Pengen Bikin Startup ? Baca 5 Buku Keren Ini

Startup adalah kata yang sering banget kita dengar akhir-akhir ini, dikutip dari Forbes, startup adalah "sekelompok orang yang bekerja memikirkan solusi untuk sebuah permasalahan, tapi, solusi yang ditawarkan ini belum memiliki jaminan akan sukses", contohnya kita ambil Go-jek, apa sebenarnya permasalahan yang ingin dipecahkan, tentang kenyamanan dalam transportasi menggunakan ojek, apa yang mereka tawarkan ? kemudahan dalam memesan jasa ojek dan transparansi tarif.

Jika kamu pengen banget memulai untuk membangun startup, ini dia 5 Rekomendasi Buku yang wajib kamu baca, FYI : buku-buku ini berhasil menjadi inspirasi bagi ratusan startup founder di seluruh dunia.

Okay.. Lets get started.

1. The Lean Startup karangan Eric Ries



2. Rework karangan Jason Fried



3. How to Win Friends and Influence People karangan Dale Carnegie



4. Zero to One: Notes on Startups, or How to Build the Future karangan Peter Thiel



5. Secret to Startup Failure: Fail Fast. Fail Cheap. Fail Happy karangan Sonia Lin


Itu dia 5 rekomendasi buku untuk entrepreneur yang ingin memulai startupnya. Inget, perubahan sejati ada di dalam diri kamu.

Apakah kamu siap menjadi The Next startup founder selanjutnya ?

Referensi : https://www.goodreads.com/list/show/17321.Before_Starting_a_Startup_read_these#10127019

Berkenalan Dengan Emotion Recognition dari Microsoft Project Oxford

Setelah sebelumnya membuat sistem pendeteksi umur melalui wajah manusia, kali ini Micosoft merilis tools baru yaitu Pendeteksi Emosi Manusia Berdasarkan Ekspresi Wajah, experimen ini bisa kita temukan dalam Project Oxford dari Microsoft.

analisa emosi dari wajah
Hasil analisa Emotion Recognition dari Microsoft Project Oxford
Okay, Emotion Recognition adalah algoritma yang dapat menebak emosi manusia dari raut wajahnya, saat ini ada 8 emosi dasar manusia seperti : marah, takut, senang, sedih, terkejut, netral hingga jijik. Dalam hasilnya, tools ini akan menampilkan kotak yang mendeteksi wajah, lalu menunjukkan nilai 0 hingga 1 berdasarkan 8 emosi tadi.

Sebagai contoh gambar diatas adalah gambar temen2 waktu selesai presentasi mata kuliah TRPL di semester 5, kalo dilihat kasat mata, emang semua ekpresinya pada senang, dan Emotion Recognition melakukan tugasnya dengan baik karna menunjukkan angka happiness yang tinggi.

How it Works ?
Proses ini menggunakan 2 API yang bisa dicoba secara gratis oleh para developer.

1. Face APIs



Pertama, sistem akan mendeteksi ada atau tidaknya wajah dalam foto, dengan menggunakan algoritma pada Microsoft Face APIs yang mencocokkan 3 bagian wajah yaitu : Mata, Hidung dan Mulut.


Algoritma ini merayapi gambar untuk menemukan koordinat ketiga bagian tadi, ketika ditemukan, program akan menyimpan koordinat (x dan y) dari setiap bagian wajah.

Hasil proses pendeteksi wajah dari foto

2. Emotion APIs


Setelah ditemukan wajah dalam foto, Emotion APIs digunakan untuk menangkap ekspresi wajah tersebut. Caranya dengan mengukur kondisi mata dan mulut. Kemudian algoritmanya mencocokkan ukuran mata dan mulut untuk dimasukkan ke 8 aspek emosi manusia.

Ekspresi raisa lagi terkejut

Contoh, ketika mata dan mulut terbuka, maka kemungkinan emosi yang dialami sedang terkejut, maka indeks Surprise disini akan tinggi dibanding yang lain.

Jika kamu seneng banget sama bidang Face Recognition, tools ini dapat kamu coba secara gratis di Project Oxford. Di halaman tersebut sudah tersedia dokumentasi, demo dan link untuk mendownload SDK secara lengkap.

Dibalik Keanehan 301+ Views Pada Youtube

Suka nonton Youtube ? pasti sering lah ngalamin kejanggalan yang satu ini.

penyebab 301+ views youtube
Keanehan 301+ Views pada Youtube
Youtube 301+ Views
Kasus ini berawal dari video yang baru saja diupload, dan mendapat banyak view dari penonton, biasanya terjadi pada music video atau video viral lainnya. keanehan mulai terjadi disini, jika kita melihat kolom komentar, sudah ada ratusan bahkan ribuan komentar, namun penghitung viewnya tetap statis menunjukkan angka 301+ views.

Apa penyebabnya ?
YouTube menggunakan teknik pendeteksi spam untuk memverifikasi view benar benar berasal dari real human, ketika pengunjung atau viewers mulai melihat video, data ditempatkan di server berbeda, dalam tahap ini, YouTube belum mengecek apakah yang melihat video itu adalah manusia atau robot, dari server yang berbeda-beda ini kemudian dikumpulkan menjadi satu server yang khusus untuk memverifikasi penonton. protokol ini dimulai ketika view dari video mencapai 300, YouTube akan membekukan penghitungan di tampilan video, lalu memverifikasi view yang sebenarnya, dan kemudian ditampilkan dalam beberapa jam kemudian.

Per 5 Agustus, YouTube akan bebas dari 301+ Views

Melalui tweet dari Youtube Creator @YTCreators , dengan resmi YouTube mengucapkan selamat tinggal pada kekurangan ini.
YouTube mengubah sistem verifikasi dengan melakukan pengecekan real-time dalam setiap view yang didapat dari video itu. Jadi jika view tersebut berasal dari manusia, jumlah penayangan akan bertambah, sebaliknya jika view video dilakukan oleh berbagai macam bot dunia maya, jumlah penayangan tidak akan bertambah.

Good job. Youtube!
We're looking forward for your next innovation.

C.H.I.P komputer seharga $9

         Pasti lo ngira ini postingan gila, atau postingan kurang kerjaan buat menarik perhatian doang kan ? sama gue juga nulisnya setengah berpikir keras, tapi setelah gue lihat-lihat ini komputer bukan nipu ! ini beneran komputer dengan harga $9 atau kalau dalam rupiah sekitar 100 ribu lebih sedikit. Penasaran bagaimana bentuknya ? yuk dilihat.

C.H.I.P adalah sebuah komputer pertama di dunia dengan harga murah, selain murah bentuknya juga kecil bahkan tak lebih dari sebuah alat penjepit kertas yang tebal. C.H.I.P sendiri masih dalam tahap pengembangan di sebuah situs penggalangan dana terbesar yaitu KICKSTARTER. Disini saya sudah merangkum beberapa spesifikasi dari C.H.I.P sendiri.

Komputer ini memiliki RAM sebesar 512 MB dengan prosesor 1Ghz dan dilengkapi dengan memory internal 4GB. Wow bukan sesuatu yang biasa bukan dengan hal sekecil itu mampu memiliki spesifikasi seperti itu. C.H.I.P sendiri dapat terhubung dengan WiFi dan Bluetooth sebagai syarat utama pemakainya, dan juga dapat terintegrasi dengan layar monitor jenis apapun.

Yang lebih hebat lagi C.H.I.P dilengkapi dengan software bawaan seperti pengolah kata, angka, power point, layaknya microsoft office dalam versi lengkap, serta didukung web browser. Bagaimana dengan game ? ya ! C.H.I.P juga dilengkapi dengan beberapa jenis game yang bisa dibilang lumayan seru. Untuk mendengarkan musik C.H.I.P ini juga dilengkapi dengan banyak fitur musik.

Untuk lebih jelasnya mengenai komputer satu ini, silahkan kunjungi link yang ada dibawah ini.

Samsung Galaxy S6 Dikabarkan Akan Memiliki Fitur Teknologi Antena Terbaru


Seperti yang kita telah dilaporkan tahun lalu, Samsung Galaxy A3 dan Galaxy A5 mengalami masalah sinyal yang lemah yang diduga disebabkan karena chassisnya yang berbahan logam. Dan pada Samsung Galaxy S6 yang selanjutnya dikabarkan chassisnya masih menggunakan bahan logam, namun dengan menambahkan fitur terbaru. Menurut laporan yang berasal dari Korea, Samsung Galaxy S6 akan menggunakan teknologi antena baru yang konon akan dapat mengatasi masalah sintyal lemah ini.

Pada dasarnya antena Samsung Galaxy S6 mendatang dikabarkan telah dibuat dan dirancang sedemikian rupa sehingga akan memungkinkan sinyal untuk melewati telepon tanpa tanpa terpengaruh pada chassis metalnya. Jenis antena terbaru ini dikatakan menggunakan PCB yang lebih fleksibel dibandingkan dengan Samsung Galaxy yang sebelumnya yang mengandalkan penataan 

Laser secara langsung, sehingga memungkinkan antena untuk menjalar melalui telepon menuju wilayah di mana ia akan dapat memaksimalkan kekuatan sinyalnya.
Kedengarannya ini akan menjadi hal yang bagus dan mudah-mudahan tidak terjadi masalah apapun ketika Samsung Galaxy S6 diluncurkan, yang dijadwalkan pada tanggal 1 Maret mendatang.

Samsung Akan Mengembangkan Smartwatch Yang �Sempurna�


Sejak Samsung meluncurkan smartwatch pertama kembali pada tahun 2013, Samsung telah merilis beberapa model yang lebih banyak daripada para pesaingnya. Sehingga ketika di MWC 2015 Samsung tidak memamerkan smartwatch terbaru seperti yang dilakukan pesaingnya, hal itu merupakan kejutan tersendiri bagi banyak orang. Bahkan beberapa bulan sebelum itu, ada rumor  yang mengatakan bahwa Samsung akan mengungkap sebuah smartwatch baru yang disebut Orbis di MWC 2015. Menurut seorang eksekutif Samsung, perusahaan memutuskan untuk menunda perilisan saat ini karena ia ingin menciptakan�produk yang lebih sempurna.�

Saat berbicara kepada Wall Street Journal Young-hee Lee, wakil presiden eksekutif yang terlihat setelah pemasaran mobile Samsung, Beliau mengatakan bahwa �Kami telah memperkenalkan perangkat lebih dari orang lain. Sudah waktunya bagi kita untuk berhenti sejenak. �

Dengan tidak adanya Smarwatch yang diluncurkan saat ini bukan berarti Samsung tidak memiliki smartwatch dalam rencana kerjanya. Lee mengatakan bahwa perusahaan bekerja pada satu jalur dan melihat ke depan untuk mencapai �kesempurnaan� untuk produk ini. Pada intinya, Lee menegaskan kembali bahwa �Kami ingin produk yang lebih sempurna�, Sehingga Samsung tidak ingin terburu-buru untuk meluncurkan smartwatch.
 
Wakil presiden eksekutif Samsung tidak mengungkap apapun mengenai perangkat terbaru yang akan diluncurkan di pasar nanti, atau seperti apa fitur yang akan ditawarkan nantinya. Sebelumnya ada rumor yang mengatakan bahwa Orbis akan memiliki bentuk yang bulat, kualitas premium dan disertai dengan pengisian baterai secara nirkabel.

Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)

www.asahilmu.com
Permasalah terbesar yang dihadapi para peserta didik sekarang (siswa) adalah mereka belum bisa menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dan bagaimana pengetahuan itu akan digunakan. Hal ini dikarenakan cara mereka memperolah informasi dan motivasi diri belum tersentuh oleh metode yang betul-betul bisa membantu mereka. Para siswa kesulitan untuk memahami konsep-konsep akademis (seperti konsep-konsep matematika, fisika, atau biologi), karena metode mengajar yang selama ini digunakan oleh pendidik (guru) hanya terbatas pada metode ceramah. Di sini lain tentunya siswa tahu apa yang mereka pelajari saat ini akan sangat berguna bagi kehidupan mereka di masa datang, yaitu saat mereka bermasyarakat ataupun saat di tempat kerja kelak. Oleh karena itu diperlukan suatu metode yang benar-benar bisa memberi jawaban dari masalah ini. Salah satu metode yang bisa lebih memberdayakan siswa dalah pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL)

Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah sistem pembelajaran yang cocok dengan kinerja otak, untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna, dengan cara menghubungkan muatan akademis dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik. Hal ini penting diterapkan agar informasi yang diterima tidak hanya disimpan dalam memori jangka pendek, yang mudah dilupakan, tetapi dapat disimpan dalam memori jangka panjang sehingga akan dihayati dan diterapkan dalam tugas pekerjaan.

CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat.

Menurut teori pembelajran kontekstual, pembelajaran terjadi hanya ketika siswa (peserta didik) memproses informasi atau pengetahuan baru sedemikian rupa sehingga dapat terserap kedalam benak mereka dan mereka mampu menghubungannya dengan kehidupan nyata yang ada di sekitar mereka. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa pikiran secara alami akan mencari makna dari hubungan individu dengan linkungan sekitarnya.

Berdasarkan pemahaman di atas, menurut metode pembelajaran kontekstual kegiatan pembelajaran tidak harus dilakukan di dalam ruang kelas, tapi bisa di laboratorium, tempat kerja, sawah, atau tempat-tempat lainnya. Mengharuskan pendidik (guru) untuk pintar-pintar memilih serta mendesain linkungan belajar yang betul-betul berhubungan dengan kehidupan nyata, baik konteks pribadi, sosial, budaya, ekonomi, kesehatan, serta lainnya, sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.

Dalam linkungan seperti itu, para siswa dapat menemukan hubungan bermakna antara ide-ide abstrak dengan aplikasi praktis dalam konteks dunia nyata; konsep diinternalisasi melalui menemukan, memperkuat, serta menghubungkan. Sebagai contoh, kelas fisika yang mempelajari tentang konduktivitas termal dapat mengukur bagaimana kualitas dan jumlah bahan bangunan mempengaruhi jumlah energi yang dibutuhkan untuk menjaga gedung saat terkena panas atau terkena dingin. Atau kelas biologi atau kelas kimia bisa belajar konsep dasar ilmu alam dengan mempelajari penyebaran AIDS atau cara-cara petani bercocok tanam dan pengaruhnya terhadap lingkungan.

Dengan menerapkan CTL tanpa disadari pendidik telah mengikuti tiga prinsip ilmiah modern yang menunjang dan mengatur segala sesuatu di alam semesta, yaitu: 1) Prinsip Kesaling-bergantungan, 2) Prinsip Diferensiasi, dan 3) Prinsip Pengaturan Diri.

Prinsip kesaling-bergantungan mengajarkan bahwa segala sesuatu di alam semesta saling bergantung dan saling berhubungan. Dalam CTL prinsip kesaling-bergantungan mengajak para pendidik untuk mengenali keterkaitan mereka dengan pendidik lainnya, dengan siswa-siswa, dengan masyarakat dan dengan lingkungan. Prinsip kesaling-bergantungan mengajak siswa untuk saling bekerjasama, saling mengutarakan pendapat, saling mendengarkan untuk menemukan persoalan, merancang rencana, dan mencari pemecahan masalah. Prinsipnya adalah menyatukan pengalaman-pengalaman dari masing-masing individu untuk mencapai standar akademik yang tinggi.

Prinsip diferensiasi merujuk pada dorongan terus menerus dari alam semesta untuk menghasilkan keragaman, perbedaan dan keunikan. Dalam CTL prinsip diferensiasi membebaskan para siswa untuk menjelajahi bakat pribadi, memunculkan cara belajar masing-masing individu, berkembang dengan langkah mereka sendiri. Disini para siswa diajak untuk selalu kreatif, berpikir kritis guna menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Prinsip pengaturan diri menyatakan bahwa segala sesuatu diatur, dipertahankan dan disadari oleh diri sendiri. Prinsip ini mengajak para siswa untuk mengeluarkan seluruh potensinya. Mereka menerima tanggung jawab atas keputusan dan perilaku sendiri, menilai alternatif, membuat pilihan, mengembangkan rencana, menganalisis informasi, menciptakan solusi dan dengan kritis menilai bukti. Selanjutnya dengan interaksi antar siswa akan diperoleh pengertian baru, pandangan baru sekaligus menemukan minat pribadi, kekuatan imajinasi, kemampuan mereka dalam bertahan dan keterbatasan kemampuan.

Kembali ke konsep tentang CTL. Dalam pembelajaran kontekstual guru dituntut membantu siswa dalam mencapai tujuannya. Maksudnya adalah guru lebih berurusan dengan strategi dari pada memberi informasi. Di sini guru hanya mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi siswa. Kegiatan belajar mengajar (KBM) lebih menekankan Student Centered daripada Teacher Centered. Menurut Depdiknas guru harus melaksanakan beberapa hal sebagai berikut: 1) Mengkaji konsep atau teori yang akan dipelajari oleh siswa. 2) Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama. 3) Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa yang selanjutnya memilih dan mengkaiykan dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam pembelajaran kontekstual. 4) Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan hidup mereka. 5) Melaksanakan penilaian terhadap pemahaman siswa, dimana hasilnya nanti dijadikan bahan refeksi terhadap rencana pemebelajaran dan pelaksanaannya.

Kurikulum dan pengajaran yang didasarkan pada strategi pembelajaran kontekstual harus disusun untuk mendorong lima bentuk pembelajaran penting: Mengaitkan, Mengalami, Menerapkan, Kerjasama, dan Mentransfer.

MENGAITKAN: Belajar dalam konteks pengalaman hidup, atau mengaitkan. Guru menggunakan strategi ini ketia ia mengkaitkan konsep baru dengan sesuatu yang sudah dikenal siswa. Jadi dengan demikian, mengaitkan apa yang sudah diketahui siswa dengan informasi baru. Kurikulum yang berupaya untuk menempatkan pembelajaran dalam konteks pengalaman hidup harus bisa membuat siswa memperhatian kejadian sehari-hari yang mereka lihat, peristiwa yang terjadi di sekitar, atau kondisi-kondisi tertentu, lalu mengubungan informasi yang telah mereka peroleh dengan pelajaran kemudian berusaha untuk menemukan pemecahan masalah terhadap permasalahan tersebut.

MENGALAMI: Belajar dalam konteks eksplorasi, mengalami. Mengalami merupakan inti belajar kontekstual dimana mengaitkan berarti menghubungkan informasi baru dengan pengelaman maupun pengetahui sebelumnya. Belajar dapat terjadi lebih cepat ketika siswa dapat memanipulasi peralatan dan bahan-bahan dan untuk melakukan bentuk-bentuk penelitian aktif.

MENERAPKAN: Menerapkan konsep-konsep dan informasi dalam konteks yang bermanfaat bagi diri siswa. Siswa menerapkan suatu konsep ketika ia malakukan kegiatan pemecahan masalah. Guru dapat memotivasi siswa dengan memberikam latihan yang realistik dan relevan.

KERJASAMA: Belajar dalam konteks berbagi, merespons, dan berkomunikasi dengan siswa lain adalah strategi pengajaran utama dalam pengajaran kontekstual. Siswa yang bekerja secara individu sering tidak membantu kemajuan yang signifikan. Sebaliknya, siswa yang bekerja secara kelompok sering dapat mengatasi masalah yang komplek dengan sedikit bantuan. Pengalaman bekerja sama tidak hanya membantu siswa mempelajari materi, juga konsisten dengan dunia nyata. Seorang karyawan yang dapat berkomunikasi secara efektif, yang dapat berbagi informasi dengan baik, dan yang dapat bekerja dengan nyaman dalam sebuah tim tentunya sangat dihargai di tempat kerja. Oleh karena itu, sanat penting untuk mendorong siswa mengembangkan keterampilan bekerja sama ini.

MENTRASFER: Belajar dalam konteks pengetahuan yang ada, atau mentransfer, menggunakan dan membangun atas apa yang telah dipelajari siswa. Peran guru membuat bermacam-macam pengelaman belajar dengan focus pada pemahaman bukan hapalan.

Menurut Depdiknas untuk penerapannya, pendekatan kontektual (CTL) memiliki tujuah komponen utama, yaitu konstruktivisme (constructivism), menemukan (Inquiry), bertanya (Questioning), masyarakat-belajar (Learning Community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian yang sebenarnya (Authentic). Adapaun penjelasannya sebagai berikut:

1. Konstruktivisme (constructivism). Kontruktivisme merupakan landasan berpikir CTL, yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal, mengingat pengetahuan tetapi merupakan suatu proses belajar mengajar dimana siswa sendiri aktif secara mental mebangun pengetahuannya, yang dilandasi oleh struktur pengetahuanyang dimilikinya.

2. Menemukan (Inquiry). Menemukan merupakan bagaian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual Karen pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi hasil dari menemukan sendiri. Kegiatan menemukan (inquiry) merupakan sebuah siklus yang terdiri dari observasi (observation), bertanya (questioning), mengajukan dugaan (hiphotesis), pengumpulan data (data gathering), penyimpulan (conclusion).

3. Bertanya (Questioning). Pengetahuan yang dimiliki seseorang selalu dimulai dari bertanya. Bertanya merupakan strategi utama pembelajaan berbasis kontekstual. Kegiatan bertanya berguna untuk : 1) menggali informasi, 2) menggali pemahaman siswa, 3) membangkitkan respon kepada siswa, 4) mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa, 5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa, 6) memfokuskan perhatian pada sesuatu yang dikehendaki guru, 7) membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa, untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa.

4. Masyarakat Belajar (Learning Community). Konsep masyarakat belajar menyarankan hasil pembelajaran diperoleh dari hasil kerjasama dari orang lain. Hasil belajar diperolah dari ‘sharing’ antar teman, antar kelompok, dan antar yang tau ke yang belum tau. Masyarakat belajar tejadi apabila ada komunikasi dua arah, dua kelompok atau lebih yang terlibat dalam komunikasi pembelajaran saling belajar.

5. Pemodelan (Modeling). Pemodelan pada dasarnya membahasakan yang dipikirkan, mendemonstrasi bagaimana guru menginginkan siswanya untuk belajar dan malakukan apa yang guru inginkan agar siswanya melakukan. Dalam pembelajaran kontekstual, guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan ,elibatkan siswa dan juga mendatangkan dari luar.

6. Refleksi (Reflection). Refleksi merupakan cara berpikir atau respon tentang apa yang baru dipelajari aau berpikir kebelakang tentang apa yang sudah dilakukan dimasa lalu. Realisasinya dalam pembelajaran, guru menyisakan waktu sejenak agar siswa melakukan refleksi yang berupa pernyataan langsung tentang apa yang diperoleh hari itu.

7. Penilaian yang sebenarnya ( Authentic Assessment). Penialaian adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberi gambaran mengenai perkembangan belajar siswa. Dalam pembelajaran berbasis CTL, gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami pembelajaran yang benar. Fokus penilaian adalah pada penyelesaian tugas yang relevan dan kontekstual serta penilaian dilakukan terhadap proses maupun hasil.

Kelebihan & Kekurangan Contextual Teaching and Learning

Kelebihan
 

1. Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. Artinya siswa dituntut untuk dapat menagkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting, sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata, bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional, akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa, sihingga tidak akan mudah dilupakan.
 

2. Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme, dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Melalui landasan filosofis konstruktivisme siswa diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal”.
Kelemahan

 

1. Guru lebih intensif dalam membimbing. Karena dalam metode CTL. Guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa. Siswa dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya. Dengan demikian, peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ” penguasa ” yang memaksa kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya.
 

2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide–ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi–strategi mereka sendiri untuk belajar. Namun dalam konteks ini tentunya guru memerlukan perhatian dan bimbingan yang ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diterapkan semula.

Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)

Permasalah terbesar yang dihadapi para peserta didik sekarang (siswa) adalah mereka belum bisa menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dan bagaimana pengetahuan itu akan digunakan. Hal ini dikarenakan cara mereka memperolah informasi dan motivasi diri belum tersentuh oleh metode yang betul-betul bisa membantu mereka. Para siswa kesulitan untuk memahami konsep-konsep akademis (seperti konsep-konsep matematika, fisika, atau biologi), karena metode mengajar yang selama ini digunakan oleh pendidik (guru) hanya terbatas pada metode ceramah. Di sini lain tentunya siswa tahu apa yang mereka pelajari saat ini akan sangat berguna bagi kehidupan mereka di masa datang, yaitu saat mereka bermasyarakat ataupun saat di tempat kerja kelak. Oleh karena itu diperlukan suatu metode yang benar-benar bisa memberi jawaban dari masalah ini. Salah satu metode yang bisa lebih memberdayakan siswa dalah pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL)

Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah sistem pembelajaran yang cocok dengan kinerja otak, untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna, dengan cara menghubungkan muatan akademis dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik. Hal ini penting diterapkan agar informasi yang diterima tidak hanya disimpan dalam memori jangka pendek, yang mudah dilupakan, tetapi dapat disimpan dalam memori jangka panjang sehingga akan dihayati dan diterapkan dalam tugas pekerjaan.

CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat.

Menurut teori pembelajran kontekstual, pembelajaran terjadi hanya ketika siswa (peserta didik) memproses informasi atau pengetahuan baru sedemikian rupa sehingga dapat terserap kedalam benak mereka dan mereka mampu menghubungannya dengan kehidupan nyata yang ada di sekitar mereka. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa pikiran secara alami akan mencari makna dari hubungan individu dengan linkungan sekitarnya.

Berdasarkan pemahaman di atas, menurut metode pembelajaran kontekstual kegiatan pembelajaran tidak harus dilakukan di dalam ruang kelas, tapi bisa di laboratorium, tempat kerja, sawah, atau tempat-tempat lainnya. Mengharuskan pendidik (guru) untuk pintar-pintar memilih serta mendesain linkungan belajar yang betul-betul berhubungan dengan kehidupan nyata, baik konteks pribadi, sosial, budaya, ekonomi, kesehatan, serta lainnya, sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.

Dalam linkungan seperti itu, para siswa dapat menemukan hubungan bermakna antara ide-ide abstrak dengan aplikasi praktis dalam konteks dunia nyata; konsep diinternalisasi melalui menemukan, memperkuat, serta menghubungkan. Sebagai contoh, kelas fisika yang mempelajari tentang konduktivitas termal dapat mengukur bagaimana kualitas dan jumlah bahan bangunan mempengaruhi jumlah energi yang dibutuhkan untuk menjaga gedung saat terkena panas atau terkena dingin. Atau kelas biologi atau kelas kimia bisa belajar konsep dasar ilmu alam dengan mempelajari penyebaran AIDS atau cara-cara petani bercocok tanam dan pengaruhnya terhadap lingkungan.

Dengan menerapkan CTL tanpa disadari pendidik telah mengikuti tiga prinsip ilmiah modern yang menunjang dan mengatur segala sesuatu di alam semesta, yaitu: 1) Prinsip Kesaling-bergantungan, 2) Prinsip Diferensiasi, dan 3) Prinsip Pengaturan Diri.

Prinsip kesaling-bergantungan mengajarkan bahwa segala sesuatu di alam semesta saling bergantung dan saling berhubungan. Dalam CTL prinsip kesaling-bergantungan mengajak para pendidik untuk mengenali keterkaitan mereka dengan pendidik lainnya, dengan siswa-siswa, dengan masyarakat dan dengan lingkungan. Prinsip kesaling-bergantungan mengajak siswa untuk saling bekerjasama, saling mengutarakan pendapat, saling mendengarkan untuk menemukan persoalan, merancang rencana, dan mencari pemecahan masalah. Prinsipnya adalah menyatukan pengalaman-pengalaman dari masing-masing individu untuk mencapai standar akademik yang tinggi.

Prinsip diferensiasi merujuk pada dorongan terus menerus dari alam semesta untuk menghasilkan keragaman, perbedaan dan keunikan. Dalam CTL prinsip diferensiasi membebaskan para siswa untuk menjelajahi bakat pribadi, memunculkan cara belajar masing-masing individu, berkembang dengan langkah mereka sendiri. Disini para siswa diajak untuk selalu kreatif, berpikir kritis guna menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Prinsip pengaturan diri menyatakan bahwa segala sesuatu diatur, dipertahankan dan disadari oleh diri sendiri. Prinsip ini mengajak para siswa untuk mengeluarkan seluruh potensinya. Mereka menerima tanggung jawab atas keputusan dan perilaku sendiri, menilai alternatif, membuat pilihan, mengembangkan rencana, menganalisis informasi, menciptakan solusi dan dengan kritis menilai bukti. Selanjutnya dengan interaksi antar siswa akan diperoleh pengertian baru, pandangan baru sekaligus menemukan minat pribadi, kekuatan imajinasi, kemampuan mereka dalam bertahan dan keterbatasan kemampuan.

Kembali ke konsep tentang CTL. Dalam pembelajaran kontekstual guru dituntut membantu siswa dalam mencapai tujuannya. Maksudnya adalah guru lebih berurusan dengan strategi dari pada memberi informasi. Di sini guru hanya mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi siswa. Kegiatan belajar mengajar (KBM) lebih menekankan Student Centered daripada Teacher Centered. Menurut Depdiknas guru harus melaksanakan beberapa hal sebagai berikut: 1) Mengkaji konsep atau teori yang akan dipelajari oleh siswa. 2) Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama. 3) Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa yang selanjutnya memilih dan mengkaiykan dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam pembelajaran kontekstual. 4) Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan hidup mereka. 5) Melaksanakan penilaian terhadap pemahaman siswa, dimana hasilnya nanti dijadikan bahan refeksi terhadap rencana pemebelajaran dan pelaksanaannya.

Kurikulum dan pengajaran yang didasarkan pada strategi pembelajaran kontekstual harus disusun untuk mendorong lima bentuk pembelajaran penting: Mengaitkan, Mengalami, Menerapkan, Kerjasama, dan Mentransfer.

MENGAITKAN: Belajar dalam konteks pengalaman hidup, atau mengaitkan. Guru menggunakan strategi ini ketia ia mengkaitkan konsep baru dengan sesuatu yang sudah dikenal siswa. Jadi dengan demikian, mengaitkan apa yang sudah diketahui siswa dengan informasi baru. Kurikulum yang berupaya untuk menempatkan pembelajaran dalam konteks pengalaman hidup harus bisa membuat siswa memperhatian kejadian sehari-hari yang mereka lihat, peristiwa yang terjadi di sekitar, atau kondisi-kondisi tertentu, lalu mengubungan informasi yang telah mereka peroleh dengan pelajaran kemudian berusaha untuk menemukan pemecahan masalah terhadap permasalahan tersebut.

MENGALAMI: Belajar dalam konteks eksplorasi, mengalami. Mengalami merupakan inti belajar kontekstual dimana mengaitkan berarti menghubungkan informasi baru dengan pengelaman maupun pengetahui sebelumnya. Belajar dapat terjadi lebih cepat ketika siswa dapat memanipulasi peralatan dan bahan-bahan dan untuk melakukan bentuk-bentuk penelitian aktif.

MENERAPKAN: Menerapkan konsep-konsep dan informasi dalam konteks yang bermanfaat bagi diri siswa. Siswa menerapkan suatu konsep ketika ia malakukan kegiatan pemecahan masalah. Guru dapat memotivasi siswa dengan memberikam latihan yang realistik dan relevan.

KERJASAMA: Belajar dalam konteks berbagi, merespons, dan berkomunikasi dengan siswa lain adalah strategi pengajaran utama dalam pengajaran kontekstual. Siswa yang bekerja secara individu sering tidak membantu kemajuan yang signifikan. Sebaliknya, siswa yang bekerja secara kelompok sering dapat mengatasi masalah yang komplek dengan sedikit bantuan. Pengalaman bekerja sama tidak hanya membantu siswa mempelajari materi, juga konsisten dengan dunia nyata. Seorang karyawan yang dapat berkomunikasi secara efektif, yang dapat berbagi informasi dengan baik, dan yang dapat bekerja dengan nyaman dalam sebuah tim tentunya sangat dihargai di tempat kerja. Oleh karena itu, sanat penting untuk mendorong siswa mengembangkan keterampilan bekerja sama ini.

MENTRASFER: Belajar dalam konteks pengetahuan yang ada, atau mentransfer, menggunakan dan membangun atas apa yang telah dipelajari siswa. Peran guru membuat bermacam-macam pengelaman belajar dengan focus pada pemahaman bukan hapalan.

Menurut Depdiknas untuk penerapannya, pendekatan kontektual (CTL) memiliki tujuah komponen utama, yaitu konstruktivisme (constructivism), menemukan (Inquiry), bertanya (Questioning), masyarakat-belajar (Learning Community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian yang sebenarnya (Authentic). Adapaun penjelasannya sebagai berikut:

1. Konstruktivisme (constructivism). Kontruktivisme merupakan landasan berpikir CTL, yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal, mengingat pengetahuan tetapi merupakan suatu proses belajar mengajar dimana siswa sendiri aktif secara mental mebangun pengetahuannya, yang dilandasi oleh struktur pengetahuanyang dimilikinya.

2. Menemukan (Inquiry). Menemukan merupakan bagaian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual Karen pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi hasil dari menemukan sendiri. Kegiatan menemukan (inquiry) merupakan sebuah siklus yang terdiri dari observasi (observation), bertanya (questioning), mengajukan dugaan (hiphotesis), pengumpulan data (data gathering), penyimpulan (conclusion).

3. Bertanya (Questioning). Pengetahuan yang dimiliki seseorang selalu dimulai dari bertanya. Bertanya merupakan strategi utama pembelajaan berbasis kontekstual. Kegiatan bertanya berguna untuk : 1) menggali informasi, 2) menggali pemahaman siswa, 3) membangkitkan respon kepada siswa, 4) mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa, 5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa, 6) memfokuskan perhatian pada sesuatu yang dikehendaki guru, 7) membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa, untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa.

4. Masyarakat Belajar (Learning Community). Konsep masyarakat belajar menyarankan hasil pembelajaran diperoleh dari hasil kerjasama dari orang lain. Hasil belajar diperolah dari �sharing� antar teman, antar kelompok, dan antar yang tau ke yang belum tau. Masyarakat belajar tejadi apabila ada komunikasi dua arah, dua kelompok atau lebih yang terlibat dalam komunikasi pembelajaran saling belajar.

5. Pemodelan (Modeling). Pemodelan pada dasarnya membahasakan yang dipikirkan, mendemonstrasi bagaimana guru menginginkan siswanya untuk belajar dan malakukan apa yang guru inginkan agar siswanya melakukan. Dalam pembelajaran kontekstual, guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan ,elibatkan siswa dan juga mendatangkan dari luar.

6. Refleksi (Reflection). Refleksi merupakan cara berpikir atau respon tentang apa yang baru dipelajari aau berpikir kebelakang tentang apa yang sudah dilakukan dimasa lalu. Realisasinya dalam pembelajaran, guru menyisakan waktu sejenak agar siswa melakukan refleksi yang berupa pernyataan langsung tentang apa yang diperoleh hari itu.

7. Penilaian yang sebenarnya ( Authentic Assessment). Penialaian adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberi gambaran mengenai perkembangan belajar siswa. Dalam pembelajaran berbasis CTL, gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami pembelajaran yang benar. Fokus penilaian adalah pada penyelesaian tugas yang relevan dan kontekstual serta penilaian dilakukan terhadap proses maupun hasil.

Kelebihan & Kekurangan Contextual Teaching and Learning

Kelebihan
 

1. Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. Artinya siswa dituntut untuk dapat menagkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting, sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata, bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional, akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa, sihingga tidak akan mudah dilupakan.
 

2. Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme, dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Melalui landasan filosofis konstruktivisme siswa diharapkan belajar melalui �mengalami� bukan �menghafal�.
Kelemahan

 

1. Guru lebih intensif dalam membimbing. Karena dalam metode CTL. Guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa. Siswa dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya. Dengan demikian, peran guru bukanlah sebagai instruktur atau � penguasa � yang memaksa kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya.
 

2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide�ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi�strategi mereka sendiri untuk belajar. Namun dalam konteks ini tentunya guru memerlukan perhatian dan bimbingan yang ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diterapkan semula.

Super Komputer Terkuat di Dunia

    Kebanyakan orang pasti menyangka bahwa Amerika-lah yang memiliki super komputer paling kuat di dunia. Sebab selama ini memang di kenal bahwa, Amerika memang merupakan “mbah”nya perangkat pintar yang pada awalnya hanya digunakan untuk berhitung ini. 



Faktanya : maaf, anda salah. 


    Pemilik super komputer yang paling kuat di dunia ternyata malah berasal dari Cina. Negeri tirai bambu yang selama ini sering dianggap sebagai penjiplak dan pembajak produk – sehingga berhasil memproduksi dan menjual berbagai macam produk dengan harga yang sangat murah - ternyata malah berhasil mengalahkan Amerika dalam hal super komputer. 



Menurut catatan, Cina ternyata mempunyai superkomputer yang paling kuat dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. 



Super komputer Cina yang diberi nama Tianhe-2, berhasil “nangkring” menduduki peringkat teratas dalam sebuah daftar yang diterbitkan dua kali setahun, guna memantau dan mengikuti pertumbuhan superkomputer di dunia. 



Dengan prestasi ini, maka negeri Cina sekaligus kembali berhasil mengokohkan kiprahnya dalam daftar peringkat 500 teratas dunia. Pada daftar yang dirilis sebelumnya, negeri Cina “hanya “ mempunyai 20% lebih banyak superkomputer di 500 teratas. 



Sedangkan negara paman Sam yang sebelumnya dianggap sebagai biangnya komputer malah 15%. 



Menurut daftar yang dirilis, Cina mempunyai sebanyak 76, naik dari 63 superkomputer pada perhitungan sebelumnya. Dan jumlah ini hampir sama dengan yang dimiliki oleh Inggris sebanyak 30, Prancis sebanyak 27 dan Jerman sebanyak 23. 

Namun demikian Amerika Serikat masih tetap mendominasi daftar peringkat, dengan sebanyak 233 komputer yang masuk di dalam daftar . 



Daftar 500 teratas merupakan suatu daftar peringkat yang diakui mewakili keadaan superkomputer dunia. Peringkat ini diterbitkan dua kali setahun sejak 1963. 

Untuk menetapkan daftar tersebut, seluruh komputer diukur berdasarkan kriteria yang sama – dengan sebuah tolok ukur yang telah dibuat sejak tahun 1979- dengan beberapa perbaikan sesuai dengan kemajuan kecanggihan dunia superkomputer. 



Berapa kekuatan dari super komputer ? 



Karena begitu besarnya kekuatan dari sebuah superkomputer, maka kemampuan berhitungnya diukur dalam satuan petaflop/s atau quadrillions per perhitungan setiap detik. 



Komputer paling canggih di dunia saat ini, yaitu Tianhe-2 memiliki kekuatan 33,86 petaflop/s.

Perbedaan Windows 32-Bit & Windows 64-Bit

32bit+vs+64+bit.png
                             

      Windows 32 Bit ( x86 ) atau Windows 64 Bit ( x64 ), kalian pasti sudah mulai sering mendengar kalimat tersebut. Sebenarnya apa sih perbedaan antara kedua sistem tersebut ? Dipostingan kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang apa itu 32-Bit ( x86 ) dan 64-Bit ( x64 ).



32-Bit ( x86 ) dan 64-Bit ( x64 ) menurut Wikipedia dalam arsitektur komputer adalah sebuah kata sifat yang digunakan untuk menjelaskan bahwa terdapat sebuah bilangan bulat (integer) yang memiliki panjang 32 bit / 64 bit. Kedua arsitektur komputer ini biasa merujuk pada CPU ( Prosessor pada komputer ). 



32-Bit ( x86 ) ini sudah lama sekali berkembang, khusus Windows sendiri, Microsoft sudah memperkenalkan versi 32-Bit ( x86 ) ini sejak versi Windows 95. Namun sekarang, arsitektur 32-Bit sudah mulai banyak ditinggalkan, terlebih lagi dizaman ini kebanyakan prosessor sudah mengadopsi sistem arsitektur komputer 64-bit, bahkan Mac OS X sudah mengadopsi secara total arsitektur 64-Bit di OS PC-Desktop mereka.



Kelebihan dari arsitektur komputer 64-bit adalah mampu menangani informasi lebih banyak serta lebih cepat. Salah satu OS yang mengadopsi 64-Bit yakni Windows 7 Ultimate bahkan mampu menggunakan RAM hingga 192 GB !. Sedangkan 32-Bit sendiri "hanya" mampu menggunakan maksimal hingga 4 GB saja itu pun terkadang tidak full 4 GB. Oleh karena itulah arsitektur ini sudah mulai banyak ditinggalkan karena sudah dianggap "agak usang", walaupn masih banyak juga yang memakainya.



Seperti yang kita tahu, Microsoft telah cukup lama mengeluarkan versi Windows 64-Bit dari OS mereka. Hal ini ditandai dengan adanya Windows XP versi 64-bit, walaupun pada saat itu belum menggunakan arsitektur 64-bit secara maksimal, namun hal ini bisa dibilang sebuah era baru dalam hal dunia komputer.



Pertanyaan Seputar 32-bit dan 64-bit

1. Apa sih yang menjadi perbedaan utama selain RAM antara 32-Bit dengan 64-bit ?

Perbedaan utama antara prosessor 32-Bit dan 64-bit adalah dalam hal kecepatan pengoperasian data. Dimana dalam hal ini prosessor yang mengadopsi sistem 64-Bit lebih unggul karena mampu menjalankan beberapa prosessor secara bersamaan ( dual core, quad core, six-core bahkan hingga octa-core ). Sedangkan di processor berbasis 32-bit tidak bisa.

2. Apakah PC / Laptop saya mampu menggunakan Windows 64-bit ?

Jika kalian ingin tahu apakah PC kalian bisa menggunakan OS 64 bit atau tidak, caranya cukup mudah, tinggal kalian buka properties di Windows kalian, lalu lihat apakah terdapat tulisan x64-based processor didalam system properties tersebut. Apabila ada, maka PC kalian mendukung OS 64-bit.

3. Apakah bisa langsung diupgrade dari Windows 32-bit ke Windows 64-bit ?

Bisa ! jika syarat pada pertanyaan nomor 2 terpenuhi, kamu bisa dengan mudah meng-upgrade PC kamu ke Windows 64-bit dengan catatan hanya diinstall ulang.

4. Apakah saya bisa menjalankan aplikasi 32-bit di Windows 64-Bit ?

Jawabannya tentu saja bisa ! Windows 64-bit akan dengan mudah menjalankan aplikasi berbasis 32-bit. Namun perlu dicatat, kalian tidak bisa menjalankan aplikasi 64-bit di Windows versi 32-bit. Salah satu contoh yang hanya support 64-bit yakni Adobe After Effects.

5. Saya memiliki RAM hanya 4 GB, apakah saya harus menginstall Windows 32-bit atau 64-Bit ?


Jawaban untuk pertanyaan diatas adalah ada baiknya jika kamu punya RAM kurang dari 4 GB, lebih baik install OS Windows 32-bit sedangkan apabila memiliki RAM 4 GB atau lebih maka lebih baik install Windows 64-bit.

Kelebihan dan Kekurangan

Tidak ada sistem yang sempurna, baik 32-bit dan 64-bit memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu :

Kelebihan Windows 32-bit 

- Bisa menjalankan program jadul seperti berbasi 16-bit.
- Lebih support untuk driver-driver jadul.
- Cocok untuk PC lama.
- Tidak terlalu banyak memakan biaya memori karena maksimal hanya bisa 4GB saja.

Kekurangan Windows 32-bit

- Sudah tidak relevan dizaman sekarang, hampir semua game dan software sudah mulai mengaplikasikan berbasis 64-bit.
- Tidak bisa menggunakan RAM lebih dari 4 GB
- Lebih rentan dalam hal security.
- Tidak bisa menjalankan aplikasi 64-bit, contohnya Adobe After Effects.
- Beberapa games zaman sekarang hanya support OS 64-bit seperti Watch DogsCOD : Ghost, Wolfenstein : The New Order, Plants vs Zombies : Garden Warfare dan lain sebagainya

Kelebihan Windows 64-bit

- Lebih aman dari serangan-serangan maya.
- Mampu menggunakan RAM lebih dari 4 GB
- Lebih cepat dan efisien.
- Mampu mengeluarkan kinerja processor secara optimal
- Cocok untuk game dan desain grafis.
- Bisa menjalankan aplikasi 32-bit

Kekurangan Windows 64-bit

- Jika menggunakan PC lama, biasanya ada beberapa driver yang tidak support alias sudah dihentikan dukungannya ( legacy ).
- Kurang begitu bisa menjalankan aplikasi 16-bit bahkan terkadang tidak bisa sama sekali.

Kesimpulan 

Kesimpulan yang saya bisa ambil disini adalah 64-bit sudah jauh lebih unggul dalam hal apapun, ada baiknya kalian mulai berfikir untuk masa depan dan mulai mengadopsi OS berbasi 64-bit. Memang dalam hal driver masih ada kekurangan, namun dalam beberapa tahun kedepan, tampaknya Windows berbasis 32-bit akan benar-benar ditinggalkan.

Referensi : ( 1 ),

Mengenai Saya