2 Macam Pembuluh Limfe Yang Sangat Penting Bagi Manusia

Struktur pembuluh limfe serupa dengan vena tetapi memiliki lebih banyak katup, pembuluh limfe yang terkecil atau kapiler limfe lebih besar dari kapiler darah dan hanya terdiri dari selapis endothelium.

Pembuluh limfe bermula sebagai jalinan halus kapiler yang sangat kecil atau sebagai rongga –rongga limfe di dalam jaringan sebagai organ. Pembuluh limfe khusus vili usus hslus yang berungsi sebagai absorpsi lemak (kilomikron)disebut lacteal villi.

Berperan dalam pengumpulan cairan dari ruang-ruang jaringan dan mengembalikannya ke darah. Cairan ini dinamakan cairan limfe. Limfe hanya beredar dalam satu arah, yaitu ke arah jantung.
Kapiler limfe berasal dari berbagai jaringan sebagai pembuluh tipis dengan ujung terbuka. Mereka terdiri atas satu lapisan endotelium. Pembuluh yang tipis ini bergabung dan berakhir sebagai 2 saluran limfe besar, yaitu :

A. Duktus torasikus (Pembuluh Limfe Dada)

Pembuluh ini mengangkut limfe yang berasal dari bagian tubuh sebelah kiri dan bermuara ke pembuluh balik di bawah vena subclavia sinistra (vena yang melewati tulang selangka kiri). yang dimulai dari pembuluh limfe yang terdapat didepan vertebra lumbalis menuju ke bagian atas, akhirnya bermuara ke vena brakiosefalika kemudian ke vena cafasuperior,


Duktus torasikus ini merupakan kumpulan dari pembuluh limfe yang berasal dari kepala kiri,leher kiri,dada sebelah kiri bagian perut, anggota gerak bawah dan alat-alat dalam rongga perut.

Pembuluh limfe dada juga merupakan tempat bermuaranya pembuluh kil atau pembuluh lemak, yaitu pembuluh yang mengumpulkan asam lemak yang diserap dari usus. Lemak inilah yang menyebabkan cairan limfe berwarna kuning keputih-putihan.


B. Ductus Limfaticus Dexter (Pembuluh Limfe Kanan)

Merupakan Pembuluh limfe yang mengangkut limfe dari kepala kanan,leher kanan,dada kanan dan lengan sebelah kanan yang bermuara pada vena kava subclavia dekstra (vena yang melewati tulang selangka sebelah kanan).

Di antara pembuluh-pembuluh limfe terdapat kelenjar-kelenjar limfe. Dengan pengecualian sistem syaraf dan sumsum tulang, sistem limfe ditemukan pada hampir semua organ. Pembuluh limfe mempunyai struktur yang mirip dengan vena kecuali mereka mempunyai dinding yang lebih tipis dan tidak mempunyai batas yang nyata antara ketiga lapisan (intima, media, dan adventitia). Seperti vena, mereka mempunyai banyak katup-katup interna.
Duktus limfatikus
Duktus limfatikus

Akan tetapi, katup-katup ini lebih banyak pada pembuluh limfe. Antara katup-katup pembuluh limfe melebar dan mempunyai bentuk noduler.

Seperti vena, sirkulasi cairan limfe dibantu oleh kerja gaya eksterna (misalnya kontraksi otot-otot sekitarnya) pada dindingnya. Gaya-gaya ini bekerja secara tidak kontinu, dan aliran limfe terutama terjadi sebagai akibat adanya banyak katup dalam pembuluh ini dan irama kontraksi otot-otot polos yang terdapat dalam dindingnya.

Duktus limfaticus ukuran besar mempunyai struktur yang mirip dengan vena dengan penguatan otot polos pada lapisan media. Pada lapisan ini, berkasberkas otot tersusun longitudinal dan sirkuler, dengan serabut-serabut longitudinal lebih banyak.

Fungsi Sistem Limfatik Bagi Manusia dan Penjelasannya Secara rinci

A. Sistem limfatik.

Sistem limfatik adalah sebuah sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfe atau cairan limfe dalam tubuh yang berasal dari plasma darah, cairan ini kemudian di kumpulkan oleh sistem limfa melalui proses di fusi ke dalam kelenjar limfa dan dikembalikan ke dalam sistem sirkulasi. sistem ini dianggap juga sebagai sistem pelengkap dari sisitem imunitas tubuh.

B. Fungsi Sistem Limftik

Sistem limfatik memiliki tiga fungsi utama yaitu:

  1. Aliran Cairan Interestial
  2.  Mencegah Infeksi
  3. Pengangkutan Lipid

1. Aliran cairan interstisial

Cairan interestial yang menggenangi jaringan secara terus menerus yang diambil oleh kapiler kapiler limfe disebut dengan Limfe. Limfe mengalir melalui system pembuluh yang akhirnya kembali ke sistem sirkulasi.

Ini dimulai pada ekstremitas dari sistem kapiler limfatik yang dirancang untuk menyerap cairan dalam jaringan yang kemudian dibawa melalui sistem limfatik yang bergerak dari kapiler ke pembuluh limfe (pembuluh getah bening) dan kemudian ke kelenjar limfe. limfe ini disaring melalui nodus limfatikus dan keluar dari limfatik eferen.


Dari sana limfe melewati batang limfatik dan akhirnya ke dalam saluran limfatik. Pada titik ini limfe dilewatkan kembali ke dalam aliran darah dimana perjalanan ini dimulai lagi.
Sistem limfatik pada manusia
Sistem limfatik pada manusia

2. Mencegah infeksi

Sementara kapiler limfe mengumpulkan cairan interstisial mereka juga mengambil sesuatu hal lain seperti virus dan bakteri, ini terbawa dalam cairan limfe sampai mereka mencapai kelenjar limfe yang mana dirancang untuk menghancurkan virus dan bakteri dengan menggunakan berbagai metode. Pertama sel makrofag menelan bakteri, ini dikenal sebagai fagositosis.

Kedua sel limfosit menghasilkan antibodi, ini dikenal sebagai respon kekebalan tubuh. Proses ini diharapkan akan berhubungan dengan semua infeksi yang berjalan melalui cairan limfe tetapi sistem limfatik tidak meninggalkan ini di sana. Beberapa sel Limfosit akan meninggalkan node dengan perjalanan .cairan limfe memasuki darah ketika cairan limfe bergabung kembali, ini memungkinkan untuk menangani infeksi pada jaringan lain.

Ini bukan satu-satunya daerah dimana perlawanan berlangsung, limpa juga menyaring darah dengan cara yang sama seperti sebuah nodus yang menyaring cairan limfe, sel B dan sel T yang bermigrasi dari sumsum tulang merah dan Thymus yang telah matang pada limpa (Ada 3 jenis sel T yang menakjubkan, itu adalah memori T sel yang dapat mengenali patogen yang telah memasuki tubuh sebelumnya. Dan dapat menangani mereka dengan lebih cepat,

Sel T lainnya disebut helper dan sitotoksik) yang melaksanakan fungsi kekebalan, sedangkan sel makrofag limpa menghancurkan sel-sel darah patogen yang dilakukan oleh fagositosis. Ada nodul limfatik seperti amandel yang menjaga terhadap infeksi bakteri yang mana ini menggunakan sel limfosit.

Kelenjar timus mematangkan sel yang diproduksi di sumsum tulang merah. Setelah sel-sel ini matang, sel – sel ini kemudian bermigrasi ke jaringan limfatik seperti amandel yang mana kemudian berkumpul pada suatu wilayah dan mulai melawan infeksi. Sumsum tulang Merah memproduksi sel B dan sel T yang bermigrasi ke daerah lain dari sistem getah bening untuk membantu dalam respon kekebalan.

3.Pengangkutan Lipid

Jaringan kapiler dan pembuluh juga mengangkut lipid dan vitamin yang larut lemak A, D, E dan K ke dalam darah, yang menyebabkan cairan limfe berubah warna menjadi krem. Lipid dan vitamin yang diserap dalam saluran pencernaan dari makanan dan kemudian dikumpulkan oleh cairan limfe pada saat ini dikirimkan .

Tanpa sistem limfatik kita akan berada dalam kesulitan, memiliki masalah dengan banyak penyakit. Jaringan tubuh akan menjadi macet dengan cairan dan sisa - sisa yang membuat kita menjadi bengkak. Kita juga akan kehilangan vitamin yang diperlukan.

Peranan sistem limfa dalam pengangkutan zat yaitu sebagai berikut :

1. Sistem limfa juga berperan dalam mengangkut asam lemak gliserol. Asam lemak dan gliserol meresap ke dalam pembuluh kil pada vilus atau jonjot usus kecil. Selanjutnya asam lemak dan gliserol diangkut ke dalam duktus toraksikus dan selanjutnya ke dalam sistem peredaran darah.

2. Sistem limfa berfungsi sebagai satu sistem yang mengembalikan semua cairan interstisial ke sistem peredaran darah dalam bentuk cairan limfa.

Tenaga yang mendorong darah untuk beredar di dalam tubuh berasal dari tekanan otot dinding jantung. Pada ujung arteriole dan kapiler, darah mendapatkan tekanan yang tinggi dari tekanan denyut jantung dan tekanan hidrostatik. Tekanan ini mengakibatkan sebagian plasma darah merembes ke luar kapiler menuju ke ruang antar sel, yang dikenal sebagai cairan interstisial.

Komponen plasma darah yang dapat menembus membran kapiler adalah air, gas oksigen, gas karbon dioksida, glukosa, asam amino, asam lemak, gliserol, garam mineral, hormon dan zat-zat sisa metabolisme. Cairan interstisial akan bergerak di semua ruang antar sel dan akan mensuplai oksigen dan zat-zat makanan yang diangkut darah ke sel-sel tubuh.

Tidak semua cairan interstisial meresap ke dalam kapiler darah, tetapi hanya sekitar 90% sedangkan yang hanya sekitar 10% akan meresap ke dalam saluran halus berdinding tipis yang dikenal dengan saluran limfa, yang merupakan bagian dari sistem limfa. Cairan yang mengalir di dalam kapiler limfa dikenal dengan limfa atau getah bening.

Cairan interstisial ini harus kembali ke dalam sistem peredaran darah agar tidak terkumpul di dalam ruang antar sel. Kandungan zat dalam plasma darah seperti glukosa, oksigen dan hormon harus dikembalikan ke dalam sistem peredaran darah.

Walaupun cairan interstisial sebagian besar kembali ke dalam kapiler darah melalui kapiler darah dan hanya 10% yang tidak kembali ke kapiler darah, volumenya dapat mencapai 4 liter per hari.


Bila cairan interstisial gagal dikembalikan ke dalam sistem peredaran darah, maka organ atau jaringan dalam badan akan membengkak, akibat berkumpulnya cairan interstisial di ruang antar sel secara berlebihan. Peristiwa ini disebut edema. Pada penderita filariasis (penyakit kaki gajah), cacing filaria hidup menyumbat kapiler limfa, sehingga aliran limfa terhambat. Cairan limfa tidak bisa mengalir dan biasa berkumpul pada ruang antar sel di kaki atau tangan.

Perbedaan saluran limfatik dengan saluran pembuluh darah
Perbedaan saluran limfatik dengan saluran pembuluh darah
Perbedaan saluran limfatik dengan saluran pembuluh darah

Selain fungsi utama diatas Fungsi sistem limfatik yaitu:


  1. Mengembalikan cairan dan protein dari jaringan ke dalam sirkulasi darah.
  2. Mengangkut limfosit dari kelenjar limfe ke sirkulasi darah.
  3. Untuk membawa lemak yang sudah dibuat emulsi dari usus ke sirkulasi darah. Saluran limfe yang melaksanakan fungsi ini ialah saluran lakteal.
  4. Kelenjar limfe menyaring dan menghancurkan mikroorganisme untuk menghindarkan penyebaran organism itu dari tempat masuknya ke dalam jaringan, ke bagian lain tubuh.
  5. Apabila ada infeksi, kelenjar limfe menghasilkan zat anti (antibodi) untuk melindungi tubuh terhadap kelanjutan infeksi.

Organ-Organ Saluran Sistem Pencernaan dan Fungsinya

1. Mulut/ oral cavity

Di rongga mulut terdapat gigi (gerigi) yang berfungsi untuk menyobek, mengunyah zat-zat makanan secara mekanis sehingga menjadi zat-zat yang lebih kecil dan memudahkan bekerjanya enzim pencernaan.
beberapa kelenjar yang ada di mulut
beberapa kelenjar yang ada di mulut
Di rongga mulut terdapat bibir, lidah dan palatum (langit-langit) untuk membantu penguyahan zat makanan, dan penelanan zat makanan. Di rongga mulut terdapat muara kelenjar air liur (saliva) yang mengandung enzim ptyalin (amilase)

2. Faring (Pharynx)

Merupakan persilangan antara saluran makanan dan saluran udara. Epiglotis berperan sebagai pengatur (klep) kedua saluran tersebut. Pada saat menelan makanan saluran udara ditutup oleh epiglotis dan sebaliknya jika sedang menghirup nafas.
Faring dan bagian-bagian lainnya
Faring dan bagian-bagian lainnya

3. Esofagus (kerongkongan)

Sebagai saluran panjang berotot (muskuler) yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung. Pada batas antara esophagus dengan lambung terdapat sphincter esophagii yang berfungsi mengatur agar makanan yang sudah masuk ke dalam lambung tidak kembali ke esophagus.

4. Gastrium (lambung)

Di lambung, makanan ditampung, disimpan, dan dicampur dengan asam lambung, lendir dan pepsin. Mukosa lambung banyak mengandung kelenjar 3 pencernaan. Kelenjar pada bagian pilorika dan kardiaka menghasilkan lendir. Kelenjar pada fundus terdapat sel parietal (oxyntic cell) menghasilkan HCl, dan chief cell menghasilkan pepsinogen. 
Bagian-bagian lambung
Bagian-bagian lambung

Proses digesti di lambung meliputi:


  1. Pencernaan pada lambung sebatas pada protein, sangat sedikit lemak, dan karbohidrat. Absorpsi zat-zat tertentu seperti; alkohol, obat-obatan.
  2. Makanan setelah melewati lambung menjadi dalam bentuk bubur makanan (chyme). Dengan mekanisme dorongan dari otot lambung chyme menuju ke usus dua belas jari (duodenum).

5. Intestinum tenue (usus halus)

Usus halus dibedakan menjadi 3 bagian: duodenum, jejunum, dan ileum.

A. Duodenum

Pada duodenum terdapat muara dari duktus koledokus dan duktus pankreatikus. Cairan empedu dari kantung empedu dikeluarkan lewat duktus koledokus. Cairan pankreas lewat duktus pankreatikus.

Cairan pancreas mengandung enzim lipase, amylase, trypsinogen dan chemotrypsinogen. Lipase untuk memecah lemak (setelah diemulsifikasikan oleh empedu) menjadi asam lemak dan gliserol. Amylase untuk memecah amilum menjadi sakarida sederhana.
Duodenum dan pankreas
Duodenum dan pankreas

B. Jejunum

Jejunum merupakan tempat absorpsi zat-zat makanan. Proses penyerapan (absorpsi) zat-zat makanan meliputi; difusi, osmosis, dan transpor aktif.

  1. Monosakrida dan asam amino melalui mekanisme difusi fasilitasi.
  2. Asam lemak melalui mekanisme difusi biasa.
  3. Vitamin melalui mekanisme difusi biasa.
  4. Air melalui mekanisme difusi dan osmose.
  5. Elektrolit dan mineral melalui mekanisme difusi, dan transport aktif.

C. Ileum

Absorpsi melalui villi usus.

6. Intestinum crassum (usus besar)

Usus besar terdiri atas caecum dan colon. Caecum berupa kantung. 4 kantung dengan pita (taenia) dan haustra. Colon dapat dibedakan menjadi colon ascenden (naik), transversal (mendatar), descenden (turun).

Usus besar merupakan tempat untuk absorpsi air dan mineral yang tidak terserap di usus halus. Pencernaan secara mikrobiotis oleh bakteri komensal (E. coli), menghasilkan gas, dan sintesis vit. K.

7. Rektum

Rektum merupakan kantung yang berfungsi menampung feses. Setelah penuh terjadi perangsangan karena ekstensi (peregangan) dinding rectum sehingga timbul keinginan untuk berak (defikasi).

8. Anus

Anus merupakan katup muskuler (spinchter ani) berfungsi mengatur pengeluaran tinja. Kelainan saluran pencernaan:

  1. Diare, karena adanya rangsangan yang berlebihan sehingga motilitas usus meningkat.
  2. Konstipasi, karrena defekasi yang tidak teratur dan sulit.

Fungsi Umum Sistem Pencernaan Makanan

Sistem pencernaan secara umum dapat digambarkan sebagai suatu struktur memanjang, berkelok-kelok yang diawali oleh suatu lubang, disebut mulut dimana makanan mulai dimasukkan dan lubang akhir disebut anus, tempat sisa yang tidak tercerna itu dibuang.

Fungsi umum sistem pencernaan yaitu:


  1. Memasukkan makanan kedalam saluran pencernaan
  2. Menyimpan makanan untuk sementara
  3. Mencerna secara fisik
  4. Mencerna secara kimiawi
  5. Mengabsorbsi hasil pencernaan
  6. Menyimpan sementara makanan yang telah tercerna, untuk kemudian mengeluarkannya.

Tahap-tahap pencernaan makanan secara fisiologis yaitu:


  1. Pengambilan makanan (ingesti)
  2. Pencernaan (digesti)
  3. Penyerapan (absorbsi)
  4. Pembuangan sisa makanan (defekasi)

Makanan yang dimasukkan ke dalam mulut dengan bantuan gigi dan rahang, lidah, kaki depan, bibir, paruh, serta pharink pengisap. Organ pokok yang berfungsi menyimpan makanan untuk sementara adalah ventriculus, ingluvies, dan kantong pipi.


Pemecahan makanan melalui fisik dilakukan dengan cara:


  1. Mengunyah, memarut, atau menggiling makanan oleh gigi, ventriculus.
  2. Mencampur makanan oleh gerakan peristaltik, antiperistaltik, segmentasi ada intervenium dan ventriculus.
  3. Melembabkan, melunakkan, dan melarutkan makanan dengan bantuan cairan mulut, lambung, intestinum.
  4. Emulsifikasi lemak untuk sekresi hepar.

Pemecahan makanan secara kimia dilakukan terutama didalam ventriculus dan intestinum oleh enzim-enzim yang dihasilkan di dalam kedua organ tersebut dan di dalam pancreas.

Untuk absorbsi hasil akhir pencernaan diperlukan permukaan yang luas untuk kontak antara sari makanan dan ephitelium intestinum, tugas ini dilakukan oleh intestinum yang paling panjang, lipatan lipatan di dalam intestinum dan villi intestinumyang panjang, lipatan-lipatan di dalam dinding intestinum di dalam dinding intestinum dan villi intestinum.
sistem pencernaan pada manusia
sistem pencernaan pada manusia

Ontogeni

Proses ontogeni sistem pencernaan dimulai saat fase gastrulasi, yaitu fase tentuknya 3 lapis benih. Lapisan endoderm, yang terletak paling dalam dan dua san lain, adalah cikal bakal terbentuknya organ-organ pencennaan. Pada tahap ibrional, endoderm berkembang membentuk suatu tabung panjang yang pada satu ungnya membentuk mulut dan ujung yang lain membentuk anus.

Pada Vertebrata, saluran pencernaan ini hanyalah berbentuk tabung lurus, namun segera melakukan lipatan lipatan, putaran kumparan dan pertunasan (diverticulum) untuk membentuk kompleks organ. Divertikulum yang tumbuh dan saluran antara lain adalah hepar, kantung empedu, dan pankreas, yang terletak pada bagian tengah saluran pencernaan.

30 Soal Pilihan Ganda Bab Sistem Rangka

1. Tulang pipa terbesar dan terpanjang berhubungan dengan asetabulum adalah…

  • a) Kranium
  • b) Femur
  • c) Inkus
  • d) Scapula
  • e) Dahi

2. Nama ilmiah tulang pinggang…

  • a) Inkus
  • b) Lumbar
  • c) Maleus
  • d) Sacrum
  • e) Hyoid

3. Berapa jumlah tulang punggung…

  • a) 4
  • b) 7
  • c) 12
  • d) 1
  • e) 5


4. Tulang penggerak lidah yang terletak di pangkal leher, diantara otot otot leher…

  • a) Tulang leher
  • b) Tulang hyoid
  • c) Tulang belikat
  • d) Tulang scapula
  • e) Tulang selangka

5. Tulang yang membentuk jembatan pada hidung dan berbatasan dengan tulang maksila adalah…

  • a) Tulang nasal
  • b) Tulang lakrimal
  • c) Tulang leher
  • d) Tulang belikat
  • e) Tulang ekor

6. Tulang yang membentuk persendian lutut dengan femur…

  • a) Tulang lengan atas
  • b) Tulang tengkorak
  • c) Tulang tibialis dan fibularis
  • d) Tulang dahi
  • e) Tulang belikat
7. Tulang yang terletak di sebelah posterior tulang kostal dan berbentuk pipih seperti segitiga adalah…

  • a) Scapula
  • b) Klavikula
  • c) Inkus
  • d) Maleus
  • e) Falanges

8. Tulang tengkorak ,tulang rusuk,dan scapula merupakan contoh dari tulang…

  • a) Pipih
  • b) Pendek
  • c) Pipa
  • d) Bulat
  • e) Cakra

9. Metacarpal terdiri dari …….. tulang

  • a) 4
  • b) 5
  • c) 6
  • d) 1
  • e) 2
10. Tulang pendengaran terdiri dari tulang…

  • a) Cranium,wajah,kaki
  • b) Pendengaran,belikat,femur
  • c) Martil,landasan,sangur
  • d) Rusuk sejati,rususk palsu,rusuk melayang
  • e) Paha,belikat,dahi,telinga

11. Nama lain dari tulang belikat adalah…

  • a) Klavikula
  • b) Scakula
  • c) Ulna
  • d) Radius
  • e) Sacrum

12. Tulang anggota gerak bawah terdiri dari…

  • a) Tulang gelang panggul dan tulang kaki
  • b) Tulang gelang bahu,tulang lengan atas dan tulang lengan bawah
  • c) Tulang tengkorak,tulang hyolid dan tulang belakang
  • d) Tulang kepala,tulang wajah dan tulang pendengaran
  • e) Tulang sanggurdi,tulang pipi,tulang rahang atas

13. Berapa jumlah tulang jari tangan,,,

  • a) 28
  • b) 25
  • c) 10
  • d) 27
  • e) 23

14. Nama latin dari tulang tempurung lutut adalah…

  • a) Patella
  • b) Tibia
  • c) Tubis
  • d) Palanges
  • e) Karpus

15. Gerak antagonis yang terjadi ketika menggerakkan ke atas dan kebawah adalah…

  • a) Ektensi dan fleksi
  • b) Atropi dan hipertropi
  • c) Depressor dan elevator
  • d) Tonus dan tetanus
  • e) Hipertropi dan supinasi

16. Kelainan tulang yang disebabkan karena kekurangan kalsium disebut…

  • a) Nekrosis
  • b) Tbc tulang
  • c) Osteoporosis
  • d) Osteomalasia
  • e) Osteoatritis

17. Ketika kita ingin melihat burung yang terbang diatas kepala kita,berarti kita melakukan gerakan…

  • a) Adduksi
  • b) Elevasi
  • c) Depresi
  • d) Pronasi
  • e) Supinasi

18. Menurut bentuknya ruas tulang belakang termasuk tulang...

  • a) Pipa
  • b) Pipih
  • c) Pendek
  • d) Sejati
  • e) Keras

19. Hubungan antar tulang tengkorak termasuk sendi…

  • a) Kaku
  • b) Mati
  • c) Gerak
  • d) Peluru
  • e) Putar

20. Pada sel otot , oksigen diikat oleh…

  • a) Hemoglobin
  • b) Mioglobin
  • c) Etris
  • d) Kalmodulin
  • e) Leukosit

21. Skeleton aksial terdiri atas…

  • a) Tulang belakang dan tulang bahu
  • b) Telapak kaki,telapak tangan dan pinggul
  • c) Tulang lengan,tulang kaki dan bahu
  • d) Tulang bahu,tulang pinggul dan tulang belakang
  • e) Tengkorak,tulang belakang dan iga

22. Hubungan antara dua tulang yang geraknya sangat terbatas disebut…

  • a) Artikulasi
  • b) Diartrosis
  • c) Amfiartrosis
  • d) Sinartrosis
  • e) Antagonis

23. Otot yang melekat pada tulang sebagai tumpukan ketika otot berkontraksi disebut…

  • a) Origo
  • b) Insersio
  • c) Tendon
  • d) Urat
  • e) Tetanus

24. Sendi peluru terdapat pada hubungan antara tulang…

  • a) Hasta dengan tulang pengupil
  • b) Paha dengan tulang pemutar
  • c) Paha dengan gelang bahu
  • d) Paha dengan gelang panggul
  • e) Jari tangan dengan pergelangan tangan

25. Tulang yang sejajar dengan jempol kaki adalah tulang…

  • a) Betis
  • b) Kering
  • c) Telapak kaki
  • d) Paha
  • e) Jempol

27. Rangka yang terletak diluar sumbu tubuh adalah pengertian dari…

  • a) Rangka tubuh
  • b) Rangka kepala
  • c) Rangka aksial
  • d) Rangka apendikular
  • e) Rangka kaki

28. Nama lain dari tulang sanggurdi adalah…

  • a) Maleas
  • b) Stapes
  • c) Inkus
  • d) Scapula
  • e) Klavikula

29. Nama latin dari tulang taju pedang adalah…

  • a) Processus xyphoides
  • b) Corpus sterni
  • c) Manubrium sterni
  • d) Klavikula
  • e) Stapes

30. Nama latin dari tulang hulu

  • a) Manubrium sterni
  • b) Corpus sterni
  • c) Sakrum
  • d) Toraks
  • e) Processus xyphoides

Mekanisme Sistem Konduksi, Kontraksi, Suara, dan Fase Kontraksi Jantung

1. Sistem Konduksi Jantung

Jantung mempunyai sistem saraf tersendiri yang menyebabkan terjadinya kontraksi otot jantung yang disebut sistem konduksi jantung. Saraf pusat melalui sistem saraf autonom hanya mempengaruhi irama kontraksi jantung. Saraf simpatis memacu terjadinya kontraksi sedangkan saraf parasimpatis menghambat kontraksi. Sistem kontraksi jantung terdiri atas :
  • Nodus Sinoatri Alkularis (NSA) terletak pada atrium kanan dan dikenal sebagai peacemaker karena impuls untuk kontraksi dihasilkan oleh nodus ini.
  • Nodus Atrioventrikularis (NAV) terletak antara atrium dan ventrikel kanan berperan sebagai gerbang impuls ke ventrikel.
  • Bundle His adalah serabut saraf yang meninggalkan NAV.
  • Serabut Bundle Kanan dan Kiri adalah serabut saraf yang menyebar ke ventrikel terdapat pada septum interventrikularis.
  • Serabut Purkinje adalah serabut saraf yang terdapat pada otot jantung.
 

2. Kontraksi Dan Irama Jantung

Kontraksi jantung disebut disebut systole sedangkan relaksasi jantung atau pengisian darah pada jantung disebut diastole. Irama jantung dimulai dari pacemaker (NSA) dengan impuls 60-80 kali/menit. Semua bagian jantung dapat memancarkan impuls tersendiri tetapi dengan frekuensi yang lebih rendah.

Bagian jantung yang memancarkan impuls diluar NSA disebut focus ektopik yang menimbulkan perubahan irama jantung yang disebut aritmia. Aritmia dapat disebabkan oleh hipoksia, ketidakseimbangan elektrolit, kafein, nikotin karena hal tersebut dapat menyebabkan fokus ektopik kontraksi diluar kontraksi dari nodus NSA.

Jika terjadi hambatan aliran impuls dari NSA menuju NAV maka impuls saraf akan timbul dari nodus NAV dengan frekuensi yang lebih rendah yaitu sekitar 40-50 kali/menit. Jika ada hambatan pada bundle his atau serabut bundle kanan dan kiri maka otot jantung akan kontraksi dengan iramanya sendiri yaitu 20-30 kali/menit. Denyut jantung 20-30 kali/menit tidak dapat mempertahankan metabolisme otot. (Baca Juga Mekanisme Kontraksi Otot Jantung)

3. Suara Jantung

Suara jantung terjadi akibat proses kontraksi jantung.
  1. Suara jantung 1 (S1) timbul akibat penutupan katup mitral dan trikuspidalis
  2. Suara jantung 2 (S2) timbul akibat penutupan katup semilunaris aorta dan semilunaris pulmonal.
  3. Suara jantung 3 (S3) terjadi akibat pengisian ventrikel pada fase diastole.
  4. Suara jantung 4 (S4) terjadi akibat kontraksi atrium.
  5. Suara jantung 3 dan 4 terdengar pada jantung anak.

4. Fase Kontraksi Jantung

Pada fase pengisian ventikel dan kontraksi atrium katup mitral dan trikuspidalis terbuka darah akan mengalir dari atrium menuju ventrikel. Pada fase kontraksi ventrikel isometric ventrikel mulai kontraksi dan atrium relaksasi, katup mitral dan trikuspidalis tertutup dan katup semilunar aorta dan pulmonal belum terbuka.

Pada fase ejeksi ventikuler, katup semilunar aorta dan semilunar aorta dan semilunar pulmonal terbuka sehingga darah mengalir dari ventrikel menuju aorta dan arteri pulmonalis. Pada fase relaksasi isovolumentrik terjadi relaksasi ventrikel dan katup semilunar aorta dan pulmonal menutup sedangkan katup mitral dan katup trikuspidalis belum terbuka. (Baca Juga Mekanisme Kontraksi Otot Jantung)

5. Cardiac Output

Cardiac Output adalah volume darah yang dipompa oleh tiap ventrikel per menit. Hal ini disebabkan oleh kontraksi otot myocardium yang berirama dan sinkron, sehingga darahpun dipompa masuk ke dalam sirkulasi pulmonary dan sistemik.

Besar cardiac output ini berubah-ubah, tergantung kebutuhan jaringan perifer akan oksigen dan nutrisi. Karena curah jantung yang dibutuhkan juga tergantung dari besar serta ukuran tubuh, maka diperlukan suatu indikator fungsi jantung yang lebih akurat, yaitu yang dikenal dengan sebutan Cardiac Index.

Mekanisme Sistem Konduksi, Kontraksi, Suara, dan Fase Kontraksi Jantung
Mekanisme Sistem Konduksi, Kontraksi, Suara, dan Fase Kontraksi Jantung
Cardiac index ini didapatkan dengan membagi cardiac output dengan luas permukaan tubuh, dan berkisar antara 2,8-3,6 liter/menit/m2 permukaan tubuh.

Stroke Volume adalah volume darah yang dikeluarkan oleh ventrikel/detik. Sekitar dua per tiga dari volume darah dalam ventrikel pada akhir diastole (volume akhir diastolic) dikeluarkan selama sistolik.

Jumlah darah yang dikeluarkan tersebut dikenal dengan sebutan Fraksi Ejeksi; sedangkan volume darah yang tersisa di dalam ventrikel pada akhir sistolik disebut Volume Akhir Sistolik. Penekanan fungsi ventrikel, menghambat kemampuan ventrikel untuk mengosongkan diri, dan dengan demikian mengurangi stroke volume dan fraksi ejeksi, dengan akibat peningkatan volume sisa pada ventrikel.

Cardiac output (CO) tergantung dari hubungan yang terdapat antara dua buah variable, yaitu: frekuensi jantung dan stroke volume. CO = Frekuensi Jantung x Stroke Volume. Cardiac output dapat dipertahankan dalam keadaan cukup stabil meskipun ada pada salah satu variable, yaitu dengan melakukan penyesuaian pada variable yang lain.

Apabila denyut jantung semakin lambat, maka periode relaksasi dari ventrikel diantara denyut jantung menjadi lebih lama, dengan demikian meningkatkan waktu pengisian ventrikel. Dengan sendirinya, volume ventrikel lebih besar dan darah yang dapat dikeluarkan per denyut menjadi lebih banyak. Sebaliknya, kalau stroke volume menurun, maka curah jantung dapat distabilkan dengan meningkatkan kecepatan denyut jantung.

Tentu saja penyesuaian kompensasi ini hanya dapat mempertahankan curah jantung dalam batas-batas tertentu. Perubahan dan stabilisasi curah jantung tergantung dari mekanisem yang mengatur kecepatan denyut jantung dan stroke volume.

Sistem Peredaran Darah Kecil dan Sistem Peredaran Darah Besar

Terdapat dua mekanisme peredaran darah pada manusia yaitu sistem peredaran darah besar dan sistem peredaran darah kecil.

1. Sistem Peredaran Darah Besar (Sistemik)

Peredaran darah besar dan kecil
Peredaran darah besar dan kecil
Peredaran darah besar dimulai dari darah keluar dari jantung melalui aorta menuju ke seluruh tubuh (organ bagian atas dan organ bagian bawah). Melalui arteri darah yang kaya akan oksigen menuju ke sistem-sistem organ, maka disebut sebagai sistem peredaran sistemik.

Dari sistem organ vena membawa darah kotor menuju ke jantung. Vena yang berasal dari sistem organ di atas jantung akan masuk ke bilik kanan melalui vena cava inferior, sementara vena yang berasal dari sistem organ di bawah jantung dibawa oleh vena cava posterior.

Darah kotor dari bilik kanan akan dialirkan ke serambi kanan, selanjutnya akan dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis merupakan satu keunikan dalam sistem peredaran darah manusia karena merupakan satu-satunya arteri yang membawa darah kotor (darah yang mengandung CO2).

Urutan perjalanan peredaran darah besar : bilik kiri – aorta – pembuluh nadi – pembuluh kapiler – vena cava superior dan vena cava inferior – serambi kanan.

Berikut ini adalah ciri – ciri sistem sirkulasi sistemik :

  1. Mengalirkan darah ke berbagai organ tubuh.
  2. Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda.
  3. Memerlukan tekanan permulaan yang besar.
  4. Banyak mengalami tahanan.
  5. Kolom hidrostatik panjang.

2. Sistem Peredaran Darah Kecil (Pulmonal)

Peredaran darah kecil dimulai dari dari darah kotor yang dibawa arteri pulmonalis dari serambi kanan menuju ke paru-paru. Dalam paru-paru tepatnya pada alveolus terjadi pertukaran gas antara O2 dan CO2.

Gas O2 masuk melalui sistem respirasi dan CO2 akan dibuang ke luar tubuh. O2 yang masuk akan diikat oleh darah (dalam bentuk HbO) terjadi di dalam alveolus. Selanjutnya darah bersih ini akan keluar dari paru-paru melalui vena pulmonalis menuju ke jantung (bagian bilik kiri).

Vena pulmonalis merupakan keunikan yang kedua dalam system peredaran darah manusia, karena merupakan satu-satunya vena yang membawa darah bersih.

Urutan perjalanan peredaran darah kecil : bilik kanan jantung – arteri pulmonalis – paru-paru – vena pulmonalis – serambi kiri jantung.
peredaran darah kecil

Berikut ini adalah ciri –ciri dari sistem sirkulasi pulmonal :

  • Hanya mengalirkan darah ke paru
  • Hanya berfungsi untuk paru-paru
  • Mempunyai tekanan permulaan yang rendah
  • Hanya sedikit mengalami tahanan
  • Kolom hidrostatiknya pendek
Sistem peredaran besar ataupun kecil tidak dapat berjalan sendiri tanpa ada yang menggerakkan. Organ penting dalam pergerakan sistem sirkulasi adalah jantung. Jantung tersusun oleh otot – otot jantung yang terletak di lapisan miokardium.

Otot jantung mirip dengan otot skelet yaitu mempunyai serat otot. Perbedaannya otot jantung tidak dipengaruhi oleh saraf somatik, otot jantung bersifat involunter. Kontraksi otot jantung dipengaruhi oleh adanya peacemaker pada jantung.

Kontraksi pada otot jantung juga dipengaruhi oleh metabolisme otot jantung. Metabolisme otot jantung tergantung sepenuhnya pada metabolisme aerobik. Otot jantung sangat banyak mengandung mioglobin yang dapat mengikat oksigen. Karena metabolisme sepenuhnya adalah aerob, otot jantung tidak pernah mengalami kelelahan. Pembahasan lebih rinci mengenai otot jantung dapat dilihat pada materi mekanisme kontraksi otot jantung dan materi mengenal jenis-jenis otot


Mengenai Saya