup kompleks terutama terkait dengan kenakalan remaja, kenakalan remaja ini bisa disebabkan oleh banyak faktor terutama dari lingkungan sekitar baik di sekolah, lingkungan masyarakat, maupun lingkungan keluarga. Semua itu memiliki potensi membentuk karakter anak yang tidak mau menurut, malas belajar, suka membangkang, dll

Namun hampir semua permasalahan yang timbul diserahkan semuanya ke sekolah jika anaknya bandel, nilai jelek, merokok, dll dimana orangtua siswa tidak mau tahu, yang mereka tahu adalah semua kejelekan anak tersebut gara-gara di sekolah, pada intinya orang tua siswa tidak mau tahu.

Hal inilah yang dapat menyebabkan semakin bobroknya mental dan perilaku anak, karena orangtuanya melepaskan begitu saja tanggung jawab anaknynya ke sekolah, padahal justru orangtuanya lah yang harus mampu membentuk karakter dan sikap anaknya sendiri, sekolah hanya membantu dalam membentuk kepribadian dan nilai anak didiknya karena sebetulnya tatap muka yang paling banyak justru dilingkungan keluarga.

Banyak kasus yang terjadi dimana pihak sekolah dipidanakan, biasanya yang paling sering adalah guru BK karena bertindak terlalu kasar kepada anak didiknya ketika melakukan konseling kepada anak yang membandel misalnya berkelahi, merokok, dll. 

Untuk mengatasi hal tersebut hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan sistem poin bagi siswa yang melakukan pelanggaran, sehingga kontak fisik dengan siswa seperti mencubit, memotong rambut siswa, memukul, dll tidak terjadi. Tentukan jumlah poin maksimal sehingga apabila melanggar lagi bisa dikeluarkan dari sekolah.

Lalu bagimanakah tingkatan-tingkatan pemberian sanksi yang berupa poin tersebut?

Poin-poin tersebut direkap oleh sekolah melalui guru BK jika sudah pada sampai poin tertentu bisa di berikan teguran lisan, jika masih mengulanginya kembali bisa dilakukan pemanggilan orangtua siswa ke sekolah untuk membicarakan permasalahan yang dilakukan oleh siswa tersebut.

Pada tahap inilah tahap yang paling penting dimana akan lebih efektif jika siswa dan orangtua siswa tersebut harus menandatangani surat pernyataan bahwa anaknya tidak akan mengulangi kesalahan-kesalahanny lagi, jika masih mengulangi maka siswa akan dikeluarkan dari sekolah. tentunya untuk memperkuat surat pernyataan tersebut harus diberi materai 6000. sehingga kekuatan hukumnya sangat kuat dan mengikat.

Jika sudah seperti ini, jika kedepan irangtua siswa menuntut atau mempermasalahkan karena siswa dikeluarkan maka dengan surat pernyataan tersebut bisa digunakan jika ada permsalahan kedepannya. 

Banyak yang mengatakan tugas sekolah adalah mendidik agar siswanya menjadi lebih baik dan tidak perlu untuk mengeluarkan siswa yang bermasalah. Memang ada benarnya juga pernyataan tersebut. Tetapi Guru juga memiliki keterbatasan dalam mendidik siswanya. 
Jika sudah diperingatkan berkali-kali tapi siswa tersebut juga tetap melakukan kesalahan-kesalahan yang terus diulang-ulang apakah hal ini tetap dibiarkan juga? 

Jawaban atas pertanyaan diatas  bisa kita diskusikan dikolom komentar
Catatatn Admin www.biologiedukasi.com, hanya sebuah opini pribadi



Seberapa Penting Pendidikan Moral Bagi Generasi Bangsa?

Ketika ideologi asing musuh Pancasila di paksa secara halus untuk diterima dan ditoleransi di bumi Pertiwi.
Maka bangsa ini di paksa untuk sepakat Pancasila di lunturkan dan digusur pelan pelan.

Ketika anak bangsa disibukan memikir kebutuhan hidup yang makin susah, para komprador menggarap Indonesia untuk semakin mudah untuk di jajah secara putih oleh asing.

Ketika Kejahatan merajalela, berlandaskan Moral yang makin bobrok hasil sistim pendidikan yang sudah dijejali HAM, menghilangkan Pendidkan moral Pancasila dan pengaburan sejarah bangsa.
Maka nilai nilai luhur bangsa ini yang mengutamakan Moral beragama, beradab, gotong royong saling asih dan asuh sudah diganti menjadi tak bermoral, tak beradab, saling sikut dan hedonisme, menuju kerusakan generasi bangsa
Seberapa Penting Pendidikan Moral Bagi Generasi Bangsa?
Seberapa Penting Pendidikan Moral Bagi Generasi Bangsa?
Bangsa kita tidak boleh terlena.
Pancasila harus bangkit BERDAULAT agar bangsa ini selamat.

Kebangkitan Nasional adalah kebangkitan kembali menjadi bangsa yang Pancasilais.
Bukan bangsa kapitalis, liberalis, apalagi Komunis.

Keangkuhan bangsa Indonesia adalah bangsa yang angkuh dengan ideologi asing. Dan menjadikan Pancasila sebagai koridor dalam berbangsa dan bernegara.

Mau Bangkit dengan Keangkuhan Bangsa Indonesia? Atau
Makin terpuruk menjadi bangsa buruh dan jongos asing

Para KOMPRADOR apakah LUPA Perjuangan Ibu Pertiwi ?

RENUNGAN DIRI

Seorang anak muda mendaftar untuk posisi manajer di sebuah perusahaan besar.
Dia lulus interview awal, dan sekarang akan bertemu dengan direktur untuk interview terakhir.
Direktur mengetahui bahwa dari CV-nya, si pemuda memiliki akademik yg baik. Kemudian dia bertanya” apakah kamu mendapatkan beasiswa dari sekolah ?”
Kemudian si pemuda menjawab tidak.
“Apakah ayahmu yg membayar uang sekolah ?”
“Ayah saya meninggal ketika saya berumur 1 tahun, ibu saya yang membayarkannya”
“Dimana ibumu bekerja ?”
“Ibuku bekerja sebagai tukang cuci.”
Si direktur meminta si pemuda untuk menunjukkan tangannya. Si pemuda menunjukkan tangannya yg lembut dan halus.
“Apakah kamu pernah membantu ibumu mencuci baju ?”
“Tidak pernah, ibuku selalu ingin aku untuk belajar dan membaca banyak buku. Selain itu, ibuku dapat mencuci baju lebih cepat dariku.”
Si direktur mengatakan “aku memiliki permintaan. Ketika kamu pulang ke rumah hari ini, pergi dan cuci tangan ibumu. Kemudian temui aku esok hari.”

Si pemuda merasa kemungkinannya mendapatkan pekerjaan ini sangat tinggi. Ketika pulang, dia meminta ibunya untuk membiarkan dirinya membersihkan tangan ibunya. Ibunya merasa heran, senang tetapi dengan perasaan campur aduk, dia menunjukkan tangannya ke anaknya.
Si pemuda membersihkan tangan ibunya perlahan. Airmatanya tumpah.
Ini pertama kalinya dia menyadari tangan ibunya sangat berkerut dan banyak luka.Beberapa luka cukup menyakitkan ketika ibunya merintih ketika dia menyentuhnya.
Ini pertama kalinya si pemuda menyadari bahwa sepasang tangan inilah yg setiap hari mencuci baju agar dirinya bisa sekolah.
Luka di tangan ibunya merupakan harga yg harus dibayar ibunya untuk pendidikannya, sekolahnya, dan masa depannya.
Setelah membersihkan tangan ibunya, si pemuda diam2 mencuci semua pakaian tersisa untuk ibunya,
Malam itu, ibu dan anak itu berbicara panjang lebar.

Pagi berikutnya, si pemuda pergi ke kantor direktur.
Si direktur menyadari ada air mata di mata sang pemuda.
Kemudian dia bertanya, ” dapatkah kamu ceritakan apa yg kamu lakukan dan kamu pelajari tadi malam di rumahmu ?”
Si pemuda menjawab,” saya membersihkan tangan ibu saya dan juga menyelesaikan cuciannya”
“Saya sekarang mengetahui apa itu apresiasi.
Tanpa ibu saya, saya tidak akan menjadi diri saya seperti sekarang. Dengan membantu ibu saya, baru sekarang saya mengetahui betapa sukar dan sulitnya melakukan sesuatu dengan sendirinya.
Dan saya mulai mengapresiasi betapa pentingnya dan berharganya bantuan dari keluarga”
Si direktur menjawab,”inilah yg saya cari di dalam diri seorang manajer. Saya ingin merekrut seseorang yg dapat mengapresiasi bantuan dari orng lain, seseorang yg mengetahui penderitaan orang lain ketika mengerjakan sesuatu, dan seseorang yg tidak menempatkan uang sebagai tujuan utama dari hidupnya”
“Kamu diterima”

Seorang anak yang selalu dilindungi dan dibiasakan diberikan apapun yg mereka inginkan akan mengembangkan ” mental ke’aku’an” dan selalu menempatkan dirinya sebagai prioritas.
Dia akan tidak peduli dengan jerih payah orangtuanya. Apabila kita tipe orang tua seperti ini, apakah kita menunjukkan rasa cinta kita atau menghancurkan anak2 kita ?
Kamu dapat membiarkan anak2mu tinggal di rumah besar, makan makanan enak, les piano, menonton dari TV layar besar.
Tetapi ketika kamu memotong rumput, biarkan mereka mengalaminya juga. Setelah makan, biarkan mereka mencuci piring mereka dengan saudara2 mereka. Ini bukan masalah apakah kamu dapat memperkerjakan pembantu, tetapi ini karena kamu ingin mencintai mereka dengan benar. Kamu ingin mereka mengerti, tidak peduli seberapa kayanya orangtua mereka, suatu hari nanti mereka akan menua, seperti ibu si pemuda.
Yang terpenting, anak2mu mempelajari bagaimana mengapresiasi usaha dan pengalaman mengalami kesulitan dan belajar kemampuan untuk bekerja dengan orang lain agar se gala sesuatu terselesaikan.
Seberapa Penting Pendidikan Moral Bagi Generasi Bangsa?
Seberapa Penting Pendidikan Moral Bagi Generasi Bangsa?

‪#‎Note‬

Coba untuk melanjutkan cerita ini ke orang orang yang anda kenal. Ini mungkin dapat mengubah kehidupan seseorang..

Terutama untuk Para Komprador Negeri Ini.
Bahwa Indonesia Merdeka .berkembang seperti sekarang ini di bayar dengan darah dan airmata
Jangan sekarang dengan mudahnya ” MENGGADAIKAN” ibu pertiwi dan menjadikan “bangsa jongos” rakyatnya hanya untuk kepentingan Pribadi dan Golongannya sendiri.

Ternyata, sesuatu NAMPAK INDAH karena BELUM KITA MILIKI..

Seorang guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia.

Malamnya sang guru memeriksa tugas itu.
Sebagian besar siswa menulis demikian,

Tujuh Keajaiban Dunia :

  1. Piramida
  2. TajMahal
  3. Tembok Besar Cina
  4. Menara Pisa
  5. Kuil Angkor
  6. Menara Eiffel
  7. Candi Borobudur
Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama. Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut. Tapi guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir… Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang guru terdiam. Lembar terakhir itu milik si gadis kecil pendiam…

Isinya seperti ini :

Tujuh Keajaiban Dunia:

  1. Bisa Melihat
  2. Bisa Mendengar
  3. Bisa Menyentuh
  4. Bisa Disayangi
  5. Bisa Merasakan
  6. Bisa Tertawa, dan
  7. Bisa Mencintai…
Setelah duduk diam beberapa saat, sang guru menutup lembaran tugas siswanya.
Kemudian menundukkan kepalanya berdoa…

Mengucap syukur untuk gadis kecil pendiam dikelasnya yang telah mengajarkannya sebuah pelajaran hebat, yaitu:
Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban.
Keajaiban itu ada disekeliling kita untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita SYUKURI.

Coba renungkan Ketika kita hidup digunung, merindukan pantai. Ketika kita hidup dipantai, merindukan gunung.
  • Kalau kemarau kita bertanya kapan hujan?
  • Dimusim hujan kita bertanya kapan kemarau?
  • Diam dirumah, berkeinginan untuk keluar.
  • Setelah keluar berkeinginan untuk pulang.
  • Waktu sunyi mencari keramaian.
  • Waktu ramai ingin cari ketenangan.
  • Ketika bujang mengeluh keinginan untuk menikah.
  • Sudah berkeluarga mengeluh belum miliki anak.
  • Setelah ada anak, mengeluh biaya hidup.
Ternyata, sesuatu NAMPAK INDAH karena BELUM KITA MILIKI..

Bilakah kebahagiaan akan diperoleh kalau kita senantiasa memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki..

Jadilah pribadi yang selalu BERSYUKUR dengan rahmat dan nikmat yang sudah kita miliki..

Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutup bumi yang luas ini?
Sedangkan menutup telapak tangan sajapun sudah begitu sukar..
Tapi, kalau daun kecil ini melekat dimata kita, maka tertutuplah bumi dengan daun..

Begitu juga bila hati ditutupi fikiran buruk sekecil apapun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana, bumi ini sekalipun akan
nampak buruk..

Jadi, janganlah menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil.
Janganlah menutup hati kita dengan sebuah fikiran buruk, walaupun cuma seujung kuku. SYUKURI APA YANG SUDAH KITA MILIKI, sebagai modal untuk memuliakan-Nya.

  • Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki..
  • Bersyukur atas keluarga yang kita miliki..
  • Bersyukur atas pekerjaan yang kita miliki..
  • Bersyukur atas kesehatan yang kita miliki..
  • Bersyukur atas rahmat dan nikmat yang kita miliki..
  • Bersyukur dan senantiasa bersyukur dlm segala hal

Note”

Tapi para Guru di Bumi Pertiwi ini semakin TAKUT menjalankan profesinya karena ancaman yang menghantui yaitu melanggar HAM dan UU Anak, terdengar kabar seorang Guru bidang studi biologi SMP Negeri 1 Bantaeng, Nurmayani, dibui di Rumah Tahanan Klas II Bantaeng, Sulawesi Selatan.

ibu guru Nurmayani menjadi tahanan titipan Kejaksaan Negeri Bantaeng di rutan tersebut sejak Kamis (12/5/2016), sambil menunggu kasusnya disidangkan di pengadilan. Kasus ini kontan mengundang keprihatinan anak bangsa .Kita jadi membandingkan pendidikan sekarang dan masa lalu, dulu ketika orangtua murid tahu anaknya dimarahi guru karena berbuat salah justru ditambahi oleh si orangtua, namun kini sebaliknya. para orang tua menjadi lebay ?

Maka Guru sekarang hanya sebagai Seorang Pengajar bukan lagi sebagai Pendidik ,., Bagaimana KOMNAS HAM dan Komnas Perlindungan Anak ? apakah Perlu dibentuk KOMNAS Kewajiban Asasi Manusia (KOMNAS KAM ) untuk mengimbangi HAM yang keblinger dibumi pertiwi ini.
Seberapa Penting Pendidikan Moral Bagi Generasi Bangsa?
Seberapa Penting Pendidikan Moral Bagi Generasi Bangsa?

Anak Indonesia

Kita mendengar beberapa kejahatan yang menjadi perbincangan masyarakat bangsa ini yang semuanya berbasiskan Moral yang bobrok

Setelah hati kita tercabik cabik dan menangisi kasus kematian Yuyun yang diperkosa oleh 15 remaja bangsa ini
Kemudian dikejutkan Penjahat Kelamin Tua Bangka yang telah melakukan kasus pemerkosaan 58 anak di bawah umur yang terjadi di Kediri. Pelakunya adalah seorang pengusaha ternama yang kabarnya adalah sosok yang ditakuti oleh masyarakat.
Indonesia Kembali dikejutkan meninggalnya seorang Gadis karyawati sebuah pabrik di Kosambi Tangerang yang ternyata dibunuh dan sebuah gagang pacul menancap:” Maaf ” di kemaluannya sampai menembus paru paru.,masya Allah!!!

Mirisnya diantara 3 pelaku, pelaku utama adalah seorang remaja SMP masih berusia 15 Tahun,
Belum lagi melihat video dan foto foto dimedsos pelajar kita berprilaku nyleneh , berposes LGBT, merokok, pesta miras, saling serang antar pelajar atau berprilaku seronok, astafirullah…

DOSA APA BANGSA ini ??? hingga moral generasinya sebegitu bobrok??
Apakah karena pelajaran Pendidikan Moral Pancasila sudah dihapuskan ?
Apakah para orang tua bangsa ini sibuk mengais rejeki yang makin susah dicari ?
Ataukah Bangsa ini sudah salah urus , salah arah, bahkan salah systim ??
Ataukah bangsa ini perlu di reStart ??

Mari kita renungkan >>

Jika anak dibesarkan dengan CELAAN, dia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan PERMUSUHAN/KEKERASAN, dia belajar membenci
Jika anak dibesarkan dengan CEMOOHAN, dia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan HINAAN, dia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan TOLERANSI, dia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan PUJIAN, dia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan DORONGAN, dia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan SEBAIK-BAIKNYA PERLAKUAN, dia belajar keadilan

Jika anak dibesarkan dengan RASA AMAN, dia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan DUKUNGAN, dia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan KASIH SAYANG &PERSAHABATAN, dia pun belajar menemukan cinta dalam kehidupan

By : Dorothy Law Nolte, Ph.D.

IBU PERTIWI MENANGIS !!!
By Patsus Naga Samudra
Gambar by Patsus Citox dan Patsus Dede Sherman

http://patriotgaruda.com/2016/05/21/seberapa-penting-pendidikan-moral-bagi-generasi-bangsa-catatan-admint-part-3/

Siapakah Nenek Moyang Bangsa Indonesia yang Sebenarnya?

UNTUK DIRENUNGKAN OLEH SELURUH ANAK BANGSA,

Siapakah nenek moyang bangsa Indonesia yang sebenarnya?
Siapakah nenek moyang bangsa Indonesia yang sebenarnya?
Dengan harapan mengetahui, mengerti dan memahami jatidiri sebagai bangsa Indonesia, bangsa lautan, bangsa besar yang akan mengatur dunia.

Siapakah nenek moyang bangsa Indonesia yang sebenarnya ?
Benarkah manusia Indonesia sesungguhnya berasal dari China daratan yang berimigrasi ke Nusantara melalui Laut China Selatan?

Untuk mengetahui asal usul bangsa Indonesia, perlu mengetahui SEJARAH GEOLOGI, IKLIM DAN BIOTIKA di Nusantara.
Perpaduan ketiga unsur menciptakan daratan yang layak ditinggali manusia. Iklim dan sifat tanah yang sesuai dengan pertumbuhan berbagai macam tanaman akan menyediakan berbagai sumber pangan bagi manusia untuk membangun peradabannya.

Kepulauan Indonesia terbentuk pada jaman Glacial-interglacial akhir sekitar 125.000-10.000 SM. Bukti bukti inti-inti laut dalam, profil tanah yang mengandung serbuk sari, dari fauna molusca di endapan loess, penarikan gugusan karang bahwa intergalcial terakhir terjadi 120.000 tahun yang lalu.
Homo erectus di Pulau Jawa berusia 1,2 juta tahun, setara dengan peninggalan di China, tetapi HOMO ERECTUS di Jawa MEMBAWA CIRI Yang KHAS TERTENTU, sehingga Homo Erectus diJawa BERDIRI SENDIRI.

Untuk menepis tentang asal usul nenek moyang bangsa Indonesia, penelitian paling mutakhir di Kepulauan Halmahera, pulau Morotai dan Gebe telah terjadi kegiatan manusia Indonesia sejak 32.000 tahun yang lalu. Di Goa Pantai GOLO dan WETEF di lapisa bawah ditemukan alat serpiqhq dan batu koral untuk memasak,
Para ahli menduga bangsa Indonesia telah ada sejak 40.000 tahun yang lalu. Bukti yang paling meyakinkan adalah ditemukannya BELIUNG dan CANGKANG TRIDACNA DAN HIPPOPUS yang tepian diasah dan susunan batu koral konstruksi buatan manusia tertua telah ada sejak 10.000 SM.

INILAH BUKTI BAHWA ASAL USUL BANGSA NDONESIA bukan dari CHINA DARATAN. China masuk melalui Philipina antara 2.000 – 5.000 yang lalu.
Bellwood memperkuat pendapat Bulbeck, NENEK MOYANG INDONESIA TELAH TINGGAL DI INDONESIA Secara MANDIRI, menjadi saudara SEPUPU dari semua populasi yang ada di PAPUA, AUSTRALIA DAN KEP. PASIFIK sekitar 50.000 th yang lalu.

Pendapat yang selama ini di GEMBAR-GEMBORKAN ORANG bahwa nenek moyang Indonesia dari CHINA DARATAN, ternyata lebih memiliki UNSUR POLITIS dari pada UNSUR ILMIAHNYA. Hal ini dilakukan untuk MEMBUNUH KARAKTER ASLI BANGSA INDONESIA sebagai bangsa lautan yang besar.

Bukti-bukti KEBUDAYAAN yang dikumpulkan di seluruh Nusantara menunjukan PERBEDAAN yang MENCOLOK dengan budaya China daratan. Kebudayaan China daratan adalah kebudayaan yang kuat seperti besi, kukuh tidak pernah menyesuaikan/ terpengaruh oleh budaya lokal, perilakunya EKSLUSIF SEKALI dan MENJAGA IKATAN DARAH.

Dengan demikian, BANGSA INDONESIA BUKAN KETURUNAN DARI CHINA DARATAN, adalah benar rumusan yang disiapkan para pendiri negara kita dalam UUD 1945, pasal 6, Presiden adalah orang INDONESIA ASLI.
Semoga uraian diatas, menyadarkan semua anak bangsa dan meyakini jatidiri sebaagai bangsa Indonesia, bangsa besar, bangsa lautan yang telah mengarungi samudra dari madagaskar sampai ke kepulauan Pasifik.

Lingkungan kehidupan yang dikelilingi air, melahirkan karakter sederhana dan hidup secukupnya, tidak rakus, religius, dan wawasan luas.

Tawaran Kongkrit untuk INDONESIA !!!

Sebenarnya para leluhur kita telah menyiapkan sistim yang terbaik di dunia untuk negeri ini, tetapi bangsa ini mengabaikan karena dianggap tidak canggih, silau dan terpengaruh oleh sistim yang sedang dipakai oleh negara negara di dunia.
Didera oleh keprihatinan yang panjang, menjadikan kedekatan diri kepada Sang Pencipta lebih kuat sehingga mampu menguak tabir menemukan contoh sistim yang paling sempurna, yang apabila diterapkan untuk kehidupan berbangsa dan bernegara pasti akan berhasil membawa negara baldatun, toyibatun wa robbunghofur.

Sistim yang dibuat tangan Allah sendiri dan dijamin pasti baik.
Sistim apa itu dan apa contohnya ?
Sistim MUSYAWARAH dan contohnya pada DIRI MANUSIA itu sendiri
Didalam tubuh manusia, terdapat berbagai potensi
Potensi mata untuk melihat, potensi tangan untuk memegang, potensi kaki untuk berjalan, potensi jantung untuk memompa darah keseluruh tubuh, potensi mulut untuk makan/bicara. dan lain sebagainya.
Mereka difungsikan sesuai dengan potensi yang dimiliki dan bekerja berdasarkan musyawarah dan muaranya tercipta keharmonisan didalam menyelesaikan tugasnya. Didalam kerhamonisan melahirkan etika dan muaranya menghasilkan estetika.

Bayangkan kalau tumbuh manusia bekerja berdasarkan konsep demokrasi, konsep kekuasaan, yang kuat akan mengkooptasi fungsi yang lain, yang akan dihasilkan adalah kehancuran. Mata tidak difungsikan waktu berjalan, karena fungsinya diambil oleh yang lain, apa yang terjadi?

Dari contoh sistim pada diri manusia, para leluhur mengindentifikasi potensi bangsa harus dikelola dengan konsep musayawarah.
Potensi yang diletakkan oleh Tuhan di bangsa bangsa yang mendiami Nusantara meliputi potensi keagamaan, potensi keilmuan, potensi persatuan, potensi etika dan budaya, potensi profesi harus dikelola dengan teknologi musyawarah.

Musyawarah adalah hak bicara, sehingga kalau kita bicara tentang kesehatan tentunya dokter yang berhak bicara bukan yang lain.
Tetapi saat ini yang digunakan demokrasi, hak suara sehingga siapapun bisa bicara walaupun bukan bidangnya, dan tidak aneh kalau Panglima TNI di fit and proper test oleh yang bukan ahlinya…Terhinakan
Dan benar ungkapan bijak mengatakan, kalau suatu perkara diberikan kepada yang bukan ahlinya, tunggu kehancurannya. Indonesia sedang menunggu kehancuran.
Dengan konsep demokrasi maka yang dihasilkan PENGUASA, bukan PEMIMPIN. Dan saat ini gonjang ganjing yang terjadi di negeri, mulai dari tingkat bawah sampai keatas sebagai akibat konflik perebutan kekuasaan Indonesia. Dalam perebutan kekuasaan yang ada hanya sifat iri, dengki, hasud dan menghalalkan segala cara untuk menggapainya.

Pertanyaannya,
Apakah tokoh agama berperan dalam mengahadapi degradasi moral?
Apakah para ilmuwan dinegeri ini berperan dalam mengolah sumberdaya yang melimpah dinegeri ini?
Apakah TNI berperan sebagai pagar negara yang melindungi segenap warga negara dan tumpah darah Indonesia?
Apakah para Raja, Sultan, Pemangku Adat berperan menjaga, memelihara dan mempertahankan etika dan budaya diwilayahnya masing masing ?
Apakah kaum kaum profesional berperan terhadap profesionalime yang dimiliki masing masing ?

Mereka hanya bisa bersuara, mereka tidak berperan, seandainya diperankan dia berperan sesuai peran yang harus dibawakan oleh memerankan.
Contoh : Tayangan tayangan TV yang tidak patut ditonton masyarakat dan bisa mempengaruhi iman seseorang, kaum kaum agama tidak punya kekuatan untuk menghentikan.
Bandung barat banjir, ITB tidak bisa berbuat apa apa, ITB hanya berfungsi untuk kampusnya, tapi tidak bisa berperan untuk masyarakat Bandung Barat.

Sudah waktunya kita mengambil sikap untuk menyelamatan NKRI, kita harus kembali ke Pancasila dan UUD 45.
Pertanyaannya,
Pancasila yang mana? Pancasila Orde lama kah? Pancasila Orde baru kah? Atau Pancasila yang membawa rahmatan lil alamin ?
Kalau yang terakhir pilihan, maka Pancasila harus menganut Sistim Majelis, yang meliputi,

  • Mejelis Ketuhanan YME
    yang duduk didalamnya kaum kaum agamawan,
  • Majelis Kemanusiaan yang adil dan beradab
    yang duduk didalamnya para ilmuwan/ Cendekia
  • Majelis Persatuan Indonesia
    yang duduk didalamnya TNI dan bala cadangan,
  • Majelis Kerakyatan yang dipimpinmoleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
    yang duduk didalamnya para Raja/ Sultan/ Pemanhku Adat,
  • Majelis Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
    yang duduk didalamnya adalah kaum kaum pimpinan profesional.

Semoga bermanfaat dan jadi perenungan kita semua, dan semoga Allah segera mengangkat adzab dari negarai ini.

“PANCASILA BERDAULAT, BANGSA SELAMAT”
Salam Anak Bangsa

By Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto
Gambar By MKPN. Patsus Dede Sherman dan Patsus Citox

http://patriotgaruda.com/2016/05/30/siapakah-nenek-moyang-bangsa-indonesia-yang-sebenarnya/

Banggalah Jadi Indonesia

artikel ini diambil dari www.patriotgaruda.com

Pagi ini ditemani secangkir kopi hitam dengan alunan burung kesayangan yang me-nyanyi dengan merdu.

Hujan yang tak berhenti dari subuh tadi seolah menghitung detik jarum jam yang semakin lama semakin menambah jauh lamunan ini.
Teringat bahwa bumi pertiwi ini sudah semakin tua, semakin mendekati zaman dimana anak- anak kita ditantang untuk memecah zaman yang diamanatkan kepada mereka. Sebagai salah satu generasi yang harus menerjang zaman ini saya mulai berpikir bahwa kita harus berbuat untuk negeri ini.. Tak terasa sudah 70 th negeri ini mengatur sendi sendi kehidupanya sendiri, mengatur otot dan otak agar selalu menjadi rumah yang aman bagi segenap bangsa.
Banggalah Jadi Indonesia
Banggalah Jadi Indonesia
Disini kita bangsa Indonesia tumbuh dengan banyak latarbelakang. Alam indonesia telah membentuk pribadi kita sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Kita tau saudara paling barat kita adalah saudara “yang apa adanya”, apa yang dirasa itu yang dikata.

Mereka akan katakan walau itu sakit, mereka tak akan banyak berbasa basi.
Sementara saudara Jawa kita tumbuh dengan budaya dan krama yang lembut, dibesarkan dengan sentuhan seni negeri ini.

Satu hal yang selalu saya ingat dari negeri surga kita bagian paling timur tentunya, mereka orang yang ramah yang menganggap semua orang adalah saudaranya. Semua pasti dipanggilnya dengan kata kaka. Kaka mau kemana?? Mau kepasar kah??hehhhee…

Terbesit pikiran dicampur dengan sedikit gumaman. “Seberapa besar cinta saya, Nasionalisme saya pada Negeri ini”??

Apakah ada Bangsa atau Negara seperti Indonesia??
Bukan maksud saya untuk membaikan atau memburukan suatu Negara atau Bangsa tertentu. Saya hanya teringat disaat masih bermain dengan sandal jepit dengan modifikasi ban sehingga terciptalah sebuah Ferrari. Kami belum mengenal apa itu Play Stayion?? Kami juga belum mengenal mainan yang made in Tiongkok alias China zaman saya dulu.hehhehe
Hanya dengan kreatifitas dan apa yang ada di alam membuat kami bisa bermain seharian tanpa harus mengorbankan ternak yang semakin hari semakin gendut saja.hehheeee

Dalam benak saya pada waktu itu Indonesia adalah gambaran Dunia dengan Matahari sepanjang tahun bersinar menghitamkan kulit kuning langsat warisan sang Ayah, kolam renang terbesar yang bisa kami jadikan ajang balapan renang kami menyebutnya.

Kami pun tak pernah merasa lapar, sungai yang mengalir mencukupkan ikan untuk kami pancing.
Buah yang silih berganti membuat tak ada kata kelaparan saat bermain. Disebuah kaki gunung saya dibesarkan, udara sejuk mengiringi setiap langkah kami, pematang sawah adalah arena dimana setiap hari kami berlari mengejar katak untuk umpan. Pemandangan yang diciptakan tak mudah untuk dilupakan. Buat kami tak ada kata kelaparan saat bermain, selalu ada pilihan. Dalam benak saya inilah Dunia, saya tak mengenal Somalia, saya tak mengenal Amerika. Yang saya tahu INDONESIA!!!!

Yang saya anggap semua negara seperti negara saya INDONESIA !!! yang diajarkan pentingya akan nilai toleransi. Nilai yang mengajarkan kita untuk mengerti, menghargai, menghormati, bahwa kita terlahir dengan begitu banyak perbedaan. Betapa hebat pendiri Negara ini, mereka telah menepiskan semua ego mereka. Mereka memikirkan sebuah formula yang tepat bagi bangsa yang unik ini.

Dengan pemikiran yang jauh dari nafsu serta kejernihan hati maka lahir sebuah landasan kita dalam berbangsa dan bernegara, PANCASILA.
Bagi saya Pancasila adalah ultimate Weapon bangsa ini. Bukan Sukhoi, bukan Armata, bukan Kilo, Bukan Bukminah jualan S teler atau pun si Raftor yang sok ganteng…hehhehee

Kekuatan dari dalam bangsa ini yang seharusnya kita pupuk, agar tumbuh disetiap jiwa bangsa ini. Bangsa ini telah kenyang asam garam peperangan, yang kadang terlupkan oleh generasi kita yang lebih memeilih mewek karena film KOREA, bangsa ini telah bertahan dengan sempurna dari banyak tikaman dari dalam atau tikaman dari luar yang membuat hancur hati ini tapi semua alur sedih itu telah kita lewati. Bangsa ini telah menunjukan pada dunia kita mampu.

Saya tidak akan ragu dengan PANCASILA kita bisa merubah dunia. Kita ajar kan apa itu Demokrasi yang sebenarnya,seharusnya bukan Amerika yang mengajarkan dan berkoar seolah mereka mengerti apa itu demokrasi. Demokrasi tanpa toleransi adalah basi. Demokrasi adalah anak dari toleransi, dimana kebebasan ditunjang dengan mengerti, menghormati, menghargai perbedaan yang ada.

Setiap bangsa atau negara didunia ini bisa menjalankan Demokrasi tapi bagaimana dengan Toleransi?? Apa setiap bangsa seperti Indonesia?? Jangan tanya saya anda tau jawabannya !!! Disitulah kita unggul, disitulah kita harus bangga. Sebagai bangsa besar sudah sepatutnya kita jadi panutan dunia. Dengan toleransi ala indonesia saja kita mengerti bahwa bangsa ini telah jauh lebih unggul dari bangsa lain Sono..hehhe..

Ibarat sebuah pohon akar demokrasi itu adalah toleransi, demokrasi akan tumbuh subur jika toleransi telah mengakar dalam dalam di bumi pertiwi ini. Sebagai sebuah negara kita dikenal sebagai jamrudnya khatulistiwa. Dilimpahi kekayaan alam yang tak terkira. Dilimpahi sejarah bangsa yang megah, mulai dari Sriwijaya, Majapahit, Mataram, Singosari, betapa megah apa yang telah pendahulu kita ukir untuk bangsa ini.
Banggalah Jadi Indonesia
Banggalah Jadi Indonesia
Ada salah satu yang mengelitik benak pikir, ketika membaca artikel dari KH. Fahmi Basya, seorang yang ingin mengungkap akan asal muasal sejarah bangsa ini dengan meneliti Candi Borobudur, dengan sajian bukti yang penulis sajikan saya harus katakan Iya itulah Indonesia. Indonesia dengan Ratu Bilqis nya. Sebagai perbandingan saya juga membaca artikel dari Sir Thomas Stamford Rafles yang menerangkan Borobudur adalah bangunan yang didirikan oleh dinasty Syailendra sekitar abad ke-8. Tapi bantahan itu lahir dari hati kecil saya, saya meragukan semua catatan bule itu dan akhirya saya tarik kesimpulan saya mengerti mengapa mereka melakukan itu.hehhehe Siapapun yang membangun Borubudur, bagaimana pun asal usulnya, syailendara atau si jelita balqis saya tetap bangga bangsa ini yang membangun yang menjadi saksi bisu akan megah dan besarnya sajarah bangsa ini.

Sejenak termenung keindahan alam mana yang harus digambarkan?? Kita tau bagaimana indah dan ajaibnya danau toba, bagaimana indah nya bangla belitung dengan pantai serta batu besarnya. Kita tau bagaimana jawa dengan sejuta alam dan budaya, bahkan dengan batiknya telah mendunia. Jangan tanya bagaimana bali??? Anda lebih tau dari saya.. kita tau Indonesia timur dengan keindahan lautnya, sebut saja Wakatobi. Sudah bisa bayangkan??? Sebelum itu kita tau ada fosil hidup disana. Komodo kadal terbesar yang ada di dunia dan satu satu nya di dunia, ya kadal itu milik kita Indonesia

Pernah berpikir apa yang tidak ada di Indonesia???? Sampai sekarang saya belum menemukan jawabnya. Apa yang anda butuhkan ada di Indonesia. Sebagai bangsa yang telah dikarunia alam serta seluruh sumber daya yang ada oleh sang pencipta patut kah kita mengeluh??? Mulai sekarang tugas kita mengerakan roda pembangunan sesuai dengan peran masing-masing yang telah atau akan dibebankan kepada kita. Mari tanamkan jiwa pancasila pada diri kita, penerus kita. Kita lah yang harus membuat Garuda mengepak ke seantero bumi menancapkan kuku Pancasila nya dan menjadi panutan bagi bangsa lain, banhwa inilah Indonesia, inilah yang ditawarkan Indonesia bagi dunia.

Ayo mulai dari sekarang sumbangkan pikiran, perasaan, jangan malu untuk dicerca, jangan malu ditertawakan. Jujur ini kali pertama saya menulis, saya sadar bukan waktunya hanya berharap akan segera ada artikel yang turun dan saya nikmati begitu saja. Saya mengerti tulisan saya tak seindah tulisan bung yayan, saya tau saya bukan ahli milter yang bisa memberi bocoran akan hebatnya bangsa ini. Saya adalah insan yang belajar berujar berpikir dan menuangkan dalam bentuk tulisan. Saya mohon maaf kepada semua rekan-rekan atas semua kekurangan dalam tulisan saya ini, tapi saya merasa saya tidak bisa diam saja, siapapun boleh bertanya berkomentar. Kenapa saya tidak boleh menulis???

Kiriman Artikel dari Member PATGA
Bung Young Java
Gambar :Patsus Citox dan Patsus Dede Sherman

sumber: http://patriotgaruda.com/2016/03/31/banggalah-jadi-indonesia/ 

Tugas Meresume VS Membuat Soal, Mana Yang Lebih Bermanfaat?

Biologiedukasi.com kali ini akan berbagi artikel mengenai tugas meresume vs membuat soal, mana yang lebih bermanfaat bagi peserta didik? Secara khusus artikel kali ini ditujukan kepada bapak ibu guru yang sudah mengajar di sekolah baik SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MAN. Saya yakin bapak dan ibu guru pernah berhalangan hadir di sekolah karena suatu alasan tertentu entah karena sakit, ada kepentigan keluarga, atau bisa juga karena tugas dinas dari sekolah sehingga kelas yang di ampu bapak ibu guru pada hari itu kosong, istilah kerennya jam kosong.
ilustrasi
Ketika jam kosong, pasti bapak ibu guru memberikan tuga kepada siswa di kelas yang bapak ibu guru ampu entah dengan mengerjakan soal yang diberikan, atau mengerjakan soal di  LKS, atau meresume pada bab tertentu, atau siswa membuat soal sendiri dan jawabannya. Tentunya tugas-tugas ini kemudian dikumpulkan di meja bapak ibu guru sebagi bukti siswa-siswi sudah mengerjakan tugas yang diberikan.


Pada artikel yang sederhana ini, tidak di bahas mengenai penugasan dimana siswa mengerjakan soal dari LKS, atau buku paket, atau mengerjakan soal yang diberikan oleh bapak ibu guru, namun kali ini hanya membahas dua jenis tugas yang diberikan oleh bapak ibu guru ke siswa dan menurut penulis tugas inilah yang sering diberikan oleh bapak ibu guru yaitu tugas meresume suatu bab tertentu dari halaman a-z misalnya, atau tugas membuat soal dan jawabannya sekaligus. Dari dua jenis tugas ini penulis ingin memberikan gambaran yang tentunya ini hanya sebatas opini dari penulis saja seputar artikel ini, mungkin diantara bapak ibu guru ada yang kurang sepakat dengan apa yang penulis opinikan disini. langsung saja, ini dia ulasannya

Tugas Meresume

Tugas jenis ini penulis rasa adalah tugas yang paling sering diberikan kepada siswa ketika bapak ibu guru sedang berhalangan hadir di kelas, dimana tugas ini kemudian dikumpulkan sebagai bukti suda mengerjakan tugas meresume yang diberikan.
ilustrasi
Tuga meresume merupakan tugas yang sangat bagus diberikan kepada siswa, karena dengan meresume siswa akan menjadi lebih aktif dan berfikir untuk mengambil bagian-bagian penting dari buku/modul yang ada sehingga siswa secara otomatis juga belajar untuk memahami isi dari buku yang diresume supaya dapat mengambil instisari dari buku tersebut.

Tugas meresume memberikan dampak yang positif bagi siswa supaya keadaan kelas menjadi kondusif dan tidak rame karena siswa fokus untuk menyelesaikan tugas meresume yang diberikan, apalagi tugas yang diberikan harus dikumpulkan, mau tidak mau siswa harus menyelesaikan resume yang diberikan

Tugas jenis ini meskipun memeiliki kelebihan, namun tentu saja ada kekurangannya, ada beberapa siswa yang memang dasarnya adalah anak yang rajin maka jumlah kata/kalimat yang diresume dari buku akan sangat banyak, mereka beranggapan, semakin komplit resume yang dibuat, maka nilai tugasnya akan semakin baik, sedangkan jika resume nya sedikit mereka beranggapan nilai mereka akan jelek. Hal ini berakibat pada banyak siswa yang sebenarnya hanya sekedar "seng penting ngumpulke" "yang penting mengumpulkan sehingga berakibat menjadi tugas hanya sekedar tuga untuk memperoleh nilai.

Membuat Soal

Tugas model kedua ini yaitu siswa diberi tugas untuk membuat soal dan sekaligus jawabannya entah 10 soal, 20 soal atau sampai 40 soal. tipe tugas yang seperti ini hampir sama dengan tugas meresume, namun menurut penulis memiliki tingkatan sedikit di atas tugas meresume. Jika meresume mereka hanya berfikir satu kali yaitu bagaimana caranya menemukan kalimat inti daris etiap bagian yang hendak di resume.
ilustrasi
Jika mengggunakan tugas model membuat soal maka siswa harus berfikir dua kali, yaitu pertama mereka harus menemukan bagian penting dari kalimat-kalimat yang akan dijadikan pertanyaan untuk soal-soal yang akan dibuat. kedua, mereka harus membuat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang dibuat. 

Jika pertanyaannya adalah bentuk soal uraian, atau isian singkat mungkin berfikir mereka tidak terlalu dalam, namun jika soal yang dibuat mereka adalah soal pihan ganda dengan 4 pilihan atau 5 pilihan mereka harus berfikir keras untuk membuat opsi-opsi tersebut, sehingga mampu meningkatkan  berfikir kritis mereka.

Dengan membuat soal ketika bapak dan ibu guru mereka juga akan berkonsentrasi penuh untuk menyelesaikan tugas yang diberikan, sehingga kelas bisa kondusif. Namun dengan tugas yang seperti ini juga memiliki celah dimana siswa bisa saja di awal-awal jam pelajaran tidak melakukan apa-apa, kemudian setelah ada teman yang selesai mengerjakan, mereka menyalin begitu saja apa yang dikerjakan oleh siswa, sehingga menjadi kurang efektif tugas ini.

Kesimpulan

Tugas meresume vs membuat soal, mana yang lebih bermanfaat? menurut penulis tuga yang paling efektif untuk membuat kelas menjadi kondusif dan memiliki tingkat kebermafaatan yang paling tinggi dari dua jenis tuga ini adalah tugas yang membuat soal, karena mereka harus berfikir dua kali untuk membuat soal ini, namun perlu cara yang efektif supaya siswa dapat bekerja sendiri-sendiri tanpa menggantungkan hasil kerjaan temannya.

Semoga artikel ini bsia memberikan sedikit wawasan bagi bapak ibu guru yang membaca artikel yang sangat sederhana, semoga bermanfaat


oleh:
Yoga jiwanjaya
email: yogajiwanjaya@gmail.com
www.biologiedukasi.com
www.pusatdesainweb.com






Guru Galak VS Guru Murah Senyum, Mana Yang Lebih Efektif?

ilustrasi
Sahabat biologiedukasi.com semoga sehat selalu ya..., kali ini saya akan berbagi informasi seputar bagaimana mengelola kelas yang baik dan benar supaya pembelajaran menjadi lebih menarik, di dalam artikel kali ini mengangkat judul guru galak vs guru murah senyum, mana yang lebih efektif untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan sehingga siswa lebih mudah memahami dan tidak bosan di dalam kelas.

Guru Galak

Sebelum membahas mengenai guru galak, apakah efektif atau tidak ketika mengajar di dalam kelas, alangkah lebih baiknya mengetahui definisi dari guru galak tentunya dari sudut pandang saya pribadi, setiap orang memiliki definisi dan batas-batasan yang berbeda untuk mendeskripsikan guru galak itu seperti apa.

Guru galak merupakan guru yang di dalam pembelajaran di kelas cenderung sangat serius dalam mengajar, dan memiliki kecenderungan siswa memperhatikan dengan seksama, dan juga selalu menegur dengan keras jika siswa ada yang bercanda/tidak memperhatikan pembelajaran dengan serius. pembeljaran jenis ini cenderung pembelajaran sangat kondusif, dimana siswa cenderung diam, takut bertanya karena takut pertanyaannya salah atau malah gurunya balik bertanya kepada siswa. dan keadaan di dalam kelas sangat hening sekali, hanya terdengar suara dar guru tersebut yang menyampaikan pembelajaran, tidak ada siswa yang berani bertanya, ataupun mengeluarkan suara sedikitpun. inilah patokan yang saya maksud sebagai guru galak,  seklai lagi setiap orang memiliki definisi yang berbeda-beda, ini hanya sekedar opini saya pribadi

Pembelajaran yang seperti ini memang akan menyebabkan kondisi pembelajaran sangat kondusif, guru hanya perlu mengeluarkan suara pelan-pelan saja, sudah terdengar sampe belakang, sehingga energi tidak terkuras sama sekali. Namun dengan model pembelajaran yang seperti ini, biasanya akan menyebabkan pembelajaran monoton, yang disebabkan siswa jarang ada yang bertanya, karena ketakutan terlebih dahulu sebelum bertanya karena takut dimarahi, atau dengan alasan lainnya.

Hal lainnya yang mungkin terjadi adalah diamnya siswa selama pembelajaran memiliki dua kemungkinan, yaitu:

1. Siswa diam karena memang memperhatikan dengan seksama apa yang dijelaskan oleh guru, sehingga bisa denga mudah menangkap apa yang dijelaskan oleh guru. atau
2.  Diamnya siswa disebabkan oleh rasa takut yang disebabkan karena tidak mau ditegur oleh guru jika bersuara atau mengobrol sendiri.

Jika siswa mengalami tekanan di dalam pembelajaran seperti pada kemungkinan yang kedua ini dapat berakibat justru siswa menjadi takut, tidak paham, semakin takut jika ada pelajaran yang di ampu oleh guru ini. hal ini bisa berdampak pada siswa dimana siswa akan mengalami kecenderungan tidak menyukai pelajaran ini, jika sudah tidak suka maka dapat berakibat apa yang dijelaskan oleh guru akan susah dipahami oleh siswa.

Guru Murah Seyum

ilustrasi
Guru murah seyum saya definiskan sebagai guru yang di dalam mengajar di dalam kelas jarang memperingatkan siswa secara kasar ketika siswa bercanda atau tidak memperhatikan. di dalam pembelajaran setiap 15 atau 30 menit sekali menyisipkan bahan bercandaan yang disesuaikan dengan topik saat pembelajaran berlangsung, serta menegur siswa yang tidak memperhatikan dengan cara menghampiri langsung ke siswa tersebut tanpa membuat dia ketakutan setengah mati

Guru dengan tipe yang seperti ini biasanya didalam pembelajaran cenderung tidak kondusif dan membutuhkan suara ekstra dalam menyampaikan pembelajaran, hal ini dikarenakan untuk mengembalikan ke suasan yang kondusif  setelah bahan yang dapat menyebabkan siswa tertawa karena bercandaan guru tersebut memerlukan waktu beberap menit.

Namun dengan teknik pembelajaran yang seperti ini maka siswa tidak akan tertekan di dalam pembelajaran sehingga siswa menjadi lebih relaks di dalam pembelajaran, sehingga siswa dalam menagkap pembelajaran lebih mudah. hal lainnya adalah dengan tipe pembalajaran yang seperti ini, biasanya siswa tidak sungkan dalam bertanya ketika guru menjelaskan sehingga pembelajaran bisa berlangsung dua arah, bahkan mungkin kadang ketika guru masih menjelaskan, siswa memotong penjelasan guru untuk bertanya dengan penuh semangat 45.

Ya meskipun kadang ada satu dua pertanyaan yang diajukan oleh siswa tidak nyambung dengan apa yang ada did alam pembelajaran saat itu, namun hal ini sangat efektif untuk mencairkan suasana ketika siswa bertanya agak konyol, yang mungkin bisa dikonversi menjadi bahan yang dapat membuat siswa lainnya tertawa.

Guru dengan tipe seperti ini biasanya memiliki pemahaman dan ilmu yang baik  dan luas serta akrab dengan dunia internet, karena untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa yang kadang nyeleneh tapi masih dalam konteks materi yang diajarkan guru harus mampu membuak wawasannya, karena tidak semua apada yang ditanyakan oleh siswa ada di dalam buku teks pelajaran atau tidak semuanya dapat di dapatkan sewaktu di bangku kuliah dulu. Kehadiran guru jenis ini biasnaya selalu ditunggu oleh siswa-siswinya di dalam kelas karena pembelajarannya yang tidak monoton dan dapat menghidupkan suasana di dalam kelas.

Efek negatifnya adalah ketika guru jenis ini tidak mampu mengontro pembelajran dengan baik, maka akan mengakibatkan pembelajaran tidak efektif karena siswa dapat menyepelekan guru ketika mengajar dan merek asik dengan mengeobrol sendiri dengan teman sebangkunya. "alah sante nek pak/bu itu, rak bakal diseneni" "halah, santai kalau dengan pak/bu itu, tidak akan di marahi"

Kesimpulan 

Guru galak dengan guru murah seyum sama-sama dapat efektif jika pengelolaannya dapat dimaksimalkan dengan sebaik mungkin. Namun lebih efektif guru murah seyum dengan catatan guru tersebut mampu mengontrol kondusifitas di dalam kelas ketika siswa menjadi gaduh yang diakibatkan oleh suasana yang terkesan lebih santai di dalam kelas. ini hanya oponi pribadi setiap orang memiliki opini yang berbeda-beda mengenai efektifitas mengajar di dalam kelas




Cara Menulis karya Ilmiah dan penulisan Kepustakaan Serta Etikanya

etika
Etika penulisan karya ilmiah sangat diperlukan karena ini sangat berkaitan dengan apa yang ditulis di dalam tulisannya, dalam hal ini adalah artikel ilmiah. Dengan memperhatikan etika penulisan maka seseorang dapat terhindar dari plagiarisme, sehingga tulisan yang dibuat dapat dipertanggung jawabkan. Dalam pembuatan artikel ilmiah misalnya, segala jenis pengambilan data, teori, ataupun kutipan-kutipan yang bukan miliknya wajib di cantumkan sumber pengambilan data tersebut, jika tidak mencantumkannya maka hal ini dapat dikatakan plagiarisme.


Segala bentuk plagiarisme di segala bidang, khususnya di bidang ilmu pengetahuan sangat tidak diperbolehkan. Jika seseorang terbukti melakukan plagiarisme maka sanksi berat pasti akan di jatuhkan kepada orang tersebut. Maka dari itu pencantuman sumber bacaan sangat diperlukan agar plagarisme dapat dikurangi, selain itu kesadaran akan tidak bolehnya plagiarisme di bidang ilmu pengetahuan perlu dipahami lebih mendalam agar terhindar dari plagiarisme.

Penulisan kepustakaan sangat diperlukan untuk menghindari plagiarisme. Beberapa kaidah selingkung penulisan kepustakaan sangat berbeda-beda tergantung institusi yang menerbitkan artikel tersebut. Tingkat internasional yang paling banyak di pakai adalah MLA, APA, dan CMS.
Gaya penulisan antara MLA, APA dan chicago memiliki perbedaan mendasar pada penulisan kepustakaan.

Pada MLA menyebutkan nama lengkap pengarang pada penyebutan pertama di dalam teks dan tidak diikuti tahun terbit, serta harus mencantumkan nomor halaman pada sitasi. Pada penulisan APA, hanya menggunakan nama belakang pengarang, diikuti tahun terbit dan boleh mencantumkan nomor halaman, tetapi juga diperbolehkan untuk tidak mencantumkan nomor halaman. Sedangkan pada CMS hanya menggunakan nomor superskrip yang diambil dari footnotes atau endnote dengan penomoran sitasi dilakukan secara urut dari awal tanpa melakukan pengulangan angka.

Gaya penulisan ini semua benar, tetapi bisa mnejadi salah jika di dalam penulisan artikel yang kita buat sudah ditetapkan menggunakan gaya penulisan APA, namun ternyata kita menggunakan format penulisan dari MLA sehingga artikel yang kita buat akan salah karena tidak memenuhi standar yang sudah di sepakai sebelumnya.

refleksi perkuliahan karya ilmiah tanggal 14 september 2015

Mari Berbudaya Membaca Untuk Memajukan Indonesia

Pagi ini Fani sedang menunggu Bus di Halte Trans Semarang Koridor 3 dengan duduk di kursi paling pojok kanan dari halte bus Trans semarang sore itu setelah pulang dari sekolah, ia membaca sebuah buku pelajaran bertuliskan “Biologi Untuk SMK Kelas XI Pharmasi dibagian sampulnya dan dia mempelajari bab sistem gerak. Sedikit demi sedikit satu dua halaman habis di bacanya dengan penuh semangat dan antusiasme yang tinggi karena besok harus menghadapi ulangan harian bab sistem gerak.
Ilustrasi, menunggu bus
Selang beberapa saat, sekitar 5 menit kemudian seorang teman Fani yang bernama Andika dan kebetulan satu kelas dengan fani menghampiri Fani dan duduk di sebelah kiri dari tempat duduk Fani. Andika kemudian menyapa Fani dengan sebuah kalimat yang mungkin bagi banyak orang yang pernah merasakan sekolah di bangku SMA/SMK/MA dengan kalimat sedikit mengejek “Cie Belajar…., ngapain belajar di Halte Bus, belajarnya nanti malam saja” perkataan di Andika ini tentunya langsung masuk ke kalbu yang paling dalam si Fani dan akhirnya karena gengsi Fani pun menutup buku pelajaran tersebut dan memasukkan ke tas nya

Itulah sepenggal kisah yang penulis yakin pernah terjadi di mas, mbak, bapak, ibu, adek, paman, bibi, tante, dll yang pernah merasakan masa-masa abu-abu. Sebuah budaya yang seharusnya di contoh membaca dimanapun dan kapanpun ternyata susah untuk di contoh, padahal hal tersebut adalah hal yang sangat positif untuk meningkatkan prestasi, ilmu pengetahuan, dan logika dalam berfikir, lebih-lebih bisa memajukan Indonesia suatu saat nanti ketika generasi mereka menguasai Indonesia.
Ironi memang, teknologi yang semakin berkemabang terutama gadget yang hampir dari semua kalangan memilikinya benda yang satu ini karena peran yang sangat vital untuk berkomunikasi justru membuat penggunanya terlena dengan waktu.

Dari anak-anak dari SD, SMP, SMA, SMK, MA, dll hampir semuanya memiliki gadget yang satu ini, namun sayangnya mereka tidak bisa membagi waktu dengan benda yang satu ini. Coba perhatikan, baik makan, mau tidur, nonton TV, naik motor, naik mobil, menunggu bus datang, atau menunggu makanan datang ketika berada di rumah makan, hampir dipastikan untuk menunggu waktu luang tersebut mereka asik dengan gadgetnya, terutama untuk aktifitas nge-game, BBM, update status Facebook dan Twitter dengan kata”menunggu pesanan makan datang di restoran ABC” Fenomena yang justru menyebabkan kemunduran Bangsa Indonesia sedikit demi sedikit.

Bayangkan jika berbagai macam aktifitas itu dirubah menjadi sebuah kebiasaan membaca buku yang bermanfaat misalnya saja buku pelajaran, buku ensiklopedia, novel, manajemen, atau buku-buku lainnya yang lebih memberikan dampak positif bagi diri sendiri ataupun orang lain. Penulis yakin apabila kebiasaan tersebut terus dilakukan, suatu saat Indonesia akan menjadi bangsa yang Maju karena pemikiran-pemikiran yang cerdas dan brilian dari penerus bangsa untuk memajukan Indonesia.

Kita ambil contoh salah satu tokoh Indonesia yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional yaitu bapak Bj Habibie. Kita tahu beliaulah perintis Industri kedirgantaraan Indonesia yang sempat Berjaya di tahun 1990-1999 dengan berhasilnya dibuatnya sebuah pesawat terbang turboprof pertama yang menggunakan teknologi Fly by Ware yang terkomputerisasi. Namun pada akhirnya mimpi sang professor harus kandas di tangan IMF karena krisis ekonomi 1999. Beliau bisa seperti itu mampu membuat pesawat terbang yang begitu canggihnya tidaklah instan begitu saja jadi sebuah pesawat namun melalui proses yang panjang. Salah satunya membaca-membaca dan membaca serta menekuni di bidang pesawat terbang untuk mampu memahami bagian-bagian dari pesawat sistem desain, aerodinamika, elektronika, software, perakitan dll.
Bj Habibie dan model pesawat terbaru R-80
Membaca mampu membuka jendela pikiran kita agar lebih terbuka lagi dengan memanfaatkan space otak kita yang baru kita manfaatkan 3% saja. Membaca mampu meningkatkan kerja otak kita agar mampu berfikir lebih baik untuk memecahkan berbagai persoalan dan problematika dengan mencari sebuah jawaban dari sebuah buku.

Yuk kita budayakan membaca untuk memajukan Indonesia

Penulis: Yoga Jiwanjaya

Keajaiban Reproduksi, Bukti Penciptaan Yang Luar Biasa

Sel Sperma dan Sel ovum yang tak saling kenal satu sama lainnya

Salah satu hal yang sangat menarik di pelajari bagi manusia adalah bagaimana sebuah sistem reproduksi bekerja yang melibatkan berbagai macam organ dan hormon yang saling terkait satu sama lainnya untuk keberlangsungan kehiduapan manusia di bumi ini. Kali ini saya akan mencoba menjabarkan bagaimana fertilisasi/pembuahan yang dilakukan oleh sel sperma kepada sel ovum dengan sudut pandang yang berbeda.
sel sperma dan sel ovum
"ilustrasi"ovum yang dibuahi sel sperma

Sel sperma

Sel sperma di produksi di lokasi yang dinamakan testis lebih tepatnya di bagian tubulus seminiverus yang merupakan saluran berkelok kelok yang berada di dalam testis yang akan di produksi terus menerus,disinilah terbentuknya sel sperma yang sekali terjadi ejakulasi akan dihasilkan sebanyak 200 juta – 500 juta sel sperma. Jumlah ini sudah di perhitungkan dengan sangat detail oleh Allah SWT, perhitungannya seperti apa, nanti akan di uraikan lebih rinci
sel sperma
sel sperma di lihat di bawah mikroskop


Sel ovum

Berbeda dengan sel sperma yang selalu dapat di produksi terus menerus, jumlah sel yang akan menjadi ovum sudah di tetapkan oleh Allah SWT kurang lebih 300 ribu sel saat bayi perempuan lahir yang dinamakan dengan oosit primer yang nantinya akan menjadi sel ovum yang siap untuk dibuahi. Sel ovum di produksi di sebuah organ yang dinamakan ovarium untuk proses pembentukan ovum yang melibatkan setidaknya 2 hormon dari hipofisis anterior dan 2 hormon dari ovarium itu sendiri( akan dibahas di artikel berikutnya)

Proses fertilisasi

Saat pasangan suami istri melakukan hubungan badan maka ketika waktu dalam melakukan hubungan suami istri tersebut tepat maka dapat terjadi pembuahan/fertilisasi yaitu bertemunya sel sperma dengan sel ovum. Sebelum membahas fertilisasi maka sel sperma akan mengadakan perjalanan panjang di sepanjang rahim perempuan.

Dalam tahap awal sel sperma akan ditambahkan cairan yang bersifat basa, karena sel sperma akan menghadapi ancaman pada saat memasuki rahim perempuan Karena rahim perempuan bersifat basa, coba renungkan hal ini tidak mungkin terjadi melalui tahapan evolusi, bagaimana mungkin sel sperma yang sebelumnya sama sekali belum pernah masuk ke rahim perempuan sudah dibekali cairan yang bersifat basa untuk menjaga sel sperma tidak mati saat memasuki rahim yang bersifat asam, Allah SWT sudah mengatur sedemikian rupa untuk perjalanan sel sperma supaya tidak mati terlalu banyak oleh cairan asam rahim perempuan.
fertilisasi
Proses feltilisasi, pengamatan di bawah mikroskop elektron
Selain itu sel sperma akan mengalami kematian yang cukup banyak, selain diakibatkan oleh cairan asam juga disebabkan oleh sel sperma akan dihancurkan oleh sel darah putih yang berada di dalam rahim perempuan karena dianggap oleh benda asing oleh sel darah putih tersebut, itulah kenapa sel sperma di ciptakan dalam jumlah mencapai ratusan juta sel sekali ejakulasi dengan maksud supaya ada yang bisa sampai pada ovum

Perjalanan yang dilakukan oleh sel sperma apabila sel sperma di perbesar seukuran manusia maka perjalanan dari sel sperma itu sekitar 7km untuk bisa sampai pada ovum yang lokasinya berada ditempat yang dinamakan tuba falopi/oviduk, tentu saja dibutuhkan sel sperma dalam jumlah banyak untuk bisa sampai di ovum dikarenakan perjalanan yang jauh berarti sel sperma harus dalam keadaan yang sangat bagus yang hanya bisa sampai pada sel ovum, sperma yang kurang begitu bagus maka akan mati di pertengahan jalan karena kualitasnya yang kurang bagus.

Yang lebih menakjubkan lagi dari sel sperma adalah sel sperma ini semuanya akan menuju sel ovum dengan tepat tanpa kebingungan menentukan lokasi dan mengenali dari sel ovum padahal kedua sel ini sebelumnya pernah bertemu satu sama lainnya, proses dari bertemunya sel sperma dan sel ovum ini di pandu oleh sebuah siyal kimia yang di keluarkan oleh sel ovum yang mampu ditangkap oleh sel sperma karena memiliki reseptor untuk menangkap siyal kimia tersebut sehingga arah dari sel sperma ini bisa menuju dengan tepat sasaran, apakah ini sebuah proses kebetulan seperti halnya yang dikemukakan oleh teori evolusi yang menyatakan terjadi perubahan bentuk sedikit-demi sedikit dalam waktu yang lama, tidak ada siyal kimia berarti tidak akan terjadi fertilisasi, tidak ada cairan basa berarti tidak akan terjadi fertilisasi.

Setelah sel sperma bertemu dengan sel ovum di tuba falopi maka tahap selanjutnya sel sperma akan melepaskan enzim hidrolitik dari bagian ujung kepala sel sperma lebih tepatnya dilokasi yang dinamakan akrosom, enzim yang dilepaskan ini memiliki fungsi untuk menghancurkan zona pelusida dari sel ovum sehingga sel sperma dapat masuk, yang lebih menakjubkan adalah sel sperma yang dapat menembus zona pelusida akan terjadi peleburan dengan membran sel ovum dan seketika itu ekor yang tadinya digunakan untuk bergerak menuju sel ovum di putus oleh sel sperma itu sendiri, bagaimana dengan sel sperma yang lainnya yang akan memasuki sel ovum? Setelah melebur dengan membrane ovum, maka sebuah enzim akan dilepaskan oleh membran sel ovum yang dengan seketika dapat mengeraskan zona pelusida supaya tidak bisa dilewati oleh sel sperma yang lainnya. Jadi dari 200 juta – 500 juta sel sperma hanya ada satu sel sperma yang dapat membuahi sel ovum yang nantinya dapat menjadi diri kita ini.
zona pelusida
Zona pelusida pada ovum


Sebuah mekanisme yang telah di ciptakan oleh Allah SWT untuk meneruskan keberlangsungan kehidupan di bumi ini. Sebuah mekanisme apabila dijelaskan melalui teori evolusi akan sangat mudah dibantah hanya dengan menggunakan bantahan seperti diatas, ini barulah mekanisme bagian luarnya saja, bagaiman dengan mekansme sesudah terjadi fertilisasi yang sudah melibatkan kromosom dalam pembentukan manusia, tentunya akan semakin menambah kekuatan iman kita untuk bersyukur kepad Allah SWT yang akan sangat sulit dijelaskan melalui konsep teori evolusi.



Ayo Budayakan Menulis

Judul asli: Merajut Nusantara bagian 2 (Ayo budayakan menulis)

budayakan menulis
Seorang Habaib senior kebetulan beliau seorang mursyid beberapa thoriqoh, Hafidz Quran, Jamaahnya banyak, ahli ceramah, berpesan dengan menceritakan kekurangan dan kelebihanya.
Satu hal yang saya kurang bisa menguasai disiplin ilmu yang itu ketika saya sadari sangat berpengaruh terhadap peradaban, bisa mengubah sejarah, bisa menghipnotis orang, bisa menetralisir doktrin, bisa menyatukan umat, bisa menjadikan solusi obat bagi saudara-saudara kita yang menghadapi masalah, dan juga memberikan pencerahan terhadap hati yang gersang, serta bisa menggiring kepada syurgaNya.

Tapi disisi lain ketika disalah gunakan disiplin ilmu ini bisa menghancurkan, bisa mengacaukan, bisa menyesatkan, bisa menggiring umat kedalam neraka jahanam. Ilmu itu adalah “MENULIS”
Ketika saya sadar usia saya sudah tua, mau belajar menulis susah, hingga saya menyampaikan ilmu hanya dengan lisan, dan menafsirkan kitab2 klasik yang bertumpuk di almari itu.

Hikmah:

  1. Menulislah atau belajarlah untuk menulis dalam bentuk buku, artikel, dengan kalimat-kalimat yang syarat dengan makna, walau berbentuk status sekalipun.
  2. Satu orang yang membaca ketika dia menularkan ke sahabat-sahabatnya maka temanya juga akan menularkan yang positif, sehingga akan terbentuk mata rantai informasi yang positif bertaburan. Itulah cahaya kebenaran yang membawa energy positif yang akan berdampak positif.
  3. Tahukah kita bahwa sejarah/ sejarah berubah karena budaya menulis terbengkalai, peradaban terputus karena generasi dimasa lalu dimana saat itu tidak punya data tertulis. Hal itu wajar karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk mendata.
  4. Bayangkan kalau disetiap sudut kota, kampung, dan disekitar kita terdapat slogan-slogan, kata-kata hikmah, dispanduk, baliho, desain, TV berikut ini, tembok-tembok, dsb.. orang akan mudah mendapatkan pencerahan dimana saja, kapan saja.
“Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso” “Becik ketitik olo ketoro,” “Ajining diri dumunung ing lathi, “

BAHASA JAWA

Begitu tingginya peradaban jawa, bahasanya bertingkat dan berlapis menurut siapa lawan bicaranya.
mengajarkan kemuliaan yg tinggi, Tidak ada bahasa lain yang sepadan dengan kompleksitas dari bahasa jawa. ini adalah sebagai bukti peradaban tertua. Sehingga ketika ada istilah/falsafah yg berkaitan dengan Nusantara. kembalikan makna kepada bahasa asli yang tertua ini.

Harus merujuk ke bahasa aslinya agar makna tudak berubah, agar sejarah nusantara kembali lurus. Misalkan pancasila, dari kata ponco yg berarti 5, menggunakan bahasa jawa asli, walaupun diluaran banyak diaku import. Tapi setidaknya kita punya rujukan sendiri sebagai upaya pelestarian bahasa, dan sejarah asli.

Ketika ketemu aktifis yang mengajak ke Quran dan hadist, selalu saya tanyakan beberapa hal:

  1. Ajaklah mereka berfikir dan diskusi. Karena semua dalam proses pencarian kebenaran. Butuh informasi yang benar, butuh langkah yang benar, butuh kesabaran, butuh waktu untuk paham sesuatu Dan butuh ketlatenan. Kalaupun saat ini belum bisa menerima bisa jadi dilain waktu. Atau bahkan diam-diam mulai berfikir.
  2. Siapa imamu? Banyak sekali akan kita temui bermacam macam jawaban dari ormas-ormas yang berbeda itu.Ada yang menyebut imamnya dijawa barat, betawi, imamnya dipalestin, ada yang di iraq, ada yang disaudi,

    Suatu saat ketemu sahabat di dinas transmigrasi dibagian ngurus pasport, dari postur badanya kelihatan sekali kalau orang itu aktifis ormas tertentu. Setelah diskusi muter-muter saya pancing dia menjawab kalau pusatnya di India, setiap anggota yang sudah senior memiliki pasport ke luar negeri, bahkan ada yang berguru ke pakistan.

    Diskusi menarik karena orang itu selalu mengutip hadist-hadist yang populer dikalangan aktifis. Saat tidak sengaja dia singgung hadist akhir zaman. langsung saya tanya “Kenapa imam ditempatmu memilih india, bukankah ada hadist yang menyatakan akhir zaman islam tinggal Makah dan Madinah?”
  3. Di dunia ini ada jutaan hadist, diantaranya ada yang asli, ada yang ditambahi/dikurangi, bahkan ada yang bikinan, atau bahkan tafsirnya bermasaah. lalu bagaimana cara ditempatmu untuk mensinkronkan sesama anggota jamaahmu. Kemudian setelah itu bagaimana cara mengantisipasi ketika keluar jamaahmu yang disana ada banyak sekali perbedaan. Adakah standar baku yang bisa menjadi solusi seluruh perpecahan di dunia. misalnya tafsir baku yang sudah di diskusikan berbagai kalangan untuk satu kesatuan, atau standar induk hadist yang sudah di diskusikan berbagai kalangan untuk satu tujuan yang utuh. atau masih sepihak saja.
  4. Andaikan ada seseorang yang lebih pantas memimpin, atau ditaati, atau pantas didepan.Karena secara ilmu memang dia pantas didepan bagaimana respon pemimpinmu, apakah akan mempersilahkan orang itu untuk mengambil alih, atau tetap akan kukuh dengan alasan harus orang lama yang memimpin.
Sebab jika semuanya ormas berpedoman siapa yang lebih mampu boleh didepan, maka yang baik InsyaAllah akan bersatu semuanya. Karena inilah inti ajaran quran-dan hadist yaitu mengedepankan akhlaqul karimah dengan rendah hati.Tetapi jika mengandalkan keputusan sepihak maka akan terus bergesekan, berbenturan dan perpecahan tidak akan perah ada solusi.

Inti ajaran islam adalah mendidik untuk berahklak mulia.

Kuatkan imanmu terlebih dahulu sebelum memutuskan terjun kedunia Dakwah dan perjuangan,
Iman bersemayam didalam hati,
hati itu tidak terlihat,
tapi dia akan sangat menentukan ending dari perjuanganmu.
Tanamkanlah ilmu hati sedalam dalamnya
karena dia ibarat sumur yang dalam akan menghasilkan sumber air yang tidak terbatas,
Ibarat pohon yang akarnya dalam sementara batangnya tinggi menjulang,
rantingnya banyak,
daunya rimbun,
dan buahnya banyak.
Ketika ilmu hati yang kau tanamkan dalam dirimu merasuk dalam sanubarimu maka engkau takan mudah goyah oleh terpaan angin,
tidak akan mudah terombang ambing oleh keadaan, tidak akan mudah mengeluh, tidak akan mudah putus asa.
kedalaman ilmu hati akan membuat hatimu lapang, saat lapang dada maka engkau akan dapati beribu jalan yang engkau bisa lewat menuju cita-citamu.

Ketika imanmu tipis lalu engkau terjun kedunia dakwah,
maka kuda-kuda kakimu akan mudah goyah oleh terpaan angin,
akan mudah disuap,
gila pujian,
dan akan mudah diajak berkhianat,
mudah tertipu oleh kamuflase,
Masih ingat perang gerilya yang terjadi dinusantara PERANG DIPONEGORO

Perjuanganya terhenti karena dikianati oleh Temannya sendiri yang gila akan pujian, harta, dan duniawi.

Orang jawa asli dipelajari oleh belanda tentang kelemahanya yaitu dijunjung, ditinggikan, diagungkan, lalu lupa akan tipudaya.maka Berhati-hatilah dengan PUJIAN, Pujian makhuk adalah jebakan yang bisa menjatuhkan.

By Patsus Setiya Biro Yogyakarta

dikutip dari : Patriotgaruda


Mengenai Saya