Praktikum Biologi ( Mengamati Sel Untuk Mengetahui Perbedaan Sel Hidup dan Sel Mati )

  • Alat Dan Bahan
A. Alat-alat
Ø  Microskop
Ø  Kaca objek
Ø  Kaca penutup (the glass)
Ø  Pipet tetes
Ø  Pinset
Ø  Silet tajam
Ø  Tusuk gigi
B.     Bahan-bahan
Ø  Air
Ø  Bawang merah
Ø Bawang putih
Ø Styrofoam
Ø  Gabus
Ø  Rhoe discolor
  • CARA KERJA

•BAWANG MERAH
1. Siapkan bawang merah dan kupas kulit terluarnya.
2. Kemudian kupas bagian daging buahnya lalu ambil bagian yang berupa  lembaran tipis pada permukaan bawang.
3. Siapkan kaca objek dan kaca penutup.
4. Pada kaca objek , teteskan air  secukupnya.
5. Letakkan bagian bawang yang akan diamati pada kaca objek yang telah di tetesi air dan tutup dengan kaca penutup.
6. Letakkan objek bawang tersebut pada meja preparat
7. Amati dengan mikroskop dengan perbesaran 10 kali pada lensa objektif. Setelah dapat, amati lagi dengan perbesaran 40 kalipada lensa objektif.

•BAWANG PUTIH
1. Siapkan bawang putih dan kupas kulit terluarnya.
2. Irislah bagian bawang putih  tersebut secara membujur dengan silet setipis mungkin agar mudah diamati.
3. Siapkan kaca objek dan kaca penutup.
4. Pada kaca objek , teteskan air  secukupnya.
5. Letakkan bagian bawang yang akan diamati pada kaca objek yang telah di tetesi air dan tutup dengan kaca penutup.
6. Letakkan objek bawang tersebut pada meja preparat
7. Amati dengan mikroskop dengan perbesaran 10 kali pada lensa objektif. Setelah dapat, amati lagi dengan perbesaran 40 kalipada lensa objektif.

•STYROFOAM
1. Siapkan stryrofoam bersih.
2. Irislah bagian styrofoam tersebut secara membujur dengan silet setipis mungkin agar mudah diamati.
3. Siapkan kaca objek dan kaca penutup.
4. Pada kaca objek , teteskan air  secukupnya.
5. Letakkan bagian styrofoam yang akan diamati pada kaca objek yang telah di tetesi air dan tutup dengan kaca penutup.
6. Letakkan objek styrofoam tersebut pada meja preparat
7. Amati dengan mikroskop dengan perbesaran 10 kali pada lensa objektif. Setelah dapat, amati lagi dengan perbesaran 40 kalipada lensa objektif.

•GABUS
1.Siapkan gabus.
2.Irislah bagian gabus tersebut secara membujur dengan silet setipismungkin agar mudah diamati.
3.Siapkan kaca objek dan kaca pentup.
4.Pada kaca objek , tetesi air terlebih dahulu secukupnya.
5.Kemudian letakkan irisan gabus di atas kaca objek yang telah ditetesiair dan tutup dengan kaca penutup.
6.Letakkan objek gabus tersebut pada meja preparat.
7.Amati dengan mikroskop dengan perbesaran 10 kali pada lensaobjektif. Setelah terlihat , amati lagi dengan perbesaran 40 kali pada lensaobjektif.

•RHOE DISCOLOR
1.Siapkan rhoe discolor.
2.Irislah bagian rhoe discolor tersebut secara membujur dengan silet setipis mungkin agar mudah diamati.
3.Siapkan kaca objek dan kaca pentup.
4.Pada kaca objek , tetesi air terlebih dahulu secukupnya.
5.Kemudian letakkan irisan rhoe discolor di atas kaca objek yang telah ditetesiair dan tutup dengan kaca penutup.
6.Letakkan objek rhoe discolor tersebut pada meja preparat.
7.Amati dengan mikroskop dengan perbesaran 10 kali pada lensa objektif. Setelah terlihat , amati lagi dengan perbesaran 40 kali pada lensa objektif.
  •  HASIL

NO.
SEL
GAMBAR
GAMBAR
1.
Bawang merah
2.
Bawang putih
3.
Styrofoam
4.
Gabus
5.
Rhoe discolor
  •  PEMBAHASAN
(1) Pada sel hidup (bawang merah)
Bentuk sel epidermis bawang merah seperti balok yang disusun miring. Sel epidermis bawang merah termasuk sel hidup, karena sel bawang merah mempunyai inti sel, memliki cairan di dalamnya dan ada aktivitas yang terjadi di dalamnya seperti pertukaran zat dalam sel. cairan yang ada di dalam sel epidermis bawang merah disebut  nukleoplasma. Fungsi cairan nukleoplasma adalah untuk melindungi vakuola. Bawang merah memiliki struktur yang jauh lengkap dari pada sel mati, yaitu memiliki, inti sel,dinding sel,kloroplas,membran sel, dan sitoplasma. Sel pada bawang merah berwarna merah mudah, hal ini di sebabkan karena bawang merah mengandung plastid yang menghasilkan kloroplas. Adapun epitel pada bawang merah mempunyai tiga bagian yaitu membran plasma, inti sel, dan sitoplasma. Sel pada bawang merah dan epitel mempunyai peran yang cukup penting bagi kelangsungan hidup.
2) Pada sel mati (gabus)
Bentuk sel-sel  gabus  adalah segi delapan, tetapi ada juga yang bentuknya seperti segi lima atau segi enam. Sel  gabus  termasuk  sel  mati  karena sel gabus tidak memiliki isi, tidak memiliki inti sel dan tidak ada aktivitas yang terjadi. Pada se mati hanya terdapat dinding sel sementara bagian yang lain kosong. Sel mati ini tidak berperan bagi kehidupan.
3) Pada sel hidup (Rhoe discolor)
Rhoeo mempunyai jaringan yang terdiri dari sel-sel yang bentuknya sama dapat juga melakukan fungsi khusus yang dapat juga bersama jaringan lain membentuk fungsi yang lebih kompleks. Pertumbuhan darai tana,mn ini sangat penting pada aktivitas jaringan meristem. Dan jaringanya terbagi dua yang berdasarkan kemampuan untuk tumbuh dan memperbanyak diri yaitu jaringan meristem dan jaringan yang permanen. ada beberapa organel sel bawang merah yang terlihat di bawah mikroskop yaitu : Dinding Sel, Epidermis, Stomata,sel penjaga

  • KESIMPULAN
1. Struktur sel hidup adalah ruang sel yang berisi nukleus, sitoplasma, dan antar selnya  dibatasi oleh dinding sel. 
2. Struktur sel mati adalah ruang sel yang di dalamnya kosong karena organ-organ selnya telah mati dan mempunyai dinding sel untuk membatasi sel satu dengan sel yang lainnya.


Komentarnya ya...!!! :) ???

Praktikum Biologi ( Mengamati Terjadinya Peristiwa Osmosis Pada Sel )

A. Alat dan Bahan
·         Kentang ( Solanum tuterosum L )
·         Stopwatch
·         Air ( Larutan Aquadesh )
·         Alat pelubang kentang
·         Empat buah gelas beker
·         Timbangan
·         Silet dan Pinset
·         Tissue
·         Penggaris
·         Larutan garam 5%, 10%, dan 15%
B. Cara Kerja
1.    Menyiapkan sebuah kentang lalu mengupas dengan silet hingga bersih
2.    Melubangi kentang dengan alat pelubang kentang hingga 4x dan dihasilkan 4 irisan yang berbentuk tabung
3.    Keempat irisan tersebut diukur menggunakan penggaris dan memperoleh ukuran panjang yang sama. Selanjutnya, menimbang satu per-satu irisan kentang dengan timbangan dan mencatat ke-empat massanya
4.    Menyiapkan empat buah gelas beker yang masing – masing (50 mL) diberi label :
1.            Larutan Garam 15%
2.            Larutan garam 5%
3.            Larutan garam 10%
4.            Larutan Aquadesh
5.    Lalu dalam waktu yang bersamaan, keempat irisan kentang yang sudah diukur dimasukkan ke dalam masing-masing gelas beker dan mulai menghitung dengan stopwatch
6.    Selama proses berlangsung kami mengamati perubahan-perubahan yang terjadi dalam masing-masing kentang dengan menit tertentu dan mencatatnya
7.    Setelah 20 menit keempat irisan kentang diangkat secara bersamaan dari gelas beker dan diletakkan di atas tissue
8.    Kemudian ukur massa akhir masing-masing kentang dengan timbangan dan mencatat perubahan massa, tekstur, dan panjang kentang
C. Hasil Pengamatan
Pengamatan Proses Terjadinya Osmosis
                 A.Larutan Garam 5%                         B.Larutan Garam 10%                 C.Larutan Garam 15%

No.
Media
Berat sebelum Eksperimen
Berat seudah Eksperimen
Panjang sebelum Eksperimen
Panjang sesudah Eksperimen
1
Air Aquadesh
2,9 gr
2 gr
3 cm
2,9 cm
2
Larutan Garam 5%
2,9 gr
2,1 gr
3 cm
2,9 cm
3
Larutan Garam 10%
2,9 gr
2,2 gr
3 cm
2,8 cm
4
Larutan Garam 15%
2,9 gr
2,7 gr
3 cm
3,2 cm

D. Pembahasan
        Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, kentang mengalami perubahan. Dari hasil pengamatan dapat kita ketahui bahwa sel – sel kentang mengalami perubahan ukuran. Ada yang mengalami pertambahan ukuran maupun pengurangan ukuran sesuai dengan medianya sendiri. Hal ini terjdi kerena sifat larutan yang hipertonis maupun hipotonis terhadap kentang. 
Pada larutan garam kentang menjadi lembek dan terjadi pengurangan ukuran. Ini disebabkan karena kentang yang hipotonis terhadap larutan garam. Sehingga air yang ada pada kentang keluar dari sel – sel kentang yang menyebabkan kentang menjadi lembek dan mengalami pengurangan ukuran.
       Kentang yang telah dimasukkan ke dalam larutan garam mengalami penyusutan berat dari berat semula karena air bergerak dari larutan yang konsentrasinya rendah ke larutan yang konsentrasinya tinggi. Dimana hasil dari praktik yang telah dilakukan bahwa air garam yang terdapat di dalam gelas ukur memiliki kerapatan tinggi, sedangkan kentang memiliki kerapatan yang rendah. Setelah kentang dimasukkan ke dalam air garam selama 20 menit, kentang tersebut menjadi lebih ringan serta warnanyapun lebih kusam. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.

        Ini membuktikan bahwa teori osmosis yaitu perpindahan ion atau molekul air dari kerapatan rendah ke kerapatan tinggi dengan melewati suatu membran semi permeabel, terjadi pada kentang yang dimasukan ke dalam larutan garam.

Selain itu, kami juga melihat saat kentang kami masukkan ke dalam air garam 10%, kentang berada dalam keadaan melayang, dan kira-kira setelah 10 menit, kentang mulai tenggelam. Jika dalam air garam 15%, kentang mengapung, setelah 15 menit, kentang tenggelam. Hal ini menunjukkan bahwa massa jenis air garam 10% dan air garam 15% lebih besar daripada masa jenis kentang. Hal itu dikarenakan konsentrasi garam yang tinggi dan membuat larutan menjadi hipertonis yang akhirnya menambah massa jenis larutan garam. Ini adalah peristiwa yang sama ketika perahu ataupun kapal laut dapat mengapung di atas air asin yang tentu memiliki konsentrasi garam tinggi.

-Pada pengamatan yang lakukan, dapat ketahui :

·         Pada kentang gelas A, B dan C terjadi peristiwa osmosis karena larutan pada A,B,C konsentrasinya semakin pekat disebabkan oleh pemberian garam sehingga terjadi pepindahan molekul pada kentang –kentang yang berbeda didalamnya gelas A,B,dan C. Perpindahan molekul tersebut terjadi karena kerapatan kentang lebih rendah dari larutan garam ataupun kerapatan molekul larutan garam lebih tinggi daripada kentang. Osmosis sendiri terjadi karena adanya kerapatan yang lebih rendah.

·         Peristiwa osmosis dapat terjadi pada suatu sel melalui membran sel. Membran sel bersifat permeabel terhadap zat – zat yang mudah melewati membran. Peristiwa osmosis terjadi karena perpindahan molekul ion dari kerapatan tinggi ke kerapatan rendah melalui suatu membran. Faktor – faktor yang mempengaruhi osmosis pada sel adalah tekanan tugor sel, konsentrasi sel terlarut dan zat terlarut, pH larutan,suhu dan ukuran molekul.
  E. Kesimpulan

        Dari percobaan yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi zat pelarut maka perubahan massa kentang semakin kecil. Hal itu dikarenakan terjadi perpindahan molekul garam kedalam kentang agar mencapai keseimbangan konsentrasi antara kentang dan larutan garam hingga terjadi perubahan massa. Dan semakin tinggi konsentrasi air yang disebabkan banyak garam yang terkandung, menyebabkan tiap gelas memiliki kepekatan yang berbeda. Sehingga juga menyebabkan masing-masing kentang teksturnya berbeda-beda(lembek,sedang,keras). Peristiwa yang terjadi tersebut merupakan osmosis. Jadi, osmosis adalah perpindahan molekul ion dari konsentrasi pelarut (air) rendah dengan melewati suatu membran.

Praktikum Biologi ( Menguji Kandungan Zat Pada Makanan Yaitu Protein, Glukosa, Amilum dan Lemak )

A. Tujuan Pengamatan
Untuk mengetahui adanya kandungan zat protein, glukosa, amilum dan lemak pada beberapa makan.
B. Alat Dan Bahan
  • Alat
-15 tabung reaksi
-Rak tabung reaksi
-Gelas beker
-Pipet
-Pembakar spiritus
-Penjepit tabung reaksi
-Lumpang porselin
-Spatula/pengaduk
  • Bahan
-Kertas buram/kertas tick
-Larutan lugol
-Larutan benedict (menggunakan fehling A + fehling B)
-Larutan biuret
-Kacang merah
-Keju
-Kangkung
-Belimbing
-Cabe




C.Langkah dan Cara Kerja
1. Siapkan alat dan bahan eksperimen yang akan di uji
2. Tumbuk bahan makanan diatas lumpang porselin sebelum di uji coba. Bahan yang keras seperti kacang merah sebaiknya direbus terlebih dahulu.
3. Masukkan bahan makanan kedalam tabung reaksi (dengan ketentuan satu jenis bahan makan di masukkan kedalam tabung reaksi untuk menguji kandungan masing-masing amilum, glukosa dan protein).

ü  Uji Amilum
1. Masukkan bahan makanan kangkung, kacang merah, keju belimbing dan cabe yang sudah di tumbuk/dihaluskan ke dalam tabung reaksi (satu jenis = satu tabung).
2. Tetesi 2 tetes lugol pada setiap tabung reaksi yang akan di uji amilum.
3. Amati perubahan warna yang terjadi
4. Masukkan data pada tabel pengamatan. Lakukan hal tersebut ke dalam semua  bahan makanan tadi

ü   Uji Glukosa
1. Masukkan bahan makanan kangkung, kacang merah, keju belimbing dan cabe yang sudah di tumbuk/dihaluskan ke dalam tabung reaksi (satu jenis = satu tabung).
2. Masukkan fehling A + fehling B (benedict) dengan perbandingan 3 : 1.
3. Panaskan tabung reaksi diatas pembakar spiritus
4. Masukkan data kedalam tabel. Lakukan hal tersebut ke dalam semua  bahan makanan tadi.

ü  Uji Protein
1.Masukkan bahan makanan kangkung, kacang merah, keju belimbing dan cabe yang sudah di tumbuk/dihaluskan ke dalam tabung reaksi (satu jenis = satu tabung).
2. Masukkan beberapa tetes biuret
3. Kocok tabung reaksi tersebut sehingga terjadi perubahan warna.
4. Masukkan data kedalam tabel. Lakukan hal tersebut ke dalam semua  bahan makanan tadi.

ü  Uji Lemak
1. Siapkan kertas buram
2. Usap bahan makanan pada kertas buram
3. Tunggu beberapa saat hingga terjadi perubahan
4. Masukkan data kedalam tabel. Lakukan hal tersebut ke dalam semua  bahan makanan tadi.

v  Catatan :
  a. Pada uji amilum : Jika bahan makanan tersebut mengandung amilum akan berwarna ungu, biru tua, hijau gelap, dan hitam. Semakin gelap warna yang di hasilkan maka semakin banyak kandungan amilum yang terdapat pada bahan makanan tersebut.
    b. Pada uji glukosa : jika sebelum dipanaskan berwarna hijau tosak atau biru dan setelah di panaskan berubah menjadi warna merah bata, atau coklat, maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa.
  c. Pada uji protein : jika warna bahan makanan setelah dikocok berubah menjadi hijau toska atau biru muda berarti bahan makanan tersebut mengandung protein.
d. Pada uji lemak : jika bahan makanan tersebut telah di gosok ke ke kertas buram dan setelah beberapa detik berubah menjadi transparan berarti bahan makanan tersebut mengandung lemak.

D. Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan dari bahan makanan tersebut di rangkum di dalam sebuah tabel.


No.
Bahan Makanan
Menguji Amilum
Menguji Glukosa
Menguji Protein
Menguji Lemak
1.
Kacang Merah
+
+
+
-
2.
Keju
+
-
+
+
3.
Kangkung
+
+
+
-
4.
Belimbing




5.
Cabe
-
+
+
+
Keterangan :
+  = terdapat kandungan
 -   = tidak terdapat kandungan

E. Pembahasan
     Pada kegiatan praktikum ini kita menggunakan reagen yang digunakan untuk mengetahui kandungan makanan, antara lain :

1.Lugol digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat(amilum) atau tidak. Bila makanan yang kita tetesi lugol menghitam, maka makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin hitam berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya.
2.Biuret adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bila bahan makanan itu mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan menghasilkan warna ungu/ warna lembayung.
3.Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan glokusa pada bahan makanan jika hasil reaksi tersebut menghasilkan warna merah bata.
4.Kertas buram adalah bahan penguji pada kandungan lemak. Karena kertas buram mudah menyerap air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada pengujian lemak ini makanan yang sudah di tumbuk di oleskan pada kertas buram setelah itu di panaskan di atas pembakar sepritus sehingga kandungan air mudah mongering, jika ada noda transparan maka bahan makanan tersebut mengandung lemak.

F. Kesimpulan
Dari praktikumyang telah dilakukan, maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut :
-Bahan makanan yang mengandung protein jika ditetesi dengan larutan biuret akan berubah wana menjadi ungu.
-Jika bahan makanan ditetesi dengan larutan lugol akan berubah warna menjadi ungu hingga kehitam-hitaman maka bahan makanan tersebut mengandung amilum.
-Jika bahan makanan diteesi larutan fehling A+B kemudian dipanaskan akan berubah warna menjadi orange/jingga maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa

Mengenai Saya