Home » » Bos Xiaomi "Salah Duga" soal Mi Fans Indonesia

Bos Xiaomi "Salah Duga" soal Mi Fans Indonesia


BEIJING, KOMPAS.com - Hugo Barra, orang nomor satu yang bertanggung jawab atas ekspansi Xiaomi ke luar Tiongkok tak pernah menduga bila penyebaran Xiaomi di Indonesia akan diadopsi dengan begitu cepat.

Ia pun mengakui, kepopuleran produk smartphone Xiaomi di Indonesia tak lepas dari dukungan fans mereka di Tanah Air. Kepada KompasTekno, Hugo bercerita tentang pentingnya dukungan Mi Fans di Indonesia bagi Xiaomi.

"Hal-hal berkembang pesat, fans (di Indonesia) sangat antusias, stok juga habis lebih cepat," demikian ujar Hugo saat dijumpai KompasTekno seusai acara peluncuran Mi Note di Beijing, Kamis (15/1/2015).

Diakui oleh Hugo, jumlah produk yang biasanya habis dalam enam bulan di negara lain, ternyata lebih cepat habis di Indonesia. Ke depannya, Xiaomi akan menambah jumlah unit smartphone yang dikirim ke Indonesia untuk memenuhi permintaan.

"Karena itu kami akan membawa volume produk yang lebih banyak lagi, terutama untuk dua produk baru (Redmi 2 dan Mi Note) yang akan menarik fans," imbuhnya.

Xiaomi sendiri baru hadir secara resmi di Indonesia pada bulan September tahun lalu. Namun, menurut pengakuan Hugo, penjualan di Indonesia ternyata cukup tinggi, walau ia tak mau menyebut berapa angka penjualan pastinya.

Dengan laju pertumbuhan seperti saat ini, Hugo meramalkan bahwa Indonesia akan menjadi pasar terbesar ketiga bagi Xiaomi, setelah Tiongkok dan India.

Dukungan Mi Fans

Hugo tak menyangkal jika kepopuleran Xiaomi adalah berkat dukungan dari fans Xiaomi (disebut Mi Fans) di Indonesia. Ia bahkan mengakui pentingnya penggemar di Indonesia karena jumlahnya sangat banyak.

"Mi Fans di Indonesia saat ini jumlahnya sangat banyak, bahkan menjadi yang terbanyak di luar Tiongkok, mereka menjadi brand ambassador dalam mengenalkan produk-produk Xiaomi," terangnya.

"Saya tidak tahu persis jumlahnya, namun dalam satu event ada sekitar ratusan orang yang hadir, kegiatan itu dibuat oleh fans sendiri," imbuh Hugo.

Menurut pengamatan KompasTekno, jumlah fans Facebook Xiaomi Indonesia sekitar 55.000 orang. Sementara, akun Twitter Mi Indonesia sudah memiliki follower sekitar 7.800 orang.

Hal tersebut terlihat kontras jika dibandingkan dengan jumlah follower jejaring sosial Twitter Xiaomi Singapura dan Malaysia yang jumlahnya hanya ratusan.

Ungkapan apresiasi pun diutarakan oleh Hugo kepada para penggemar Xiaomi di Indonesia.

"Mereka adalah pondasi bisnis dari produk kami, mereka membantu mencoba dan menguji produk Xiaomi dan sekaligus membantu promosinya juga," kata Hugo.

Menurutnya, dengan banyaknya jumlah fans di Indonesia, menjadi indikasi awal bagi Xiaomi bahwa pasar di Indonesia sudah memiliki basis yang kuat.

Hal itu sesuai dengan strategi Xiaomi yang selama ini mengembangkan pasar berbasis komunitas dalam membangun produk.

Pemasaran mulut ke mulut

Namun demikian, harus diakui juga bahwa brand Xiaomi belum begitu dikenal oleh masyarakat di Indonesia. Sebab, Xiaomi tidak berinvestasi banyak dalam hal pemasaran atau iklan.

Masyarakat Indonesia tidak mengenal brand tersebut dari iklan di layar-layar televisi atau baliho berukuran besar di jalan-jalan. Di sinilah peran Mi Fans berada.

Seperti disinggung di atas, Mi Fans di Indonesia secara tidak langsung juga menjadi duta bagi Xiaomi. Mereka akan bercerita kepada teman-teman mereka tentang produk yang mereka rasakan.

Karena itu Xiaomi membuat smartphone yang dirancang bisa mengesankan penggunanya, seperti antarmuka MIUI yang menarik, kencang, dan sistem operasi tanpa bloatware.

"Jika mereka suka, mereka akan bercerita kepada katakanlah sepuluh orang lain, dan sterusnya, beginilah cara kami bertumbuh di semua pasar," terang Hugo Barra.

Hugo bercerita bahwa Xiaomi percaya kepada kekuatan "word of mouth" ketimbang iklan-iklan di televisi. Cara tersebut menjadi cara yang solid untuk mengembangkan sebuah brand, karena konsumen mendengarnya langsung dari pengalaman teman dekatnya, bukan melalui iklan-iklan di televisi.

"Memang tidak secepat jika kita beriklan di televisi, namun cara ini lebih cost effective," tutur Hugo mengakhiri pembicaraan.

Melihat antusiasme yang tinggi tersebut, rencananya Xiaomi akan berkespansi dengan menambah jumlah layanan after sales service mereka di Indonesia.

Menurut General Manager Xiaomi Southeast Asia, Steve Vickers, saat ini Xiaomi memiliki 17 gerai after sales service di Indonesia. Pada 2015 ini, Xiaomi akan menambahnya dengan membuka 10 gerai after sales service di beberapa kota besar di Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Arsip Blog