Home » , » Ciri-Ciri dan Struktur Tubuh Virus

Ciri-Ciri dan Struktur Tubuh Virus


bentuk 3D virus T
bentuk 3D virus T
Virus merupakan sesuatu yang unik, karena belum bisa dikatakan sebagai makhluk hidup, hal ini dikarenakan virus belum memiliki ciri-ciri suatu zat dikatakan sebagai makhluk hidup. jenis virus yang sangat banyak dan sebagian besar merupakan agen penyebab penyakit seperti DB, hepatitis, influenza, flue babi, HIV, dan masih banyak lagi.

Virus memiliki ciri dan struktur yang sangat berbeda sama sekali dengan organisme lain, ini karena virus merupakan satu sistem yang paling sederhana dari seluruh sistem genetika.

Ciri virus yang secara umum adalah sebagai berikut:

1. Virus hanya bisa hidup di sel hidup

Virus hanya dapat hidup pada sel hidup atau bersifat parasit intraselluler obligat. Virus ketika tidak berada di dalam sel inangnya akan membentuk kristal yang sama sekali tidak memiliki ciri dri sebuah kehidupan.  ketika virus memasuki sel inangnya disinilah virus tersebut akan memperbanyak material genetik yang dibantu oleh sel inangnya tersebut. baca lebih rinci mengenai replikasi virus HIV disini dan disini juga. Selain itu, virus juga mampu hidup di dalam telur ayam.
Virus T yang akan menginfeksi bakteri
Virus T yang akan menginfeksi bakteri

2. Ukuran virus sangat kecil sekali

Virus memiliki ukuran yang paling kecil dibandingkan kelompok taksonomi lainnya. Ukuran virus yang paling kecil memiliki ukuran diameter 20 nm dengan jumlah gen 4, lebih kecil dari ribosom dan yang paling besar memiliki beberapa ratus gen, virus yang paling besar dengan diameter 80 nm (Virus Ebola) juga tidak dapat dilihat dengan mikroskop cahaya sehingga untuk pengamatan virus di gunakan mikroskop elektron.
ukuran beberapa jenis virus
ukuran beberapa jenis virus

3. Nama virus disesuikan dengan tipe asam nukleatnya

Nama virus tergantung dari asam nukleat yang menyusun genomnya (materi atau partikel genetik) sehingga terdapat virus DNA dan juga virus RNA.
virus RNA dan DNA

4. Virus tidak memiliki organela seperti pada makhluk hidup 

Virus tidak memiliki enzim metabolisme dan tidak memiliki ribosom ataupun perangkat/organel sel lainnya, namun beberapa virus memiliki enzim untuk proses replikasi dan transkripsi dengan melakukan kombinasi dengan enzim sel inang, misalnya Virus Herpes. Setiap kali virus akan melakukan replikasi/perbanyakan jumlah virusnya, maka digunakanlah bahan-bahan yang terdapat di sel inangnya sehingga virus dibuat dari bahan-bahan di sel inang dengan menggunakan cetakbiru DNA/RNA dari virus tersebut.

5. Virus menginfeksi sel yang spesifik

Setiap tipe virus hanya dapat menginfeksi beberapa jenis inang tertentu. Jenis inang yang dapat diinfeksi oleh virus ini disebut kisaran inang, yang penentuannya tergantung pada evolusi pengenalan yang yang dilakukan virus tersebut dengan menggunakan kesesuaian " lock and key atau lubang dan kunci " antara protein di bagian luar virus dengan molekul reseptor (penerima) spesifik pada permukaan sel inang.

Beberapa virus memiliki kisaran inang yang cukup luas sehingga dapat menginfeksi dan menjadi parasit pada beberapa spesies. Misalnya, virus flu burung dapat juga menginfeksi babi, unggas ayam dan juga manusia, virus rabies dapat menginfeksi mammalia termasuk rakun, sigung, anjing dan monyet.
virus HIV hanya menginveksi sel T limfosit karena kesesuaian reseptornya
virus HIV hanya menginveksi sel T limfosit karena kesesuaian reseptornya

6. Virus bukan sel

Virus tidak dikategorikan sel karena hanya berisi partikel penginfeksi yang terdiri dari asam nukleat yang terbungkus di dalam lapisan pelindung, pada beberapa kasus asam nukleatnya terdapat di dalam selubung membran. Penemuan yang dilakukan oleh Stanley Miller, bahwa beberapa virus dapat dikristalkan sehingga virus bukanlah sel hidup, sebab sel yang paling sederhana pun tidak dapat beragregasi menjadi kristal. Akan tetapi, virus memiliki DNA atau RNA sehingga virus dapat juga dikategorikan organisme hidup.

7. Genom virus sangat beragam

Genom virus lebih beragam dari genom konvensional (DNA untai tunggal atau single heliks) yang dimiliki oleh organisme lainnya, genom virus mungkin terdiri dari DNA untai ganda, RNA untai ganda, DNA untai tunggal ataupun dapat juga RNA untai tunggal, tergantung dari tipe virusnya.

Struktur Tubuh Virus

Walaupun virus memiliki berbagai ukuran dan bentuk, mereka memiliki motif struktur yang sama, yaitu sebagai berikut.

1. Kapsid

Kapsid Kapsid merupakan lapisan pembungkus DNA atau RNA, kapsid dapat berbentuk heliks (batang), misalnya pada virus mozaik, ada yang berbentuk polihedral pada virus adenovirus, ataupun bentuk yang lebih kompleks lainnya. Kapsid yang paling kompleks ditemukan pada virus Bbakteriofaga (faga). Faga yang pertama kali dipelajari mencakup tujuh faga yang menginfeksi bakteri Escherichia coli , ketujuh faga ini diberi nama tipe 1 (T1), tipe 2 (T2), tipe 3 (T3) dan seterusnya sesuai dengan urutan ditemukannya. salah satu virus yang memiliki kapsid adalah virus zika yang dapat menyebabkan mikrosefalus pada janin, untuk lebih jelasnya mengenai virus zika bisa belajar mengenai sejarah, struktur, dan klasifikasi virus zika disini

berbagai bentuk kapsid virus
berbagai bentuk kapsid virus

2. Kapsomer 

Kapsomer adalah subunit-subunit protein dengan jumlah jenis protein yang biasanya sedikit, kapsomer akan bergabung membentuk kapsid, misalnya virus mozaik tembakau yang memiliki kapsid heliks (batang) yang kaku dan tersusun dari seribu kapsomer, namun dari satu jenis protein saja. 3. Struktur tambahan lainnya Struktur tambahan lainnya, yaitu selubung virus yang menyelubungi kapsid dan berfungsi untuk menginfeksi inangnya. Selubung ini terbentuk dari fosfolipid dan protein sel inang serta protein dan glikoprotein yang berasal dari virus itu sendiri.

Tidak semua virus memliki struktur tambahan ini, ada beberapa yang memilikinya, misalnya virus influenza. Secara kebetulan faga tipe genap yang diketemukan (T2, T4 dan T6) memiliki kemiripan dalam struktur, yaitu kapsidnya memiliki kepala iksohedral memanjang yang menyelubungi DNA dan struktur tambahan lainnya, yaitu pada kepala iksohedral tersebut melekat ekor protein dengan serabut-serabut ekor yang digunakan untuk menempel pada suatu bakteri.

Baca juga


0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Arsip Blog