Pengelompokkan Bakteri Berdasarkan Kebutuhan Oksigen dan Cara Geraknya

Pembahasan materi kali ini adalah pengelompokkan bakteri berdasrkan kebutuhan oksigen dan cara geraknya, jadi bakteri juga bisa dikelompokkan berdasarkan kebutuhan oksigen dan juga dikelompokkan berdasarkan cara geraknya.

Berdasarkan Kebutuhan Oksigen

Bakteri menurut pengelompokkan ini dibagi menjadi dua macam yaitu yang membutuhkan oksigen(aerob) dan bakteri yang tidak membutuhkan oksigen(anaerob).

Bakteri aerob merupakan bakteri yang membutuhkan oksigen bebas untuk hidupnya. Contoh bakteri aerob obligat adalah Nitrobacter sp. dan Hydrogenomonas sp. Sedangkan bakteri anaerob merupakan bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas dalam hidupnya. Bakteri yang hanya dapat hidup di lingkungan tanpa oksigen, dan akan teracuni jika ada oksigen disebut bakteri anaerob obligat. contoh bakteri anaerob obligatadalah Clostridium tetani.

Nitrobacter sp
Nitrobacter sp

Walaupun begitu, ada beberapa bakteri yang dapat hidup pada lingkungan yang mengandung oksigen maupun lingkungan yang tidak mengandung oksigen. Bakteri ini disebut bakteri anaerob fakultatif. Misalnya Escherichiacoli, Salmonella thypose dan Shigella sp.


Beberapa jenis bakteri ini yang hidup di dalam tanah dapat merugikan, karena menimbukan proses-proses reduksi. Akibatnya, senyawasenyawa yang mestinya dapat digunakan tanaman justru diubah menjadi senyawa yang tidak digunakan.

Contoh bakteri jenis ini adalah Paracoccus denitrifican yang mengubah senyawa nitrat menjadi amonia sampai menjadi nitrogen bebas, yang disebut proses denitrifikasi. Bakteri anaerob lain yang merugikan adalah Spirillum desulfuricans yang mengubah senyawa sulfat menjadi asam sulfida atau sampai menjadi belerang. Proses ini disebut desulfurikasi.
Paracoccus denitrifican
Paracoccus denitrifican

Bakteri Berdasarkan Cara Geraknya

Pengelompokkan bakteri berdasarkan cara gerkanya didasarkan pada lat gerak yang dimilikinya, berikut penjelasannya:
  1. Monotrik: bakteri berflagel satu pada salah satu ujung.
  2. Lofotrik: bakteri berflagel banyak di satu ujung
  3. Amfitrik: Bakteri yang memiliki lebih dari satu flagela dan flagela-flagela tersebut terletak pada kedua ujung tubuhnya.
  4. peritrik: bakteri yang memiliki flagela diseluruh permukaan tubuhnya 

Bakteri berdasarkan alat geraknya monotrik, amfitrik, atrik, lofotrik, dan peritrik
Bakteri berdasarkan alat geraknya monotrik,
amfitrik, atrik, lofotrik, dan peritrik


Cocus, Bacillus, dan Spiral, Bakteri Berdasarkan Bentuknya

Bakteri memiliki berbagai bantuk yang berbeda beda, ada yang menyendiri, ada yang berkelompok membentuk koloni koloni. ada memiliki bentuk bulat/kokus, adal yang memiliki bentuk batang/basilus, dan ada yang memiliki bentuk spiral. Untuk lebih jelasnya pelajari materi berikut ini terkait pengelompokan bakteri berdasarkan bentuknya

1. Cocus /  Bulat

Bentuk bakteri yang memiliki bentuk cocus atau bulat memiliki struktur seperti lingkaran. di dalam pengelompokkannya ternyata bakteri bentuk cocus dapat dibedakan lagi menjadi beberapa koloni yang berbeda beda bentuknya yaitu
Bentuk bentuk bakteri coccus / bulat
Bentuk bentuk bakteri coccus / bulat

a. Monococcus

Bakteri yang berbentuk bulat tunggal. Contoh dari monococcus adalah Neiserria gonorrhoea (penyebab penyakit gonorhoe).

Neiserria gonorrhoea
Neiserria gonorrhoea

b. Diplococcus 

diplococus merupakan bakteri berbentuk bulat yang berpasangan. Contohnya Diplococus pneumaticus (penyebab penyakit pneumonia atau radang paru-paru).

c. Streptococcus

Streptococcus merupakan bakteri berbentuk bulat yang bersusun seperti rantai. Contohnya Streptococus pyogenes (penyebab penyakit kuning).
Streptococus pyogenes
Streptococus pyogenes

d. Staphylococcus 

Staphylococcus merupakan bakteri berbentuk bulat yang berupa gerombolan seperti buah anggur. Contohnya adalah Staphylococcus aureus yang merupakan penyebab penyakit
pneunomia (radang paru-paru) dan keracunan dalam makanan.
Staphylococcus aureus

e. Sarcina 

Sarcina merupakan bentuk bakteri bulat yang berkelompok empat-empat sehingga berbentuk seperti kubus dengan 8 sel

2. Bacillus / Batang

Seperti halnya cocus, ternyata balteri yang memiliki bentuk bacillus juga di bagi menjadi beberapa berdasarkan bentuk koloninya. berikut dijabarkan lebih rinci mengenai bentuk bentuk bakteri bacillus.
Bacillus
Bacillus

a. Monobasil

Monobasil yaitu bakteri berbentuk basil tunggal. Contohnya adalah Escherichia coli (membantu pembusukan di dalam colon atau usus besar) dan Salmonella thyposa (penyebab penyakit tipus).
Salmonella thyposa
Salmonella thyposa

b.Diplobasil

Diplobasil merupakan bakteri bentuk batang yang berpasangan. Contohnya, Acetobacter xylinum yang digunakan dalam pembuatan nata de coco.
Acetobacter xylinum
Acetobacter xylinum

c. Sterptobasil

Streptobasil adalah bakteri dengan bentuk batang yang bergandengan memanjang
seperti bentuk rantai. Contohnya adalah Bacillus antracis penyebab penyakit antraks.
Bacillus antrachis
Bacillus antrachis

3. Spiral

Bakteri bentuk spiral ibagi menjadi beberapa berdasarkan bentuknya.
Bakteri spiral

a. Spirilum

Spirilum yaitu bakteri yang berbentuk spiral sempurna. Contohnya adalah Triponema pallidum (penyebab penyakit sifilis).
Treponema palidum
Treponema palidum

b. Vibrio

Vibrio merupakan modifi kasi dari bentuk spiral yaitu berbentuk koma. Contohnya adalah Vibrio cholerae (penyebabkan penyakit kholera).
Vibrio cholerae
Vibrio cholerae

c. Spirochaeta

Spirochaeta merupakan kelompok bakteri berbentuk spiral yang lentur, sehingga ketika bergerak tubuhnya dapat memanjang atau memendek.

Semoga membantu ya sobat www.biologiedukasi.com




4 Cara Reproduksi Bakteri

Ilustrasi: bakteri 3D animations
Organisme prokariotik salahsatunya adalah bakteri yang nantinya dibagi menjadi dua yaitu archaebacteria dan eubacteria melakukan reproduksi dengan berbagai macam cara.  Reproduksi bakteri berbeda dengan organisme eukariotik terutama hewan tingkat tinggi yang melakukan reproduksi dengan cara kopulasi sehingga sel ovum dapat dibuahi oleh sel sperma.

Berikut ini 4 cara reproduksi bakteri

1. Pembelahan Biner

Pembelahan biner merupakan cara reproduksi yang paling umum dijumpai pada bakteri yaitu dengan cara membelah diri daris atu sel bakteri menjadi dua sel bakteeri, dst. Waktu generasi yang pendek memungkinkan populasi prokariotik dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan secara cepat. Dalam suatu lingkungan dengan sumberdaya yang memadai, satu sel akan membelah menjadi 2 sel. Kedua sel akan membelah menghasilkan 4 sel, kemudian 8 sel, 16 sel, dan seterusnya.

Beberapa spesies dapat membelah dalam waktu 20 menit, ada juga yang mampu membelah pada kisaran waktu 1 sampai 3 jam. Dalam pembelahan biner ini, materi genetik hasil pembelahan sama dengan materi genetik induknya.
Pembelahan biner
Pembelahan biner

Untuk menghitung kecepatan reproduksi sel bakteri dapat dilakukan dengan menggunakan rumus 2 pangkat n 2^n. n merupakan berapa kali sel bakteri membelah

Berikut contohnya:
Bakteri E.coli melakukan pembelahan biner sebanyak 6x, berapa jumlah bakteri pada hasil akhirnya?
Jawaban:
2^6 = 64 sel bakteri.

Jadi jumlah bakteri yang terbentuk setelah membelah 6x adalah sebanyak 64 sel bakteri

Soal tersebut merupakan soal yang sederhana, jika dikembangkan lagi bisa seperti ini:

Bakteri E.coli melakukan pembelahan biner 3x dalam waktu 30 menit , berapa jumlah bakteri yang terbentuk dengan waktu 2 jam?
Jawaban:
Pembelahan biner 3x selama 30 menit, berarti tiap 10 menit bakteri membelah 1x

2jam=120 menit

120 menit/10 = 12 x

jadi sel bakteri selama 2 jam melakukan pembelahan sel sebanyak 12 x

2^12 = 4096 sel bakteri

Jasi selama dua jam, jumlah bakteri yang terbentuk adalah sebanyak 4096 sel bakteri

Mudah bukan....

2. Konjugasi

Konjugasi merupakan reproduksi bakteri dengan cara melakukan transfer genetik ke bakteri lainnya secara langsung. jadi pada reproduksi menggunakan cara konjugasi tidak terbentuk bakteri baru seperti halnya pembelahan biner, hanya saja materi genetik DNA plasmid yang mengalami perpindahan, sehingga bakteri yang medapat transfer genetik dapat memiliki sifat yang sama dengan bakteri yang mndonorkan gen nya.

konjugasi dengan cara membentuk jembatan pili
konjugasi dengan cara membentuk jembatan pili
Mula-mula, kedua sel bakteri berdekatan, kemudian membentuk tonjolan atau struktur jembatan menggunakan pili/pilus/fili yang menghubungkan kedua sel tersebut. Transfer kromosom maupun transfer plasmid akan terjadi melalui jembatan konjugasi. Sel yang mengandung materi gen rekombinan kemudian memisah dan terbentuklah dua sel bakteri dengan sifat baru (sifat rekombinan) dengan cara pembelahan biner.

Contoh bakteri yang mampu berkonjugasi antara lain Salmonella typhi dan Pseudomonas sp. Transfer kromosom dapat pula terjadi melalui pilus seks, seperti yang terjadi pada Escherichia coli.

3. Transformasi

Transformasi merupakan cara reproduksi bakteri dengan menggunakan transfer gen dengan cara sel bakteri mengambil materi genetik dari bakteri lainnya yang berada di lingkungan bakteri. Bakteri yang berdekatan dengan bakteri lain dapat memindahkan plasmidnya tanpa harus membentuk saluran terlebih dahulu. Hal ini memungkinkan adanya perubahan sifat dari bakteri itu sendiri misal bakteri Pneumococcus sp. yang jinak bisa menjadi patogen apabila mengalami transformasi oleh bakteri Pneumococcus sp. yang sifatnya patogen.
transformasi pada bakteri dengan cara mengambil materi genetik di lingkungan
transformasi pada bakteri dengan cara mengambil materi genetik di lingkungan
Maeteri tambahan
Urutan gen pada kromosom bakteri dapat juga ditetapkan atas dasar data transformasi. Sebagai contoh, jika gen p dan q sering mengalami kotransformasi, demikian pula gen p dan o juga sering mengalami kotransformasi, tetapi gen o dan p jarang mengalami kotransformasi, maka tentu saja urutan gen pada kromosom bakteri itu adalah p – q - o.

Berkenaan dengan pemetaan gen pada kromosom bakteri, pada saat ini orang dapat memperoleh atau mendapatkan peta suatu fisik gen-gen, dalam arti suatu peta lokasi fisik relatif gen-gen sepanjang molekul DNA. Seperti diketahui para ahli genetika memang dapat mengontrol ukuran fragmen-fragmen DNA yang digunakan pada sesuatu percobaan transformasi. Oleh karena itu peluang kotransformasi dari dua gen dapat dihubungkan dengan ukuran molekuler DNA pentransformasi. Secara operasional dengan menghubungkan frekuensi kotransformasi dengan ukuran rata-rata DNA pentransformasi, memang akhirnya seseorang dapat mengungkap suatu peta fisik gen.(materi tambahan ini diambil dari: www.linda-haffandi.blogspot.co.id)

4. Tranduksi

Tranduksi merupakan proses reproduksi bakteri dengan cara trasfer gen melalui perantara virus.  virus membawa gen bakteri dari satu sel inang ke sel inang lainnya. Ada dua bentuk transduksi yaitu transduksi umum dan transduksi khusus. Keduanya dihasilkan dari penyimpangan pada siklus reproduktif virus.

a. Tranduksi Umum

Diakhir siklus litik virus, molekul asam nukleat virus dibungkus di dalam kapsid, dan virus lengkapnya dilepaskan ketika sel inang lisis. Kadangkala sebagian kecil dari DNA sel inang yang terdegradasi menggantikan genom dari virus. Virus seperti ini cacat karena tidak memiliki materi genetik sendiri. Walaupun demikian, setelah pelepasannya dari inang yang lisis, virus dapat menempel pada bakteri lain dan menginjeksikan bagian DNA bakteri yang didapatkan dari sel pertama. Beberapa DNA ini kemudian dapat menggantikan daerah homolog dari kromosom sel kedua. Kromosom sel ini sekarang memiliki kombinasi DNA yang berasal dari dua sel sehingga rekombinasi genetik telah terjadi. Jenis transduksi ini disebut dengan transduksi umum karena gen-gen bakteri ditransfer secara acak.

b. Tranduksi khusus

Untuk transduksi khusus memerlukan infeksi oleh virus temperat, dalam siklus lisogenik genom faga temperat terintegrasi sebagai profaga ke dalam kromosom bakteri inang, di suatu tempat yang spesifik. Kemudian ketika genom virus dipisahkan dari kromosom, genom virus ini membawa serta bagian kecil dari DNA bakteri yang berdampingan dengan profaga. Ketika suatu virus yang membawa DNA bakteri seperti ini menginfeksi sel inang lain, gen-gen bakteri ikut terinjeksi bersama-sama dengan genom faga. Transduksi khusus hanya mentransfer gen-gen tertentu saja, yaitu gen-gen yang berada di dekat tempat profaga pada kromosom tersebut.

Tranduksi pada bakteri yang melibatkan virus
Tranduksi pada bakteri yang melibatkan virus

Ciri-Ciri dan Struktur Tubuh Monera/Bakteri

struktur tubuh bakteri
Struktur tubuh bakteri
Monera atau istilah umumnya adalah bakteri merupakan satu-satunya makhluk hidup yang tidak memiliki membran nukleus/membran inti sel sehingga dinamakan dengan sel prokariotik, sedangkan fungi, protista, dan hewan sudah memiliki membran nukleus. Ingat: bedakan antara membran sel dengan membran nukleus. Secara umum monera kemudian dibedakan menjadi dua yaitu Archaebacteria dan Eubacteria(Perbedaannya akan dibahas pada bab selanjutnya)

Bakteri  memiliki ciri umum antara lain:

  1. Memiliki bentuk sel yang bervariasi
    • bulat (coccus)
    • batang (bacillus)
    • lengkung (vibrio, coma atau spiral). 
  2. Sel bakteri yang berbentuk bulat berdiameter sekitar 0,7 - 1,3 mikron.
  3. Sel bakteri yang berbentuk batang lebarnya sekitas 0,2 - 2,0 mikron dan panjangnya 0,7 - 3,7 mikron. 
  4. Uumumnya bagian tubuh bakteri/moner dapat dibagi atas 3 bagian yaitu dinding sel, protoplasma (di dalamnya terdapat membran sel, mesosom, lisosom, DNA, endospora), dan bagian yang terdapat di luar dinding sel seperti kapsul, flagel, pilus. 

Struktur Tubuh Bakteri

A. Membran sel

Membran sel merupakan selaput yang membungkus sitoplasma beserta isinya, terletak di sebelah dalam dinding sel, tetapi tidak terikat erat dengan dinding sel. Bagi membran sel sangat vital, bagian ini merupakan batas antara bagian dalam sel dengan lingkungannya.

Jika membran sel pecah atau rusak, maka sel bakteri akan mati. Membran sel terdiri atas dua lapis molekul fosfolipid. Lapisan fosfolipid terdapat senyawa protein dan karbohidrat dengan kadar berbeda-beda pada berbagai sel bakteri.

B. Ribosom

Ribosom merupakan bagian sel yang berfungsi sebagai tempat sintesa protein. Bentuknya berupa butir-butir kecil dan tidak diselubungi membran. Ribosom tersusun atas protein dan RNA.

C. DNA (Deoxyribonucleic Acid)

DNA merupakan materi genetik, terdapat dalam sitoplasma. DNA bakteri berupa benang sirkuler (melingkar). DNA bakteri berfungi sebagai pengendali sintesis protein bakteri dan pembawa sifat. DNA bakteri terdapat pada bagian menyerupai inti yang disebut nukleoid.

Bagian-Bagian yang tidak dimiliki sel eukariotik

D. Dinding sel

Dinding sel bakteri tersusun atas makro molekul peptidoglikan yang terdiri dari monomer-monomer
tetrapeptidaglikan (polisakarida dan asam amino). Berdasarkan susunan kimia dinding selnya, bakteri
dibedakan atas bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Susunan kimia dinding sel bakteri gram-negatif lebih rumit daripada bakteri gram-positif.

Dinding sel bakteri gram positif hanya tersusun atas satu lapis peptidoglikan yang relatif tebal, sedangkan dinding sel bakteri gram negatif terdiri atas dua lapisan. Lapisan luar tersusun atas protein dan polisakarida, lapisan dalamnya tersusun atas peptidoglikan yang lebih tipis dibanding lapisan peptidoglikan pada bakteri gram-positif. Dinding sel bakteri berfungsi untuk memberi bentuk sel, memberi kekuatan, melindungi sel dan menyelenggarakan pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya.

E. Flagel

Flagela adalah struktur tambahan pada tubuh berupa bulu cambuk yang berfungsi sebagai alat gerak. Namun, bukan berarti bahwa organisme prokariotik yang tidak mempunyai fl agela tidak bisa bergerak. Beberapa jenis oeganisme prokariotik bergerak aktif dengan meluncur dan ada yang berge rak pasif mengikuti aliran air.

Dalam suatu lingkungan yang heterogen, banyak bakteri yang mampu melakukan taksis, yaitu pergerakan menuju atau menjauhi suatu rangsangan. Misalnya, dengan gerak kemotaksis, bakteri akan memberikan respon terhadap rangsangan kimia.

Pada kelompok tertentu, yaitu organisme prokariotik yang dapat berfotosintesis terdapat struktur khusus yang disebut lembar fotosintetis (tilakoid) yang di dalamnya mengandung klorofil. Untuk lebih memperjelas pemahaman tentang struktur tubuh prokarioti.

F. Pilus

Pilus merupakan bagian tambahan pada bakteri seperti benang pendek yang disebut pilus atau fimbria (jamak dari pilus). Pilus merupakan alat lekat sel bakteri dengan sel bakteri lain atau dengan bahan-bahan padat lain, misalnya makanan sel bakteri. Pilus biasanya digunakan oleh bakteri untuk membantu proses transfer gen dari sel bakteri ke sel bakteri yang lainnya

G. Kapsul

Kapsul merupakan lapisan lendir yang menyelubungi dinding sel bakteri. Pada umumnya kapsul tersusun atas senyawa polisakarida, polipeptida atau protein-polisakarida (glikoprotein). Kapsul berfungsi untuk perlindungan diri terhadap antibodi yang dihasilkan sel inang. Oleh karenanya kapsul hanya didapatkan pada bakteri pathogen.

H. Endospora

Di antara bakteri ada yang membentuk endospora. Pembentukan endospora merupakan cara bakteri mengatasi keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan. Keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan antara lain: panas, dingin, kering, tekanan osmosis dan zatkimia tertentu. Jika kondisi lingkungan membaik maka endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri. Endospora bakteri
tidak berfungsi sebagai alat perkembangbiakan, tetapi sebagai alat perlindungan diri.

I. Mesosom

Mesosom berfungsi membantu pembentukan dinding penyekat ketika bakteri siap membelah. Peran lainnya adalah membantu pemisahan kromosom bakteri yang diduplikasi. Mesosom juga merupakan tempat dikeluarkannya hasil ekskresi. Bakteri memiliki materi genetik berupa ADN (asam deoksiribo nukleat)

Manfaat Bakteri Nitrobacter

 Manusia selama hidupnya selalu berdampingan dengan mikroorganisme seperti bakteri, bahkan di tubuh kita setiap haridi tempeli hingga jutaan bakteri. salah satu bakteri yang menguntungkan bagi manusia adalah bakteri Nitrobacter. berikut penjelasannya:

Bakteri Nitrobacter

Unsur nitrogen di alam terdapat dalam bentuk gas, sedangkan di tanah jumlahnya sangat sedikit,namun sangat dibutuhkan oleh tumbuhan dalam jumlah banyak. Nitrogen bersenyawa membentuk urea, protein, asam nukleat atau sebagai senyawa anorganik seperti amoniak, nitrit dan nitrat.
ilustrasi
Meskipun kebutuhan N2 sangat penting, namun hanya sedikit organisme yang dapat mengikat N2 dari udara, yaitu jenis bakteri dan gangang bersel satu yang bersimbiosis dengan tumbuhan tingkat tinggi melalui Fiksasi Nitrogen. Sedangkan tumbuhan lainnya memperoleh senyawa nitrogen melalui suplai N2 atau daur nitrogen. N2 diserap oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat melalui proses Nitrifikasi yang dibantu oleh bakteri Nitrosomonas, Nitrococus dan Nitrobacter.

Bakteri yang mengoksidasi ammonia menjadi nitrit kemudian menjadi nitrat disebut bakteri nitrifikasi. Nitrobacter merupakan bakteri nitrifikasi karena merupakan bakteri yang mengubah nitrit menjadi nitrat. Nitrobacter termasuk famili Nitrobacteraceae. Spesies nitrobacter meliputi Nitrobacter winogradskyi, Nitrobacter hamburgensis,Nitrobacter vulgaris, Nitrobacter alkalicus. Selain itu, nitrobacter juga merupakan sub-kelas dari Proteobacteria.

Nitrobakter menggunakan energi dari oksidasi ion nitrit ( NO2¯ ) menjadi ion nitrat ( NO3¯ ) untuk memenuhi kebutuhan karbonnya.

Nitrobacter memiliki pH optimum antara 7,3 dan 7,5 serta akan mati pada suhu 120 F (49 C) atau di bawah 32 F (0 C). Menurut Grundman, Nitrobacter tumbuh optimal pada suhu 38 C dan pH 7,9. Akantetapi, Holt menyatakan bahwa Nitrobacter tumbuh optimal pada suhu 28 C dan ph antara 5,8-8,5 dan memiliki pH optimal antara 7,6-7,8 (Grundman et. al. 2000, Holt, 1993). Nitrobakter termasuk bakteri aerob, pada umumnya berbentuk batang, seperti pir atau pleomorfhic dan berkembang biak dengan budding.

Karakteristik Bakteri Nitrobacter

Nitrobacter adalah terminologi bakteri Lithotrophic. Mereka membutuhkan oksigen dan makanan untuk hidup dan membangun koloni dimedia dengan permukaan yang keras dan bersih. Jenis bakteri tersebut termasuk lama dalam replikasi dibanding bakteri lain yang ada. Pada kolam air tawar, bakteri membutuhkan waktu setiap 8 jam untuk bereplikasi, sedangkan untuk air laut lebih lama lagi, sekitar 24 jam.

Proses pengolahan air limbah secara biologis aerobic adalah dengan memanfaatkan aktifitas mikroba aerob, untuk menguraikan zat organik yang terdapat dalam air limbah, menjadi zat norganik yang stabil dan tidak memberikan dampak pencemaran terhadap lingkungan. Mikroba aerob ini sebenarnya sudah terdapat di alam dalam jumlah yang tidak terbatas dan selalu dapat diperoleh dengan sangat mudah.Dalam kapasitas yang terbatas alam sendiri sudah mampu menetralisir zat organik yang ada dalam air limbah. Sementara itu kemampuan air dalam menyerap oksigen di udara sangat terbatas, walaupun keberadaan oksigen di udara tidak terbatas. Pemenuhan oksigen dapat dibantu dengan peralatan mekanis (aerator), aliran udara bertekanan atau pertumbuhan mikrobia itu sendiri (algae).

Pengolahan Limbah

Bakteri aerob atau sering di sebut dengan Nitrobacter dapat memecah gula menjadi air, karbondioksida (CO2), dan energi. Oleh karena itu, saat ini, bakteri aerob banyak dimanfaatkan untuk pengolahan limbah-limbah cair yang dihasilkan dari pabrik-pabrik. Dalam pengolahan limbah ini, bakteri aerob memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut.
Ilustrasi, pengolahan limbah
Ilustrasi, pengolahan limbah

  1. Bakteri aerob memerlukan suhu yang tinggi agar dapat bekerja maksimal. Ia memerlukan temperatur lebih tinggi dari sebelumnya jika ingin sampai pada reaksi yang diinginkan.
  2. Bakteri ini akan efektif bekerja pada kisaran pH 6,5 sampai dengan 8,5. Pada reaktor aerob, hal tesebut dikenal dengan istilah Completely Mixed Activated Sludge (CMAS). Pada proses tersebut, terjadi netralisasi asam dan basa sehingga tidak diperlukan lagi tambahan bahan kimia selama BOD-nya kurang dari 25mg/liter limbah.
  3. Memiliki kebutuhan energi yang tinggi untuk prosesnya dengan tingkat pengolahan 60-90 persen.
  4. Produksi lumpur yang akan dihasilkan untuk pengolahannya tinggi. Begitupun, stabilitas proses terhadap racun dari limbah dan perubahan bebannya dari sedang sampai tinggi.
  5. Bakteri aerob memerlukan nutrien yang tinggi untuk beberapa limbah industri.
  6. Tidak ada bau yang dihasilkan dari pengolahan limbahnya.
Tujuan utama pengolahan limbah air adalah untuk menguraikan BOD, partikel tercampur srta membunuh organisme pathogen. Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang beasanya dipergunakan pada penglaman limbah air berikut beberapa tujuan dari kegiatan yang dilaksanakan


DAFTAR PUSTAKA
Black, Jacquelyn G. 2002. Microbiology. John Wiley & Sons, Inc.

Brock. TD. Madiqan. MT. 1991. Biology of Microorganisms. Sixth ed. Prentice-HallInternational, Inc.

Cappuccino, JG. & Sherman, N. 1987. Microbiology: A Laboratory Manual. The Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc. California.

Case, C.L. & Johnson, T.R. 1984. Laboratory Experiments in Microbiology.
Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc. California.

Fardiaz, S. 1987. Fisiologi Fermentasi, PAU IPB.


sumber: http://chumairahhsb.blogspot.com


Mengenai Saya